Anda di halaman 1dari 79

ILMU PEL.

ASTRONOMI

Bagian dari ilmu pelayaran yg menggunakan penilikan dr benda


angkasa.

Tujuan: - Menentukan Kesalahan pedoman / Deviasi


- Menentukan posisi kapal

Sekarang banyak digunakan alat bantu navigasi elektronik utk


mengganti ilmu Pelayaran Astronomi.

Ilmu Pel. Astronomi tetap di perlukan sebab:


1. Jika sistem navigasi elektronik rusak maka perlu pindah
ke navigasi astronomi
2. Tdk benar berlayar tampa penglihatan hanya berdasar
pada satu sistem saja.
ZT Wkt kapal
ZD (+/-) + Bujur/15 ( Brt / Tmr )
GMTduga
Ppw Cronometer
ddk + Time signal

GMTdekat
lalu + Cronometer log/ hitung
GMTsejati

GHA Almanak (Tgl & jam)


Incr Almanak ( mnt & dtk)
BT/BB (+/-) + Bujur duga
LHA
P
z
li

B ( tg.z/ sin. P ) / Dft XIB


A ( tg.li / tg.P ) / Dft XIA
C ( Ctg T sec li ) / Dft XII
T
Bs
Bp +
semb
Log sinv P
Log cos z
Log cos li
Log term II

Cos ( li+z )

Term I
Term II

Sin th

th
ts
p
PD +p

agt
DR
+p
-p

S
1.Tata Kordinat Horison Z Lingk. vertikal

Cakrawala
W
t N
S
E Azimuth / T

N
1.1
Z
2

4
S U
3

N
1.2
Z

S U

N
2.TATA KORDINAT EQUATOR
Z
E

KLU

S U

KLS

Q
N
2.1

KLU
2

4
E Q
3

KLS
2.2

KLU
Ling. Declinasi

Equator

z
E Q
SHA

KLS
3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA

KLU

KEU

E Q

KLS
 p

.
KU
21/9

KU KU 21/6
KS

KU
21/12 KS KS

21/3
KS
3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA

KLU
KEU

21/6

4 21/3 21/6
E Q
3

21/12

KES
KLS
3.TATA KORDINAT EKLIPTIKA

KLU
KEU

21/6

4 21/3 21/6
E Q
3

21/12

KES
KLS
DEFINISI- DEFINISI
- Cakrawala sejati : Irisan angkasa / bidang yg melalui titik pusat angkasa, tegak
lurus pada nornal penilik.
- Cakrawala setempat : Bidang yg melalui mata penilik, sejajar dgn cakrawala sejati
- Tepi langit sejati : Irisan angkasa dgn bidang kerucut yg dilukiskan oleh garis
singgung pada bumi dari mata penilik.
- Penundukan tepi langit sejati (pts) : Sudut antara arah tepi langit sejati dan
cakrawala setempat.
- Tepi langit maya : Batas bagian permukaan bumi yg masih terlihat oleh penilik
- Penundukan tepi langit maya (ptm): Sudut antara arah tepi langit maya dan
cakrawala setempat.
- Tinggi mata : Tinggi mata penilik diatas permukaan laut.
- Tinggi ukur (tu) : Sudut antara arah tepi langit maya dan benda angkasa yg terlihat (
tinggi yg terbaca pada pesawat sextan)
- Tinggi sejati (ts) : Busur lingkaran tegak yg melalui benda angkasa, antara
cakrawala sejati dan titik pusat benda angkasa.
lsa par

tu
pts ptm
ts
tu-ptm-lsa

lsa par

tu tu-ptm
tu-ptm-lsa

ptm

ts
1. tu-ptm

2. tu-ptm-lsa
3 3. tu-ptm-lsa+par

lsa par

tu
ptm
3
ts
3. tu-ptm-lsa+par
4. tu-ptm-lsa+par+1/2m

4. (ts)
3
PENUNDUKAN TEPI LANGIT MAYA ( Ptm)

Refraksi bumiawi : - Sinar cahaya yg datang dari tepi


langit hrs menempu lapisan
terbawah dari udara
- Sudut antara arah melihat benda
di bumi dan arah sebenarnya

Ptm=1.77’√h
LENGKUNGAN SINAR ASTROMOMI (Lsa)
= sudut antara arah kemana kita melihat benda angkasa dan arah sebenarnya
ia berada

maya
Zenit, lsa = 0 Lsa=60’’ctg t sejati
Cak.setempat max, lsa = 36’

Ptm=1.77’√h
PARALAK=Perbedaan arah, dlm mana benda yg sama
terlihat dari dua titik yg berlainan.

