Anda di halaman 1dari 23

WALK THROUGH SURVEY

DI PERUSAHAAN PT. ANEKA BUMI


PRATAMA JAMBI

KESEHATAN KERJA &


ERGONOMI
PELATIHAN HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA
KEMENTERIAN TENAGA KERJA REPUBLIK
INDONESIA
PERIODE 9-13 SEPTEMBER 2019
JAMBI
Daftar Nama Kelompok
• dr. Aling Yuda Prasta • dr. Rts Risky Teresia Fauzi
• dr. Arvin Aditya Prakoso • dr. Saidatubulkis Humra, M.Biomed
• dr. Gordon Hutagaol • dr. Sandra Dini
• dr. Nadya Fitrianafani • dr. Sarah Humaira
• dr. Nevi Triayu Juwita
• dr. Siska Nurlaela
• dr. Oka Kurniawan
• dr. Vivi Permana Sarie
• dr. Pardia Handayani
• dr. Yoza Fadhila
• dr. Rinaldy Sinaga
• dr. Zuhriya Aryati
Kesehatan Kerja

• Kesehatan kerja adalah upaya penyeserasian antara


kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar
setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa
membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di
sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang
optimal (UU Kesehatan 1992 Pasal 23).
Ergonomi

• Ergonomi adalah penerapan


ilmu yang mengupayakan Mesin
kenyamanan kerja optimal Perusahaan
melalui penyerasian antara
manusia dengan pekerjaan,
peralatan kerja dan lingkungan Meningkatkan
kerja sehingga tercapai Kesejahteraan,
produksi dan
kesejahteraan, tingkat Manusia
Efisiensi
produktivitas dan efisiensi
kerja yang maksimal

Lingkungan
kerja
Pelaksanaan

Lokasi

• PT. Aneka Bumi Pratama berlokasi di Jl. Raya Jambi – Muara


Bulian KM 42 Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan
Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Jambi 36363, Indonesia.

Tanggal Pelaksanaan

• Rabu, 11 September 2019 pukul 10.00-13.30 WIB


Profil Perusahaan
Nama Perusahaan
• PT. Aneka Bumi Pratama

Sektor Usaha
• Sektor industri produksi bahan baku pembuatan ban.

Alamat
• Jl. Raya Jambi – Muara Bulian KM 42 Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung,
Kabupaten Batang Hari, Jambi
Jumlah Pekerja
• jumlah pekerja sebanyak ± 775 orang, Dimana pekerja office sebanyak ± 73 orang dan
selebihnya pekerja produksi harian dan bulanan.
Waktu Kerja
• Pabrik :
• Shift I : 08.00 - 16.00 WIB
• Shift II : 16.00 - 24.00 WIB
• Shift III : 24.00 - 08.00 WIB
• Kantor :
• Jam Kerja : 08.00 - 16.00 WIB
Profil Perusahaan

2006
Mulai proses
1987 produksi. PT
PT Aneka Bumi 2003 Aneka Bumi
2004
1995 Pratama di Itochu Pratama bergerak
pembangunan PT.
Itochu Rubber Indonesia yang mengakuisisi di prosesing dan
Aneka Bumi
Group dari berada di seluruh saham ekspor remah
Pratama yang
Jepang berdiri Palembang PT. Aneka Bumi karet SIR
berlokasi di Jambi
merupakan milik Pratama (Standard
pribadi Indonesian
Rubber) 10 dan
20.
Profil Perusahaan
Asuransi
• BPJS Ketenagakerjaan
• BPJS kesehatan

