Anda di halaman 1dari 18

Micro Skills

MICRO SKILLS
♣ Micro skills merupakan ketrampilan-ketrampilan khusus
yang dibutuhkan dalam proses konseling psikologi

♣ Keterampilan/teknik-teknik yang digunakan oleh konselor


dapat dipilah menjadi elemen-elemen perilaku konselor
yang disebut MICRO SKILLS

♣ Micro skills dapat dipelajari secara individual dan


dipraktekkan untuk dapat meningkatkan KUALITAS dan
EFEKTIVITAS relasi konseling
LISTENING
• KONSELOR adalah PENDENGAR

• PERLU mengikuti dengan amat hati-hati


segala sesuatu yang dikatakan oleh klien
dan mengingat detil terkecil dari
pembicaraan yang berlangsung

 RESPON seminimal mungkin


Attending
• Attending skill merupakan keterampilan
dasar untuk berempati. Kemampuan untuk
mengalami dan mengerti dunia orang lain
• Empat dimensi dasar attending:
– Kontak mata.
– Bahasa tubuh.
– Gaya bicara.
– Pemilihan Kata-kata.
Mengajukan pertanyaan (questioning)

• Questioning/Bertanya: Cara helper membuka area untuk


didiskusikan, hal ini menolong saat akan memfokuskan pada isu
tertentu, dapat juga digunakan untuk memfasilitasi helpee
mengeksplorasi dirinya.

• Terampil dalam mengajukan pertanyaan akan membuat klien


merasa bebas untuk mengeksporasi dan membawa arah
wawancara kemanapun ia inginkan.

• Pertanyaan Tertutup dan Terbuka


Contoh
Pertanyaan tertutup : Kamu marah?
Pertanyaan terbuka : Bagaimana perasaanmu ?

Pertanyaan tertutup : Berapa jumlah anak Anda?


Pertanyaan terbuka : Ceritakan pada saya tentang anak-anak
Anda.

Pertanyaan tertutup : Apakah Anda bertengkar dengan istri


Anda?
Pertanyaan terbuka : Bagaimana bentuk hubungan Anda dengan
istri Anda?
PARAPHRASE
• Paraphrase adalah sebuah metode mengulang inti
dari pesan atau ucapan helpee dengan cara serupa,
tetapi dengan kata-kata yang lebih sedikit.
• Paraphrase memiliki 3 tujuan:
1. Memperlihatkan pada helpee bahwa helper
memahaminya.
2. Mengerucutkan makna dari apa yang
disampaikan helpee dan akan memberi arah yang
lebih baik bagi jalannya konseling.
3. Menjadi alat untuk memeriksa akurasi persepsi
helper.
Contoh Paraphrasing

Klien : dia benar-benar seorang yang sangat


baik, bijaksana, peka, dan baik hati. Dia
sering telfon dan enak diajak jalan.
Klien : Saya benar-benar tidak paham. Semenit yang
lalu dia minta saya untuk melakukan ini, dan
menit berikutnya dia menyuruh hal yang lain.
Klien: Saya tahu bahwa saya tidak seharusnya sekeras
ini pada diri sendiri, tapi saya tidak bisa
berhenti berpikir beberapakali sebelum
melakukan sesuatu.

Konselor : Kamu ingin lebih nyantai, tapi tidak bisa


mengendalikan reaksi yang biasa terjadi
Minimal Encourage
• Minimal encourage adalah salah satu teknik
untuk yang menunjukkan pada klien bahwa
kita sedang bersamanya.
• Contoh :
– “Oh?” “Jadi?” “Kemudian?” “Dan?”
– Mengulangi satu atau dua kata kunci
– “Ceritakan lebih banyak lagi pada saya”
– “Em ----hemm” “eh—eheh”
– Pernyataan pendek yang sama dengan pernyataan
klien dibagian terakhir.
Merefleksikan (reflecting)
Mengekspresikan kembali dalam kata-kata baru
tentang perasaan-perasaan klien yang esensi,
baik yang dinyatakannya maupun yang tersirat
Secara sederhana, definisi merespon perasaan adalah:
mengidentifikasi dan memberi feedback pada helpee
mengenai latar belakang pengalaman emosionalnya.

TUJUAN
memusatkan perhatian terhadap perasaan-
perasaan klien, dan bukan sekedar isi
pembicaraannya
Manfaat
☺ to bring vaguely expressed feelings into
clearer awareness
☺ membantu klien untuk merasa ‘memiliki’
perasaan-perasaannya

Reflecting yang AKURAT bergantung pada kemampuan


konselor untuk mengidentifikasi perasaan-perasaan atau
isyarat dari perasaan tersebut, baik dari kata-kata
maupun isyarat tubuh
Contoh
Klien: Saya berharap ibu saya mau lebih memperlihatkan
minatnya terhadap diri saya. Kerap saya memintanya
untuk datang berkunjung ke rumah saya, namun beliau
tidak pernah melakukannya. Kemarin hari ulang tahun
saya dan beliau memang mengunjungi saya, tetapi tahukah
Anda beliau bahkan tidak ingat sama sekali bahwa hari itu
adalah hari ulang tahun saya. Saya bukannya berpikir
bahwa ibu saya tidak peduli sama sekali terhadap saya.
(berkata pelan dengan nada suara yang datar)

Konselor: Kamu kecewa dengan perilaku ibu


Kamu merasa sakit hati karena ibu
kurang memperdulikan
Contoh
Klien : Saya baru saja medapat pekerjaan
baru, Pekerjaan ini beda banget dengan yang dulu.
Bos saya baik, saya mendapat ruang kerja yang
oke, dan atmosfir keseluruhan di kantor baru ini
benar-benar positif. Saya nyaris tidak percaya
kalau saya bisa seberuntung ini.

Konselor : Anda merasa benar-benar bahagia


dengan pekerjaan baru Anda
SUMMARIZATION
• Summarization merupakan keterampilan
untuk menyampaikan pesan secara to the
point (langsung). Hampir sama dengan
paraphrase dan reflecting feeling, tetapi
membutuhkan kemampuan untuk
berkonsentrasi lebih lama terhadap
pernyataan helpee dan kemampuan untuk
mensintesiskan pernyataan-pernyataan
tersebut dalam suatu penyataan terintegrasi
dan menyeluruh.
Manfaat Summarization
• Memfasilitasi klien untuk merasakan adanya
kemajuan dari upaya mengenali masalah
yang dihadapi, dan adanya kesadaran akan
proses yang sedang dijalani.
• Membantu mengakhiri sesi konseling
• Untuk memfokuskan pada isu tertentu yang
biasanya tidak terlihat jelas.
• Membuka jalan baru bagi pemecahan
masalah.