Paralak datar (Po) = sudut yg menggambarkan jari-jari bumi di


tempat sipenilak jika terlihat dari benda
angkasa yg berada di atas cakrawala

Paralak dalam tinggi (Par) = sudut yg menggambarkan jari-jari bumi


di tempat sipenilik jika terlihat dari benda
angkasa yg berada di atas cakrawala setempat.
z

maya

Zenit, lsa = 0 Lsa=60’’ctg t sejati


Cak.setempat max, lsa = 36’
Par = 8.80’’ cos t

Ptm=1.77’√h

dist mthr:23500 r
dist bln : 60 r
1/2m

- Matahari antara 15.8’ s/d 16.3’ ( rata-rata 16.05’ ) Dft V / Almanak


- Bulan antara 14.7’ s/d 16.7’ ( rata-rata 15.7’ ) Dft VII / Almanak
- Bintang dan Planet = 0
kesimpulan perbaikan
tinggi dengan

PERHITUNGAN

ts = tu – ptm – lsa + par ± ½m

Untuk Matahari, Bintang & Planet

ptm = 1.77’√h
lsa = 60’’ ctg t
par = 8.80’’ cos t

½m (Mthr) = 15.8’ – 16.3’ (Juli – Jan)


almanak

½m (Bulan) = 14.7’ s/d 16.7’ (rata2 15.7’)


par & ½m (Bintang & Planet) = 0
kesimpulan perbaikan
tinggi dengan

DAFTAR V, DAFTAR VI DAN DAFTAR VII

ts = tu – ptm – lsa + par + 1/2m


= tu + ( -ptm-lsa+ Par ) + (±1/2m )
= tu + ( - ptm-lsa+par+16’) + ( ±1/2m + 16’ )
= tu + Dft V + Kor tgl

ts = tu + Dft V + Kor tgl (untuk Matahari)

ts = tu – Dft VI (untuk Bintang dan Planet)

ts = tu + Dft VII + Dft VIIA/B (utk Bulan)


kesimpulan perbaikan
tinggi dgn

MENGGUNAKAN ALMANAK

ts = tu – ptm – lsa + par ± ½m


= tu + (- ptm ) + ( - lsa + par ± ½m )

ktm = (-ptm)
ktu = (-lsa + par ± ½m )

ts = tu + ktm + ktu
PENGGUNAAN ALMANAK
WAKTU
= Waktu dihitung mulai saat matahari melewati derajah bawah

WAKTU MATAHARI MENENGAH


a. Waktu Menengah Greenwich (GMT)
b. Waktu Menengah Setempat ( LMT)
c. Waktu Tolok ( Standart Time )
d. Waktu Mintakad ( Zone Time )

GMT ( Greenwich Mean Time )

= Wkt menengah setempat pada derajah greenwich.


( dipakai sbg argumen utk masuk ke dlm “Almanak” )
Z

GMT:15.00
LMT:12.00

Gr

T Gr Ku B
KU

GMT: 03.00
LMT:00.00

GMT: 00.00
LMT:21.00

N
LMT (Lokal Mean Time)

= Waktu menengah yg menjadi dasar suatu tempa ( Busur pada pada katulistiwa
mulai dari derajah bawah ke arah edaran harian maya sampai pada matahari
menengah.)
B

Selisih waktu = Selisih bujur

1 jam = 150

BT dlm wkt
LMT = GMT ± BB dlm wkt
1. Waktu Tolok ( Standart Time )

