Anda di halaman 1dari 12

KERIPIK BAYAM VARIAN RASA

Nama Anggota :
 Christian Ricky
 Fadila Putri Ariyanti
 M. Fajar Dewantoro
 Rizky Hadi Setiawan
Kelas : Akuntansi 01 Pagi
Analisa Usaha Keripik Bayam

Latar Belakang Usaha


Indonesia di kenal sebagai negara dengan tingkat kesuburan tanah
yang baik. Banyak sekali tanaman yang dapat tumbuh subur di
indonesia. Salah satunya dari jenis sayur sayuran. Dari jenis
sayuran saja banyak sekali variannya. Disini, saya mengambil
bayam sebagai sampelnya. Tanaman sejuta manfaat ini dapat
tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia. Mudahnya
mendapatkan sayuran ini, menjadikan bayam banyak diolah
menjadi olahan makanan salah satunya adalah keripik bayam ini.
Usaha Yang ditawarkan

• Menjual Beraneka Ragam varian rasa Kripik seperti keju, balado, original, asin,
manis
• Dapat menerima pesan antar Kripik pada saat jam kerja.
• Melayani dari jam 08.00-17.00.

Tujuan

• Membuka lapangan kerja bagi banyak orang dan tidak menggunakan modal.
• Mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dengan resiko yang cukup
besar.
• Memperoleh kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
ANALISA SWOT
1. Strength (Kekuatan)
 Mudah dalam mendapatkan bahan baku bayam.
 Produk selalu dalam keadaan baru karena umur produk singkat.
 Mempunyai Merk.
 Harganya Terjangkau untuk semua kalangan.
2. Weakness (Kelemahan)
 Tidak tahan lama karena masih menggunakan pengeringan manual
(maksimal 3 hari).
 Wilayah pemasarannya masih terbatas.
3. Opportunity
 Masih sedikit pesaing dalam usahan ini.
 Mudah dalam pengembangan variasi rasa.
 Mudah mengembangkan wilayah pemasaran.
4. Threats
 Sering berkembangnya usaha yang saya dirikan ini, akan muncul
pesaing pesaing baru dalam usaha.
PESTLE

 Politik
Usaha keripik bayam ini menaati kebijakan pajak yaitu hasil dari 10 %
penjualan kita sisihkan untuk membayar pajak.
 Ekonomi
Usaha ini dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Samarinda.
 Sosial
Usaha ini dapat mengurangi pengangguran di Samarinda
 Teknologi
Faktor teknologi usaha ini yaitu dapat dibeli secara online
 Legal
Faktor legal usaha ini yaitu sangat bertanggung jawab terhadap
lingkungan sekitar dengan cara menggunakan kemasan yang ramah
lingkungan.
 Environment
Usaha ini dapat ditemukan dilokasi yang strategis di pusat perbelanjaan
seperti ERAMART, INDOMART, ALFAMIDI
Analisa Keuangan Usaha Keripik Bayam
Biaya Tetap
Wajan 2 buah @Rp 35.000 = Rp 70.000
Spatula 2 buah @Rp 6.500 = Rp 13.000
Serok 2 buah @Rp 15.000 = Rp 30.000
Pisau 1 buah @Rp 10.000 = Rp 10.000
Tampah 1 buah @Rp 15.000 = Rp 15.000
Kompor + Gas @Rp 650.000 = Rp 650.000
Staples 1 buah @Rp 10.000 = Rp 10.000
Cobek + Ulek @ Rp 25.000 = Rp 25.000

TOTAL BIAYA TETAP = Rp 823.000


Biaya Variabel
Bayam 5 Ikat @Rp 3.000 = Rp 15.000
Tepung Kanji ¼ Kg @Rp 5.000 = Rp 5.000
Tepung Beras ½ Kg @Rp 6.000 = Rp 6.000
Tepung Terigu ¼ Kg @Rp 7.000 = Rp 7.000
Bawang Putih ¼ Kg @Rp 13.000 = Rp 13.000
Garam 1 Bngkus = Rp 4.000
Penyedap Rasa = Rp 8.000
Ketumbar = Rp 6.000
Kunyit = Rp 5.000
Plastik = Rp 10.000
Gas LPG = Rp 28.000
Label = Rp 25.000
Gaji Karyawan 2 orang @45.000 = Rp 90.000
TOTAL BIAYA VARIABEL = Rp 222.000
Jadi untuk setiap kali produksi dibutuhkan biaya sebesar Rp 222.000
dan mampu menghasilkan sebanyak 30 bungkus keripik bayam,
sehingga dapat ditetapkan :

Harga Pokok Penjualan = (Rp 222.000)


(Rp 30 Bungkus)
= Rp 7.400,-

Kami menerapkan sistem penjualan 60% secara personal selling dan


40% secara konsinyasi sehingga :
Personal Selling : 20 bungkus, laba yang ditetapkan 15%
Konsinyasi : 10 bungkus, laba yang ditetapkan 10%
Maka :
Harga Jual
 Harga Jual Personal Selling
= Rp 7.400 + (15% x Rp 7.400)
= Rp 7.400 + Rp 1.110 => Rp 8.510
 Harga Jual Konsinyasi
= Rp 7.400 + (10% x Rp 7.400)
= Rp 7.400 + 740 => Rp 8.140
Jadi :
20 Bungkus x Rp 8.510 = Rp 170.200
10 Bungkus x Rp 8.140 = Rp 81.400
Omset Penjualan = Rp 251.600
Laba = Omset – Biaya Variabel
= Rp 251.600 - Rp 222.000
= Rp 29.600
 Modal
Biaya Tetap : Rp 823.000
Biaya Variabel : Rp 222.000
Modal : Rp 1.045.000
 LABA/RUGI
Diketahui :
Modal = Rp 1.045.000
Harga Jual = Rp 251.600
Harga Pokok Penjualan = Rp 7.400 x 30 bungkus
= Rp 222.000
Laba/Produksi = Omset – Harga Jual
= Rp 251.600 – Rp 222.000
= Rp 29.600