Anda di halaman 1dari 45

PRESENTASI KASUS

G1P0A0 Gravida 38 minggu


dengan Hemoragik Ante Partum
ec Plasenta Previa + HbsAg
Disusun Oleh:

ANNISA APRILIA ATHIRA


1102014029

Pembimbing:
dr. Yedi Fourdiana, Sp.OG
Angka Kematian Ibu
Kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan di
Indonesia. 99% angka kematian ibu terjadi di negara
berkembang, sedangkan angka kematian ibu di
negara maju sebesar 1%.

PENDAHULUAN Perdarahan Antepartum


Perdarahan antepartum merupakan kasus gawat
darurat yang kejadiannya berkisar 3% dari semua
persalinan, penyebabnya antara lain plasenta previa,
solusio plasenta, dan perdarahan yang belum jelas
sumbernya

Infeksi Hepatitis B
Infeksi HBV pada wanita hamil dapat ditularkan secara
tranplasental bayi yang lahir dari ibu carier HBsAg
harus diimunisasi dengan memberikan
immunoglobulin dan vaksin hepatitis B segera
2
PERDARAHAN
ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum merupakan perdarahan yang
berasal dari traktus genitalia setelah usia 5-10%
kehamilan 24 minggu dan sebelum onset pelahiran
janin.
Keparahan dan frekuensi perdarahan
obstetri membuat perdarahan trimester
ketiga menjadi salah satu dari tiga
penyebab kematian ibu dan penyebab
terbesar morbiditas dan mortalitas
Penyebab Obstetri Penyebab non-obstetri perinatal di Amerika Serikat
Bloody Show Keganasan atau displasia
serviks
Plsenta Previa Servisitis
Solusio plasenta Polip servikal
Vasa Previa Erosi serviks
DIC Laserasi vagina
Ruptur Uteri Vaginitis
Perdarahan sinus Varikose vulva
marginal
Perdarahan
Antepartum

4
PLASENTA PREVIA

Definisi Etiologi Gejala Klinis


Keadaan dimana plasenta Keadaan meningkat saat 1. Perdarahan tanpa nyeri
berimplantasi pada tempat endometrium kurang baik; 2. Perdarahan terjadi akhir
abnormal, yaitu pada segmen 1. Multipara trimester keduake atas
bawah rahim sehingga menutupi 2. Mioma uteri 3. Perdarahan pertama tidak
sebagian atau seluruh 3. Kuretase berulang banyak dan berhenti sendiri
pembukaan jalan lahir (ostium 4. Usia lanjut 4. Perdarahan berulang
uteri internal)
6
PLASENTA PLASENTA PREVIA
PREVIA TOTALIS MARGINALIS

Klasifikasi
Plasenta
Previa
PLASENTA PREVIA PLASENTA PREVIA
PARSIALIS LETAK RENDAH
Patofisiologi
Pembentukan Laserasi Pebentukan segmen
segmen bawah plasenta yang bawah Rahim terus
rahim berimplantasi berlangsung

Pelebaran isthmus Unavoidable Perdarahan


uteri bleeding berulang
Diagnosis

Anamnesis.
Pemeriksaan
dalam
Pemeriksaan
luar

Pemeriksaan
USG
Pemeriksaan
Laboratorium Pemeriksaan
MRI
Umum
• Tirah Baring
• Resusitasi Cairan
• Perdarahan banyak  persiapkan SC
• Perdarahan berhenti, janin preterm 
terapi konservatif

Khusus
• Konservatif
 Agar janin tidak terlahir prematur
• Aktif
 Rencana terminasi kehamilan

10
SOLUSIO PLASENTA

Etiologi
Risiko tinggi:
Klasifikasi
1. Usia Muda,
primiparitas,
solusio plasenta • Solusio plasenta
rekuren ringan
2. Trauma tumpul • Solusio plasenta
Definisi perut Gambaran Klinis sedang
3. Tekanan darah • Perdarahan yang • Solusio plasenta
Terlepasnya tinggi, kelainan berwarna merah berat
sebagian atau pembekuan tua
seluruh permukaan darah • Nyeri Perut
maternal plasenta • Uterus tegang
dari tempat
implantasi nya
sebelum waktunya
Perdarahan yang berasal dari solusio plasenta yang luas. Perdarahan
eksternal: plasenta terlah terlepas di bagian perifer: membran antara
plasenta dan kanalis servisis uteri juga terlepas dari desidua
dibawahnya. Hal ini memungkinkan darah mengalir keluar vagina.
Perdarahan terselubung : tepi plasenta dan membran masih melekat
darah masih tertahan dalam uterus. Plasenta previa parsial terdapat
pelepasan plasenta dan perdarahan eksternal
Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan
dalam
Pemeriksaan
luar

