Anda di halaman 1dari 36

LABORATORIUM

FORENSIK

Dr.IRAWANTO RBS,SpF.M.

BAGIAN/Ka.INSTALASI ILMU KEDOKTERAN


FORENSIK & MEDIKOLEGAL
FK. UNRAM – RSUD PROV.NTB
MATARAM
PENDAHULUAN
 LAB>Guna Pemeriksaan tambahan 
melengkapi V et R baik korban hidup
atau jenasah.(sesuai Ps.184 KUHAP)
 Tidak semua institusi ada shg perlu
rujukan ke lab. Yg lengkap.
 Pentingnya penanganan BB terutama
dlm kasus tindak pidana
LATAR BELAKANG
 Lingkup
Ilmu Kedokteran Forensik
-PATOLOGI FORENSIK
-FORENSIK KLINIK
-LABORATORIS FORENSIK
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
FORENSIK
 Darah
 Cairan Mani & Spermatozoa
 Golongan Darah(rambut,kuku,darah,cairan
mani dll)
 Gonokokus
 Toksikologi
 DNA
 Dll
Pemeriksaan Darah
 TUJUAN :
-Identifikasi darah pelaku dan korban
 Bila ditemukan darah kering atau Bercak
Darah
PERLU Dipikirkan :
-Darah/bukan?
-Darah manusia/binatang?
-Golongan darah?
-Darah mentruasi ?
Pemeriksaan Darah
 Mikroskopis
 Kimia
-a.Penyaring
-b. Penentuan
 Spektroskopis
 Serologi
Pemeriksaan Mikroskopis
 TUJUAN:
-Morfologi Sel Darah Merah
-Menentukan darah dari kelas mamalia
“drum stick” pada sel lekosit berinti banyak
-Sel Pseudodesidua.
• BAHAN :
-Darah masih basah atau baru mengering
• Cara KERJA :
-Letakan pada kaca obyek,tambahan 1 tetes garam faal ,kmd
tutup dengan kaca penutup
-Buat pewarnaan apus-an dengan pewarnaan Giemsa/Wright
• HASIL:
• Mamalia >Sel darah merah,cakram,tak berinti
• Kelas Lain> oval/elips berinti
• Onta > oval/elips tak berinti
Pemeriksaan Kimiawi Darah
 PEMERIKSAAN PENYARING
-Benzidin
-Phenolphthalin
 PEMERIKSAAN PENENTUAN
-Reaksi TAKAYAMA
-Reaksi Teichman
-Reaksi Wagenaar
Pemeriksaan Penyaring
 BENZIDIN
-Reagen:lar.jenuh kristal benzidin dalm as.acetat
glacial >biru gelap
 PHENOLPHTHALIN
-Reagen phenolphthalin 2 gr+100ml NaOH 20%
DIPANASKAN dgn butiran Zn >merah muda
 PRINSIP :
Darah+H2O2 >H2O= On
-O2+Reagen >perubahan warna
REAKSI BENZIDIN/PHENOPHTHALIN
 PROSEDUR
1. Gosok kertas saring pada darah/bercak yang dicurigai
2. Tambahkan 1 tetes H2O 20% dan 1 tetes reagen pd
kertas saring
3. Munculnya warna merah menunjukkan hasil >Positif

