Anda di halaman 1dari 41

BRONKOPNEUMONIA

PADA ANAK
dr. Yuritsa Sasti Pradita
IDENTITAS PASIEN

IDENTITAS PASIEN :
• Nama : An. HN
• Usia : 8 bulan
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Alamat : Jl. Bubulat 69 lurah no.33
RT01/01
• Tgl masuk : 02 Desember 2019
• Tgl Periksa : 03 Desember 2019
• Tgl Keluar : 06 Desember 2019
ANAMNESIS

Ibu mengatakan
sesak yang diderita
pasien tidak
dipengaruhi aktivitas
2 hari yang lalu ibunya maupun cuaca, tidak
juga mengatakan disertai suara mengi
anaknya demam, maupun mengorok.
demam tanpa disertai Riwayat minum
kejang, mual, muntah tersedak tidak ada.
maupun BAB cair

Pasien datang dari poli


dengan keluhan batuk
disertai dahak sejak 3
hari yang lalu. 2 hari
sebelumnya menurut
ibunya nafasnya
menjadi cepat.
ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Dahulu

• Orang tua pasien mengatakan 4 bulan yang lalu


pasien juga mengalami batuk lama, sampai saat ini
masih melakukan pengobatan. Saat ini memasuki
bulan ke-4

Riwayat

• Selama kehamilan ibu kontrol rutin dan tidak


permasalahan selama kehamilan. Riwayat persalinan
spontan di bidan. Imunisasi lengkap sesuai usia
PEMERIKSAAN FISIK

TANDA-TANDA VITAL

KU : Sedang
Kes : CM
Nadi : 110x/menit
RR : 64x/menit
Suhu : 37,9oC
BB : 5,1 kg
PEMERIKSAAN FISIK

Kepala
Mata Konjungtiva anemis -/-, Sklera Ikterik -/-,
Mata Cekung -/-
Telinga Dalam batas normal
Hidung Dalam batas normal
Mulut Mukosa bibir kering (-), coated tongue (-)

Leher Pembesaran KGB (-)

Thorax
Paru – paru Vesicular Breathing Sound
normal/normal, Rhonki+/+, Wheezing -/-,
Retraksi dinding dada supersternal (+),
interkostal (+)
Jantung Bunyi jantung I, II normal regular, murmur
(-), gallop (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen
Inspeksi Datar
Palpasi Supel, nyeri tekan (-),
nyeri lepas (-)

Perkusi Timpani
Auskultasi Bising Usus (+), normal

Ekstremitas Akral Hangat (+), Pitting


edema pretibial -/-, CRT
<2”
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi 2 Desember 2019
Hemoglobin 10,5 10,8-15,6
Hematokrit 32 31-45
Lekosit 11000 9-12 ribu
Trombosit 346.000 181-520 ribu

Hematologi 3 Desember 2019


Hemoglobin 9,7 13-17
Hematokrit 30 40-48
Lekosit 5300 4-10 ribu
Trombosit 333.000 150-440 ribu
LED I 16 0-10 mm/jam
LED II 40 0-20 mm/jam
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Rontgen Thorak (02/12/2019)

Cor, sinuses, diafragma : normal


Pulmo : hilus kanan kiri melebar,
corakan paru bertambah, tampak
inflitrat parahiler kanan kiri

Kesan : susp spesifik proses aktif


DIAGNOSIS

BRONKOPNEUMONIA + KEP + KP
DIAGNOSIS KERJA

Bronkopneumonia + KEP +KP


TATALAKSANA

TATALAKSANA

• IVFD D5% + aminofilin 80 mg/24 jam


• Inj Cefotaxime 2x200 mg
• Inj Cortidex 3x0,2 cc
• Parasetamol 3x0,6 cc
• Antrain 50 mg bila suhu >39 C
o

