Anda di halaman 1dari 20

Kelompok 9

Resti Nanda 1202120394


Amelia Sabrina 1202154355
Rizki Hidayat 1102136552

 Hak Keuangan Partai Politik
Ketentuan tentang hak mendapatkan dukungan dana
dari anggota, kader dan masyarakat belum masuk
sebagai bagian dari hak Parpol di dalam UU Parpol.
Hak yang dimasukan hanya terkait hak atas subsidi
negara (APBN/APBD).

Kewajiban Keuangan Partai Politik
Dalam rangka pesta demokasi di negara ini, Idealnya
mereka harus transparan karena sebagai suatu entitas yang
menggunakan dana public yang besar tanggung jawab.

Mereka harus mempertangungjawabkan sumber daya


keuangan yang digunakan kepada para konstituennya dan juga
sebagai bentuk kepatuhan kepada Undang-undang. Bentuk
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan para peserta
pemilu, adalah dengan menyampaikan :
 Laporan Dana kampanye (semua peserta pemilu)
 serta Laporan Keuangan (khusus untuk Parpol), yang harus
diaudit oleh akuntan Publik dan disampaikan ke KPU serta
terbuka untuk diakses publik.

Penyusunan Tata Administrasi Keuangan Parpol.
Penyusunan SK KPU tersebut beserta lampiran lampirannya
adalah hasil dari MOU antara KPU dengan IAI
ditandatangani pada tanggal 7 Agustus 2003. Melalui SK
KPU No. 676 memberikan pedoman standar bagi parpol
untuk tata kelola adminstrasi yang baik meliputi 3 hal
pokok, sebagai lampiran SK tersebut yaitu:
1. Tata Administrasi Keuangan Peserta Pemilu (Buku I)
2. Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan Partai Politik
(Buku II)
3. Pedoman Pelaporan Dana Kampanye Peserta Pemilu
(Buku III)

Karakteristik Administrasi Keuangan Parpol adalah
sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan Parpol
Dasar penyusunan Pedoman Sistem Akuntansi
Keuangan Parpol adalah PSAK 45 tentang Standar
akuntansi untuk entitas nirlaba. PSAK 45 sementara ini
adalah merupakan standar/acuan bagi akuntansi partai
politik sebelum ditetapkannya standar akuntansi
khusus yang berlaku untuk partai politik.

Susunan lengkap dari laporan keuangan partai politik terdiri
dari:
a) Laporan posisi keuangan
b) Laporan aktivitas
c) Laporan arus kas
d) Catatan atas laporan keuangan
Susunan lengkap dari laporan keuangan parpol harus
mencakup keseluruhan informasi yang dipersyaratkan oleh
PSAK 45 maupun PSAK selain 45 yang berlaku umum untuk
semua jenis usaha. Dengan demikian PSAK-PSAK yang lain
akan applicable sepanjang halhal tertentu belum diatur di
PSAK 45.
Hal-hal khusus akuntansi
parpol adalah sebagai
berikut
• Unit pelaporan adalah tunggal 
(bukan sebagai multiple entities).
• Laporan keuangan terdiri dari Laporan posisi keuangan, Laporan
aktivitas, Laporan Arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
• Laporan keuangan parpol adalah laporan keuangan gabungan dari
seluruh struktur kepengurusan parpol.
• Akuntansi parpol tidak bertujuan untuk mengukur laba/Profit,
dengan demikian aspek kinerja keuangan parpol yang dinilai adalah
dari segi bagaimana parpol tersebut dapat menghasilkan uang untuk
mendanai kegiatannya dan bagaimana transparansi dan akuntabilitas
keuangan parpol terhadap para resource/penyumbang sumber daya
keuangan dan publik.
• Asumsi dasar: basis akrual.
• Sistem pencatatan double entry system

 Parpol harus menjalankan pengendalian intern
seperti yang dipersyaratkan dalam lampiran I SK
KPU NO 676 Tahun 2003 yaitu mengenai petunjuk
pelaksanaan tata admistrasi keuangan parpol dan
peserta pemilu.
 Segala kekayaan parpol harus terpisah dari
kekayaan pengurusnya.
 Diharapkan bahwa semua transaksi keuangan
parpol baik transaksi keuangan maupun transaksi
dana kampanye dilakukan melalui mekanisme
perbankan.

Pelaporan Dana Kampanye
Laporan dana kampanye menyajikan sisi sumber dan
penggunaan dana kampanye parpol. Laporan ini
disajikan oleh parpol yang mengikuti Pemilihan Umum
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan tahunan, dan hanya disajikan pada periode
tahun yang ada pemilihan umum di dalamnya

Jenis Laporan Dana Kampanye
 Laporan Dana Kampanye yang disusun oleh peserta
pemilihan umum terdiri atas :
 1. Laporan Dana Kampanye Peserta Pemilu (berisi
sumber dan penggunaan dana kampanye)
 2. Catatan atas Laporan Dana Kampanye Peserta
Pemilu, yang berisi keterangan mengenai item-item
dalam Laporan Dana Kampanye.
 3. Informasi Tambahan,
SUMBER DANA PARTAI
POLITIK

PP No. 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan
kepada Parpol.
Juga dijelaskan Permendagri No. 24 Tahun 2009
tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan,
Penganggaran dalam APBD, Pengajuan dan Laporan
Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan
Parpol.