 INTERPRETASI
-Hasil Positif(+) > mungkin darah??
-Hasil Negatif(-) > PASTI BUKAN DARAH
Pemeriksaan Penentuan
 TUJUAN :
-Memastikan darah atau bukan
*BAHAN PEMERIKSAN :
-Darah kering pd senjata,lantai,kursi,/bercak
pada kain dll
*PEMERIKSAAN :
Reaksi Teichman
Reaksi Takayama
Reaksi Wagenaar
Reaksi TAKAYAMA
 PRINSIP:
-Pembentukan kristal Pyridin hemocromogen
 Hasil positif Tampak:
-Kristal >pyridin hemocromogen
-Berwarna >merah jingga
-Berbentuk spt bulu-bulu
 INTERPRETASI:
-Hasil (+) PASTI darah
Reaksi Teichman Reaksi wagenaar
 PRINSIP PRINSIP
-Pembentukan pigmen/kristal Pembentukan pigmen/kristal
hemin hcl aceton hemin
HASIL(+) Tampak: HASIL(+) Tampak
-kristal hemin hidroklorit -kristal aceton hemin
-berbentuk batang warna coklat berbentuk batang warna coklat
tua muda
INTERPRETASI
HASIL(+) PASTI darah -HASIL(+) PASTI darah
Pemeriksan Serologik
 TUJUAN
-Tentukan species darah
-Tentukan gol.darah
 PRINSIP
-Reaksi antigen(bercak darah)dgn
antibodi(antiserum)
Pemeriksan Serologi
Species darah Golongan darah
 Reaksi cincin(R.Presipitin  Darah Kering
dlm tabung) -SDM utuh
 Reaksi Presipitin dlm -SDM rusak
agar -Paling lama dlm sistim
 Immuno-electrophoresis gol.darah
agar
Pemeriksaan Cairan Mani & Sperma
 TUJUAN
-Menentukan cairan sperma dlm vagina utk
membuktikan adanya persetubuhan.
 BAHAN/Media:
-Bercak Dlm fornix posterior vagina
-Bercak terdapat pd celana/pakaian
Kasus Kejahatan Sexual
 KUHP Pasal 284,285,286,287
 Hal yg perlu dibuktikan:
-Prakiraan umur wanita > Ps.287
-Mampu tidaknya kawin >Ps.287
-Ada tanda2x persetubuhan >Ps.284
,285,286,287
-Ada tdk tanda2x kekerasan >Ps.285
Pemeriksaan Spermatozoa
 PemeriksaanLangsung
 Pewarnaan Malachite green
 Pewarnaan Baecchi
Pemeriksaan Langsung
 Cara Pemeriksaan:
-1 tetes lendir vagina diletakkan pd kaca
obyek,lihat dibawah mikroskop.
-Perhatikan adanya Sperma/pergerakan.
*BAHAN dari SWAB / Bilasan vagina
-Buat estrak dlm tabung reaksi +garam fisiologis
-Sentrifuge 1000rpm selama 2 menit
-Endapan lihat dibawah mikroskop.
Malachite Green
 REAGEN
-Lar.Malachite green 1%
-Lar.Eosin Yellowish 1%
*CARA KERJA:
-Bahan diletakan pada kaca obyek,kmd biarkan
mengering / fixasi dgn api kecil.
-Pulas dgn Lar.Malachite green 1% slm 10-15 menit lalu
bilas dgn air aqua.
-Pulas dgn Lar.Eosin Yellowish 1% slm 1 detik,keringkan
-kemudian Lihat dibawah mikroskop.
HASIL;
Kepala (merah),Leher(merah muda),Ekor(Hijau)
BAECCHI
 Reagen;
-asam fuchi 1% 1tts
-biru methylen 1% 1tts
-asam klorida1% 40tts
*CARA
-Gunting bercak pakaian uk.5mmx5mm,kmd masukan
dlm reagen slm 3-5 menit,kmd masukan dlm cairan HCl
1% selama 10 detik.
-Dehidrasi berturut dgn alkohol 70%,80%--100%,kmd
bilas dgn xylol sebanyak 2x
-Ambil 1-2 helai benang& uraikan serabut halus,kmd lihat
dimikroskop.
HASIL:
Kepala(merah),Ekor(merah muda)menempel pd benang.
Pemeriksaan Cairan Mani
 SAMPEL
1.Fornix posterior vagina
Fosfatase asam,PAN,Berberio,Florence
2.Bercak pada pakaian.
Pemeriksaan taktil,visual,sinar uv,
Fosfatase asam,PAN,Berberio,Florence
UNSUR Cairan Mani/ejakulat:
-Enzym as. Fosfatase
-Choline
-Spermin
Pemeriksaan GONOKOK
 TUJUAN
-Menentukan adanya bakteri gonokok
ALAT/BAHAN
-Lar.Methylen Blue 1%
-Lar.Eosin/Acid Fuchin 1%
-Lar.Alkohol 70%
HASIL
Tampak bakteri gonokok bentuk kokus berpasangan
“spt biji kopi”
Pemeriksaan CO
 Uji DILUSI ALKALI/Pengenceran Alkali
 Uji FORMALIN
 Uji PALADIUM CHLORIDA
Pemeriksaan CO2
A.Cara Kualitatif
-Lar.Ca(OH)2 =>Timbul Endapan CaCO2
(warna PUTIH)
B.Cara Kuantitatif
-Grafimetri
-Volumetri
-Chromatografi gas
Pemeriksaan Tambahan Kasus
Forensik
1. Pemeriksaan Histopatologi
a. Cara pengambilan bahan
- potong jaringan segar yg dicurigai uk. 3x2x0,5cm
- Perlu diperhatikan : jgn ditekan, hindari kena air
b. Cara Pengawetan
- Sediakan wadah dan masukkan potongan jaringan
- usahakan jaringan jangan menekuk
- Tambahkan lar. Formalin 10% sampai jaringan terendam
- Wadah tutup rapat.
- Formalin 10% dibuat dari campuran 1 bagian commercial
formalin dgn 3 bagian volume air
c. Cara Pengiriman
- Masukkan wadah/stoples tadi pada kardus sedemikian rupa
- ikat dgn tali bersambung, beri label dan lengkapi surat-surat
Pemeriksaan Tambahan Kasus
Forensik
2. Pemeriksan Toksikologi
a. Cara pengambilan bahan
- Korban hidup : sisa makanan/minuman (muntahan), darah -/+
100ml, Urine -/+ 100ml
- Jenasah : Bahan dikelompokkan menjadi 3 bagian ;
Stasiun I : Lambung + isi, sebagian usus besar & halus
Stasiun II: Organ-organ masing-masing 500gr
Stasiun III: Organ Tractus Urogenital
- Keracunan tertentu bisa diambil dari Rambut, kuku dll
b. Cara Pengawetan
-Tanpa pengawet lebih baik, tapi yg sering dipakai alkohol 90%.
- Volume : 2/3 wadah
- Pengawet lain : dry ice, es batu, Naf 1%
Pemeriksaan Tambahan Kasus
Forensik
--2. Pemeriksaan Toksikologi
c. Cara Pengiriman
- Syarat wadah : bahan gelas/plastik, mulut lebar & bersih
(baru).
- Minimal 4 buah stoples :
Stoples I : organ GI tract
Stoples II: Organ lain (hati, otak dll)
Stoples III: organ UGI
Stoples IV: darah/ urine
- Tutup rapat, tepi dilapisi lilin (seal) & diikat oleh tali
bersambung, beri label-segel
- Serta contoh bahan pengawet
- Bila kasus penggalian serta tanah sekitar jenasah
Pemeriksaan Tambahan Kasus
Forensik

