Anda di halaman 1dari 24

AUDIT HASIL PEKERJAAN PERKERASAN

JALAN BETON ASPAL

Dr. Madi Hermadi


 Amati secara visual:
 Kondisi perkerasan jalan, apakah terjadi
kerusakan alur, deformasi, retak, Pelepasan butir,
Pengelupasan lapis permukaan, Kegemukan,
Lubang-lubang, dll. • Kondisi kritis : alur >10 mm; retak >15%
• Kondisi failur : alur > 20 mm
 Kondisi bahu jalan
 Kondisi drainase apakah berfungsi baik
 Ambil contoh core drill dan ukur:
 Ketebalan dengan sigmat
 Kepadatan dan Rongga dengan
penimbangan di laboratorium

 Ambil contoh block dan uji:


 Kadar Aspal dengan Ekstraksi
 Gradasi agregat
 Sifat Aspal (Penetrasi, titik lembek,
daktilitas)
 Sifat Agregat (Kepipihan,
kekerasan)
Pengendalian Mutu Perkerasan

Lapisan yang dihampar :


- Benda uji inti (core) berdiameter 4” untuk parti-kel 200 meter panjang
ukuran maksimum 1” dan 5” untuk partikel ukuran di
atas 1”, baik untuk pemeriksaan pema-datan maupun
tebal lapisan : paling sedikit 2 benda uji inti per cross
section dan paling sedikit 6 benda uji inti per 200 meter
panjang.

Toleransi Pelaksanaan :
- Elevasi permukaan, untuk penampang melintang dari Paling sedikit 3 titik
setiap jalur lalu lintas. yang diukur
melintang pada
paling sedikit
setiap 12,5 meter
memanjang
sepanjang jalan
tersebut.
 Uji perkerasan di bawah contoh block:
 Test Pit,
 Kepadatan (Sand Cone)
 Gradasi
 CBR, Dynamic Cone penetration (DCP)
TIPIKAL SUSUNAN
PERKERASAN LENTUR
A
Lapis Permukaan A
Lapis Pondasi Atas ACWC
- Agregat Klas A ACBC
- CTB
- Soil Cement ATB

Lapis Pondasi Bawah


- Agregat Klas B
- CTSB
- Soil Cement

Tanah Dasar
 Uji bahu jalan:
 Kepadatan (Sand Cone)
 Gradasi
 Bidang pecah agregat
 DCP
 CBR
California Bearing Ratio
California Bearing Ratio
Pengendalian Mutu Bahan
Pengujian Frekwensi pengujian
Aspal :
Aspal berbentuk drum ³√ Dari jumlah drum
Aspal curah Setiap tangki aspal
Jenis Pengujian aspal drum dan curah mencakup :
Penetrasi dan Titik Lembek
Asbuton Butir ³√ Dari jumlah kemasan
- Kadar Air
- Ekstraksi (kadar aspal)
- Ukuran butir
Peremaja :
Peremaja berbentuk drum ³√ Dari jumlah drum
Peremaja curah Setiap tangki aspal
Jenis Pengujian peremaja drum dan curah mencakup :
Viskositas, kelarutan dan kelekatan
Agregat :
- Abrasi dengan mesin Los Angeles 5000 m3
- Gradasi agregat yang ditambahkan ke tumpukan 1000 m3
- Gradasi agregat dari penampung panas (hot bin) 250 m3 (min. 2 pengujian per hari)
- Nilai setara pasir (sand equivalent) 250 m3
 Jenis Pengujian Agregat

JENIS METODE
PENGUJIAN PENGUJIAN
Pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles. SNI 03-2417-1991

Pengujian jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 SNI 03-4142-1996
(0,075 mm).

Pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. SNI 03-1968-1990

Pengujian agregat halus atau pasir yang mengandung bahan plastis SNI 03-4428-1997
dengan cara setara pasir.