= Wkt menengah yg berlaku bagi suatu negara sehubungan


dg kepentingan lalu lintas di negara ybs.
( jumlah wkt & tandanya di jabarkan pd wkt tolok guna
mendptkan GMT)

contoh :

Indonesia WIB = GMT + 07


WITA = GMT + 08
WIT = GMT + 09
India = GMT + 05 30
Malaysia = GMT + 08

Cat : Wkt tolok tdk selalu sama wkt mintakad ( Zone Time )

Waktu Tolok utk semua negara dpt dilihat di


“almanak Nautika”
Waktu Zone ( Zone Time/ ZT)

= Wkt menengah pada derajah pertengahan zone.

KU

22.5B 7.5B 7.5T 22.5T 37.5T

+6 +5 +4 +3 +2 +1 0 -1 -2 -3 -4 -5 -6

KS
Zone Description (ZD) = Koreksi yg hrs dijabarkan pada Zone
Time utk mendapatkan GMT

GMT = ZT + ZD

Zone Description
180B 22.5B 7.5B 7.5T 22.5T 180T

Zone Zone Zone Zone Zone Zone Zone Zone Zone Zone Zone

s/d +12 +4 +3 +2 +1 0 -1 -2 -3 -4 s/d -12

Contoh soal:
1. Sebuah kapal berada pd bujur 124o24’ B dan wkt
Zone di kpl tsb adh jam 13-14-15.
Hitunglah wkt setempat...?
INTERNATIONAL DATE LINE

180

KU

172.5T 172.5B

-6 -7 -8 -9 -10 -11 -12 +12 +11 +10 +9 +8 +7 +6

KS
Contoh

Pada pukul 18.00 ZT tgl 24 juni, Kpl berada di bujur duga 179000’B,
sepuluh jam kemudian kapal tiba di bujur 179000’ T. Hitunglah ZT yg
baru dan tglnya
.

179000’ T 180000’ 179000’ B

10 jam
Contoh

Pada pukul 18.00 ZT tgl 24 juni, Kpl berada di bujur duga 179000’T,
sepuluh jam kemudian kapal tiba di bujur 179000’ B. Hitunglah ZT yg
baru dan tglnya
.

179000’ T 180000’ 179000’ B

10 jam
PENGUKUR WAKTU

Cronometer adalah: Penunjuk Pengukur Waktu (ppw) di kapal dan waktu


yg ditunjukan adalah GMT.

mencatat wkt observasi yg akurat,


ditemukan oleh : John Harrison (abad 18) dlm bentuk
“ mechanical cronometer”.
Dikembangkan menjadi “ Quartz Cronometer “

duduk (ddk) = selisih waktu antara ppw dan GMT.


+ Lambat
Disebut ---- jika ppw lebih --------- dari GMT
- Cepat

GMT = ppw + ddk


Lalu = Perubahan duduk selama jangka waktu tertentu yg
tdk sama satu hari.

Langka = Perubahan duduk selama jangka wkt satu hari.

+ Lambat
Disebut ---- jika pengukur wkt berjalan ---------
- Cepat

Lalu = ddk baru – ddk lama


langka = ddk baru – ddk lama

langka = lalu / hari


Contoh :
Isyarat wkt radio jkt diberikan pada tiap pukul 08.00 WIB
Tgl 10 Mei : Isyarat ditilik pada ppw : 01-35-20
Tgl 13 Mei : Isyarat ditilik pada ppw : 01-35-29
Hitung : a. Kedua duduk pada saat tsb & langka
b. duduk pada 07-00 GMT, 15 Mei.
PR
Di suatu tempat pada bujur 080000’ B isyarat wkt radio
diberikan pada setiap pukul 08.00 ZT
Tgl 20 Juni : isyarat ditilik pada ppw = 12-36-27
Tgl 27 Juni : isyarat ditilik pada ppw = 12-36-06
Hitunglah
a. langka harian
b. duduk pada 01.00 GMT, 28 Juni
MENENTUKAN GMT

Pengukur waktu hanya berjalan 12 jam sehingga tdk dpt menentukan


apakah di Greenwich siang ataukah malam serta tanggal berapa di
Greenwich.
Pertolongan tanggal, waktu di kapal dan bujur duga, kita dapat memeriksa
bahwa GMT yang di peroleh adalah siang atau malam serta tanggal di
Greenwich.

