Anda di halaman 1dari 13

TEORI REASONED ACTION (THEORY OF

REASONED ACTION) / TEORI PERILAKU


YANG DIRENCANAKAN ( THEORY OF
PLANNED BEHAVIOUR )

KELOMPOK 2
Ilham Wahyu Wibisono
Liliani Permata Sari
KOMPONEN DALAM REASON ACTION
 Komponen pertama mengacu pada sikap
terhadap perilaku.
 Komponen kedua mencerminkan dampak dari
norma-norma subyektif.
VARIABEL – VARIABEL UTAMA DARI
THEORY REASON ACTION,
A. Sikap
Menurut Alport sikap adalah suatu predisposisi
yang dipelajari untuk merespon terhadap suatu
objek dalam bentuk rasa suka atau tidak suka.
Sikap merupakan kecenderungan untuk
mengevaluassi dengan beberapa derajat suka (
favor ) atau tidak suka ( unfavor ), yang
ditunjukan dalam respon kognitif, afektif, dan
tingkah laku terhadap suatu objek, situasi,
institusi, konsep atau orang / sekelompok orang.
VARIABEL – VARIABEL UTAMA DARI
THEORY REASON ACTION,
B. NORMA SUBJEKTIF

 Pengertian Norma Subjektif


Menurut Ajzen, norma subjektif merupakan
persepsi seseorang terhadap adanya tekanan
sosial untuk menampilkan atau tidak
menampilkan tingkah laku. Selain itu, Ajzen
juga mendefinisikan norma subjektif
sebagai belief seseorang individu atau kelompok
tertentu menyetujui dirinya untuk menampilkan
tingkah laku tertentu.
LANJUTAN….
 Peran Norma Subjektif
Harapan dari orang lain yang berpengaruh lebih
kuat, lebih memotivasi orang yang bersangkutan
untuk memenuhi harapan tersebut, akan lebih
menyokong kemungkinan seseorang bertingkah
laku sesuai dengan harapan.
VARIABEL – VARIABEL UTAMA DARI
THEORY REASON ACTION,
C. KONTROL PERILAKU YANG DIRASAKAN

Pengertian
 Kontrol perilaku yang dirasakan merupakan persepsi
seseorang tentang kemudahan atau kesulitan untuk
menampilkan tingkah laku. Persepsi ini merupakan
refleksi dari pengalaman masa lampau individu dan
juga halangan atau rintangan untuk menampilkan
tingkah laku.
LANJUTAN…
Peran Kontrol Perilaku yang Dirasakan
 Kontrol perilaku yang dirasakan adalah faktor
yang sangat berperan dalam memprediksi
tingkah laku yang tidak berada di bawah control
penuh individu tersebut. Kontrol perilaku yang
disarankan berperan dalam meningkatkan
terwujudnya niat ke dalam tingkah laku pada
saat yang tepat.
D. NIAT
Pengertian Niat
 Niat berperilaku menurut Fishbein, Ajzen dan
banyak peneliti merupakan suatu predictor yang
kuat tentang bagaimana seseorang bertingkah
laku dalam situasi tertentu.
 Dapat disimpulkan bahwa niat merupakan
predictor yang kuat dari perilaku yang
menunjukkan seberapa keras seseorang
mempunyai keinginana untuk mencoba,
seberapa besar usaha mereka untuk
merencanakan, sehingga menampilkan suatu
tingkah laku.
VARIABEL – VARIABEL UTAMA DARI
THEORY REASON ACTION
E. Perilaku
Pengertian Perilaku
 Secara etimologis kata perilaku berarti
tanggapan atau reaksi seseorang ( individu )
terhadap rangsangan / lingkungan. Selain itu,
perilaku juga merupakan aktivitas yang
dilakukan individu dalam usaha memenuhi
kebutuhan.
ANALISIS TEORI REASON ACTION DALAM
ROLEPLAY

 Sikap :
Pasien : “iya mas, saya bawa. Tapi mas saya disini
bingung anak saya di imunisasi atau tidak. Tapi
saya takut seperti imunisasi yang sebelumnya ”

Ket : pada dialog diatas pasien tersebut


menunjukan sikap suka akan tetapi dia khawatir
untuk melakukan imunisasi terhadap anaknya
 Kontrol Perilaku yang Dirasakan
Pasien : “terakhir di imunisasi hepatitis B. oh iya
mas kenapa kemarin anak saya setelah diberikan
vaksin imunisasi hepatitis B badannya jadi panas
dan anaknya rewel. Makanya saya jadi khawatir
kalau anak saya di imunisasi lagi.”

Ket : pada dialog diatas peran kontrol perilaku pasien


mengalami kesulitan untuk melakukan imunisasi
terhadap anaknya dikarenakan persepsi sang ibu yang
khawatir bahwa anaknya akan mengalami panas lagi
seperti imunisasi yang sebelumnya
 Peran Norma Subjektif
Perawat : “iya bu sangat penting, soalnya
imunisasi ini untuk menjaga kekebalan tubuh
pada anak ibu agar tidak mudah terkena penyakit”

Ket : pada dialog diatas peran sih perawat lebih


memotivasi orang yang bersangkutan untuk
memenuhi harapan tersebut, akan lebih
menyokong kemungkinan seseorang bertingkah
laku sesuai dengan harapan.
TERIMAKASIH