Pemeriksaan
USG
Pemeriksaan
Laboratorium Pemeriksaan
MRI
Tatalaksana Solusio Plasenta
Kasus ini harus dilakukan pada fasilitas kesehatan yang lebih lengkap

• Jika ada perdarahan hebat dengan tanda


awal syok pada ibu; lakukan persalinan
segera
• Waspada kemungkinan perdarahan
pascasalin
• Jika perdarahan ringan atau sedang dan
belum ada tanda-tanda syok; perhatikan DJJ
RUPTUR UTERI

Definisi Etiologi
• Ruptur nya jaringan parut
Gejala Klinis
• Perdarahan yang hebat
Akibat cedera atau kelainan bekas seksio sesarea, • Nyeri perut hebat
yang telah ada, ruptur juga miomektomi, riwayat kuretase. • Palpasi juga ditemukan bentuk uterus
dapat terjadi akibat trauma, • Disfungsi persalinan (partus yang abnormal dengan kontur tidak
lama, distosia) jelas, nyeri tekan dinding perut.
atau dapat terjadi sebagai • Induksi atau akselerasi • Pada pemeriksaan Leopold, bagian-
komplikasi persalinan pada persalinan yang distimulasi bagian janin mudah dipalpasi.
uterus yang sebulumnya berlebihan
tidak memiliki jaringan • Grande multipara tanda khas seperti lingkaran konstriksi
15
parut patologis (Bandl’s Ring) sering ditemukan
16

16
Klasifikasi

Ruptur uteri Ruptur uteri Ruptur Ruptur


komplit inkomplit traumatik spontan

Histerektomi
bila terjadi ruptur
komplit selama
percobaan persalinan.

17
VASA PREVIA

Etiologi
Diagnosis
Pembuluh darah
janin melintasi • Jarang
selaput ketuban terdiagnosa
yang berada di sebelum
Gambaran Klinis
Definisi depan ostium uteri
• Perdarahan dapat
persalinan
keadaan dimana internum. • Saat ANC
timbul UK >24
pembuluh darah janin minggu dilakukan USG
berada di dalam • Darah merah segar dengan Color
selaput ketuban dan • Tidak disertai atau Doppler
melewatiostium uteri dapat disertai nyeri
internum untuk perut dan kontraksi
kemudiansampai ke uterus Diagnosis dapat
dalam insersinya tali • Perdarahan segera dipastikan pasca salin
pusat. setelah ketuban dengan pemeriksaan
pecah selaput ketuban dan
plasenta.
Tatalaksana Vasa Previa

Seksio Caesarean

Persalinan pervaginam
HEPATITIS B

Infeksi virus pada hati yang


disebabkan oleh virus hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus


hepatitis B (VHB). Virus ini pertama kali
ditemukan oleh Blumberg pacta tahun
1965 dan di kenal dengan nama antigen
Australia. Virus ini termasuk DNA virus

21
Hepatitis B

Faktor Predisposisi Manifestasi Klinis

1. Faktor Host 1. Fase Praikterik (prodromal)


2. Faktor Agen 2. Fase Ikterik
3. Faktor Lingkungan 3. Fase Konvalesen (Penyembuhan)

Sumber dan Cara Penularan Diagnosis


Tes antigen-antibody virus Hepatitis B:
• Darah HbsAg
• Transmisi Seksual Anti-HBs
• Penetrasi jaringan HbeAg
• Transmisi maternal- Anti-Hbe
neonatal HbcAg
Anti-Hbc
22
Pengaruh terhadap
kehamilan & bayi
10-20 % ibu hamil dengan HBsAg positif yang tidak mendapatkan
imunoprofilaksis, menularkan virus pada neonatusnya

Dan ± 90 % wanita hamil dengan seropositif untuk HBsAg dan HBeAg menularkan
virus secara vertikel kepada janinnya dengan insiden ± 10 % pada trimester I dan
80-90 % pada trimester III.

