Anda di halaman 1dari 17

PENELITIAN SOSIAL & PERILAKU

INSTRUMEN PENELITIAN BEHAVIORAL


HASAN BASRI, SKM., M.P.H.
0813 5231 9852
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK KELAS SINTANG
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Sintang, 16 November 2019


Jam : 10.30 – 12.00 WIB
 Penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan
instrumen utk mengumpulkan data
 Penelitian kulaitatif-naturalistik, instrumennya
adalah peneliti sendiri
 Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur
nilai variabel yang diteliti
 Jumlah instrumen yg akan digunakan, tergantung
pada jumlah variabel yg akan diteliti
 Instrumen2 penelitian, ada yg sudah dibakukan,
akan tetapi masih ada yg harus dibuat oleh
peneliti sendiri
 Skala Likert
- digunakan utk mengukur sikap, pendapat,
atau persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena sosial (variabel
penelitian)
- variabel yg akan diukur, dijabarkan dalam
indikator variabel
- indikator tersebut dijadikan titik tolak
untuk menyusun item-item instrumen yg
dapat berupa pernyataan atau pertanyaan
- jawaban setiap item instrumen mempunyai
gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif
 Jawaban dari skala ini, akan didapat jawaban
tegas: “ya-tidak”; “benar-salah”; “pernah-
tidak pernah”; “positif-negatif”, dll.
 Penelitian menggunakan skala Guttman
dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yg
tegas terhadap suatu permasalahan yg
ditanyakan
 Dikembangkan oleh Osgood
 Skala ini juga digunakan untuk mengukur
sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda
maupun checklist, akan tetapi tersusun dalam
satu garis kontium yg jawaban sangat
positifnya terletak di bagian kanan garis, dan
jawaban yang sangat negatif terletak di
bagian kiri garis
 Rentang jawaban positif sampai negatif,
diberi penilaian dengan angka 5-1 dengan
asumsi nilai 3 adalah netral
 Dari ketiga skala pengukuran di atas, data yg
diperoleh semuanya adalah data kualititif yg
kemudian dikuantitatifkan
 Rating Scale, data mentah yg diperoleh berupa
angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian
kualitatif
 jawaban responden berupa data kualitatif yaitu:
senang tidak senang, setuju tidak setuju, pernah
atau tidak pernah,baik atau tidak baik, dijawab
dengan data kuantititif berupa angka 4-1 yg
tiap-tiap angka memiliki makna
 Pada prinsipnya, meneliti adalah mengukur
fenomena sosial maupun alam
 Meneliti dengan data yg sudah ada, sama
halnya dengan membuat laporan
 Dalam skala yg paling rendah, laporan juga
suatu bentuk penelitian (Emory, 1985)
 Karena meneliti merupakan suatu
pengukuran, maka diperlukan alat ukur yang
baik, yang dinamakan instrumen penelitian
 Instrumen penelitian adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur fenomena alam
maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2008)
 Secara spesifik, semua fenomena ini disebut
variabel penelitian
 Instrumen2 yg digunakan untuk mengukur
variabel dalam ilmu alam sudah banyak
tersedia dan sudah teruji validitas dan
reliabilitasnya (panas=calorimeter, suhu=
termometer,panjang=meteran (mistar),
variabel berat=timbangan pemberat, dll)
 Beberapa instrumen penelitian sosial sudah
tersedia dan sudah teruji validitas dan
reliabilitasnya (mengukur motif berprestasi /n-
ach, mengukur sikap, mengukur IQ, mengukur
bakat, dll)
 Meski telah teruji validitas & reliabilitasnya,
instrumen penelitian sosial belum tentu bisa
diterapkan pada tempat yang berbeda
 Oleh karena itu, peneliti sosial biasanya
menyusun sendiri instrumennya, termasuk
menguji validitas dan reliabilitasnya
 Jumlah instrumen penelitian tergantung
jumlah variabel yang akan diteliti
 Tiap-tiap variabel dibuat definisi
operasionalnya
 Tentukan indikator yang akan diukur
 Jabarkan dalam bentuk butir-butir
pertanyaan atau pernyataan
 Agar penyusunan instrumen lebih mudah,
maka perlu dibuat “matriks pengembangan
instrumen” atau “kisi-kisi instrumen”
 Contoh : simulasi
 Untuk bisa menetapkan indikator dari setiap
variabel yang diteliti, maka diperlukan wawasan
yang luas dan mendalam tentang variabel2
tersebut beserta teori pendukung
 Penggunaan teori untuk menyusun instrumen,
harus secermat mungkin agar diperoleh
indikator yang valid
 Dengan cara membaca referensi (jurnal), hasil
penelitian terdahulu yang sejenis, dan
konsultasi pada yang dipandang ahli
 Perlu dibedakan antara hasil penelitian yang
valid dan reliabel, dengan instrumen yang
valid dan reliabel
 Hasil penelitian dikatakan valid, bila terdapat
kesamaan antara data yang terkumpul
dengan data yang sesungguhnya terjadi pada
obyek yang diteliti
 Hasil penelitian dikatakan reliabel, bila
terdapat kesamaan data dalam waktu yang
berbeda
 Instrumen dikatakan valid apabila alat ukur
yang digunakan untuk mendapatkan data,
valid
 Valid berarti instrumen tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur
 Instrumen yang reliabel adalah instrumen
yang apabila digunakan beberapa kali untuk
mengukur objek yang sama, akan
menghasilkan data yang sama
 Dengan menggunakan data yang valid dan
reliabel dalam pengumpulan data, akan
didapatkan pula hasil penelitian yang valid
dan reliabel
 Jadi, instrumen yang valid dan reliabel,
menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan
hasil penelitian yang valid dan reliabel
 Pada penelitian sosial, umumnya peneliti
menyusun sendiri instrumennya, dan
melakukan uji validitas dan realibilitas sendiri
 Pengujian validitas konstruksi (Construct
Validity)
- meminta pendapat ahli berlandaskan teori2
- uji coba instrumen pada sampel berbeda
dalam populasi yang sama (30 sampel),
ditabulasi dan dilakukan analisis faktor atau
analisis validitas item
 Pengujian validitas isi (Content Validity)/internal
 Pengujian validitas eksternal/fakta empiris
 Test-retest; uji coba yang dilakukan beberapa
kali dengan waktu yang berbeda pada
responden yang sama
 Ekuivalen; pertanyaan dengan maksud yg sama,
ditanyakan dengan gaya bahasa yg berbeda
 Gabungan; dilakukan dengan mengujicoba dua
instrumen yang ekuivalen beberapa kali
 Internal consistency; dilakukan dengan cara
mengujicobakan instrumen sekali saja,
kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan
teknik tertentu (teknik belah dua Spearman
Brown)