Contoh :
Pada tgl 9 Maret 20XX di bujur duga 126008’T, kira-kira pukul 07-15 waktu
di kapal, diadakan pengamatan matahari pada ppw = 10-14-32.
Duduk pada 01 GMT, 6 Maret = (+) 0-22-17
Langka harian = (-) 2.0 detik

Pada tgl 20 Januari 20XX di bujur duga 154030’B kira-kira pukul 20-20 ZT
di adakan pengamatan bintang pada ppw = 07-20-26.
Duduk pada 19 GMT, 17 Januari = (+) 0-11-28
Langka harian= (+)3
SUSUNAN ALMANAK NAUTIKA

Data sehari-hari yg penting di berikan pada halaman harian.

- Tanggal dan wkt adalah tanggal dan wkt di Greenwich

- Halaman (harian) kiri Almanak


a). GHA aries dan GHA serta Zawal Planet2.
b). Nilai d (kor d) adh : perubahan zawal tiap jam.
Nilai v (kor v) adh : pertumbuhan GHA tiap jam dlm menit busur.
c) Daftar SHA tiap2 planet dan Mer Pass dan juga Mer pass aries.
d) 57 Selected start menurut abjat ( SHA dan Zawalnya)

- Halaman (harian) kanan Almanak


a). GHA dan Zawal utk matahari dan bulan.
b). Perataan waktu / equatuion of time
½ m untuk matahari dan bulan
Merpass Mthr dan Bln
c). Sun Rise dan Sun Set serta permulaan dan akhir senja (twilight)
Daftar Interpolasi ( Increment dan Correction).
Untuk menentukan GHA dan Zawal benda angkasa untuk saat
pengamatan selain dari jam penuh GMT.
Di cetak pada halaman berwarna di bgn belakang agar muda
mencarinya.

Daptar Bintang- bintang


a). SHA dan Zawal dari 173 bintang ( pada hal : 268-273), termasuk 57
selected start.
b). *57 selected start dipilih menurut kekuatan sorotnya, Nama asli dan urutan
SHA yg menurun.
*173 bintang tsb, nama rasinya di halaman kiri sedang Nama aslinya di
sebelah kanan.

Daftar daftar tambahan


1). Daftar pengubahan busur ke waktu. (Conversion of arc to time).
2). Standar Time berbagai negara
3). Daftar perbaikan tinggi
4). Daftar Polaris.
SUDUT JAM BARATGREENWICH = GHA Busur pada lintasan harian dihitung mulai derajah
atas kearah Barat sampai benda angkasa ybs.
SUDUT JAM BARATSETEMPAT = LHA
KLU

KU
Gr

B T

KS

KLS
KLU

KU
Gr

B T

KS

KLS
Rumus dasar I
Bujur Timur
LHA = GHA ± Bujur Barat

KU

Gr

GHA BT Gr

GHA BT
KS
RUMUS DASAR II
Bujur Timur
LHA = GHA + SHA ± Bujur Barat

KLU

Gr

KLU
SHA GHAAries BT

SHA
GHAAries BT
KLS
CONTOH SOAL :

1. Dik GHA = 030


Tentukan LHA jika di tilik dari bujur 100 B

2. Tentukan LHA mthr pada jam 15.00 WITA jika di tilik dari kota
mks yg terletak pada bujur 120 T
PERHITUNGAN SUDUT JAM / P

LHA = Busur pada lintasan harian dihitung mulai derajah atas kearah
(Sudut Jam Brt) Barat sampai benda angkasa ybs.