Infeksi VHB tidak menunjukkan efek teratogenik tapi mengakibatkan insiden Berat
Badan Lahir Rendah ( BBLR ) dan Prematuritas yang lebih tinggi diantara ibu hamil
yang terkena infeksi akut selama kehamilan

VHB dapat melalui ASI sehingga wanita yang karier dianjurkan mendapat
Imunoglobulin hepatitis B sebelum bayinya disusui.
Paste your logo here Make your own summer

LAPORAN
KASUS

24
IDENTITAS
PASIEN Istri Suami

Nama : Ny. S Nama : Tn. A


Umur : 35 th Umur : 29 th
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Betawi Suku : Betawi
Golongan : B Rh + Golongan Darah :-
Darah

Alamat : Sukaindah
No RM : 169283
Tanggal : 4 Desember 2019
Masuk
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
KELUHAN UTAMA KELUHAN TAMBAHAN

Keluar darah dari Mules sejak 3 jam SMRS


jalan lahir
berulang sejak 5
jam SMRS

04.00 06.00

Keluar darah dari jalan Nyeri perut (-), pusing


Pasien juga mengeluh
lahir sejak 5 jam (-), penurunan
perutnya mules sejak 3 kesadaran (-), Riw.
SMRS. Darah yang
keluar secara tiba-tiba jam SMRS. Riwayat Trauma (-)
berupa gumpalan keluar air-air
berwarna merah, tidak disangkal.
disertai nyeri.
Riwayat Penyakit Riwayat Penyakit
Dahulu Keluarga
Riwayat Hipertensi (-), Riwayat Hipertensi (-),
Diabetes Mellitus (-), Diabetes Mellitus (-),
Alergi (-) Alergi (-)

Riwayat Operasi
Pasien tidak ada riwayat operasi
RIWAYAT
MENSTRUASI

MENARCHE SIKLUS LAMA

12 Tahun Teratur 7 hari


Riwayat Kontrasepsi:
Pasien tidak pernah memakai alat kontrasepsi sebelumnya
Riwayat Obstetri:
•Paritas : G1P0A0 AH: -
•HPHT : 8 Maret 2019
•HPL : 15 Desember 2019
•Usia Kehamilan: 38 minggu 5 hari

No Tahun Tempat Umur Jenis Penolong Penyulit BB Keterangan


Partus Partus Kehamila Persalina
n n
1. Hamil ini

Catatan penting selama ANC:


ANC teratur selama kehamilan di bidan
STATUS GENERALIS

KU : Baik Konjungtivaanemis (-/-),


KS : Compos Mentis Sklera ikterik (-/-)
TD : 145/78 mmHg
Nadi : 82 x/menit
Suhu : 36,5oC
Pernafasan : 22 x/menit
TB : 150 cm
BB : 60 kg

Suara nafas vesikuler di seluruh lapang BJ I/BJ II reguler murni, suara BJ


paru, suara tambahan (-) tambahan (-)

Pembesaran perut (+) simetris, bising Akral hangat, edema (-)


usus (+), striae gravidarum (+)
STATUS OBSTETRI

TFU : 27 cm
TBJ Klinis : (27-12) x 155 = 2325 gram
Leopold I : Teraba bagian lunak, asimetris, tidak melenting,
kesan bokong
Leopold II : Teraba bagian keras memanjang di sebelah kiri,
dan bagian-bagian kecil menonjol di sebelah kanan, kesan
punggung di kiri, ekstremitas di kanan
Leopold III : Teraba bagian keras, melenting, simetris, kesan
kepala
Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk pintu atas
panggul
His : 1 x 10’,15”
DJJ : 143 x/menit