Secara rinci perbandingan mengenai aturan-aturan
keuangan partai politik dapat dilihat di bawah ini:
 Iuran Anggota
 Subsidi Dana Publik
 Fasilitas Publik
 Sumbangan Individual
 sumbangan Organisasi Buruh dan Sejenis
 Sumbangan dari Pihak Asing
MEWUJUDKAN GOOD
GOVERNANCE DENGAN MITRA KOALISI
KEUANGAN PARTAI POLITIK YANG
TRANSPARAN DAN AKUNTABEL

Persoalan transparansi atas pendanaan partai politik
masih menjadi tantangan hingga saat ini. Harapan publik
untuk dapat mengakses dokumen laporan keuangan masih
sulit dijamin.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan
keuangan partai politik adalah keniscayaan karena sebagai
institusi publik partai politik mempunyai peran besar
dalam menjaga demokrasi dan mengelola pemerintahan.
Namun komitmen partai politik untuk terbuka dan me
mpertanggungjawabkan dana partai sangat lemah.
Secara khusus, fenomena pelaporan keuangan yang
kurang baik itu sekaligus memperlihatkan bahwa partai
politik tidak disiplin dalam mencatat penerimaan,
pengelolaan, dan pengeluaran dana partainya.
Peraturan mengenai partai politik
Peraturan mengenai partai politik telah diatur dengan


Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011, sebagai pengganti dari
Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik.
Keuangan partai politik bersumber dari iuran anggota,
sumbangan, maupun bantuan keuangan dari APBN/APBD. Dalam
pasal 34A ayat 1 menyebutkan bahwa partai politik wajib
menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan
pengeluaran yang bersumber dari dana bantuan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) secara berkala 1 (satu) tahun sekali untuk diaudit
paling lambat 1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Tujuan audit oleh BPK tersebut adalah untuk
menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-

undangan terkait dengan bantuan pemerintah dan
efektivitas dan operasi penggunaan dana bantuan
pemerintah. Audit dilaksanakan berdasarkan Standar
Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).
Dalam pasal 38 UU No 2 th 2011 dijelaskan
bahwa hasil pemeriksaan laporan pertanggungjawaban
penerimaan dan pengeluaran keuangan partai politik
terbuka untuk diketahui masyarakat.
Hal ini mengindikasikan bahwa seharusnya
masyarakat dapat mengetahui dan mengakses atas
pelaporan keuangan partai. Namun kenyataannya
masih sangat sulit untuk menerapkan transaparansi
atas keuangan partai politik
PERAN KPU DALAM
KEUANGAN PARTAI POLITIK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bisa
membuat regulasi mengenai laporan keuangan
konsolidasi partai politik saat melakukan kampanye
pemilihan umum.
Laporan keuangan ini bukan hanya menyangkut
penerimaan dan pengeluaran dana kampanye parpol,
melainkan dana yang dikelola pengurus parpol dan
calon legislatif
MASALAH-MASALAH TENTANG
STANDAR AKUNTANSI PARTAI
POLITIK SA’AT INI

Ada pendapat yang menyatakan bahwa PSAK 45 – Pelaporan Keuangan
Entitas Nirlaba dapat digunakan sebagai standar akuntansi keuangan
partai politik, karena karakter partai politik mirip dengan karakter
organisasi nirlaba.
Namun ada beberapa hal yang membedakan partai politik
dengan entitas nirlaba. Karakteristik khusus partai politik tersebut
antara lain:
 jika pada organisasi nirlaba pada umumnya terdapat kejelasan jenis
barang dan/atau jasa yang dihasilkannya,
 maka tujuan utama partai politik adalah dalam rangka meraih
kekuasaan politik; perjuangan utama partai politik dilakukan
melalui Pemilihan Umum, kepentingan publik yang lebih besar; dan
adanya kegiatan besar lima tahunan yaitu kegiatan kampanye. Di
samping itu, beberapa peraturan yang secara khusus mengatur
partai politik sehingga menyebabkan kekhususan pada keuangan

Dengan dasar adanya perbedaan karakteristik,
perbedaan kepentingan pemakai laporan keuangan dan
adanya transaksi-transaksi khusus partai politik
dengan entitas lain, diperlukan adanya standar
akuntansi keuangan khusus yang mengatur pelaporan
keuangan partai politik.
diharapkan laporan keuangan partai politik
dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dapat
diandalkan dan memiliki daya banding yang tinggi

Dengan standar akuntansi yang baik, dan
informasi yang bisa diakses masyarakat luas
Dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima
pemaparan dari Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) , IAI
memaparkan sistem audit keuangan partai politik
dalam forum rapat ,
ini merupakan awal dari persiapan KPU untuk
menyiapkan sebuah sistem atau standardisasi
pelaporan keuangan partai politik

Secara berkala partai politik harus membuat dan
melaporkan keuangannya kepada KPU. KPU ditugasi
Undang-undang untuk membuat standardisasi
keuangan dan tata cara pelaporan keuangan parpol
serta standardisasi dan tata cara pelaporan dan
pengumumam dana kampanye. Dalam Pemilu yang
lalu tidak ada standardisasi seperti itu sehingga
menyulitkan audit oleh akuntan. Hari ini dengan
adanya paparan dari IAI diharapkan dapat diperoleh
adanya standardisasi akuntansi sehingga memudahkan
audit keuangan Parpol dan dana kampanye.