Anda di halaman 1dari 31

Pedoman Penyusunan

Renstra Rumah Sakit


dr. ChairulSyah Putra,M.K.M
• Proses menyusun rencana strategis merupakan usaha merencanakan
langkah-langkah strategis dalam jangka menengah oleh sebuah
lembaga.
• Literatur mengenai manajemen strategis menyebutkan bahwa proses
menyusun rencana strategis merupakan awal sistem manajemen
strategis yang diikuti dengan pelaksanaan dan sistem kontrol
strategis.
• Truitt (2002) menguraikan berbagai manfaat perencanaan, antara lain
untuk menyadarkan organisasi agar memahami dan menyadari
tentang masa depan, mendisiplinkan organisasi, menekankan pilihan-
pilihan keputusan, menyadarkan para pemimpin bahwa mereka harus
mengelola lembaga, dan membuat para manajer berpikir.
• Perencanaan merupakan suatu proses yang menghasilkan dokumen
rencana. Dokumen rencana ini akan berfungsi sebagai peta untuk
mencapai suatu tujuan dengan indikator pencapaian yang disepakati
bersama oleh seluruh pihak terkait lembaga.
• Dalam hal ini perlu ada pembedaan tentang apa yang disebut rencana
strategis (strategic plan) dengan rencana usaha (business plan).
• Terdapat penulis yang menyatakan kedua rencana tersebut adalah
sama, misalnya Piggot (2000). Sementara itu, penulis lain
membedakan dua pengertian tersebut, misalnya Pinson dan Jinnet
(1999) dan Zuckerman (1998).
• Rencana strategis merupakan rencana jangka menengah yang
menjadi arah dari rencana operasional. Jangka waktu perencanaan
berkisar tiga sampai tujuh tahun ke depan tergantung pada situasi
dan jenis lembaga. Rencana usaha (business plan) merupakan
rencana kegiatan satu sampai tiga tahun ke depan yang mencakup
rencana keuangan (Brickerhoff, 2000).
• Pemahaman rencana strategis yang dipergunakan dalam buku ini
adalah rencana jangka menengah yang tidak mencakup rencana
operasional tahun pertama dan penghitungan cash flow. Sementara
itu, rencana usaha harus mencakup rencana keuangan detail dalam
bentuk cash flow sekitar dua atau tiga tahun ke depan.
Berbagai hal yang menjadi faktor untuk menyusun rencana strategis
pada rumah sakit.
Lingkungan Budaya Lingkungan
Eksternal Dan NilaiNilai Internal
Manajemen
Apa yang Apa yang
seharusnya Apa yang dapat
dilakukan oleh ingin dilakukan
Rumah Saki dilakukan oleh
oleh Rumah Rumah Saki
Sakit

Integrasi antara apa yang seharusnya, apa yang ingin Rencana Perilaku Rumah Sakit (Strategi)
dan apa yang dapat dilakukan oleh Rumah sakit dalam
rangka mengembangkan petunjuk pembuatan
keputusan
(Rencana strategis)
• Berbagai rumah sakit melakukan perubahan fisik, renovasi, atau
membuat kompleks baru tanpa disertai penyusunan rencana
strategis. Akibatnya, kegiatan rumah sakit lebih direncanakan oleh
perencana bangunan bukan oleh pelaku kegiatan di rumah sakit.
Sebagai gambaran, letak ruang bersalin dapat ditemui berada di
tengah-tengah kompleks rumah sakit
• Unit-unit usaha ini ditopang oleh manajemen tingkat rumah sakit dan
oleh manajemen fungsional. Secara garis besar, area manajemen
fungsional digolongkan pada beberapa area yaitu: (1) keuangan; (2)
sumber daya manusia, (3) teknologi; (4) pengadaan dan pembelian;
(5) medis fungsional; (6) sistem informasi dan (7) pemasaran.
• Unit usaha atau unit pelayanan strategis di rumah sakit merupakan
suatu hal yang kontroversial. Cara pandang yang menolak
menyatakan bahwa adanya unit pelayanan di rumah sakit dapat
menimbulkan batas-batas yang tidak diperlukan antarunit sehingga
membahayakan mutu pelayanan bagi pasien.
• Dengan adanya konsep instalasi sebagai unit pelayanan strategis,
diharapkan ada pemimpin yang mampu mengelola setiap unit
pelayanan. Kesadaran ini akan memicu pengembangan ketrampilan
manajemen dan kepemimpinan untuk para kepala unit pelayanan
strategis.
• Dengan mengacu pada pemahaman akan struktur rumah sakit,
terdapat beberapa strategi di dalam rumah sakit yaitu (1) Strategi
pada tingkat rumah sakit secara keseluruhan; (2) Strategi pada level
instalasi-instalasi atau unit-unit usaha yang memberikan pelayanan
langsung ke masyarakat; dan (3) Strategi fungsional pada bidang–
bidang pendukung misal keuangan, pemasaran, staf medik fungsional,
keperawatan, dan sebagainya.
Perancangan Sistem