P = Busur pada lintasan harian di hitung mulai derajah atas


(Sudut Jam) kearah Barat atau Timur sampai benda angkasa ybs.
(0o – 1800)

Merubah LHA menjadi P

1. Jika LHA : 000 – 180 maka P = LHA (B)


2. Jika LHA : 180 – 360 maka P = 360 – LHA (T)

Contoh
1. LHA = 400 maka P = 040 B
2. LHA = 300 maka P = 060 T
Maksud dan Tujuan : Menentukan arah sejati (Baringan sejati)
suatu benda angkasa utk memperoleh :
- Salah pedoman (deviasi).
- Arah garis tinggi.

Sebutan utk Azimut :


Utara U
Di lintang---------- dihitung ---
dari titik sampai titik duduk lingkaran
Selatan S
tinggi melalui benda angkasa. ( 0-180 )

( Senama Lintang dan Sudut Jam )


PERATURAN UMUM AZIMUT

I P > 90 ..............................................................T Lancip


II l & z senama z>l ............................................T Lancip
III l & z tak senama ..............................................T Tumpul
IV&V l & z senama P<90..........................................T Lancip / Tumpul

Z
KLU
II
V IV
E

I
B

S
III U

KLS
N
Keadaan Istimewa

T=0 ; Berembang disisi puncak dimana kutub berada.


z > l (senama)
T = 180 ; Berembang disisi puncak dimana katulistiwa berada.
z < l (senama)
T = tak terhingga. berembang dititik z
T = 090 ; Berembang di vertikal pertama.
Z
E

KLU

S U

KLS

QQ
Z
E T 90-l

90-t
90-z P
KLU
S

S U

KLS

QQ
Aturan Cotangens

dlm segitiga paralax memberikan hubungan langsung antara :


l, z, P & T yaitu :

CotgT. sin P = cotg PS . sinPT – cosP. cosPT

= cotg (90-z) . sin (90-l) – cosP. cos(90-l )

= tg z . cos l – cosP.sin l T 90-l

CotgT = tg z . cos l – cos P . sin l


90-t
sin P sin P
P
= tg z . cos l – sin l
sin P tg P 90-z
= tg z . cos l – tg l cos l S
sin P tg P

CotgT = ( tg z – tg l ) . cos l
sin P tg P
DAFTAR ABC

CotgT. sec l = ( tg z – tg l )
sin P tg P

, C = B - A

Daftar XI : dgn argument P & l utk memperoleh A


dgn argument P & z utk memperoleh B

Daftar XII : dgn argument l & C utk memperoleh T

Peraturan utk menggunakan daftar ABC.


1) l & z senama, P<90
ambilah A – B maka T tumpul
ambilah B – A maka T lancip
2) l & z senama P>90
ambilah A + B maka T lancip
3) l & z tak senama
ambilah A + B maka T tumpul
Cara mengubah Azimut menjadi Bar.sejati.

T = U/S (0o – 180o) T/B


Bs = 000o _ 360o

Kesimpulan

Sebutan Bs
U ke T Bs = T

U ke B Bs = 360 - T

S ke T Bs = 180 - T

S ke B Bs = 180 + T
Contoh :

Tentukan Bs dari Azimut di bawah ini :


a. U 120 T
b. U 120 B
c. S 120 T
d. S 120 B

Contoh menentukan Deviasi.

Pada tgl 31 Mei 2004, pukul 22.30 ZT di tempat duga : 18o55’S & 074o25’T
Canopos dibaring dgn pedoman standar : 225o pada ppw : 05-23-20.
Duduk pd tgl 26 Mei, 17GMT adh : (-) 0-10-10 & Langka harian : (-)2 dtk.
Vareasi : 18o B

Hitunglah : Dev pedoman std tsb.