Sertifikasi Perusahaan
• SNI ISO 9001 : 2015
• SNI ISO 14001 : 2015

Kelembagaan P2K3
• Tersedia Setiap Unit Kerja
Alur Produksi Perusahaan

Machine
Plantation Weighting
drying

Natural
Tapping Inspecting
drying

Crashing Making
SIR
and washing blanket
Fasilitas Pelayanan Kesehatan  Pelayanan Kesehatan Kerja
(PKK)
Hasil Pengamatan Dampak yang Terjadi Upaya Perusahaan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Terdapat unit pelayanan Menyediakan 2 dokter  UU No.23 pasal 23 ayat 3, PKK di PT. Ajinomoto
kesehatan berupa perusahaan , 2 paramedis  Kepmenkes No.920 tahun Indonesia sudah memiliki
pelayanan kesehatan kerja dan 2 petugas administratif 1986, dokter perusahaan dan
di lingkungan perusahaan non diagnostik  PermenakertransRI paramedis serta manager
yang dikepalai oleh dokter - No.03/MEN/1982, yang bertanggung jawab di
perusahaan  Keputusan direktur jenderal bidangnya
pembinaan pengawasan
ketenagakerjaan nomor
kep. 22/DJPPK/V/2008
Unit pelayanan kesehatan Apabila terjadi kondisi Menyediakanpetugas Tetap diberikan pelayanan
kerja tersedia hanya pada darurat atau ada pekerja ambulan 24 jam yang kesehatan kerja untuk shift
shift pagi baik dokter yang memerlukan sudah dilatih PPGD untuk sore dan malam, minimal
maupun paramedis pengobatan, harus penanganan awal apabila - ada paramedis yang stand
tertunda pengobatannya ada kondisi darurat by untuk shift malam dan
dan harus dirujuk ke dokter bisa untuk on call bila
fasilitas kesehatan lain ada kondisi darurat
Tenaga kerja terdaftar Diadakannya sistem  UU No.24 tahun 2011 Langkah yang diambil
dalam BPJS kesehatan dan reimburse bagi pelayanan tentang BPJS perusahaan sudah tepat
BPJS ketenagakerjaan kesehatan kerja yang tidak  UU No.40 tahun 2004
-
tertanggung oleh asuransi tentang sistem jaminan
yang disediakan oleh sosial nasional
perusahaan
Program Kesehatan
Upaya Pemecahan
Hasil Pengamatan Dampak yang Terjadi Upaya Perusahaan Standar/PP
Masalah
Program promotif K3 Pekerja menjadi lebih Kampanye K3 dan berbagai UU No. 1 Tahun 1970 Perusahaan sudah
memahami tentang lomba pada hari ulang tahun tentang keselamatan mengambil langkah yang
bahaya yang ada di K3 kerja benar hanya saja tidak
tempat kerjanya (Pemasangan label ditempat dilakukan penyuluhan
yang berbahaya, lomba poster lebih dalah
K3, lomba pemadam tentangkesehatan dan
kebakaran, lomba presentasi keselamatan kerja.
K3, lomba PPGD, dll)
Sosiallisasi HIV/AIDS dan
narkoba 1x/tahun
Program preventif Pekerja dapat MCU harian 15 menit sebelum Langkah yang diambil
dicegahkan dari PAK jam masuk shift Penempelan perusahaan sudah tepat
dan K3 sticker safety riding & inspeksi
motor 4x/th
Latihan tanggap darurat
Training BLS 1 th/x
Pengiriman pegawai utk studi
hiperkes 1th/x
Pemasangan APAR disetiap
ruangan
Sudah memasang jalur
evakuasi
Memasang Alarm tanda
bahaya
Program kuratif Pekerja jadi bisa 2 dokter bersertifikat -PP No.50 tahun 2012 Perusahaan sudah
bekerja dengan hiperkes tentang penerapan melakukan langkah yang
nyaman sesuai 2 paramedik bersertifikat sistem manajemen benar.
dengan kondisi hiperkes keselamatan dan
pekerja 5 petugas P3K bersertifikat kesehatan kerja (SMK3)
-Peraturan Menteri
Kementerian
Tenaga Kerja dan
80 petugas P3K bersertifikat
Transmigrasi dan
PMI Koperasi No. Per
01/MEN/1976 tentang
Wajib Latihan Hiperkes
Bagi Dokter Perusahaan.