3. Pemeriksan Trace Evidence/BB,


- Bekas-bekas, sisa-sisa yg berasal dari tubuh
korban di TKP.
- Mis; sperma (terutama kasus perkosan)
a. Cara pengambilan Bahan : tgt jenis trace
evidence, mis noda darah dilantai dikerok
b. Cara pengawetan; hanya tertentu saja
c. Cara pengiriman : yg terpenting aspek
medikolegal
Pemeriksaan Tambahan Kasus
Forensik
-3. Pemeriksan trace evidence
Beberapa contoh trace evidence antara lain:
- Senjata api, tajam : masukkan kekantong plastik,
berlabel.
- Anak peluru, selongsong : beri inskripsi pd tempat
diluar goresan, bungkus dgn kapas masukkan kotak,
berlabel
- Pakaian/kain : Keringkan bila basah, usahakan bila
melipat jgn mengganggu bercak, bungkus kertas.
- Rambut, fingernail scraps, gigi, tulang & kulit : tempat
sendiri-sendiri dll.
Noda darah/sperma pada permukaan kasar dikerok
Bila pada kain kain yg dicurigai dipotong
Lalu bungkus, beri-label
Pemeriksaan DNA
 Ada 3 macam:
1.RFLP(RetrictionFragmen Length Polymorphism)
2.STR(Simple Tandem Reapet)
3.ASO(Alela Specific Oligonucleotida)
TAHAPAN Proses pemeriksaan DNA
a.Pengambilan Sampel
b.Dekalsifikasi jaringan
c.Isolasi/Estraksi
d.Purifikasi(pemurnian)
e.Polymerase Chain Reaction Method
f.Eletrophorese(loading DNA & Running the Gel)
g.Staining(pengecatan)
SURAT-SURAT
1. Surat permohonan pemeriksaan:
- Histopalogi
- Toksikology
- Trace evidence
2. Keterangan yg lengkap mengenai :
- Identitas korban
- Peristiwa kematian/modus operandi
- Riwayat & perjalanan penyakit
- Bahan apa yg dikirim
- Bahan pengawet yg dipakai
- Laporan otopsi
3. Berita acara pembungkusan & penyegelan
4. Fotocopy SPVR
5. Contoh segel
6. Label
SURAT-SURAT
Label memuat :
- Identitas korban
- Jenis & jumlah bahan pemeriksan
- Tempat & pengambilan bahan
- TTD & nama penyegel & dokter yg otopsi
- Cap stempel
- Segel dinas
Contoh: Alamat laboratorium
Pemeriksaan Histopatologi :
Bagian/Instalasi Ilmu Kedokteran Forensik
FK UNAIR – RSU dr. SOETOMO
SURABAYA
Jl. Mayjen Prof.Dr. Moestopo 6-8 Surabaya
Pemeriksaan Toksikologi atau Trace evidence lain :
Laboratorium Forensik POLRI Cabang Surabaya
d/a Kepolisian Daerah JATIM
Jl.Jendral A. Yani no1-8, Surabaya
PENUTUP
 “Kedokteran forensik laboratoris
membantu pembuktian tindak pidana
terhadap tubuh atau nyawa manusia
secara ilmiah !!”
TERIMA KASIH