Anda di halaman 1dari 21

Topologi Jaringan Distribusi

Nasrulloh S.T., M.Sc.


Teknik Elektro
Universitas Peradaban
Contents
01 Sistem Tenaga Listrik

02 Komponen Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

03 Hubung Singkat
Sistem Tenaga Listrik
Struktur tenaga listrik atau sistem tenaga listrik sangat besar dan kompleks karena terdiri atas kompone
n peralatan atau mesin listrik seperti generator, transformator, beban dan alat-alat pengaman dan pengat
uran yang saling dihubungkan membentuk suatu sistem yang digunakan untuk membangkitkan, menyalurk
an, dan menggunakan energi listrik.
Secara mendasar sistem tenaga listrik dapat dikelompokkan atas 3 bagian utama yaitu :
1. Sistem Pembangkitan
Pusat pembangkit tenaga listrik (electric power station) biasanya terletak jauh dari pusat-pusat beban di
mana energi listrik digunakan.
2. Sistem Transmisi
Energi listrik yang dibangkitkan dari pembangkit listrik yang jauh disalurkan melalui kawat-kawat atau salu
ran transmisi menuju gardu induk (GI).
3. Sistem Distribusi
Energi listrik dari gardu-gardu induk akan disalurkan oleh sistem distribusi sampai kepada konsumen.
Komponen Jaringan Distribusi Tenaga Listrik
Secara umum yang termasuk ke dalam sistem distribusi antara lain, :
1. Gardu Induk ( GI )
Berfungsi menurunkan tegangan dari jaringan transmisi dan menyalurkan tenaga listrik melalui jaring
an distribusi primer.
2. Jaringan Distribusi Primer
Merupakan awal penyaluran tenaga listrik dari Gardu Induk ( GI ) ke konsumen untuk sistem pendi
stribusian langsung. Sedangkan untuk sistem pendistribusian tak langsung merupakan tahap berikutn
ya dari jaringan transmisi dalam upaya menyalurkan tenaga listrik ke konsumen.
3. Gardu Distribusi (Transformator)
Berfungsi merubah tegangan listrik dari jaringan distribusi primer menjadi tegangan terpakai yang di
gunakan untuk konsumen dan disebut sebagai jaringan distribusi sekunder.
4. Jaringan Distribusi Sekunder
Jaringan distribusi tegangan rendah merupakan jaringan tenaga listrik yang langsung berhubungan de
ngan konsumen. Besarnya tegangan adalah 130/230 V dan 130/400 V sistem lama, atau 380/220 V sist
em baru.
Komponen Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

Pada jaringan distribusi primer terdapat 3 jenis dasar yaitu :

1. Sistem radial

2. Sistem loop

3. Sistem spindel
Sistem Radial

Sistem distribusi radial adalah sistem distribusi yang paling sederhana dan ekonomis.
Pada sistem ini terdapat beberapa penyulang yang menyuplai beberapa gardu distrib
usi secara radial. Dinamakan radial karena saluran ini ditarik secara radial dari suatu
titik yang merupakan sumberdari jaringan itu dan dicabang – cabangkan ke titik – titi
k beban yang dilayani. Dalam penyulang tersebut dipasang gardu-gardu distribusi unt
uk konsumen
Konfigurasi Sistem Radial
Sistem Radial

Kelebihan :
Sistem tidak rumit dan lebih murah dibanding dengan sistem yang lain.
Kelemahan :
Keandalan sistem lebih rendah dibanding dengan sistem lainnya.
Hanya terdapat satu jalur utama yang menyuplai gardu distribusi, sehingga apabila jalur
utama tersebut mengalami gangguan, maka seluruh gardu akan ikut padam.
Kerugian lain yaitu mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling ujung kurang baik,
hal ini dikarenakan jatuh tegangan terbesar ada diujung saluran.
Sistem Loop

Sistem ini merupakan bentuk tertutup/ring. Susunan rangkaian memungkinkan titik


beban terlayani dari dua arah saluran. Sistem ini merupakan gabungan dari dua buah
struktur jaringan radial, dimana pada ujung dari dua buah jaringan dipasang sebuah
pemutus (PMT). Pada saat terjadi gangguan, setelah gangguan dapat diisolir, maka pe
mutus atau pemisah ditutup sehingga aliran daya listrik ke bagian yang tidak terkena
gangguan tidak terhenti. Pada umumnya penghantar dari struktur ini mempunyai str
uktur yang sama, ukuran konduktor tersebut dipilih sehingga dapat menyalurkan sel
uruh daya listrik beban struktur loop, yang merupakan jumlah daya listrik beban dar
i kedua struktur radial
Konfigurasi Sistem Loop
Sistem Loop

Bentuk sistem jaringan distribusi loop ini ada 2 macam yaitu :


a. Bentuk open loop, bila dilengkapi dengan normallly open switch
yang terletak pada salah satu bagian gardu distribusi, dalam kea
daan normal rangkaian selalu terbuka.
b. Bentuk close loop, bila dilengkapi dengan normally close switch
yang terletak pada salah satu bagian diantara gardu distribusi, d
alam keadaan normal rangkaian selalu tertutup.
Sistem Loop

Kelebihan :
Kontinuitas pelayanan lebih terjamin.
Kualitas dayanya menjadi lebih baik, karena drop tegangan dan rugi daya saluran
menjadi lebih kecil.
Kelemahan :
Biaya investasi lebih mahal dan cocok digunakan pada daerah yang padat dan m
emerlukan keandalan tinggi.
Sistem Spindel

