Anda di halaman 1dari 20

TUJUAN

Mahasiswa memahami desain pondasi tower SUTET/


SUTT serta alur pembuatan sebuah jaringan transmisi
secara umum
STANDAR
SPLN T.05.004 2010 : Kriteria Desain tower rangka baja (lattice steel
tower) untuk saluran udara tegangan tinggi dan
saluran udara tegangan extra tinggi
IEEE Std 691-2001 : Guide for Transmission Structure Foundation Design
and Testing
TOWER MENURUT TEGANGANNYA (VOLT)
1. 70 kV (menyalurkan listrik antar kabupaten/ kota)
2. 150 kV (menyalurkan listrik antar kabupaten/ kota)
3. 275 kV (menyalurkan listrik antar provinsi)
4. 500 kV (menyalurkan listrik antar provinsi/pulau)
Yang membedakan tower adalah dari ketinggian. Semakin tinggi tegangan maka
semakin tinggi sebuah tower.
TOWER MENURUT SUDUT BELOK
AA (-3 s/d +15) = 0 – 3 derjat
BB (-3 s/d +15) = 0 – 20 derjat
CC (-3 s/d +15) = 20 – 40 derjat
DD (-3 s/d +15) = 40 – 60 derjat
PONDASI TOWER
1. Kelas 1
2. Kelas 2
Type AA (-3 s/d +15)
3. Kelas 3
Type BB (-3 s/d +15)
4. Kelas 4
Type CC (-3 s/d +15)
5. Kelas 5
Type DD (-3 s/d +15)
6. Kelas 6
7. Kelas 7
TATA PENAMAAN TOWER

Transmission line Tegangan Sirkit Konduktor Type Tower Kelas Pondasi


GAMBARAN UMUM TOWER
TAHAPAN PERENCANAAN PONDASI
1. Perencanaan kabel/ konduktor
2. Perencanaan tower
3. Perencanaan pondasi, Paralel dengan pekerjaan penyelidikan tanah
KELAS PONDASI
 Pondasi Kelas 1 (Satu)
Pondasi kelas 1 (satu) diperuntukkan untuk kondisi tanah yang sangat bagus, tidak berbatu dan tidak mengandung
air tanah. Pondasi tipe ini berupa concrete pad & chimney dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari atau sama
dengan 2.50 kg/cm² dan kurang dari 5 kg/cm², sudut frustrum 200 dan berat tanah diperkirakan 1600 kg/m3.

 Pondasi Kelas 2 (Dua)


Pondasi kelas 2 (dua) diperuntukkan untuk untuk kondisi tanah yang bagus, tidak berbatu dan tidak mengandung
air tanah. Pondasi tipe ini berupa concrete pad & chimney dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari atau
sama dengan 1.20 kg/cm² dan kurang dari 2.50 kg/cm², sudut frustrum 150 dan berat tanah diperkirakan 1600
kg/m3.

 Pondasi Kelas 3 (Tiga)


Pondasi kelas 3 (tiga) diperuntukkan untuk kondisi tanah normal, tidak mengandung air tanah. Pondasi tipe ini
berupa concrete pad & chimney dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari atau sama dengan 0.70 kg/cm² dan
kurang dari 1.20 kg / cm², sudut frustrum 100 dan berat tanah diperkirakan 1600 kg/m3.
KELAS PONDASI
 Pondasi Kelas 4a (Empat “a”)
diperuntukkan untuk kondisi tanah berbatuan lunak/soft rock (batu non homogen), tidak mengandung air
tanah. Pondasi tipe ini berupa concrete pad & chimney dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari 5 kg/cm²
hingga 8 kg/cm², sudut frustrum 00 dan berat tanah diperkirakan 2000 kg/m3. Pondasi Kelas 4b (Empat “b”)

 Pondasi kelas 4b (empat “b”)


diperuntukkan untuk kondisi tanah berbatuan massif/hard rock (batu homogen), tidak mengandung air tanah.
Pondasi tipe ini berupa konstruksi pondasi berbentuk block atau pondasi dengan angkur dengan daya dukung
yang diijinkan lebih dari 8 kg/cm², sudut frustrum 300 dan berat tanah diperkirakan 2500 kg/m3.

