Anda di halaman 1dari 24

TANIN

TUGAS PRESENTASI FITOKIMIA

OLEH:
YUKI RIPAL
ARMEX PRADITIA
ANDRE SAPUTRO
NURPAJRIAH
FACHRIZAL AMRIE
Pengertian Tanin

Tanin merupakan suatu substansi yang banyak dan


tersebar, sehingga sering ditemukan dalam tanaman.
Tanin diketahui mempunyai beberapa khasiat, yaitu
sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan
antioksidan. Istilah tanin sendiri berasal dari bahasa
Perancis, yaitu “tanning”. Pada mulanya senyawa
tannin lebih dikenal sebagai “tanning
substance” dalam proses penyamakan kulit
hewan untuk dibuat sebagai kerajinan tangan.
Struktur Tanin
Definisi Dan Penggolongan

 Definisi
 Tanin merupakan senyawa organik polifenol dengan
rasa pahit yang kuat dan efek adstringen. Umumnya
asam galat adalah penyusun banyak tanin. Tanin
bisa mengubah bentuk pori-pori kulit, pengendapan
protein dan pembentukan senyawa tidak larut
dengannya.
Struktur Dasar
Sifat fisik dari tanin adalah sebagai berikut :

 1) Jika dilarutkan kedalam air akan membentuk


koloid dan memiliki rasa asam dan sepat
 2) Jika dicampur dengan alkaloid dan glatin akan
terjadi endapan
 3) Tidak dapat mengkristal
 4) Mengendapkan protein dari larutannya dan
bersenyawa dengan protein tersebut sehingga tidak
dipengaruhi oleh enzim protiolitik
Sifat Kimia Tanin

1. Merupakan senyawa kompleks dalam bentuk


campuran polifenol yang sukar dipisahkan sehingga
sukar mengkristal.
2. Tanin dapat diidentifikasikan dengan
kromotografi.
3. Senyawa fenol dari tanin mempunyai aksi
adstrigensia, antiseptic dan pemberi warna.
Identifikasi Tanin

 Identifikasi Tanin dapat dilakukan dengan cara :

 1. Diberikan larutan FeCl3 berwarna biru tua /


hitam kehijauan.
 2. Ditambahkan Kalium Ferrisianida + amoniak
berwarna coklat.
 3. Diendapkan dengan garam Cu, Pb, Sn, dan
larutan Kalium Bikromat berwarna coklat.
Klasifikasi tanin

 Senyawa tanin termasuk kedalam senyawa poli fenol


yang artinya senyawa yang memiliki bagian berupa
fenolik. Senyawa tanin dibagi menjadi dua yaitu
tanin yang terhidrolisis dan tanin yang
terkondensasi.
Klasifikasi tanin yaitu :
1. Tanin Terhidrolisis (hydrolysable tannins)
Tanin ini biasanya berikatan dengan karbohidrat
dengan membentuk jembatan oksigen, maka dari itu
tanin ini dapat dihidrolisis dengan menggunakan
asam sulfat atau asam klorida. Salah satu contoh jenis
tanin ini adalah gallotanin yang merupakan senyawa
gabungan dari karbohidrat dengan asam galat.
2. Tanin terkondensasi (condensed tannins)
Tanin jenis ini biasanya tidak dapat dihidrolisis,
tetapi dapat terkondensasi meghasilkan asam klorida.
Tanin jenis ini kebanyakan terdiri dari polimer flavonoid
yang merupakan senyawa fenol. Oleh karena adanya gugus
fenol, maka tannin akan dapat berkondensasi dengan
formaldehida. Tanin terkondensasi sangat reaktif terhadap
formaldehida dan mampu membentuk produk kondensasi.
Tanin terkondensasi merupakan senyawa tidak berwarna
yang terdapat pada seluruh dunia tumbuhan tetapi
terutama pada tumbuhan berkayu. Tanin terkondensasi
telah banyak ditemukan dalam tumbuhan paku-pakuan.
Struktur dari penggolongan tanin
Manfaat