Pengujian Berat Jenis agregat kasar. SNI 03-1969-1990

Pengujian Berat Jenis agregat halus. SNI 03-1970-1990

Pengujian kelekatan agregat terhadap aspal. SNI 03-2439-1991

Angularitas agregat kasar SNI 03-6877-2002


Partikel Pipih dan Lonjong RSNI T-01-2005

Angularitas agregat halus SNI 03-6877-2002


Penyiapan benda uji contoh agregat SNI 13-6717-2002

Pengambilan contoh agregat SNI 03-6889-2002


 Jenis Pengujian Aspal
1. Jenis Pengujian Aspal Keras

JENIS METODE
PENGUJIAN PENGUJIAN
1. Penetrasi SNI 06-2456-1991
2. Titik lembek SNI 06-2434-1991
3. Daktilitas SNI 06-2432-1991
4. Kelarutan dalam C2HCl3 SNI 06-2438-1991
5. Titik nyala SNI 06-2433-1991
6. Berat Jenis SNI 06-2488-1991
7. Kehilangan berat SNI 06-2441- 1991
8. Penetrasi setelah kehilangan berat SNI 06-2456-1991
9. Daktilitas setelah kehilangan berat SNI 06-2432-1991
10. Titik lembek setelah RTFOT SNI 06-2434-1991
11. Temperatur pencampuran dan pemadatan SNI 03-6411-2000
12. Kadar air SNI 06- 2439- 1991
2. Jenis Pengujian Bitumen Asbuton Murni

JENIS METODE
NO.
PENGUJIAN PENGUJIAN
1. Penetrasi, 25 oC; 100 gr; 5 dctik; 0,1 mm SNI 06-2456-1991

2. Titik Lembek, oC SNI 06-2434-1991

3. Titik Nyala, oC SNI 06-2433-1991

4. Daktilitas; 25 oC, cm SNI 06-2432-1991

5. Berat jenis SNI 06-2441-1991

6 Kelarutan dalam Trichlor Ethylen; % berat RSNI M-04-2004

7. Penurunan Berat (dengan TFOT), %berat SNI 06-2440-1991

8 Penetrasi setelah penurunan berat, % asli SNI 06-2456-1991

9 Daktilitas setelah penurunan berat, cm SNI 06-2432-1991


3. Jenis Pengujian Asbuton Modifikasi

JENIS METODE
NO.
PENGUJIAN PENGUJIAN
1. Penetrasi, 25 ‘C; 100 gr; 5 dctik; 0,1 mm SNI 06-2456-1991

2. Titik Lembek, °C SNI 06-2434-1991

3. Titik Nyala, °C SNI 06-2433-1991

4. Daktilitas; 25 °C, cm SNI 06-2432-1991

5. Berat jenis SNI 06-2441-1991

6. Kelarutan dalam Trichlor Ethylen, % berat RSNI M-04-2004

7. Penurunan Berat (dengan TFOT), % berat SNI 06-2440-1991

8. Penetrasi setelah kehilangan berat, % asli SNI 06-2456-1991

9. Daktilitas setelah TFOT, cm SNI 06-2432-1991

10 Mineral Lolos Saringan No. 100, % * SNI 03-1968-1990


4. Jenis Pengujian Peremaja Hangat
JENIS METODA
NO.
PENGUJIAN PENGUJIAN
1. Viskositas: - pada 60 oC (cSt) AASHTO T-72
- atau 100 oC,(dtk)
2. Kelarutan dlm TCE, (%) SNI 06-2438-1991
3. Titik nyala, (oC) AASHTO T-73
4. Berat Jenis, SNI 06-2441-1991
5. Penurunan berat (TFOT), (% terhadap berat awal) SNI 06-2440-1991
6. Kadar parafin lilin, (%) SNI 03-3639-94

5. Jenis Pengujian Asbuton Butir


JENIS METODA
NO.
PENGUJIAN PENGUJIAN
1. Ekstraksi Kadar bitumen asbuton; % SNI 03-3640-1994
2. Ukuran butir asbuton butir Saringan No 8 (2,36 mm) dan SNI 03-1968-1990
Saringan No 16 (1,18 mm);
3. Kadar air, % SNI 06-2490-1991
4. Penetrasi bitumen asbuton pada 25 °C, 100 g, 5 detik; 0,1 SNI 06-2456-1991
mm