 Pondasi Kelas 5 (Lima)


Pondasi kelas 5 (lima) diperuntukkan pada daerah berair dimana kondisi air permukaan tinggi seperti daerah
yang curah hujan tinggi (high water level), atau kondisi air tanah dangkal tetapi pondasi terendam air atau
kondisi tanah jelek dan berair. Pondasi tipe ini berupa concrete pad & chimney yang diperlebar atau
menggunakan Raft Foundation dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari atau sama dengan 0.50 kg/cm²
dan kurang dari 0.70 kg / cm², sudut frustrum 00 dan berat tanah diperkirakan 1950 kg/m3 (basah) untuk
kondisi compress dan 950 kg/m3 untuk kondisi Uplift.
KELAS PONDASI
 Pondasi Kelas 6 (Enam)
Pondasi kelas 6 (enam) diperuntukkan pada daerah tanah yang sangat lembek (berlumpur). Pondasi ini
merupakan pondasi dalam (pile foundation), dengan daya dukung yang diperbolehkan kurang dari 0.5
kg/cm2. Pondasi ini dapat menggunakan tiang pancang (precast concrete pile) atau Bored Pile.
Concrete Pile harus didesain untuk dapat digunakan pada kondisi air tanah dangkal sehingga pondasi
terendam air atau kondisi tanah jelek dan berair. Jenis Pondasi Pile dapat dibagi 2(dua) dalam
penerapannya, yaitu :
Pondasi Kelas 6a, dimana dari masing-masing kaki pondasi tidak terhubung satu sama lain.
Pondasi Kelas 6b, dimana dari masing-masing kaki pondasi terhubung satu sama lain baik dengan
Balok (Beam) atau dengan penggabungan slab pondasi.

Pondasi Kelas 7w (Tujuh “w”)


Pondasi kelas 7w (tujuh “w”) diperuntukkan untuk kondisi tanah normal, tetapi mengandung air tanah.
Pondasi tipe ini berupa concrete pad & chimney dengan daya dukung yang diijinkan lebih dari atau
sama dengan 0.70 kg/cm ² dan kurang dari 5.00 kg / cm², sudut frustrum 00 dan berat tanah
diperkirakan 950 kg/m3 baik untuk kondisi compress maupun kondisi Uplift.
RANGKUMAN KELAS PONDASI

FOUNDATION CLASS 1 2 3 4a 4b 5 6 7w

Concrete Pad &


Concrete Pad & Concrete Pad & Concrete Pad & Concrete Pad & Block and Anchor Chimney or Raft Concrete Pad &
Foundation Types Pile Foundation
Chimney Chimney Chimney Chimney Foundation Enlarge Pad & Chimney
Chimney
Soft rock Hard rock
Normal soil Normal soil
Approximate soil/rock condition (non condition Bad soil condition Very bad soil
Very Good Soil Good Soil condition no condition with
description homogeneous (homogeneous no ground water condition
ground water ground water
rock) rock))
Allowable bearing capacity
2.5 ≤ σ < 5 1.2 ≤ σ < 2.5 0.7 ≤ σ < 1.2 5<σ<8 σ>8 0.5 ≤ σ < 0.7 σ < 0.5 0.7 ≤ σ < 5
(kg/cm²)

Design Uplift frustrum angle 20º 15º 10º 0º 30º 0º 0º 0º

Subject to Subject to Subject to Subject to Subject to Subject to Subject to Subject to


Soil parameters detailed soil detailed soil detailed soil detailed soil detailed soil detailed soil detailed soil detailed soil
investigation investigation investigation investigation investigation investigation investigation investigation

Soil/rock unit weight kg/m³ 1600 1600 1600 2000 **) 2500 **) 1950 / 950 *) 1950 / 950 *) 950 *)

Below foundation Below foundation Below Below foundation Below foundation Above
Water table Variable Variable
level level foundation level level level foundation level

Concrete unit weight kg/m³ 2400 2400 2400 2400 2400 2400 / 1400 *) 2400 / 1400 *) 1400 *)
Note :1. *) Used when calculation counter weight against uplift force.
2. **) Foundation Rock (block and anchor) shall be used against uplift force.
3. Applicable of soil investigation data obtained from Dutch Cone Penetrometer Test, Shall be deducted using a reduction factor of 20-40 (assumption), subject to Engineers approval.
SAFETY FACTOR
Stabilitas terhadap Guling (Overturning Stability) : 2.00
Stabilitas terhadap Geser (Sliding Stability) : 2.00
Stabiltas terhadap Uplift : 1.50

Kapasitas Bearing untuk pondasi dalam :


Tahanan Ujung : 3.00
Tahanan Gesek (Friction of pile) : 5.00
PERHITUNGAN PONDASI
GAMBAR PONDASI TOWER
PEKERJAAN PONDASI
PEKERJAAN ERECTION TOWER

20