1. Sebagai senyawa metabolit sekunder, tanin


memiliki banyak manfaat dan kegunaan.
Manfaat dan kegunaan tanin adalah sebagai
berikut :
2. Sebagai anti hama untuk mencegah serangga
dan fungi pada tanaman
3. Sebagai pelindung tanaman ketika masa
pertumbuhan dari bagian tertentu tanaman,
misalnya pada bagian buah, saat masih muda
akan terasa pahit dan sepat
4. Sebagai adstrigensia pada GI dan
kulit
5. Untuk proses metabolisme dari
beberapa bagian tanaman
6. Dapat mengendapkan protein
sehingga digunakan sebagai
antiseptik
7. Sebagai antidotum (keracunan
alkaloid)
8. Sebagai reagen pendeteksi gelatin,
alkaloid, dan protein
9. Sebagai penyamak kulit dan
pengawet
10. Kontraseptik, berperan dalam penanggu-
langan masalah kependudukan bagi negara
padat penduduk, esterogen dan progestin
(mix)
11. Terapi paliatif terhadap karsinoma, kelenjar
prostat; dietilbesterol, klorotianisen
12. Menopause, fungsi ovarium menurun, sik-lus
haid pada masih terjadi, tapi tidak teratur
lagi, karena esterogen dan progesteron en-
dogen menurun, terapi pengganti esterogen
Metode Penetapan Kadar Tanin

Kadar tanin dapat ditetapkan dengan menggunakan berbagai macam metode. Metode yang
biasanya digunakan untuk menentukan kadar tanin total adalah sebagai berikut :

 1. Metode Gravimetri
Analisis dengan menggunakan metode gravimetri adalah cara analisis kuantitatif berdasarkan
berat tetap (berat konstan)-nya. Reagen atau pereaksi yang ditambahkan adalah berlebih untuk
menekan kelarutan endapan.

 2. Metode volumetri/permanganometri
Berdasarkan reaksi kimianya, metode volumetri dikelompokkan menjadi 4 jenis reaksi, yaitu
reaksi asam-basa, reaksi redoks, reaksi pengendapan, dan reaksi pembentukan kompleks.

 3. Metode Kolorimetri
Contoh metode penetapan kadar tanin dari sebuah paper, misalnya dengan menggunakan
metode kolorimetri dalam menentukan jumlah tanin total pada daun Jati Belanda,
menggunakan pereaksi biru prusia. Prinsipnya yaitu reaksi reduksi senyawa besi (III) menjadi
senyawa besi (II) oleh tanin membentuk warna biru-hitam selanjutnya dengan penambahan
pereaksi biru prusia, akan membentuk suatu kompleks berwarna biru tinta yang dapat diukur
menggunakan spektrofotometer pada daerah sinar tampak.
Jenis tumbuhan/simplisia

Daun jambu biji


Nama simplisia : Psidium guajava folium
Nama asal tumbuhan : Psidium guajava L.
Zat yang berkhasiat : Tanin,minyak atsiri,
triterpenoid
Kegunaan : Mengobati penyakit maag dan
diare
Cara pengolahan : Jambu biji dapat
digunkan sebagai obat diare. Cara
pengolahannya yaitu Siapkan 5 lembar daun
jambu biji, 1 potong akar, kulit, dan batang
dari tanaman jambu biji. Rebus semua
bahan tersebut ke dalam 1,5 liter air hingga
mendidih. Setelah dingin saring dan
diminum 2 kali sehari. Selain itu bisa juga
dengan mengunyah daun jambu biji yang
masih muda dan tambahkan sedikit garam,
lalu telan airnya dan buang ampasnya.
Daun sirih
Nama simplisia : Piper betle folium
Nama asal tumbuhan : Piper betle L.
Zat yang berkhasiat : Tanin, flavonoid,
polifenol, karvakol
Kegunaan : Sebagai antioksidan,
antibakteri, sebagai penyembuh diare,
mengobati keputihan, antiseptik pada
jaringan luka bakar
Cara pengolahan : Zat tanin yang
terkandung dalam daun sirih dapat di
manfaatkan untuk mengobati keputihan.
Cara pengolahannya yaitu, siapkan kurang
lebih 10 lembar daun sirih lalu rebus
dengan air kurang lebih 2.5 liter. Setelah
itu biarkan hingga dingin dan gunakan air
rebusan tersebut untuk mencuci daerah
intim wanita.
Akar alang alang