• OAT dilanjutkan
FOLLOW UP
Tanggal 4 Desember 2019
S Sesak (+), batuk (+), demam (-)
O Keadaan umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
HR : 115x/menit
RR : 52x/menit
S : 36.0 oC
Thoraks : Vbs ka=ki, Rh +/+, wh -/-, retraksi supersternal dan interkostal
A Bronkopneumonia + KEP + KP
P • IVFD D5% + aminofilin 80 mg/24 jam
• Inj Cefotaxime 2x200 mg
• Inj Cortidex 3x0,2 cc
• Parasetamol 3x0,6 cc
• Piogenta 2x10 mg
• Inhalasi jika sesak berat
• OAT dilanjutkan
FOLLOW UP
Tanggal 5 Desember 2019
S Sesak (+) berkurang, batuk (+), demam (+)
O Keadaan umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
HR : 110x/menit
RR : 50x/menit
S : 38,7 oC
Thoraks : Vbs ka=ki, Rh +/+, wh -/-, retraksi supersternal dan intercostal
A Bronkopneumonia + KEP + KP
P • IVFD D5% + aminofilin 80 mg/24 jam
• Inj Cefotaxime 2x200 mg
• Inj Cortidex 3x0,2 cc
• Parasetamol 3x0,6 cc
• Piogenta 2x10 mg
• Inhalasi jika sesak berat
• OAT dilanjutkan
FOLLOW UP
Tanggal 6 Desember 2019
S batuk (+) berkurang, demam (+)
O Keadaan umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
HR : 112x/menit
RR : 40x/menit
S : 38,4 oC
Thoraks : Vbs ka=ki, Rh +/+, wh -/-
A Bronkopneumonia + KEP+KP
P • HC
• Parasetamol 3x50 mg drip
• Inj Cefotaxime 2x200 mg
• Inj Cortidex 3x0,2 cc
• Piogenta 2x10 mg
• INH 1x50 mg
FOLLOW UP

Tanggal 7 Desember 2019


S batuk (+) jarang, demam (-)
O Keadaan umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
HR : 110x/menit
RR : 38x/menit
S : 36,0 oC
Thoraks : Vbs ka=ki, Rh +/+, wh -/-
A Bronkopneumonia + KEP+KP
P • Rencana rawat jalan
• Amoxcillin + aminofilin
TINJAUAN PUSATAKA
DEFINISI

PDPI 2017
Bronkopneumonia adalah peradangan umum dari paru-paru, juga disebut sebagai
pneumonia bronkial, atau pneumonia lobular. Peradangan dimulai dalam tabung bronkial
kecil bronkiolus, dan tidak teratur menyebar ke alveoli peribronchiolar dan saluran alveola
INSIDEN

• Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir


30% pada anak-anak di bawah umur 5 tahun dengan
resiko kematian yang tinggi.
• Pneumonia menyebabkan lebih dari 5 juta kematian
pertahun pada anak balita dinegara berkembang.
• Berdasarkan data WHO, kejadian infeksi pneumonia di
Indonesia pada balita diperkirakan antara 10-20%
pertahun
ETIOLOGI
Usia Etiologi
Lahir – 20 hari Bakteri
E. Colli
Streptococcus grup B
Listeria monocytogenes
3 minggu – 3 bulan Bakteri
Clamydia trachomatis
Streptococcus pneumoniae
Virus
Adenovirus
Influenza virus
Parainfluenza virus 1,2,3
Respiratory syncytial virus
ETIOLOGI
Usia Etiologi
4 bulan – 5 tahun Bakteri
Clamydia pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Streptococcus pneumoniae
Virus
Adenovirus
Rinovirus
Influenza virus
Parainfluenza virus 1,2,3
Respiratory syncytial virus
5 tahun - remaja Bakteri
Clamydia pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Streptococcus pneumoniae
FAKTOR RESIKO
Malnutrition,
poor
breast feeding
practices Low birth
Young age
weight

Cold weather
Crowding
or chilling
Increase
Vitamin A
risk of Lack of
deficiency immunization
Pneumonia
Environmental Exposure to
air pollution air pollution

Biomass Tobacco
smoke smoke
PATOGENESIS
STADIUM PNEUMONIA

Stadium Stadium Stadium Stadium


I II III IV

Stadium Kongesti (4-12 jam


48 jam berikutnya 3-8 hari berikutnya 7-11 hari berikutnya
pertama)
Disebut hiperemia, Disebut hepatisasi Disebut hepatisasi kelabu, Disebut juga stadium
mengacu pada respon merah, terjadi sewaktu yang terjadi sewaktu sel-sel resolusi, yang terjadi
peradangan permulaan alveolus terisi oleh sel darah putih mengkolonisasi
daerah paru yang terinfeksi.
sewaktu respon imun
yang berlangsung pada darah merah, eksudat Pada saat ini endapan fibrin dan peradangan
daerah baru yang dan fibrin yang terakumulasi di seluruh mereda, sisa-sisa sel
terinfeksi. Hal ini dihasilkan oleh penjamu daerah yang cedera dan fibrin dan eksudat lisis
ditandai dengan ( host ) sebagai bagian terjadi fagositosis sisa-sisa dan diabsorsi oleh
peningkatan aliran dari reaksi peradangan. sel. Pada stadium ini eritrosit
di alveoli mulai diresorbsi,
makrofag sehingga
darah dan permeabilitas jaringan kembali ke
kapiler di tempat infeksi strukturnya semula.
GEJALA KLINIS

