Anda di halaman 1dari 23

DISEMINASI AKHIR

STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN


RUANG AN NUUR RSUD H. HASAN BASRY KANDANGAN
TANGGAL 30 DESEMBER 2019 – 25 JANUARI 2020

INDIRA PUTRA RENDY PRADANA


AGUSTINI
KHAIRUN NISA
RUSMINI NOVI ARIYANI
NOOR AZIZAH
AHMAD ZAILANI
AHMAD ZULFAKAR RAHMAN
GAZALI RAHMAN
HABIL
ILHAM
NOOR MAIDA

PROGRAM PROFESI NERS


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
PROFIL RUANG AN NUUR

• “Menjadi Pusat Rujukan


Neurologi Terbaik
VISI Sebanua Anam dan
Sekitarnya”

• Memberikan pelayanan medis dan paramedic


yang berstandar nasional di bidang neurologi
• Semua pelayanan neurologi terintegrasi

MISI dengan tekhnologi informasi


• Mengembangkan SDM neurologi yang
berkelanjutan
• Menjadi Stroke Center sebagai layanan
handal terintegrasi serta
• Menjadikan Pusat Medical Check Up
Neurologi
M1

Berdasarkan tingkat pendidikan Berdasarkan status kepegawaian

PNS
5 5
Sarjana
Keperawatan Ners
9 9 Non
DIII Keperawatan
PNS

Berdasarkan status jenjang karir

Perawat Klinis I

Perawat Klinis II
4 2
Perawat Klinis III

8
Perhitungan tenaga menurut Depkes 2005
Berdasarkan perhitungan, didapatkan kebutuhan tenaga
perawat di Ruang An Nuur yaitu 16 orang.
Diagnosis Keperawatan Terbanyak di Ruang An Nuur

Sales
9 7 SNH
11 11
6 SH
12
LBP
153
22 EPILEPSI
Epedemic Vertigo
CKR
77
BPVH
LBP, Lumbar Region
Vertigo Peripheral
Headeche
KEPUASAN PASIEN
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan pada tanggal 2
Januari 2019 menurut kepala Ruang An-Nuur (Syaraf) survey
kepuasan pasien direkapitulasi setiap 6 bulan oleh bidang pelayanan.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 1-3 Januari


2019, survei kepuasan pasien sudah dilakukan sendiri di Ruang An-
Nuur (Syaraf) setiap 3 bulan oleh bidang pelayanan.

Dari hasil kuisioner dengan 25 item pertanyaan didapatkan bahwa


100% menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan di Ruang
An-Nuur (Syaraf).
M2

• Ruang An-Nuur (Syaraf), memiliki fasilitas yang cukup


memadai.
• Dari hasil wawancara perawat mengatakan terbatasnya
pengadaan tissu dan kurang nya wastafel.
M3

• Ruang An-Nuur (Syaraf) RSUD Brigjend H.Hasan Basry Kandangan


menerapkan model asuhan keperawatan SP2KP (Sistem Pemberian
Pelayanan Profesional).

• Hasil observasi pada tanggal 31 Desember 2019, didapatkan bahwa


model asuhan keperawatan SP2KP yang diterapkan pada Ruang An-
Nuur (Syaraf) dengan metode tim dan adanya supervisor dalam metode
ini. Terjalin kerjasama yang baik antara Katim dan Perawat Pelaksana

• Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruang An-Nuur (Syaraf),


Ruang Syaraf memiliki 1 orang kepala ruangan yang merangkap sebagai
supervisor, 2 orang ketua tim yang memiliki sampai 5-6 orang anggota
perawat pelaksana (PP) masing-masing tim, namun untuk pemberian
asuhan keperawatan dilakukan tanpa pembagian tim, sehingga dilakukan
secara bersama-sama atau pembagian tim biasanya hanya sesuai dpjp.
M4

• Sumber pendapatan ruangan berasal dari dana rumah sakit, sumber


dana berasal dari Badan layanan umum daerah (BLUD) dibawah
pengawasan Provinsi Kalimantan Selatan, Mayoritas pembiayaan
pasien menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)
dan hanya sedikit pasien dengan status umum (biaya sendiri).