Nama simplisia : Imperata cylindricia


folium
Nama asal tumbuhan : Imperata cylindricia
Zat yang berkhasiat : Tanin, manitol,
fernenol, arundoin, anemonin
Kegunaan : Mengobati keputihan , asma,
hepatitis
Cara pengolahan : Tanin yang terdapat pada
akar alang-alang dapat di gunakan sebagai
obat keputihan. Berikut ini cara
pengolahannya, merebus akar alang-alang,
ditambah daun pepaya dan pulasari, minum
air rebusannya 2 kali sehari pada pagi dan
malam hari.
Daun pegagan
Nama simplisia : Centella asiatica folium
Nama asal tumbuhan : Centella asiatica
Zat yang berkhasiat : Tanin,
madecassoside, brahmoside, brahmic acid,
brahminoside, madasiatic acid, meso-
inositol
Kegunaan : penyembuh luka, peradangan ,
sakit perut, dan peradangan pada usus
Cara pengolahan : Tanin yang terdapat
dalam daun pegagan dapat dimanfaatkan
sebagai obat untuk menyembuhkan
peradangan termasuk bengkak pada mata.
Berikut ini cara pengolahannya yaitu
Segenggam daun pegagan dicuci,
dilumatkan. Peras, saring, teteskan ke
mata yang sakit 3-4x sehari.
Daun salam
Nama simplisia : Syzygium polyanthum folium
Nama asal tumbuhan : Syzygium polyanthum
Wigh Walp
Zat yang berkhasiat : Tanin, minyak atsiri, dan
flavonoid
Kagunaan : Obat diare, penurun kadar
kolesterol, obat hipertensi
Cara pengolahan : Tanin yang terkandung
dalam daun salam dapat digunakan sebagai
obat diare, dan berikut ini cara pengolahannya
yaitu cuci daun salam sebyak 15 lembar
kemudian tambahkan 2 gelas air dan rebus
sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian
air rebusan daun salam tersebut dicampur
dengan sedikit garam lalu diminum minum air
ini ketika Anda mengalami diare.
Kesimpulan

Tanin merupakan suatu substansi yang banyak dan tersebar pada


tanaman. Berdasarkan strukturnya, tanin diklasifikasikan menjadi dua
kelas yaitu tanin terhidrolisis dan tanin terkondensasi.
Tanin ditemukan di daun, tunas, biji, akar, batang dan jaringan,
misalnya pada jaringan xilem dan floem, dan pada lapisan antara korteks
dengan epidermis. Untuk membedakan tanin dengan senyawa metabolit
sekunder lainnya, dapat dilihat dari sifat-sifat dari tanin itu sendiri,
seperti sifat fisika, kimia, dan sebagai pengkhelat logam.
Ada beberapa metode dalam melakukan penetapan kadar tanin,
metode-metode tersebut antara lain metode gravimetri, volumetri, dan
kolorimetri. Tanin diketahui mempunyai beberapa khasiat, yaitu sebagai
astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan.
TERIMA KASIH

Eh paling enak makannye kerang..


Makannye ame mpo ita ame bang fa’at..
Eh sekiranya kalo presentasi banyak yg kurang..
Maafkan kita kita dan semoga bermanfaat..

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu..

Anda mungkin juga menyukai