Usia < 2 bulan Usia 2 bulan – 5 tahun

• Bronkopneumonia berat : nafas cepat • Bronkopneumonia sangat barat : nafas cepat


yaitu frekuensi pernapasan > yaitu frekuensi pernapasan > 60x/menit atau
lebih, adanya tarikan yang kuat pada dinding
60x/menit atau lebih, adanya tarikan
dada bagian bawah ke dalam (severe chest
yang kuat pada dinding dada bagian indrawing)
bawah ke dalam (severe chest • Bronkopneumonia berat : adanya batuk atau
indrawing) kesukaran bernapas sesuai usia. Batas
• Bukan bronkopneumonia : batuk tanpa nafas cepat (2 bulan - < 1tahun 50x/menit
pernapasan cepat atau penarikan atau lebih, 1 - < 5tahun 40x/menit atau lebih)
dinding dada • Bukan bronkopneumonia : batuk tanpa
pernapasan cepat atau penarikan dinding
dada
PEMERIKSAAN FISIK

Tidak kelainan
Terdapat retraksi otot
epigastrik, interkostal, crackles sedang nyaring
supersternal, dan Crackles dihasilkan oleh
pernafasan cuping gelembung-gelembung
Vokal fremitus simetris,
hidung udara yang melalui sekret
namun bila terjadi
jalan napas/ jalan napas
infeksi luas, vokal
kecil yang tiba-tiba terbuka
fremitus berkurang
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Terdapat peningkatan jumlah leukosit Mempunyai bentuk difus bilateral dengan


• Hitung leukosit dapat membantu membedakan peningkatan corakan bronkhovaskular dan
pneumoni viral dan bakterial.
• Infeksi virus leukosit normal atau meningkat (tidak
infiltrat kecil dan halus yang tersebar di
melebihi 20.000/mm3 dengan limfosit predominan) dan pinggir lapang paru. Bayangan bercak ini
bakteri leukosit meningkat 15.000-40.000 /mm3 dengan sering terlihat pada lobus bawah
neutrofil yang predominan.
• Analisa gas darah menunjukkan hipoksemia dan
hipokarbia, pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis
respiratorik
Tatalaksana Umum Tatalaksana Khusus
• Pemberian oksigen lembab 2-4 L/menit • Mukolitik, ekspektoran dan obat penurun
sampai sesak nafas hilang atau PaO2 pada panas sebaiknya tidak diberikan pada 72
analisis gas darah ≥ 60 torr. jam pertama karena akan mengaburkan
• Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi interpretasi reaksi antibiotik awal.
elektrolit. • Obat penurun panas diberikan hanya pada
• Asidosis diatasi dengan pemberian bikarbonat penderita dengan suhu tinggi, takikardi, atau
intravena. penderita kelainan jantung
• Pemberian antibiotika berdasarkan
mikroorganisme penyebab dan manifestasi
klinis. Pneumonia ringan amoksisilin 10-25
mg/kgBB/dosis (di wilayah dengan angka
resistensi penisillin tinggi dosis dapat
dinaikkan menjadi 80-90 mg/kgBB/hari)
TATALAKSANA

TERAPI OKSIGEN
• Berikan oksigen pada anak dengan SatO2 < 90%

ATAU
Tanda :
-Sianosis sentral
-Kesulitan minum akibat sesak
-Merintih setiap kali bernapas
-Tarikan dinding dada yang berat
-Penurunan kesadaran
-Frekuensi Napas > 60 x/mnt
TATALAKSANA

PEMANTAUAN TERAPI OKSIGEN


Setiap 3 jam perawat menilai apakah: Setiap hari oksigen dititrasi secara bertahap
• Kondisi anak stabil Dapat dihentikan jika:
• Nasal prong terletak pada tempatnya • Klinis membaik
• Tidak ada plak mucus • Saturasi oksigen >90 % pada udara ruang.
Pastikan saturasi > 90% (dalam 15 menit
• Koneksi ke sumber oksigen tetap terjaga saat penghentian) pantau 30 menit
(flow rate) berikutnya ; selanjutnya tiap 3 jam pada hari
• Saturasi oksigen baik pertama
• Jika stabil oksigen dapat dihentikan
Pemberian Antibiotik
Pemilihan antibiotik dalam penanganan pneumonia pada anak harus
dipertimbangkan berdasakan pengalaman empiris, yaitu bila tidak ada kuman yang
dicurigai, berikan antibiotik awal (24-72 jam pertama) menurut kelompok usia.
Neonatus dan bayi muda (< 2 bulan)
a. ampicillin + aminoglikosid
b. amoksisillin - asam klavulanat
c. amoksisillin + aminoglikosid
d. sefalosporin generasi ke-3