• Hasil wawancara dengan kepala ruangan, untuk pengadaan alat di


ruangan (dengan harga yang tidak disebutkan nominalnya) listnya
terlebih dahulu diserah terimakan kepada kepala ruangan, kemudian
kepala ruangan melaporkan kebidang keperawatan lalu kebagian
penunjang setelah itu kebidang perencanaan keperawatan.
M5

KESELAMATAN PASIEN
Ketetapan identifikasi pasien
Di Ruangan An-Nuur (Syaraf) pasien menggunakan nomor bed pasien masing-masing, pasien menggunakan identitas yang berisi nama
pasien, tanggal lahir dan nomor RM yang ditulis pada gelang identitas pasien

Peningkatan komunikasi yang efektif


Timbang terima menggunakan SBAR. Dari hasil observasi seluruh perawat menggunakan SBAR dan panduan SBAR diletakkan di
nurse station

Peningkatan keamaanan obat yang perlu diwaspadai


Pada Ruang An- Nuur (Syaraf) penyimpanan obat injeksi dan oral sudah disediakan ditempat yang memadai, yakni setiap pasien
memiliki loker masing-masing. penyimpanan obat-obatan high alert sudah terpisah yaitu pengambilan obat high alert harus langsung
diresep dan pengantarannya dilakukan oleh tenaga Farmasi langsung.

Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, epat pasien.


Perawat menggunakan APD seperti handscone saat memberikan tindakan keperawatan.

Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan


Setiap perawat di Ruang An-Nuur (Syaraf) pada pasien yang terpasang infus, NGT maupun DC selalu memperhatikan tanda-tanda
infeksi yang mungkin terjadi

Pengurangan resiko pasien jatuh


Semua tempat tidur yang ada di Ruang An-Nuur (Syaraf) dalam kondisi baik, pagar masih terpasang dengan kuat dan setiap pasien baru
atau pasien yang mengalami penurunan kondisi selalu dikaji resiko jatuh. Pasien yang terindikasi memiliki resiko tinggi jatuh, juga
terpasang gelang dengan penandaan berwarna kuning.
PROSES

Fungsi Perencanaan

Terdapat visi dan misi ruangan


Adanya SAK, SPO dan Crinical Pathway sebagai pedoman dalam melaksanakan tindakan
keperawatan

Standar kinerja :
Menurut wawancara pada tanggal 2 Januari 2019 kepada Kepala Ruangan di Ruang An-Nuur
(Syaraf) memiliki kebijakan toleransi untuk kehadiran apabila ada kejadian yang tidak diinginkan.
Begitupun dari pihak Rumah Sakit absen kehadiran melalui finger print sehingga pihak rumah sakit
yang memberikan sanksi oleh komisi disiplin (jika tanpa keterangan yang jelas), dan yang disiplin
diberikan reward oleh pihak rumah sakit.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dari tanggal 1-3 Januari 2019 Ruang An-Nuur (Syaraf)
tidak mempunyai kebijakan khusus untuk perawat yang tidak disiplin namun nanti dapat diberikan
dipengarahan ketika ada rapat evaluasi bulanan.

Berdasarkan hasil kuesioner yang dibagikan kepada 15 orang perawat didapatkan bahwa yang
menjawab Selalu 13 orang (86,7%), Sering 2 orang (13,3%) terhadap standar kinerja.
Fungsi Perorganisasian

• Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan, didapatkan bahwa


sudah terdapat struktur organisasi yang dibuat meliputi, Kepala Ruangan,
Katim dan perawat pelaksana dan administrasi.
• Pembagian tugas ruangan berdasarkan dengan jenjang karir dan uraian tugas
yang dibuat oleh Rumah Sakit dan ruangan secara tertulis.
• Tidak ada pengaturan pengorganisasian pasien berdasarakan rasio perawat
dan pasien yang ada di Ruang An-Nuur (Syaraf), dimana semua dilakukan
secara bersama-sama baik oleh tim 1 ataupun Tim 2.
Fungsi Ketenagaan

• Pada saat pengkajian hari tanggal 31 Desember 2019 - 2 Januari


2020 Ruang Syaraf ( An - Nuur ) RSUD Brigjend H. Hasan Basry
Kandangan. Di Ruang An-Nuur (Syaraf) memiliki 2 tim kerja yang
terdiri dari 1 Karu 2 Katim dan 13 orang perawat pelaksana.

