Anda di halaman 1dari 11

Disusun Oleh

Nama : Risma Hutajulu


Nim : 1701031570
Dosen : Utary Dwi Listiarini,SST,M.Kes
Mata Kuliah : Metodik Khusus
Pengertian Pembelajaran klinik/laboratorium

Penggunaan laboratorium utk sarana pembelajaran


diperguruan tinggi diperkenalkan pd pertengahan
abad 19
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktikum
di laboratorium lebih efektif utk memperoleh
kemampuan pengamatan dan keterampilan
Laboratorium ialah tempat utk melatih mahasiswa
dalam hal keterampilan melakukan praktek,
demonstrasi, percobaan, penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan.
Tujuan pembelajaran klinik/laboratorium

 Memberikan KELENGKAPAN bagi pelajaran teori yg telah


diterima shg antara teori dan praktek bukan merupakan
dua hal yang terpisah, melainkan suatu kesatuan
 Memberikan KETERAMPILAN kerja ilmiah bagi
mahasiswa
 Memberikan dan memupuk KEBERANIAN utk melakukan
keterampilan pada phantoom
 Menambah KETERAMPILAN DALAM MENGGUNAKAN
ALAT
 Memupuk RASA INGIN TAHU mahasiswa
 Memupuk dan membina RASA PERCAYA DIRI
Sistem Pembelajaran Klinik/Laboratorium
A. Demonstrasi
B. Simulasi
C. Roleplay
D. Bedside Teaching
E. Peer Learning ( Model Anatomi )
A.Demostrasi
 Peragaan (demonstrasi) adalah suatu metode yg populer dan mendasar
dalam memperagakan keterampilan.
 Peragaan, bisa didefinisikan sebagai penjelasan-penjelasan yang nyata
(secara visual/dapat dilihat) mengenai fakta - fakta, ide - ide atau
proses - proses yang penting.
 Dalam pengertian yang lebih luas :
 Peragaan dianggap sebagai penjelasan audio visual


 Umumnya metoda peragaan terdiri dari langkah-langkah mendasar
sebagai berikut :
 Persiapan (Preparation)
 Penyajian (Presentation)
 Penerapan (Application)
 Ujian atau tindak lanjut (Testing or Follow up)
B.Simulasi
 Simulasi dpt mendorong berbagai hal dlm belajar seperti
kompetisi, kerja sama,
empati, sistem sosial, konsep keterampilan, efesiensi,
pemberian penalti/hukuman,
kesempatan peran, dan kemampuan utk berpikir
kritis.
 Teknik simulasi ini menggunakan simulator. Simulator
merupakan alat pelatihan yg
menyerupai aslinya akan tetapi kerumitan
peristiwanya dpt dikontrol.
 Misalnya, simulasi mobil yaitu pengemudi dpt melihat
jalan, kemudi, rem, dan lain-
lain.
C.Roleplay
 Role-play merupakan teknik mengajar yg mempunyai kecenderungan utk sering
dihindari pengajar,
 Teknik role-play cenderung mempunyai konotasi yg jelek di mata pengajar dan bila
digunakan ada kecenderungan ditertawakan mahasiswa karena usaha acting
menggelikan.
 Role-play dapat digunakan utk berbagai tujuan. Pada mulanya role-play
dikembangkan sebagai teknik psikoterapi, diagnosis masalah, dan evaluasi pelatihan.
 Karakteristik role-play adalah keterlibatan peserta dan pengamat dlm menghadapi
masalah dan keinginan utk memahami dan memecahkan masalah.

 Proses role-play memberi kesempatan kpd mahasiswa melatih contoh perilaku
manusia secara nyata, yg dapat digunakan untuk :

 Menggali perasaan;

 Memahami sikap, nilai dan persepsi;

 Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan sikap;

 Mempelajari topic bahasan dengan cara yang bervariasi.
D.Beside Teaching

Bedside Teaching sebagai suatu metode yg paling efektif dlm


melatih keterampilan klinis mahasiswa.

Bedside teaching adalah suatu metode pembelajaran klinis yg


melibatkan pasien, mahasiswa dan pembimbing klinis yg
dilakukan dlm konteks klinis.

Metode ini bertujuan untuk memberikan pengalaman klinis pada


konteks nyata (real setting) dan mahasiswa dpt belajar dari
pengalaman tersebut dan dari umpan balik dari pembimbing klinik
dan pasien

Paling efektif

Melatih keterampilan klinis mahasiswa, seperti berkomunikasi


dengan pasien (history taking), melakukan pemeriksaan fisik,
observasi dan menerapkan etika klinis, profesionalisme dan
mengembangkan kemampuan nalar klinis (clinical reasoning).

Bedside teaching terdiri atas tiga tahap :

Tahap persiapan,

Tahap pengalaman (patient encounter) dan

ahap refleksi.
Lingkungan belajar klinik/laboratorium yang kondusif

Untuk menunjang pembelajaran, beberapa hal penting yg


harus dimiliki oleh suatu laboratorium yg terorganisir dg
baik
adalah :

 Efisien dan efektif ;


 Sehat dan aman ;
 Memenuhi kebutuhan psikologis mahasiswa yg berpraktek
;
 Dapat dikontrol dosen pengelola setiap saat ;
 Menjamin keselamatan alat dan mahasiswa ;
 Memberikan suasana pandangan yang menyenangkan
Menciptakan peluang belajar

 a. Berikan motivasi pada mahasiswa untuk berani


mencoba dan berlatih
 b. Aplikasi dari teori di kelas
 c. Mahasiswa lebih aktif
 d. Waktu belajar lebih lama
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH