Anda di halaman 1dari 10

AGRIBISNIS PETERNAKAN SAPI

(PENGGEMUKAN SAPI)

Nama : ……………………………
Stambuk : ……………………………
Tugas Mata Kuliah : ……………………………
Skenario Pentahapan
Ternak sapi di Indonesia tidak akan pernah dapat
dikembangkan untuk mencapai populasi maksimal jika
masih mengharapkan dan mengandalkan peternakan
rakyat. Disamping karena jumlah pemilikan yang relatif
sedikit (3-4 ekor/peternak) juga disebabkan oleh
manajemen yang diterapkan masih bersifat tradisional
Insert the Sub Tittle of Your Presentation

(Suhubdy, 2013a dan 2013b). Oleh karenanya, sapi hanya


mungkin dapat dikembangkan jika manajemen
pemeliharaan dan pengelolaan harus dilakukan secara
komersial (Taylor dan Field, 1999; Phillips, 2001; Cottle
dan Kanh, 2014; Suhubdy, dkk., 2017).
Skenario Pentahapan

Selama ini para pengusaha ternak sapi hanya


mau berusaha pada usaha penggemukan
(Feedlot) dari ternak yang diimpor. Hampir
tidak ada diantara mereka kecuali peternak
rakyat yang mau berusaha dibidang
pembibitan (cow-calf production). Sebagai
akibatnya, laju pertumbuhan populasi ternak
ruminansia relatif lamban.
Skenario/Model Program
 Fetal Programming. Fetal programming ini sesungguhnya upaya mengatur
pertumbuhan ternak ketika masih dalam fase janin.
 Aplikasi Bioteknologi di bidang nutrisi. Pendekatan genomics dalam
mengembangkan ternak sudah menjadi trend (Yadav, dkk., 2010).
 Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi berbasis Padang Penggembalaan.
Pemeliharaan ternak kerbau dan sapi pada umumnya dilakukan dengan sistem
pemberian pakan berdasarkan cut-and-carry.
 Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi berbasis Aspek Kearipan Lokal. Banyak
sekali modal kearifan lokal yang belum dimanfaatkan untuk pengembangan ternak
ruminansia di Indonesia.
 Pengembangan Ternak Kerbau dan Sapi berbasis Integrasi Tanaman
pangandan/atau Perkebunan. Pola integrasi ternak dan tanaman pangan dan
perkebunan bukanlah program yang baru (Fagi, dkk., 2009).
Prasyarat Kondisi
Penentuan kelayakan suatu bisnis dapat dilihat dari berbagai aspek :
• Aspek Pasar : Aspek pasar merujuk pada besarnya potensi pasar yang ada terhadap produk yang
ditawarkan oleh perusahaan.
• Aspek Teknis : Aspek teknis berkaitan dengan pembangunan bisnis yang dijalankan dan kegiatan
operasional dari bisnis yang dijalankan.
• Aspek Manajemen dan Hukum Aspek manajemen berkaitan dengan manajemen dalam
pembangunan bisnis dan manajemen dalam implementasi bisnis.
• Aspek Sosial, Ekonomi dan Lingkungan: Aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam studi
kelayakan bisnis berkaitan dengan dampak yang akan ditimbulkan dari aktivitas bisnis yang
dilaksanakan, baik dilihat dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat luas dan
bagi pemerintah.
• Aspek Finansial Aspek finansial dalam studi kelayakan bisnis merupakan aspek yang digunakan
untuk menilai kondisi finansial (keuangan) perusahaan secara keseluruhan. Aspek finansial sangat
berkaitan dengan keuntungan perusahaan sehingga sangat penting untuk diteliti kelayakannya.
Kondisi Eksisting
Kondisi eksisting pemeliharaan sapi
potong dan kaitannya dengan
pemberdayaan ekonomi masyarakat terdiri
dari kondisi sosial budaya, dukungan
kelembagaan, pemelihara-an sapi potong
dan pemberdayaan ekonomi serta usaha
ternak sapi berindikasi terhadap
pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Arahan Pengembangan
Sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya
(±63% dari total jumlah penduduk) berusaha di sektor
pertanian, Kabupaten Sigi dengan potensi sumber daya
alam dan keanekaragaman hayati merupakan daerah
agraris yang menjadikan sektor pertanian memiliki
keunggulan kom-paratif yang tinggi pula. Potensi dan
keunggulan komparatif ini perlu dikembang-kan dengan
keunggulan kompetitif melalui pengembangan system
dan usaha yang akan menghasilkan produk dan jasa
pertanian yang memiliki daya saing tinggi.
Strategi
Strategi dan cara untuk mencapai target aspek sesuai scenario pengembangan
arahan kedalam langkah/cara/tehnik yg lebih spesifik adalah sebagai berikut :
• Jenis dan Sistem Pemberian Pakan. Jenis pakan yang diberikan pada ternak sapi terdiri dari hijauan,
konsentrat, dan limbah pertanian berupa jerami yang diberikan pada saat panen.
• Tata Laksana Pemeliharaan Ternak. Dari hasil wawancara dengan peternak, peme-liharaan ternak di daerah ini
74% sudah mengukuti standar operasional yang dite-tapkan oleh dinas peternakan, baik dalam hal pemberian
pakan, ukuran kandang, dan pencegahan penyakit.
• Pemasaran Hasil Ternak. Produk yang dihasilkan berupa sapi bibit, sapi bakalan dan ternak sapi yang siap
potong. Pada umumnya peternak menjual anak sapi pada umur ≤ 1 tahun, dengan pertimbangan supaya
segera memberikan penghasilan.
• Terjadinya peningkatan terhadap konsumsi daging perkapita di Kabupaten Pesisir Selatan ini merupakan
konsekuensi dari semakin tinginya kesadaran masyrakat dalam meningkatkan nilai gizi yang pada akhirnya
terjadi peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, kenyataan ini menjadi peluang bagi sub sektor
peternakan untuk meningkatkan produksinya.
• Peluang terbesar diperoleh karena tingginya permintaan pasar terhadap sapi potong sehingga usaha ini harus
lebih di tingkatkan, selain Kabupaten Sigi merupakan daerah kawasan agropolitan, harga produk yang relatif
stabil terbukanya pasar lokal dan regional merupakan peluang besar untuk dapat menyokong pengembangan
ternak sapi potong di Kabupaten Sigi.
Indikasi Program
Adapun pendekatan perencanaan pengembangan usaha peternakan sapi potong di
Kabupaten Sigi sebagai berikut :
• Dalam menjalankan strategi pengembangan kawasan terpadu peternakan sapi potong, terlebih
dahulu dilakukan sosialisasi kegiatan dan identifikasi peternak dan lokasi pengembangan, identifikasi
pasar sasaran, dan membuat monografi kawasan pengembangan. Sosialisasi kegiatan yang
dilakukan terutama mengenai manfaat penerapan konsep kawasan peternakan terpadu.
• Dalam Pengembangan usaha sapi potong perlu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
pengelolaan dan tata laksana budidaya yang harus ditetapkan dalam usaha peternakan sapi potong.
• Apabila usaha sapi potong dikembangkan di daerah ini, maka pemerintah daerah setempat segera
melakukan evaluasi terhadap rencana Tata Ruang Wilayah, karena kemungkinan adanya rencana
usaha lain selain usaha peternakan sapi potong.
• Perlu dikembangkan usaha tradisional ke sistem usaha agribisnis maupun kearah agroindustri
• Perlu adanya strategi yang terpadu antara pemerintah, perguruan tinggi dan swasta untuk
pengembangan usaha sapi potong.
Thank You