Anda di halaman 1dari 13

SUSPENSI

TOPIKAL

KELOMPOK 3
Ade Kurniawan 201751002
Aditya Gunawan 201751371
Anisah Ekasari 201751034
Hilyatul Fajriah 201751381
DEFINISI SUSPENSI TOPIKAL

Suspensi topikal adalah sediaan cair


yang mengandung partikel-partikel
padat yang terdispersi dalam suatu
pembawa cair yang dimaksudkan untuk
pemakaian pada kulit.

Beberapa suspensi yang diberi etiket


sebagai “lotio” termasuk dalam kategori
ini.
Menurut FI III :
Lotio adalah sediaan cair berupa suspensi atau dispersi,
digunakan sebagai obat luar. Dapat berbentuk suspensi zat padat
dalam bentuk sebuk halus dengan bahan pensuspensi yang cocok
atau emulsi tipe minyak dalam air (o/w atau m/a) dengan
surfaktan yang cocok

Catatan :
 ”Pada etiket harus juga tertera ”Hanya untuk pemakaian luar ”
 Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kata
”Lotio” mengalami perubahan makna. Saat ini ” Lotio” tidak lagi
didefinisikan sebagai bentuk sediaan farmasi, tetapi hanya
terbatas pada bagaimana cara menggunakan sediaan tersebut.
 Jadi kata ”Lotio” lebih diartikan sebagai sesuatu yang cara
penggunaannya dioleskan.
 Berdasarkan sifat bahan aktif (calamin) yang praktis tidak larut
dalam air, maka sediaan akan dibuat dalam bentuk suspensi
dengan bahan tambahan yang cocok .
SYARAT SUSPENSI

Menurut FI IV, 1995 :


 Suspensi tidak boleh diinjeksikan secara iv dan intratekal
 Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan dengan cara tertentu
harus mengandung zat antimikroba.
 Suspensi harus dikocok sebelum digunakan
 Suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat

Menurut FI III, 1979


 Zat terdispersi harus halus dan tidak boleh mengendap
 Jika dikocok, harus segera terdispersi kembali
 Dapat mengandung zat tambahan untuk menjamin stabilitas
suspensi
 Kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan
mudah dikocok dan dituang.
 Karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran
partikel dari suspensoid tetap agak konstan untuk yang lama
pada penyimpanan.(Ansel, 356)
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SUSPENSI
TOPIKAL
1. Keuntungan
 Homogenitas Tinggi
Lebih mudah diabsorpsi daripada tablet / kapsul
Lebih mudah digunakan
Penyebaran lotion lebih merata
2. Kekurangan
 Kestabilan rendah (pertumbuhan kristal jika jenuh, degradasi)
 Pada saat penyimpanan, kemungkinan terjadi perubahan
sistem dispersi (cacking, flokulasi -deflokulasi) terutama jika
terjadi fluktuasi / perubahan temperatur
 Sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu untuk
memperoleh dosis yang diinginkan
 Alirannya menyebabkan sukar dituang
FORMULASI SECARA UMUM

1 . Zat aktif
Zat aktif yang dipakai berupa vitamin,ekstrak,whitening dan
pemutih.
2. Bahan tambahan dalam pembuatan lotion
a. Bahan pengental
Tujuan penambahan pengental adalah untuk mengentalkan
campuran, memperbaiki ulkositas dan penstabil terhadap
perubahan panas dan pH.
b. Bahan pengawet
Tujuan penamabahan bahan pengawet adalah agar tidak
menjadi penguraian dan perusakan oleh organisme.
c. Bahan pewangi dan pewarna
Tujuan penambahan bahan pewangi dan pewarna adalah
untuk memperbaiki bau serta warna sediaan
Dr. Judo Dzul Goti
Sik: 2013/2014
Alamat: Jl. Melati no.23 Dampyak
Tegal
Telp. (0283) 355451
No. 56 Tegal, 4 Mei 2012

R/
Calamin lotio 60 ml

S Sue
Pro : silvina
Umur : 19 tahun
Alamat : Tegal

Paraf,
Isi R/ Standar Calamin lotio
CALAMIN LOTIO ( Fornas Hal 115 )
Komposisi
Tiap 100 ml mengandung
Calaminum 8g
Zinc Oxydum 8g
Glycerolum 2 ml
Bentolum magma 25 ml
Calcii Hydroxydi Solutio ad 100 ml
Perhitungan :
1. Calamine : 60 ml/ 100 ml x 8g : 4,8 g
2. ZnO : 60 ml/ 100 ml x 8g : 4,8 g
3. Glycerolum : 60 ml / 100ml x 2ml : 1 ,2 ml
4. Bentonit magma : 60ml / 100ml x 25ml : 15ml
5. Calcii Hydroxydi Solutio : 60ml – 25,8 ml
: 34,2 ml

Penimbangan :
1. Calamine : 4,8 g
2. ZnO : 4,8 g
3. Glycerolum : 1,2 ml
4. Bentonit magma : 15ml
5. Calcii Hydroxydi Solutio : 34,2 ml
CARA PEMBUATAN

1. Kalibrasi Botol.
2. Timbang semua bahan.
3. Z n O diayak dengan ayakan nomor 100 mesh.
4. Ukur gliserol dengan gelas ukur.
5. Ukur bentonitum magma dengan gelas ukur.
6. Ukur calcii hydroxydum dengan gelas ukur.
7. Masukkan Z n O ke dalam mortir.
8. Masukkan Calamin ke dalam mortir aduk ad homogen ( camp. 1
)
9. Masukkan gliserol ke dalam mortir.
10. Tambahkan bentonitum magma ke dalam mortir aduk ad
homogen. ( camp. 2 )
11. Masukkan campuran 1 dan 2 ke dalam mortir aduk ad homogen.
12. Masukkan ke dalam botol kocok ad homogen .
13. Beri etiket untuk pemakaian luar dioleskan tiap pagi dan
malam. Beri tulisan kocok dahulu.
PENGEMASAN DAN PENANDAAN KEMASAN

Semua suspensi harus dikemas dalam wadah mulut


lebar yang mempunyai ruang udara diatas cairan
sehingga mudah di kocok dan dituang.
Kebanyakan suspensi harus disimpan dalam wadah
yang tertutup rapat dan terlindung dari pembekuan,
panas yang berlebihan dan cahaya. Suspensi perlu
dikocok setiap kali sebelum digunakan untuk
menjamin distribusi zat padat yang merata dalam
pembawa sehingga dosis yang diberikan setiap kali
tepat dan seragam.
Pada etiket harus juga tertera “Kocok Dahulu”.
CONTOH SUSPENSI TOPIKAL DI PASARAN
SEKIAN DAN TERIMAKASIH 