Program rehabilitatif Pekerja dapat bekerja Perusahaan akan memberikan Per 03/mem/1996/pasal Perusahaan sudah
dengan nyaman dan kompensasi sesuai dengan 2 tentang dilarang PHK melakukan langkah yang
tidak khawatir apabila peraturan yang berlaku Selama tenaga kerja benar namun tidak
terjadi hal-hal yg tidak berhalangan karena spesifik. Seharusnya dari
diharapkan sakit awal sudah dijelaskan
kepada pekerja
Pencegahan HIV AIDS dan Narkoba
Hasil Pengamatan Dampak yang Terjadi Upaya Perusahaan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Perusahaan sudah Tingkat pengetahuan Perusahaan mengadakan  PER11/VI/2005  Meniadakan adanya
mengadakan program dan kesadaran tenaga penyuluhan,konseling hiv tentang pencegahan diskriminatif bagi
pencegahan hiv.aids kerja menjadi lebih aids secara berkala dan penanggulangan pekerja/buruh yang terkena
dan narkoba baik
penyalahgunan dan HIV
peredaran gelap  Pelayanan kesehatan kerja
narkotika,psikotropika bagi pekerja dengan HIV
dan zat adiktif lainnya AIDS dan Narkoba
ditempat kerja  Melakukan prosedur K3 untuk
 Kep 68/MEN/2004 pencegahan dan
tentang pencegahan penanggulangan HIV/AIDS
dan penanggulangan
HIV/AIDS ditempat
kerja
Program Kesehatan Khusus
Dampak yang Upaya
Hasil Pengamatan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Terjadi Perusahaan
Medical Check Up  Peraturan Menteri Tenaga Sudah sesuai dengan
dilakukan pada awal Kerja dan Transmigrasi No. prosedur
rekruitmen karyawan Per 02/MEN/1980 pasal 1
serta dilakukan
dan 2
berkala setiap - -
1 tahun dan datanya  Peraturan Menteri Tenaga
akan disimpan oleh
Kerja dan Transmigrasi No.
tim dokter
Per 02/MEN/1980 Pasal 3
perusahaan.
dan 4
Terdapat program Sudah disediakan program
pemeriksaan pemeriksaan khusus bagi
kesehatan khusus karyawan yang berisiko
bagi karyawan, - - - dengan penyakit terkait
seperti: audiometri,
spirometri,
pemeriksaan mata
Kesesuaian Pekerja dengan Alat
Dampak yang
Hasil Pengamatan Upaya Perusahaan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Terjadi
-tidak sesuainya tinggi meja dan Musculoskelet Pihak perusahaan UU no.1 th 1970 Pengadaan alat kerja yang
kursi dengan tubuh pekerja al Disorder mengatakan tim K3 telah tentang keselamatan kerja sesuai dengan prinsip-
sehingga bagi pekerja yang mengamati hal tersebut UU RI no. 13 th 2003 prinsip ergonomis.
tubuhnya tinggi posisi duduk dan menganggap posisi tentang ketenagakerjaan Diadakan penyuluhan atau
agak membungkuk dan kepala telah ergonomis Permenakertrans pelatihan mengenai
terlalu menunduk. Tidak No.PER.03/MEN/1 ergonomic serta posisi dan
disediakan kursi yang adjustable 982 tentang pelayanan postur kerja yang ergonomis
tinggi dan pendeknya yang bisa kesehatan kerja dan mamfaat ergonomic
disesuaikan dengan tinggi badan pada tenagakerja.
pekerja
-Kursi tidak dapat diatur naik
turun
- Sulit menilai pengetahuan
pekerja mengenai postur kerja
yang ergonomis
Beban Kerja Tidak terlalu Pihak perusahaan UU no.1 th 1970 Pengadaan alat kerja yang
Hasil pengamatan didapatkan, berpengaruh mengatakan tim K3 telah tentang keselamatan kerja sesuai dengan prinsip-
karyawan pabrik bekerja dari hari karena jam mengamati hal tersebut UU RI no. 13 th 2003 prinsip ergonomis.
Senin sampai Jumat dengan jam kerja sudah dan menganggap posisi tentang ketenagakerjaan Diadakan penyuluhan atau
kerja: sesuai telah ergonomis Permenakertrans pelatihan mengenai
Shift I 07.00 – 15.00 WIB No.PER.03/MEN/1 ergonomic serta posisi dan
Shift II 15.00 – 23.00 WIB 982 tentang pelayanan postur kerja yang ergonomis
Shift III 23.00 - 07.00 WIB kesehatan kerja dan mamfaat ergonomic ke
Kantor bidang terkait
Jam Kerja: 07.00 - 15.00 WIB
Program Pemenuhan Gizi Pekerja, Kantin, atau Ruang Makan
Dampak yang
Hasil Pengamatan Upaya Perusahaan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Terjadi
Perusahaan Surat Edaran Menteri Sudah dilakukan sesuai
memenuhi gizi Tenaga Kerja dan aturan
untuk karyawan Transmigrasi No. SE. yang ada
dengan sudah 01/ Men/1979 tentang
memiliki kantin yang pengadaan kantin dan
berjumlah ruang makan.
dua,dimana kantin
tersebut melayani -Gizi pekerja
makanan untuk terpenuhi sesuai
-
karyawan di shift 1, dengan beban kerja
2 dan 3. Perusahaan dan jam kerja
juga sudah
membuat menu
makan sehat yang
sesuai dengan
kebutuhan
karyawan
10 penyakit pada pelayanan kesehatan
Dampak yang
Hasil Pengamatan Upaya Perusahaan Standar/PP Upaya Pemecahan Masalah
Terjadi
Belum didapatkan Proses produksi Dokter perusahan UU No.1 tahun 1970 Program pelayanan
data yang akurat Produktivitas pekerja melakukan pelaporan tentang keselamatan kesehatan promotif dan
untuk dapat menurun bila dan pengecekan secara kerja preventif harus lebih
10 penyakit tersering pekerja sering sakit. berkala terhadap diupayakan
pada perusahaan. pegawainya Perlu dilakukan rincian data
Hanya sesuai distribusi penyakit terutama
pengamatan saja pada pekerja di bagian
penyakit tersering tertentu agar dapat dilakukan
adalah evaluasi
-Rhinitis alergi
-Tinnitus
-Gangguan refraksi
-ODS
-ISPA
-Miliaria rubra
-LBP
-CTS
-Torticolis
-Varises
-Dermatitis statis
Penyakit Akibat Kerja dan Sarana P3K
Dampak yang Upaya Pemecahan
Hasil Pengamatan Upaya Perusahaan Standar/PP
Terjadi Masalah
ISPA, HNP lumbalis, Perpres 7 th. 2019 Semua tenaga kerja wajib
menjalani MCU berkala
Perunankan untuk mendeteksi adanya
-
produktivitas pekerja PAK dan non PAK
Penyuluhan posisi tubuh
saat bekerja
Kotak P3K tesedia Peraturan menteri Bila terjadi KK ringan tenaga
di setiap sektor dan tenaga kerja dan kerja bisa menggunakan
terdapat petugas transmigrasi Republik P3K namun jika ada KK
p3k
Indonesia No. : yang membutuhkan
- PERMENKES 15 TH. penanganan segera bisa
2008 tentang langsung ke PKK atau RS
pertolongan pertama terdekat
pada kecelakaan di
tempat kerja
Personil kesehatan
Dampak yang Upaya Pemecahan
Hasil Pengamatan Upaya Perusahaan Standar/PP
Terjadi Masalah
Terdapat Jika terjadi Undang undang Nomer Perusahaan menambah
-2 dokter bersertifikat kecelakaan kerja di 1 tahun 1970 tentang tenaga dokter dan perawat
hiperkes shift 2 dan 3, tidak kesehatan kerja atau mengatur jadwal ulang
-2 paramedik
bisa tertangani Apabila terjadi keadaan Per.01/Men/1976 yang sesuai dengan
bersertifikat hiperkes
-5 petugas P3K dengan cepat oleh darurat diluar jam kerja tentang kewajiban karyawan
bersertifikat tenaga dokter dan dokter dan paramedis, pelatihan hiperkres bagi
Kementerian paramedis maka pasien segera dokter dokter
-80 petugas P3K dilarikan ke rumah sakit perusahaan
bersertifikat PMI mitra perusahaan
Terdapat dokter jaga
on call pada shift 2
dan 3
Penutup - kesimpulan
 Dari aspek ergonomi masih belum sesuai dengan tenaga kerja, namun Pihak perusahaan
mengatakan tim K3 telah mengamati hal tersebut dan menganggap posisi telah ergonomis.
 Dari aspek pemenuhan gizi pekerja, pekerja diberikan makan dengan gizi seimbang yang diatur oleh
tim menu dari kantin yang disediakan oleh perusahaan.
 Dari aspek pemeriksaan kesehatan sudah sesuai dengan aturan, perusahaan melakukan medical
check up pada pemeriksaan kesehatan awal sebelum menerima pekerja dan setiap setahun sekali
pada pekerja. Selain itu terdapat program pemeriksaan kesehatan khusus bagi karyawan, seperti:
audiometri, spirometri, pemeriksaan mata.
 Dari aspek pencegahan HIV, AIDS, dan narkoba, perusahaan sudah mengadakan program
pencegahan HIV, AIDS dan Narkoba
 bersertifikat hiperkes, 5 petugas P3K bersertifikat Kementerian, 80 petugas P3K bersertifikat PMI
Penutup - kesimpulan