ZT . . . . . . . . . . Tgl
ZD . . . . . . . . . .
Tgl
GMT duga . . .
Ppw . . . . . . . .
mthr
Ddk . . . . . . . . . Tgl
GMT dekat . . .
Lalu . . . . . . . . Tgl
GMT sejati . . .
GHA (..tgl..j ) .
Incr (...m...s )
BT/BB . . . . . . .
+/-
LHA . . . . . . . . .
P...........
l ...........
Z ..........
A ...........
B .......... +/-
C ..........
T ..........
Bs . . . . . . . . . .
Bp . . . . . . . . . .
-
Sembir . . . . . .
Var . . . . . . . . . -
Dev
ZT ................. Tgl
mthr
ZD .................
Tgl
GMT duga .....
Ppw ..............
Ddk .............. Tgl
GMT sejati ..
GHA (..tgl..j )
Incr (...m...s )
BT/BB ........... +/-
LHA .............
P ...................
l ..... ............
z ..................
B ..................
A .................. +/-

C ..................
T .................
Bs ...............
Bp ............... -
Sembir ........
Var ............. -
Dev ............
ZT . . . . . . . . . Tgl
ZD . . . . . . . . .
GMT duga . . . Tgl
Ppw . . . . . . .
Ddk . . . . . . .
GMT dekat . . Tgl
Lalu . . . . . . .
GMT sejati . . . Tgl

GHA (.tgl..j )
Incr (...m...s )
SHA . . . . . . . .
BT/BB . . . . . . +/-
LHA . . . . . . .
P ..........
l ..........
z ..........
A ..........
B .......... +/-
C..........
T..........
Bs . . . . . . . . .
Bp . . . . . . . . . -
Sembir . . . . . .
Var . . . . . . . . . -
Dev . . . . . . . .
Z
E 90-l

90-t
90-z P
KLU
S

S U
T

KLS

QQ
AZIMUT PADA WKT TERBIT / TERBENAM
Z
E 90-l

90-t
90-z P
KLU
S
90-z l

S U
T

KLS

QQ
3/4D

...............................
AZIMUT PADA WKT TERBIT / TERBENAM
.

Aturan Never tentang segitiga bola yaitu:


cos (90o± z ) = cos l cos To
90-z l
maka :
± sin z = cos l cos To
T
cos To = ± sin z
cos l

cos To = ± sin z sec l + jika l & z senama maka T lancip


- jika l & z tak senama maka T tumpul

To = 90 ± z di Equator
Pada saat jaga dini hari di posisi duga: 05o00’S - 119o00’T Matahari dibaring
pada saat terbit dgn Pedoman standart = 105o pada ppw 10-05-15 dan
duduk pada saat tsb : 00-00-00 .
Tentukan Deviasi pedoman standar jika diketahui variasi di peta=3oT

Pada wkt jaga dini (hari ini) pd posisi duga 08o15’N – 117o30’E
matahari di baring dgn pedoman standar (Bp):105 pd penunjukan
ppw 10-15-00 ddk pd saat itu : (+)00-05-15 dan vareasi di peta 3oT.
Dit : a.Tentukan Dev. pedoman standar
b. Jika Hs = 045 dipeta berapa Haluan yg dikemudikan di kompas
magnet (Hp).

Pada wkt jaga sore hari (kemarin) pada posisi duga 05o17’S-108o25’E
pada saat mthr terbenam dibaring dgn pedoman standar (Bp) 297o pd
ppw 10-43-28, ddk pd saat itu (+)00-05-15 dan vareasi di peta 3oB
Dit : Tentukan deviasi pedoman std tsb :
A. Proyeksi bumiawi dan Jajar tinggi
a). Maksud dan Tujuan : Memperbaiki posisi duga dgn pertolongan
penilikan tinggi benda angkasa utk
memperoleh posisi sejati

b). Azas dasar : Setiap penilikan tinggi b.a dgn GMT ybs memberikan
satu tempat kedudukan. Titik potong dari dua tempat
kedudukan adalah posisi sejati

B.Proyeksi bumiawi suatu benda angkasa


a). Definisi : titik potong permukaan bumi dgn garis lurus yg menghubungkan
titik pusat benda angkasa dan titik pusat bumi.
PROYEKSI BUMIAWI

KLU

KU
Gr

B T

KS

KLS
Gr

Gr
Z
p.b.
Lintang p.b.

E E Q Q
bujur p.b.

