Anda di halaman 1dari 21

SKENARIO II

KENCING TERPUTUS

TN. N BERUSIA 61 TAHUN MASUK RUMAH SAKIT


DENGAN KELUHAN NYERI DIBAGIAN PERUT
BAWAH, NYERI SEMAKIN BERTAMBAH SAAT
KLIEN BUANG AIR KECIL. SAAT DIKAJI KLIEN
MENGATAKAN BAHWA 2 BULAN TERAKHIR KLIEN
SERING MENGALAMI NOKTURIA PERASAAN
INGIN KENCING SULIT UNTUK DITAHAN. SELAIN
ITU KLIEN JUGA MENGELUH SAAT BUANG AIR
KECIL HARUS MENGEJAN DAN TIDAK LANCAR.
HASIL PEMERIKSAAN FISIK, TD : 130/90 MMHG, HR
: 88X/M, RR : 24X/M, SB : 37,5 0C. PERUT BAGIAN
BAWAH MEMBESAR DAN SANGAT NYERI.
KATA KUNCI
• Tn N
• Umur 61 Tahun
• Nyeri dibagian perut bawah
• Nyeri bertambah saat klien buang air kecil
• Sejak 2 bulan terakhir klien sering mengalami nokturia
• Buang air kecil mengejan dan tidak lancar
• TD : 130/90 mmHg
• HR : 88x/m
• RR : 24x/m
• SB : 37,50C
• Perut bagian bawah membesar
Klarifikasi Istilah Penting
• Nokturia
Nokturia adalah buang air kecil yang luar biasa sering
di malam hari, menyebabkan pasien terbangun
beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil.
• TD
TD (Tekanan Darah) : adalah tekanan yang
ditimbulkan pada dinding arteri.
• Respirasi Reit
RR normal adalah 12-20x/menit (Jevon & Ewens,
2009)
LANJUTAN....

• HR (Frekuensi Jantung) Normal 60-100x/menit


• Denyut nadi adalah suatu gelombang yang teraba
pada arteri bila darah d pompa keluar jantung.
• Suhu Badan
Perbedaan antar jumlah panas yang dihasilkan tubuh
dengan jumlah panas yang hilang ke lingkungan
luar.
MIND MAP

Kencing
Terputus

Infeksi Saluran Kemih Benigna Prostat Hiperplasia


Definisi : infeksi akibat Definisi : pertumbuhan prostat yang
berkebangbiaknya cukup untuk mengobstruksi
(menghambat) jalan keluar uretra,
mokroorganisme di dalam
yan menyebabkan gejala saluran
saluran kemih, yang dalam kemih bawah yang mengganggu,
keadaan normal air kemih tidak infeksi saluran kemih, hematuria,
mengandung bakteri, virus atau atau gangguan fungsi saluran kemih
mikroorganisme lain. atas.
INFORMASI TAMBAHAN
FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI
TERJADINYA BPH ADALAH :

• Kadar Hormon
Kadar hormon testosteron yang tinggi berhubungan dengan peningkatan
risiko BPH.
• Usia
Pada usia tua terjadi kelemahan umum termasuk kelemahan pada buli (otot
detrusor) dan penurunan fungsi persarafan.
• Ras
Orang dari ras kulit hitam memiliki risiko 2 kali lebih besar untuk terjadi BPH
dibanding ras lain.
• Riwayat keluarga
Riwayat keluarga pada penderita BPH dapat meningkatkan risiko terjadinya
kondisi yang sama pada anggota keluarga yang lain.
LANJUTAN
• Obesitas
Obesitas akan membuat gangguan pada prostat dan kemampuan
seksual, tipe bentuk tubuh yang mengganggu prostat adalah tipe
bentuk tubuh yang membesar di bagian pinggang dengan perut
buncit, seperti buah apel.
• Pola Diet
Kekurangan mineral penting seperti seng, tembaga, selenium
berpengaruh pada fungsi reproduksi pria.
• Aktivitas Seksual
Kalenjar prostat adalah organ yang bertanggung jawab untuk
pembentukan hormon laki-laki. BPH dihubungkan dengan kegiatan
seks berlebihan dan alasan kebersihan.
LANJUTAN...
• Kebiasaan merokok
Nikotin dan konitin (produk pemecahan nikotin) pada rokok
meningkatkan aktifitas enzim perusak androgen, sehingga
menyebabkan penurunan kadar testosteron.
• Kebiasaan minum-minuman beralkohol
Konsumsi alkohol akan menghilangkan kandungan zink dan
vitamin B6 yang penting untuk prostat yang sehat.
• Olah raga
Para pria yang tetap aktif berolahraga secara teratur,
berpeluang lebih sedikit mengalami gangguan prostat,
termasuk BPH.Konsumsi alkohol akan menghilangkan
kandungan zink dan vitamin B6 yang penting untuk prostat
yang sehat.
KLARIFIKASI INFORMASI
• Klarifikasi Informasi
Menurut (Yoo & Cho, 2012) Dalam penelitian
terakhir, pengaruh makanan terhadap pembesaran
prostat telah menjadi kontroversi. Menurut sebuah
studi yang menganalisis data dari kelompok plasebo
dalam Prostate Cancer Prevention Trial (PCPT), yang
terdaftar 18.880 pria berusia lebih dari 50 tahun,
tingginya konsumsi daging merah dan diet tinggi
lemak dapat 18 meningkatkan risiko BPH, dan
tingginya konsumsi sayuran dikaitkan dengan
penurunan risiko BPH.
KONSEP MEDIK
Definisi
• Prostat adalah organel genital yang paling umum dipengaruhi
oleh neoplasma jinak dan ganas.