Komitmen dan Perencanaan Manajemen


Kepemimpinan Strategis Operasional Klinik
Peningkatan Kinerja RS
Pengembangan SDM dalam rerangka Balanced
Scorecard
Perancangan Sistem Keuangan

Perancangan Sistem
Fasilitas Fisik dan
Bangunan

(Adaptasi dari Bernard J Horak, Strategic Planning in Healthcare,1999)


Langkah-Langkah Penyusunan Rencana Strategis
Langkah 1 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 6

Pembahasan Review Proses Penetapan


LEVEL perubahan Rencana Penetapan anggaran
RUMAH dan berbagai strategis prioritas
SAKIT hal yang di RS Dalam
membuat RS perencanaan
bergerak
untuk
meningkatkan kinerja

Pedoman Dokumen Pedoman Anggaran


Strategi RS: Rencana Anggaran Unit
Mengarahkan ke Strategis Usaha
Misi, Visi dan Unit Usaha
Nilai-nilai RS

LEVEL Langkah 2 Langkah 5


INSTALASI Pengembangan Rencana Strategis Penentuan Program dan Anggaran
PROSES PERENCANAAN STRATEGIS
Langkah Perencanaan Waktu Pihak yang bertanggungjawab dan
yang terlibat

Pengembangan proses Dua pertemuan dalam Direktur/direksi RS, Ketua


perencanaan dan waktu dua minggu Tim perencana dan
kesepakatan antar berbagai konsultan rencana strategis
pihak

Menilai misi dan visi Dua hari retreat Direktur, Anggota Dewan
organisasi Penyantun atau Yayasan,
serta wakil-wakil dokter.

Menilai lingkungan luar 6 minggu (bersama dengan Ketua Tim perencana dan
lingkungan dalam) staf, serta konsultan rencana
strategis

Menilai lingkungan dalam 6 minggu Ketua Tim perencana dan


staf, serta konsultan rencana
strategis
Langkah Perencanaan Waktu Pihak yang bertanggungjawab
dan yang terlibat

Mengembangkan tujuan Dua minggu setelah Direktur/direksi, Ketua Tim


organisasi melakukan analisis perencana dan staf, serta
Direktur/direksi, Ketua Tim lingkungan luar dan dalam konsultan rencana strategis
perencana dan staf, serta
konsultan rencana strategis
Perumusan Strategi untuk Satu minggu sesudah Direktur/direksi, Ketua Tim
menjapai tujuan kesepakatan mengenai tujuan perencana dan staf, serta
organisasi konsultan rencana strategi

Persetujuan rencana Pertemuan Dewan Dewan (Governing body)


strategis Penyantun atau Yayasan

Pengembangan rencana Bervariasi berdasarkan kerumitan Direksi, Ketua Tim perencana dan
kegiatan dan jadual pelaksanaan setiap pilihan. Diharapkan tidak staf.
untuk setiap strategi yang lebih dari satu bulan
terpilih
PERSIAPAN
• Pengumpulan Data Primer

Secara garis besar data yang didapat dari Data Primer adalah :
1. Kondisi Lahan/ Lokasi yang akan dibangun atau dikembangkan
sebagai Fasilitas
Sarana dan Prasarana Rumah Sakit.
2. Informasi lainnya yang terkait dengan rencana dari Manajemen
Rumah Sakit.
3. Informasi keinginan masyarakat sekitar terkait Layanan Kesehatan
Rumah Sakit
Pengumpulan Data Sekunder
• Pengumpulan Data Sekunder, dilakukan dengan mendatangi masing-
masing Instansi terkait sesuai dengan Data yang dibutuhkan dalam
pekerjaan penyusunan ini. Jika pada salah satu Instansi ternyata Data
tidak dipunyai, atau sedang dalam proses pembuatan, atau sedang
digunakan untuk keperluan lain maka Data dapat mencari pada
instansi lain yang terkait sesuai dengan kebutuhan data tersebut.
• Data Dalam/Internal dari Rumah Sakit