• Di Ruangan An-Nuur (Syaraf), pengaturan jadwal dinas dilakukan


oleh Kepala Ruangan, Katim pada shift pagi dan perawat pelaksana
paling banyak yang dinas pada shift pagi. Pembagian perawat yang
berdinas setiap harinya tidak seimbang antara shift pagi, siang, dan
malam, selalu ada perawat penanggung jawab disetiap shift. Apabila
shift pagi, maka perawat penanggung jawab adalah Katim, dan untuk
shift siang dan malam yang bertanggung jawab adalah perawat yang
berdinas dan diserahi tanggung jawab oleh Katim.
Fungsi Pengarahan

• Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala ruangan, tanggal 31 Desember 2019 - 2


Januari 2020 timbang terima, preconferen dan postconferen selalu dilakukan pada
pergantuan shift
• Motivasi kepada perawat sudah dilakukan namun hanya secara lisan saja dan
peningkatan motivasi sebenarnya sudah dilakukan oleh rumah sakit baik secara
langsung maupun tidak langsung
• Pendelegasian dari kepala ruangan kepada staf di Ruang An-Nuur (Syaraf) kadang
hanya secara lisan dan tidak tertulis, namun untuk pelimpahan tugas ketika ada
pelatihan atau pertukaran dinas memiliki form tersendiri.
• Kegiatan supervisi ruangan dilakukan setiap hari oleh kepala ruangan tetapi hanya
secara in formal dan langsung ke ketua tim atau pun perawat pelaksana yang berdinas
• pelaksanaan ronde keperawatan hanya kadang-kadang, secara tidak langsung (ketika
ada dokter visite/ketika ada kunjungan tim gizi) tidak dalam bentuk forum dan tidak
terjadwal.
Fungsi Pengendalian

• Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan pada tanggal 2 Januari 2019,


menurut kepala Ruang An-Nuur (Syaraf) untuk indikator mutu seperti pasien
infeksi nosokomial, kejadian dekubitus dan kejadian jatuh sebagai tolak ukur
untuk meningkatkan mutu pelayanan Ruang An-Nuur (Syaraf) sudah
optimal.
• Menurut kepala Ruang An-Nuur (Syaraf) sosialisasi audit dokumentasi
keperawatan sudah terlaksana. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 1-3
Januari 2019, didapatkan bahwa dokumentasi keperawatan di Ruang An-
Nuur (Syaraf) meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan,
intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan sudah terdokumentasi
• Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 1-3 Januari 2019,
survei kepuasan pasien sudah dilakukan sendiri di Ruang An-Nuur (Syaraf)
setiap 3 bulan oleh bidang pelayanan. Dari hasil kuisioner dengan 25 item
pertanyaan didapatkan bahwa 100% menyatakan puas terhadap pelayanan
yang diberikan di Ruang An-Nuur (Syaraf).
• INDIKATOR PELAYANAN EFISIENSI RUANGAN

BOR (Bed Occupancy Ratio / Angka penggunaan tempat tidur) : 71%

AVLOS (Average Length of Stay / Rata-rata jam pasien dirawat) : 5


Hari

TOI (Trun Over Interval / Tenggang perputaran) : 2 Hari

BTO (Bed Turn Over / Angka perputaran tempat tidur) :4,4 kali

NDR (Net Death Rate) : 44,7 Permil

GDR (Gross Death Rate) : 74,6%


Hasil Evaluasi penerapan SAK (Instrumen ABC)
Instrumen Dokumentasi
Asuhan Keperawatan di Ruang An-Nuur (Syaraf) di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan
didapatkan hasil evaluasi pendokumentasian baik pada pengkajian, dan baik pada diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi dan cukup baik catatan keperawatan.

Instrumen Kepuasan
Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner pada 15 klien/keluarga yang telah dilakukan pada tanggal
1 Januari 2020 didapatkan kesimpulan bahwa semua pasien mengatakan puas (100%).