Etiologi
• Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti dari hiperplasia
prostat, namun faktor usia dan hormonal menjadi predisposisi
terjadi BPH.
Patofisiologi
• Gangguan klinis yang berkaitan dengan BPH terjadi jika
pembesaran ini mengobstruksi jalan keluar kandung kemih,
menyebabkan LUTS yang mengganggu, peningkatan resiko
infeksi saluran kemih, dan menggangu fungsi saluran kemih
atas.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Urinalisa
• Pemeriksaan darah lengkap
• Pemeriksaan radiologis
PENATALAKSANAAN

• Merelaksasi otot prostat/memperlambat


pertumbuhan prostat
• Mehilangkan retensi urin

Prognosis
• Prognosis untuk Penyakit BPH berubah-ubah dan
tidak dapat di prediksi pada tiap individu
walaupun gejalanya cenderung meningkat.
KONSEP KEPERAWATAN

Anamnesa
• Data Demografi :
Nama : Tn. N
Umur : 61 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Tidak terkaji
Alamat : Tidak terkaji
Pekerjaan : Tidak terkaji
Tanggal Masuk RS : Tidak terkaji
Tanggal Pengkajian : Tidak terkaji
Diagnosa Medis : Benigna Prostat Hiperplasia (BPH)
Riwayat kesehatan sekarang :
• Klien mengeluh nyeri dibagian perut bawah,
nyeri semakin bertambah saat klien buang air
kecil, klien mengeluh saat buang air kecil
harus mengejan dan tidak lancar
Riwayat kesehatan masa lalu :
• 2 bulan terakhir klien sering mengalami
nokturia perasaan sulit untuk ditahan
• Riwayat kesehatan keluarga : Tidak terkaji
Pola kesehatan fungsional :
- Eliminasi
• Saat ini klien mengeluh buang air kecil harus mengejan dan tidak
lancar.Pola nutrisi dan metabolisme : Tidak terkaji
- Pola tidur dan istirahat
• Dua bulan terakhir klien sering mengalami nokturia
Nyeri/kenyamanan
• Klien mengeluh nyeri dibagian perut bawah ,nyeri bertambah saat
klien buang air kecil.
- Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat : Tidak terkaji
- Pola aktifitas : Tidak terkaji
- Seksualitas : Tidak terkaji
- Pola persepsi dan konsep diri : Tidak terkaji
Pemeriksaan Umum

Kesadaran Umum
• Kesadaran : Tidak terkaji
• GCS : Tidak terkaji
• BB : Tidak terkaji
• TB : Tidak terkaji
Tanda-tanda vital
• Tekanan Darah: 130/90mmHg
• Nadi : 88x/menit
• RR : 24x/menit
• Suhu badan : 37,5 0C
Pemeriksaan Lab
• Foto polos abdomen : Tidak terkaji
• Pielografi intravena ( IVP ) : Tidak terkaji
• USG transektal : Tidak terkaji
• Uroflowmetry (Pancaran Urine): Tidak terkaji
• Residu urine atau post voiding residual urine (PVR) : Tidak
terkaji
Pemeriksaan Fisik (sistem urinary)
• Inspeksi : perut bagian bawah membesar
• Palpasi supra pubik : klien merasa sangat nyeri
• Perkusi : Tidak terkaji
• Colok Dubur : Tidak terkaji
• Pemeriksaan PSA ( Prostate Specific Antigen) : Tidak terkaji
Data Fokus

- Data Subjektif :
• Klien mengatakan nyeri pada perut dibagian bawah, nyeri
semakin bertambah saat klien buang air kecil.
• Klien mengatakan bahwa 2 bulan terakhir klien sering
mengalami nokturia perasaan ingin kencing sulit untuk
ditahan
• Klien juga mengatakan saat buang air kecil harus
mengejan dan tidak lancar.
- Data Objektif :
• TD : 130/90 mmHg. HR : 88x/m, SB :37,5ᵒc.
• Perut bagian bawah membesar dan sangat nyeri.
ANALISA DATA
• S: Klien mengatakan nyeri pada perut dibagian bawah, nyeri
semakin bertambah saat klien buang air kecil.
• O: Wajah klien tampak tegang menahan sakit, TD : 130/90
mmHg. HR : 88x/m, SB :37,5ᵒc
• S: Klien mengatakan bahwa 2 bulan terakhir klien sering
mengalami nokturia perasaan ingin kencing sulit untuk
ditahan
• O: Klien sering buang air kecil
• S: Klien juga mengatakan saat buang air kecil harus
mengejan dan tidak lancar
• O: Klien tampak kesulitan berkemih, perut bagian bawah
tampak membesar.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nyeri Akut (D.0077)
• Kategori : Psikologis
• Subkategori : Nyeri dan Kenyamanan
Gangguan Eliminasi Urin (D.0149)
• Kategori : Lingkungan
• Subkategori : Keamanan dan Proteksi
Defisit Pengetahuan (D.0111)
• Kategori : Perilaku
• Subkategori : Penyuluhan dan Pembelajaran
THANK
YOU