1. Data Kesehatan
- Angka Kesakitan (Morbiditas) Utama Rawat Inap Rumah Sakit
- Angka Kematian (Mortalitas) pada Rumah Sakit.
- Angka Kelahiran
- Angka Pasien Rujukan
- Data Asal Pasien Rawat Jalan, Rawat Gawat Darurat dan Rawat Inap di
Rumah Sakit
• Jumlah Pasien Rawat Jalan pada Rumah Sakit
• - Jumlah Pasien Rawat Inap pada Rumah Sakit
• - Jumlah Hari Rawat pada Rumah Sakit
• - Angka Rata-rata Hari Rawat di Rumah Sakit secara keseluruhan
• - Jumlah dan Jenis Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit
• - Jumlah dan jenis Tenaga Dokter pada Rumah Sakit
• - Jumlah Tenaga Paramedik Perawatan di Rumah Sakit
• - Jumlah Tenaga Peramedik Non Perawatan di Rumah Sakit
• - Jumlah Tenaga Non medik di Rumah Sakit
• - Jumlah dan Jenis Layanan Spesialistik di Rumah Sakit
• - Jumlah dan Jenis Layanan Penunjang Medik di Rumah Sakit
• - Struktur Organisasi Manajemen Rumah Sakit
2. Data Lokasi
• Data Kondisi Lahan Rumah Sakit yang ada dan rencana pengembangannya
• Bentuk dan Luas Lahan dan Lantai Bangunan yang ada serta rencana
perluasannya
• Kondisi Lingkungan menurut ketentuan Pemerintah Daerah setempat pada
• Lahan yang ada dan sekitarnya
• Batas lokasi lahan sebelah Utara/ Selatan/ Timur/ Barat atau Depan/
• Belakang/ Kiri/ Kanan lokasi Lahan
• Jaringan Listrik, Air Minum, Telepon, Air Kotor / Limbah, Pemadam
Kebakaran, Jaringan Gas dan Pembuangan Sampah data Penggunaan dan
Ketinggian Bangunan serta Dokumen Perencanaan
• Bangunan yang ada (Arsitektur, Struktur, Elektrikal dan Mekanikal Bangunan)
3. Data Studi Terdahulu
• Studi Kelayakan Rumah Sakit terdahulu yang masih berlaku
• Rencana Bisnis atau Rencana Strategi Rumah Sakit
Data Eksternal Rumah Sakit dan Lingkungan
1. Data Kesehatan
a. Angka Kesehatan (Morbiditas) penyakit utama Rawat Jalan di Puskesmas dan
Rumah Sakit
b. Angka Kesakitan (Morbilitas) penyakit utama Rawat Inap di Puskesmas dan
Rumah Sakit
c. Jumlah Posyandu, Puskesmas Pembantu, Puskesmas dengan tempat tidur
dan Puskesmas Keliling
d. Jumlah dan Jarak merata Puskesmas Pembantu, Puskesmas DTP dan
Puskesmas Keliling dengan Rumah Sakit di wilayah kerja
e. Jumlah Rumah Sakit di wilayah kerja termasuk Rumah Sakit Swasta
f. Jarak Antar Rumah Sakit di wilayah Kerja
g. Jumlah Tempat Tidur Rumah Sakit di Wilayah Jangkauan Rumah Sakit
h. Jumlah dan Jenis Tenaga Dokter Umum dan Spesialis di wilayah kerja
i. Jumlah Tenaga Para Medik Perawatan, Para Medik Non Perawatan
dan Tenaga Non Medik diwilayah kerja
• Data Keadaan Lingkungan Sekitar
a. Jalan Pencapaian dan Kondisinya serta Klasifikasi Jalan Lingkungan
berupa Jalan Utama maupun Jalan Penghubung lainnya.
b. Utilitas Bangunan sesuai yang ada apakah wilayah ini sudah memiliki
Jaringan Telepon, Listrik, Air Bersih dan Saluran Pembuangan serta data
kondisinya.
c. Kondisi Topografi wilayah perencanaan.
d. Rencana peruntukkan tanah di sekitar wilayah perencanaan yang
terkait dengan Rencana Tata Ruang Kota yang ada (RTBL, RUTR, RDTR,
RTRW).
e. Iklim dan Cuaca setempat diwilayah ini.
• Data Kesehatan Kota/Kabupaten
a. Data Tarif Perawatan di Rumah Sakit lain sekitar lokasi
b. Sebaran Rumah Sakit sekitar wilayah
c. Pola penyakit Kota/ Kabupaten
Data Kebijakan dan Pedoman serta Peraturan Pemerintah Setempat
a. Kebijakan dan Pedoman terkait Layanan Kesehatan Rumah Sakit
b. Peruntukan Tanah diwilayah setempat
c. Peraturan Teknis yang berlaku setempat , antara lain:
1) Garis Sempadan Bangunan (;GSB)
2) Jarak bebas Bangunan
3) Koefisien Lantai Bangunan (;KLB)
4) Tinggi maksimal lantai bangunan
5) Koefisien Dasar Bangunan (;KDB)
6) Koefisien Daerah Hijau (;KDH)
5. Data Demografi
a. Luas Wilayah
b. Jumlah Penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dll
c. Angka Kepadatan
d. Laju Pertumbuhan Penduduk
Data Sosial Dan Budaya
a. Agama
b. Peranan Masyarakat
c. Suku Bangsa
7. Data Ekonomi
a. Mata Pencarian
b. Tingkat Pendapatan
c. Penghasilan setempat berupa Pendapatan Asli Daerah (;PAD)
• Terima kasih