 Ditinjau dari segi sarana P3K sudah tersedia disetiap sektor dan terdapat petugas khusus P3K.
 Ditinjau dari segi personil kesehatan sudah terdapat 2 dokter yang stand by selama jam kerja dan on call diluar
jam kerja,
2 paramedis dan 2 petugas administratif non diagnostik.
 Ditinjau dari segi 10 besar penyakit akibat kerja yang dialami, angka kejadian ISPA, HNP.
 Ditinjau dari segi penyakit akibat kerja yang dialami, belum ada kecelakaan yang jelas diakibatkan oleh
kecelakaan kerja. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keluhan yang terkait dengan kecelakaan
kerja.
 Ditinjau dari segi fasilitas kesehatan, perusahaan memiliki 2 dokter bersertifikat hiperkes, 2 paramedik
bersertifikat hiperkes, 5 petugas P3K bersertifikat Kementerian, 80 petugas P3K bersertifikat PMI
Penutup - Saran

Perusahaan dapat menyesuaikan meja yang bisa diatur tingginya sesuai dengan tinggi
badan pekerja dibeberapa unit yang masih tidak ergonomis.

Walaupun pelarangan pemeriksaan HIV/AIDS di tempat kerja, diharapkan perusahaan


tetap waspada dengan penyakit menular seperti ini.

Diperlukan pencarian lebih lanjut untuk penyakit terbanyak yang ada apakah ada
hubungannya dengan kegiatan kerja, serta menangani juga lebih awal dengan tindakan
promotif preventif agar produktifitas pegawai juga lebih meningkat dan menguntungkan
perusahaan