Sistem Spindel seperti adalah suatu pola kombinasi jaringan dari pola Radial dan Ring. Spindel terdi
ri dari beberapa penyulang (feeder) yang tegangannya diberikan dari Gardu Induk dan tegangan ter
sebut berakhir pada sebuah Gardu Hubung (GH).
Adapun operasi sistem jaringan sebagai berikut :
a. Dalam keadaan normal semua saluran digardu hubung (GH) terbuka sehingga semua SKTM
beroperasi radial.
b. Dalam keadaan normal saluran ekspress tidak dibebani dan dihubungkan dengan rel di gardu
hubung dan digunakan sebagai pemasok cadangan dari gardu hubung.
c. Bila salah satu seksi dari SKTM mengalami gangguan, maka saklar beban di kedua ujung seksi
yang terganggu dibuka. Kemudian seksi – seksi sisi gardu induk (GI) mendapat suplai dari GI,
dan seksi – seksi gardu hubung mendapat suplai dari gardu hubung melalui saluran ekspress.
Sistem Spindel

Sistem jaringan distribusi spindel sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan – ke


butuhan antara lain :
a. Peningkatan keandalan atau kontinuitas pelayanan sistem.
b. Menunukan atau menekan rugi – rugi akibat gangguan.
c. Sangat baik untuk mensuplai daerah beban yang memiliki kerapatan beban
yang cukup tinggi.
d. Perluasan jaringan mudah dilakukan.
Konfigurasi Sistem Spindel
HUBUNG SINGKAT
Hubung singkat ialah suatu hubungan yang terjadi karena
adanya kesalahan – kesalahan antara bagian – bagian yang
bertegangan kerja, sebagai akibat tidak adanya suatu ham
batan guna pada lingkaran arus dimana kesalahan terseb
ut terjadi.
MACAM-MACAM HUBUNG SINGKAT
Gangguan asimetris, merupakan gangguan yang mengakibatkan tegangan dan arus yang
mengalir pada setiap fasanya menjadi tidak seimbang, gangguan ini terdiri dari:
1. Gangguan Hubung Singkat Satu Fasa ke Tanah, yakni gangguan yang disebabkan karen
a salah satu fasa terhubung singkat ke tanah atau ground.
2. Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa, yakni gangguan yang disebabkan karena fasa dan
fasa antar kedua fasa terhubung singkat dan tidak terhubung ke tanah.
3. Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa ke Tanah, yakni gangguan yang terjadi ketika ked
ua fasa terhubung singkat ke tanah.
Gangguan simetris, merupakan gangguan yang terjadi pada semua
fasanya sehingga arus maupun tegangan setiap fasanya tetap seimbang
setelah gangguan terjadi. Gangguan ini terdiri dari:
1. Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa, yakni gangguan yang terjadi ketika ketiga fasa sal
ing terhubung singkat.
2. Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa ke Tanah, yakni gangguan yang terjadi ketika keti
ga fasa terhubung singkat ke tanah.
SEBAB HUBUNG SINGKAT

Sebab – sebab hubung singkat.


a) Disebabkan adanya isolasi yang tembus/rusak karena tidak tahan terhad
ap tegangan lebih, baik yang disebabkan oleh tegangan lebih dalam (akib
at manipulasi/switching) atau tegangan lebih luar (akibat petir) maupun
karena isolasi tersebut telah tua/usang.
b) Adanya pengaruh – pengaruh mekanis yang menyebabkan antaran putus
dan mengenai phase/ phase – phase lainnya seperti akibat angin, layang
– layang maupun akibat galian – galian yang kurang hati – hati dan lain –
lainnya.
c) Disebabkan binatang seperti tikus, kalong, lowak, ular dan lain – lain.
DAMPAK HUBUNG SINGKAT
1. Turunnya tegangan pada sistem jaringan, atau malahan pada tempat – tempat tertentu tegang
an tersebut hilang sama sekali. Turunnya tegangan (biasanya disertai dengan kegoncangan tega
ngan) yang dapat mengganggu stabillitas jaringan.
2. Terjadinya hubung singkat dapat menyebabkan timbulnya pengaruh – pengaruh mekanis yang
dinamis pada komponen – komponen instalasi listrik seperti pada rel –rel/isolator, bata – bat
a penutup kabel, kumparan – kumparan trafo dan lain – lainnya. Tersebut sebanding dengan k
wardat arus lonjakan hubung singkat.
3. Mulai saat terjadinya hubung singkat dapat menimbulkan pengaruh – pengaruh thermis yang
mungkin cukup tinggi untuk menaikan suhu komponen –komponen instalasi listrik sampai pa
da panas – panas yang membahayakan seperti : Merusak bahan isolasi – isolasi antaran, melel
ehkan bahan – bahan antaran, mendidih/menguapkan minyak – minyak trafo, pemutus tenaga
dan sebagainya.
4. Dapat mengganggu kontinuitas jalannnya pengusahaan system jaringan, karena adanya pemut
us tenaga yang terangsang serta bekerja mengeluarkan pemutus – pemutus tenaga dari suatu
rangkaian arus tertentu sebagai akibat adanya h.s bekerjanya pemutus tenaga tersebut mungk
in menyebabkan adanya pemadam.
TERIMA KASIH