Bayi dan anak usia pra sekolah (2 bl-5 thn)


a. beta laktam amoksisillin
b. amoksisillin - asam klavulanat
c. golongan sefalosporin
d. kotrimoksazol
e. makrolid (eritromisin)

Anak usia sekolah (> 5 thn)


a. amoksisillin/makrolid (eritromisin, klaritromisin, azitromisin)
b. tetrasiklin (pada anak usia > 8 tahun)
Pemberian Antibiotik

Pemantuan pemberian antibiotik


• Karena dasar antibiotik awal di atas adalah coba-coba
(trial and error) maka harus dilaksanakan dengan
pemantauan yang ketat, minimal tiap 24 jam sekali
sampai hari ketiga.
• Bila penyakit bertambah berat atau tidak menunjukkan
perbaikan yang nyata dalam 24-72 jam, ganti dengan
antibiotik lain yang lebih tepat sesuai dengan kuman
penyebab yang diduga
• sebelumnya perlu diyakinkan dulu ada tidaknya penyulit
seperti empyema, abses paru yang menyebabkan
seolah-olah antibiotik tidak efektif).
TERAPI SUPORTIF LAIN

Pastikan patensi Antipiretik jika


jalan napas demam tinggi

Status hidrasi :
- Atasi dehidrasi atau jika perlu
Jika didapatkan
mengi dapat koreksi suhu
diberikan - Asupan ASI/oral jika
bronkodilator
memungkinkan
- Jika tidak bisa oral berikan / NGT
KOMPLIKASI

Jika dalam 48 – 72 jam klinis tidak membaik/bahkan memburuk pikirkan komplikasi :


Lakukan pemeriksaan foto toraks
• Pneumatocele
• Parapneumonic effusion (termasuk empiema)
• Pneumotoraks / Pneumomediastinum
• Abses Paru
• Sepsis (Septic shock, penyebaran infeksi ke organ lain seperti meningitis, peritonitis
dll)
PENYEBAB KEMATIAN

HIPOKSIA

• SIANOSIS SENTRAL
• SATURASI OKSIGEN < 90 %
• SESAK NAPAS BERAT
(MERINTIH,TARIKAN DINDING
DADA YANG DALAM)
• Sesak berkurang atau menghilang
• Tidak ada hipoksemia (saturasi oksigen > 90%)
Kapan Pasien • Asupan makan baik
• Dapat minum obat secara oral atau telah
Dapat Pulang ? menyelesaikan pemberian obat antibiotik parenteral
• Orangtua mengerti gejala dan tanda pneumonia, faktor
risiko dan kapan harus datang kontrol
PEMANTAUAN

Jika saat datang kontrol


gejala klinis belum
Edukasi untuk datang Jika didapatkan tanda-
membaik (demam, napas
kontrol dalam 3 hari atau tanda pneumonia berat 
cepat/sesak, kesulitan
lebih cepat jika kondisi tata laksana seperti
makan) sebaiknya pasien
anak memburuk pneumonia berat
dirawat untuk evaluasi
lebih lanjut
IDENTIFIKASI FAKTOR RESIKO

FAKTOR RESIKO

• Malnutrisi
• Defisiensi vitamin A, Zink
• Paparan Asap Rokok, polusi udara, polusi biomass
• Imunisasi tidak lengkap
• Tidak diberikan ASI eksklusif
• Prematuritas, Berat Lahir Rendah
• Lingkungan rumah yang padat dan kotor
• Komorbid yang menurunkan pertahanan sistem
pernapasan ( Penyakit Jantung Bawaan, Kelainan
neuromuskular, Penyakit Defisiensi Imun)
PENCEGAHAN

IMUNISASI
DPT- HIB
Pneumokok (PCV)
Campak
MMR
Influenza
PENCEGAHAN

• Asupan gizi seimbang


• Pemberian ASI eksklusif
• Hindari paparan asap rokok
dan polusi udara
• Atasi komorbiditas