Lintang p.b. adh : Sama dan senama dgn zawal benda angkasa

Bujur p.b. adh : Sama dan senama dgn sudut jam b.a. terhadap
Greenwich
Lintang p.b. adh : Sama dan senama dgn zawal benda angkasa

Bujur p.b. adh : Sama dan senama dgn sudut jam b.a. terhadap
Greenwich

Perhitungan letak p.b.


Untuk mengetahui letak p.b. suatu benda angkasa pada suatu saat
tertentu terlebih dahulu kita harus mengetahui GMT (guna menentukan
zawal dan sudut jam)

Matahari
Lintang p.b. = z
Bujur barat p.b. = GHA

Bintang
Lintang p.b. = z
Bujur barat p.b. = GHA + SHA
Skema perhitungan
p.b

ZT
ZD
GMT duga tgl
Ppw
ddk
GMT tgl
GHA(..h) GHA (..h)
Incr (..m..s) Incr (..m..s)
SHA
GHA GHA
P (1) P (1)
Zawal (2) zawal (2)
p.b. - lintang (2)
- bujur (1)
JAJAR TINGGI
Tempat kedudukan semua penilik di bumi, yg pd saat yg
sama, dari benda angkasa yg sama dan mendptkan tinggi
sejati yg sama.

n p.b.
JAJAR TINGGI

KLU

KU

E B T Q

KS

KLS
Jajar tinggi pd bola bumi
KU/P Titik paling utara (A) = z + n
Titik paling selatan (B) = z - n

A
n
C D
pb
n
E B Q

Bu
TITIK PALING BARAT/TIMUR ( C & D)
Segi tiga bola P D pb menurut aturan Neper
cos (90-z) = cos (90-ts).cos (90-l)
sin l = sin z cosec ts

KS Selanjutnya :
sin (90-ts) = sin (90-z). sin Bu
sin Bu = cos ts sec z
LENGKUNG TINGGI
:Gambaran ‘jajar tinggi’ di dlm peta bertumbuh (mercator)

KU Kutub di luar jajar tinggi KU

pb Kutub pada jajar tinggi

E Kutub di dlm jajar tinggi Q

KS
Tiga bentuk umum lengkung tinggi
1. Kutub (yg senama) terletak diluar jajar tinggi (z+n<90o)
mirip Elips
2. Kutub (yg senama) terletak pada jajar tinggi (z+n=90o)
mirip parabola
3. Kutub (yg senama) terletak di dlm jajar tinggi (z+n=90o)
mirip cosinusoid
contoh 1 : Dik : z = 10o U, ts = 50o & GHA = 000o
Ditanyakan :
a. Titik paling Utara dan Selatan
b. Titik paling Timur dan Barat
c. Gambar lengkungan tinggi.
contoh 2 : Dik : z = 50o U, ts = 88o & GHA = 260o
Ditanyakan :
a. Titik paling Utara dan Selatan
b. Titik paling Timur dan Barat
c. Gambar lengkungan tinggi.

contoh 3 : Dik : z = 40o U, ts = 40o & GHA = 090o


Ditanyakan :
a. Titik paling Utara dan Selatan
b. Titik paling Timur dan Barat
c. Gambar lengkungan tinggi.

contoh 4 : Dik : z = 40o U, ts = 30o & GHA = 000o


Ditanyakan :
a. Titik paling Utara dan Selatan
b. Titik paling Timur dan Barat
c. Gambar lengkungan tinggi.
Garis Tinggi
Garis lurus di peta yg berjalan melalui ttk yg di hitung dan tegak lurus
pada arah azimut dan dapat menggantikan sebagian lengkungan tinggi

2603

th G
ts
H
510

pb

2603

Agt

510
Pada wkt jaga dini 12 Februari 20xx pada posisi duga 06o15’S –
117o30’E matahari di baring dgn pedoman standar (Bp):110 pd
penunjukan ppw 10-45-00 ddk pd saat itu : (+)00-05-15 dan vareasi di
peta 3oT.
Dit : a.Tentukan Dev. pedoman standar
b. Jika Hs = 045 (dipeta), berapa Hp ( Haluan yg dikemudikan di
kompas magnet supaya kapal berlayar pada garis haluan
yg dikehendaki (di peta))