Anda di halaman 1dari 25

Management of Community

Acquired Pneumonia in
Adult

Nadia Khair 1940312051


M. Rahmad Tisya 1940312070

Perseptor : dr. Russilawati, Sp.P


Diagnosis CAP
• Gambaran klinis
Batuk,
Demam,
Produksi sputum
Nyeri dada dan
• Pemeriksaan fisik
mendeteksi Ronkhi
• Radiografi thorakas
Adanya infiltrat multillobular, dengan atau tanpa data mikrobiologis
pendukung.
Indikasi pasien masuik rumah sakit

• Keputusan manajemen awal adalah untuk menentukan lokasi rawat


jalan, rawat inap di bangsal medis, atau masuk ke ICU.

Skor CURB-65 Pneumonia Severity Index

• Keputusan penempatan lokasi perawatan pasien merupakan masalah


yang paling penting dalam pengelolaan CAP, karena biaya rawat inap
untuk pneumonia 25 kali lebih besar daripada biaya rawat jalan.
Pneumonia Severity Index

Mengelompokkan pasien ke dalam 5 kelas risiko kematian

Kelas Resiko Perawatan

I & II Rawat jalan

III Rawat jalan/Inap singkat

IV & V Rawat inap


Kriteria pneumonia berat yang membutuhkan
perawatan di ICU bila dijumpai 1 minimal kritetia Mayor
dan 3 Kriteria Minor.

Kriteria Mayor
• Gagal nafas membutuhkan akut yang membutuhkan intubasi atau
ventilasi mekanik
• Syok sepsis yang membutuhkan vasopressor
Kriteria Minor
• Nafas > 30 kali/menit Gagal
• Rasio PaO2/FiO2 < 250
• Infiltrat multilobus
• Confusio/ disorientasi
• Uremia (BUN level > 20 mg/dl)
• Leukopenia (Leukosit < 4000 sel/mm 2
• Trombositopeni (Trombosit < 100.000/mm 2
• Hipotermi (suhu tubuh < 36 0 C)
• Hipotensi dan membutuhkan resusitasi
Ada beberapa alasan kenapa pasien resiko rendah masuk ke rumah sakit,
bukan rawat jalan, itu karena :
(1) Komplikasi pneumonia itu sendiri
(2) Eksaserbasi penyakit yang mendasarinya
(3) Ketidakmampuan untuk minum obat oral atau menerima rawat jalan.
(4) Risiko jatuh
Diagnostic test
• Biasanya hanya dilakukan pada pasien CAP dengan derajat sedang-berat.
pasien dengan CAP harus dievaluasi secara spesifik patogen penyebab nya,
karena akan mengubah standar perawatan pasien dari terapi empiris
menjadi terapi spesifik.

• Urinary-Antigen Test bermafaat untuk mendeteksi Streptococcus


pneumoniae dan Legionella pneumoniae.
Kultur darah

• Streptococcus pneumoniaa adalah patogen yang paling


umum ditemukan
• Kultur darah pretreatment 5% -14%
• Indikasi terkuat untuk kultur darah adalah CAP parah,
pasien dengan CAP parah lebih mungkin terinfeksi patogen
selain S. pneumoniae, termasuk S. aureus, P. aeruginosa,
dan basil gram negatif lainnya

• Kultur darah adalah opsional untuk semua pasien


dengan CAP
Pewarnaan Gram dan Kultur Spesimen Traktus repiratorik

• Hasil kultur bakteri sputum bervariasi


• Hasil kultur secara substansial lebih tinggi dengan aspirasi endotrakeal,
pengambilan sampel bronkoskopi, atau aspirasi jarum transthoracic.
• Spesimen terbaik dikumpulkan dan diproses sebelum antibiotik diberikan
• Indikasi terbaik untuk kultur saluran pernapasan adalah CAP parah.
Urinary-Antigen Test

• Mendeteksi pneumonia pneumokokus (Streptococcus pneumoniae dan


Legionella pneumoniae) ketika sampel untuk kultur tidak dapat dilakukan
tepat waktu atau ketika terapi antibiotik telah dimulai.

• Spesimen seri dari pasien dengan bakteremia diketahui masih positif untuk
antigen urin pneumokokus dalam 83% kasus setelah 3 hari terapi.
Durasi terapi antibiotik.
• Pasien dengan CAP harus dirawat minimal 5 hari. Penghentian terapi
dilakukan jika pasien sudah tidak demam dalam waktu 48-72 jam, dan tidak
terdapat tanda-tanda ketidakstabilan sebelum dilakukannya penghentian
terapi.

• Durasi terapi yang lebih lama mungkin diperlukan jika terapi inisial tidak
aktif terhadap patogen yang diidentifikasi atau jika ada infeksi luar paru,
seperti meningitis atau endokarditis.
Pemberian pertama antibiotik

• Untuk pasien yang dirawat melalui IGD, antibiotik dosis pertama harus
diberikan saat masih di IGD dalam waktu <8 jam sejak masuk rumah
sakit.

• Jika dalam waktu <4 jam, akan menurunkan angka kematian.

• Pemberian antibiotik dievaluasi secara klinis dalam 72 jam pertama


• Pneumonia tetapi yang memiliki temuan radiografi dada negatif, mungkin
masuk akal untuk mengobati kondisinya dengan antibiotik dan ulangi
pencitraan dalam 24-48 jam.