Hasil kuesioner pada perawat di Ruang An-Nuur (Syaraf) RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan
menyatakan bahwa dari 11 orang perawat, yang menyatakan Sangat Puas = 0, Puas = 8 orang, Cukup
Puas 11 orang, Tidak Puas 11 dan Sangat Tidak Puas = 0.

Instrumen SOP
Hasil evaluasi pemasangan NGT melalui observasi pada tanggal 31 Desember 2019 - 2 Januari 2020
dari 11 item yang dinilai didapatkan ada 10 item yang dilakukan, yaitu 90 %, dengan 1 tindakan yang
tidak dilakukan yaitu memasang alas diatas dada.

Hasil evaluasi perawatan pemasangan O2 melalui observasi pada tanggal 31 Desember 2019 - 2 Januari
2020, dari 9 item yang dinilai terdapat 9 item yang dilakukan yaitu 100%.
kekuatan

peluang
Identifikasi kelemahan
masalah

ancaman
MAN MUTU

Adanya peningkatan standar kesehatan

Berdasarkan kuesioner didapat tingkat masyarakat yang harus dipenuhi

pendidikan perawat D3 Kep sebanyak 9


orang (64,3%) dan Ners sebanyak 5 orang
(35,7%). /

Dana Belum adanya forum


operasional ronde keperawatan yang
Terdapat 15 buah
berasal dari terstruktur dan terjadwal
tempat tidur
BLUD

MONEY METODE MATERIAL


PRIORITAS MASALAH
• Kurang Optimalnya Pelaksanaan Ronde Keperawatan
• Kurangnya jumlah kebutuhan tenaga keperawatan
No MASALAH KEGIATAN INDIKATOR KEBERHASILAN WAKTU PENANGGUNG
JAWAB
1. Melakukan kontrak waktu dengan pasien
1 Kurang Optimalnya 1. Pasien bisa menetukan waktu yang sesuai 7-20 Januari 2020 Akhmad Zulfakar
2. Meminta persetujuan pasien dengan
Pelaksanaan Ronde memberikan infomed consent 2. .pasien menyetujui informed consent Rahman
3. Melakukan koordinasi terhadap tim yang terlibat
Keperawatan Di Ruang An- 4. Melaksanakan ronde di dekat bad pasien
3. Anggota tim bisa hadir saat ronde Noor Azizah
Nuur (Syaraf) 4. Ronde terlaksana dengan baik dan benar Rusmini Novi
Ariyani

2 Kurangnya jumlah 1. Mengusulkan jumlah tenaga perawat 1. Kurang Optimalnya Pelaksanaan Ronde Keperawatan DiRuang 7-20 Januari 2020 Akhmad Zulfakar
An-Nuur (Syaraf)
kebutuhan tenaga sesuai standar Depkes RI Rahman
2. Pemenuhan kebutuhan dasar pasien terpenuhi dan pasien
keperawatan 2. Mengusulkan modifikasi pembagian tim Noor Azizah
menyatakan puas dengan beban kerja yang sesuai
berdasarkan tingkat ketergantungan pasien Rusmini Novi
Pelaksanaan tindakan tidak dilimpahkan pada satu
sesuai dengan standar perhitungan. Ariyani
perawat.
3. Menyesuaikan pelaksanaan tugas sesuai
3. Perawat menyelesaikan tugas sesuai job distnya
dengan job dist dari pembagian tugas
4. Beban tenaga perawat tidak terlalu tinggi karena
4. Memodifikasi dan memanfaatkan tenaga
ada tenaga yang membantu.
yang telah ada di ruangan untuk tindakan :
5. Beban tenaga perawat tidak terlalu tinggi karena
mahasiswa praktek keperawatan
ada tenaga yang membantu.
5. Mengatur dan menjadwalkan perawat yang
akan mengambil cuti kecuali pada perawat
yang punya urusan mendadak, sehingga
tenaga yang ada diruangan mencukupi
PRAOBLEM SOLVING FOR BETTER HOSPITAL
• Membuat kalender/lembar bolak-balik SAK
• Membuat 10 leaflate penyakit terbanyak
• Menyediakan tissue dan sabun cuci tangan
• TERIMAKASIH