Anda di halaman 1dari 12

Assalamualaikum Wr.

Wb
KELOMPOK 3
Wahyuni Irhami 21601082059
Miftakhul Ayu Anggraeni 21601082062
Eva Wulandari 21601082065
 Dilema Pengendalian
Perusahaan sering lebih unggul dibandingkan dengan pesaing karena
pesaing gagal untuk memberikan kualitas atau layanan yang
diharapkan. Karena mengutamakan layanan, kualitas produksi,
perputaran yang begitu cepat, dan layanan purnajual, harga
perusahaan mungkin lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya.
Namun, dalam jangka panjang, manfaat dari kualitas yang tinggi dan
layanan yang lebih baik telah membuat banyak pelanggan setia, dan
perusahaan tersebut telah berproduksi dengan cepat pada tingkat
yang mendekati kapasitas praktis.
Definisi Pengendalian Keuangan
 Umpan Balik MekanikalVs Respons Perilaku
Pengendalian keuangan adalah perilaku dari orang-orang yang ada
dalam organisasi dan bukan pada mesin. Oleh sebab itu,
pengendalian keuangan dapat dipahami secara baik melalui
penekanan pada pentingnya asumsi-asumsi keperilakuan.
 Perluasan Konsep – konsepTradisional
Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntansi sering
kali berarti hasil dari informasi akuntansi adalah langkah akhir
dari peran akuntansi. Dalam pendekatan perilaku, menghasilkan
informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan sehingga
informasi dapat dipandang sebagai suatu intermediasi dari
langkah akhir. Informasi akuntansi adalah bagian dari proses
penandaaan yang dirancang untuk meningkatkan manfaat dari
organisasi awal dengan memengaruhi perilaku anggota-
anggotanya. Tujuan pengendalian didasari oleh keinginan untuk
memilih suatu inisiatif yang akan mengubah kemungkinan
pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan. Dengan
demikian, informasi akuntansi dapat dipandang sebagai suatu
pertanda dan bukan suatu akhir.
Sistem pengendalian dirancang secara tepat untuk menghasilkan
informasi akuntansi yang akurat dan andal. Secara tradisional, fokus
sistem pengendalian terletak pada tujuh faktor sebagai berikut :
 Melibatkan personil yang akan melaksanakan tanggung jawab mereka
secara kompeten dan dengan integritas.
 Menghindari fungsi yang tidak kompatibel dengan memisahkan tugas dan
tanggung jawab.
 Mendefinisikan otoritas yang terkait dengan suatu posisi sehingga
kesopanan transaksi yang dieksekusi dapat dievaluasi.
 Menetapkan metode sistematis untuk memastikan bahwa transaksi dicatat
secara akurat
 Memastikan dokumentasi memadai.
 Menjaga aset dengan merancang prosedur untuk membatasi akses ke aset
 Merancang pemeriksaan indepeident untuk meningkatkan akurasi.
Istilah pengendalian akuntansi telah dikaitkan dengan
pengamanan aktiva dan mempromosikan informasi akuntansi
yang akurat dan dapat diandalkan. Istilah pengendalian
administratif telah dikaitkan dengan mempromosikan efisiensi
operasi dan mematuhi kebijakan manajemen. Perluasan konsep
kontrol tradisional memerlukan perpanjangan ruang lingkup di
luar kendali akuntansi dan di luar laporan keuangan untuk
memasukkan proses administrasi organisasi
PengendalianTerpadu
Sebuah sistem kontrol formal dan komprehensif sebenarnya
merupakan konfigurasi dari subsistem formal terintegrasi
yang mendukung proses administrasi. Untuk diformalkan,
suatu subsistem kontrol harus disusun terlebih dahulu dan
ditetapkan sebagai proses yang sesuai untuk pencapaian
tujuan tertentu. Agar komprehensif, sistem kontrol harus
mencakup kegiatan
1. Perencanaan
2. Kegiatan operasi
3. Fungsi umpan balik yang diperlukan.
 Faktor – faktor Kontekstual
1. Ukuran
2. Stabilitas lingkungan
3. Motiv keuangan
4. Faktor – faktor proses
 Pertimbangan Rancangan
1. Antisipasi terhadap Konsekeuensi Logis
Antisipasi terhadap konsekuensi logis merupakan komponen-
komponen inti dalam mendesain pengendalian
2. Relevansi dengan Teori Agensi
Teori agensi menyangkut persoalan biaya, dimana suatu
pendelegasian dengan asumsi keputusan tertentu bersifat tidak
jelas atau dipengaruhi secara bersama-sama agar menjadi tidak
nyata
Pengelolaan Perubahan
Pengeolaan perubahan adalah sesuatu yang paling dalam
menetukan rancangan-rancangan pengendalian. Para manajer
melaksanakan pengendalian untuk mencapai tujuan-tujuan yang
seringkali dihadapkan pada satu atau lebih dilema bisnis.
 Pengendalian dalam Era Pemberdayaan
1. Sistem Pengendalian Diagnostik
Para manajer menggunakan sistem pengendalian diagnostik untuk memonitori tujuan dan
profitabilitas serta memeastikan kemajuan ke arah target, seperti pertumbuhan laba dan pangsa
pasar.
2. Sistem Kepercayaan
Sistem kepercayaan bersifat singkat, sarat nilai, dan inspirasional. Sistem ini mengarahkan
perhatian karyawan pada tujuan utama bisnis, cara organisasi menciptakan nilai, upaya untuk
mencapai tingkat kinerja organisasi, dan cara sesorang diharapkan untuk mengatur hubungan
internal dan eksternal
3. Sistem Batasan
Mengatakan apa yang baru dilakukannya kepada seseorang dengan menetapkan prosedur operasi
standar dan aturan baku akan menghambat inisiatif dan kreativitas yang dapat dihasilkan oleh
karyawan yang cakap dan berjiwa kewirausahaan.
4. Sistem Pengendalian Interaktif
Sistem pengendalian interaktif merupakan sistemm informasi formal yang digunakan oleh para
manajer untuk melibatkan diri secara terus-menerus dan personal dalam keputusan bawahan
5. Penyeimbangan Pemberdayaan dan Pengendalian
Manajer yang efektif akan memberdayakan organisasinya karena mereka percaya pada potensi
dasar manusia untuk melakukan inovasi dan menambah nilai
Wassalamualaikum Wr.Wb