Inspekulo : Tidak dilakukan


Pemeriksaan Dalam : Tidak dilakukan
Pemeriksaan
Laboratorium
4 Desember 2019

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


Hematologi
Darah Rutin
Hb 10,6 g/dL 12.0 – 16.0 g/dL
Ht 32 % 38.0 – 47.0 %
Eritrosit 3.67 x 106/µL 4.20 – 5.40 x 106/µL 5 Desember 2019 (Post SC)
Leukosit 8.5 x 103/µL 5.0 – 10.0 x 103/µL
Trombosit 193 x 103/µL 150 – 450 x 103/µL Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Serologi Hematologi
Anti HIV Penyaring Darah Rutin
HIV Reagen 1 Non Reaktif Non Reaktif
Hb 11,4 g/dL 12.0 – 16.0 g/dL
Petanda Hepatitis
Ht 323% 38.0 – 47.0 %
HbsAg Reaktif Non Reaktif
Hemostasis Eritrosit 3.85 x 106/µL 4.20 – 5.40 x 106/µL
Waktu Perdarahan 1’30” 1 – 3 menit Leukosit 11,6 x 103/µL 5.0 – 10.0 x 103/µL
Waktu Pembekuan 4’00” 1 – 6 menit Trombosit 207 x 103/µL 150 – 450 x 103/µL
CTG USG
Tidak dilakukan
Pemeriksaan
Dilakukan
pemeriksaan
DJJ: 110-160
bpm
Basal Rate: 136
Penunjang
bpm

His:
DIAGNOSIS
KERJA
IBU JANIN

G1P0A0 Gravida 38 Tunggal hidup,


minggu dengan presentasi kepala,
Hemoragik Ante DJJ: 143x/menit,
Partum ec Plasenta regular
Previa + HbsAg

3
4
RENCANA
TATALAKSANA
• Rawat Inap
• IVFD RL
• Observasi his, DJJ
• Rencana operasi
Sectio Caesarean

PROGNOSIS
Ibu: Dubia ad
bonam
Janin: Dubia ad
bonam

35
FOLLOW UP
S O A P

• Pasien datamg dengan • KU: Baik • G1P0A0 Gravida 38 • Rawat Inap


keluhan keluar darah • Kesadaran: minggu dengan • IVFD RL 20 tpm
dari jalan lahir, mules Composmentis Hemoragik Ante Partum • Rencana Sectio
(-), nyeri (-), keluar • TD: 121/81 mmHg ec Plasenta Previa + Caesarean Cito
cairan (-) HbsAg
• Nadi: 82 x/menit
• RR: 22x/menit
• Suhu: 36,6C
• DJJ: 143 x/menit
• TFU: 27 cm
• His: 1 x 10’15”
• VT: Tidak dilakukan
pemeriksaan
• Perdarahan: ± 60 cc

36
FOLLOW UP

S O A P

• Nyeri luka post • KU: Baik • P1A0 Nifas hari • Bed Rest
operasi, ASI belum • Kesadaran: pertama post SC a/i • IVFD RL + 1 amp
keluar, BAB + BAK + Composmentis Plasenta Previa + oxytocin 20 tpm
Flatus + • TD: 100/70 mmHg HbsAg • Ceftriaxon 3 x 1gr
• Nadi: 100 x/menit drip
• RR: 22 x/menit • Gentamycin 2 x 80
• Suhu: 36,5oC mg i.v
• Perdarahan normal,
TFU 2 jari
dibawah pusat,
lochea rubra ± 40cc

37
FOLLOW UP

S O A P

• Nyeri luka • KU: Baik • P1A0 Nifas hari kedua • IVFD RL 20 tpm
post operasi • Kesadaran: post SC a/i Plasenta • Ceftriaxon 3 x 1gr
berkurang ASI belum Composmentis Previa + HbsAg drip
keluar, BAB + BAK + • TD: 114/60 mmHg • Gentamycin 2 x 80
Flatus + mg i.v
• Nadi: 114 x/menit
• RR: 22 x/menit
• Suhu: 36,3oC
• GV (+) luka kering
• Perdarahan normal,
TFU 2 jari
dibawah pusat,
lochea rubra ± 40cc

38
FOLLOW UP

S O A P

• Pasien • KU: Baik • P1A0 Nifas hari • Boleh Pulang


mengaku tidak ada • Kesadaran: ketiga post SC a/i • Cefadroxil 3 x 1
keluhan Composmentis Plasenta Previa + • As. Mefenamat 3 x 1
• TD: 121/84 mmHg HbsAg
• SF 2 x 1
• Nadi: 118 x/menit
• RR: 22 x/menit
• Suhu: 36,5oC
• Perdarahan normal,
TFU 2 jari
dibawah pusat,
lochea rubra ± 40cc

39
ANALISA
KASUS PEMERIKSAAN
FISIK
ANAMNESIS
KU/Kes : Baik / Composmentis
• Hamil 38 minggu berdasarkan HPHT
• Keluhan utama pasien adalah keluar darah TD : 145/78 mmHg
dari jalan lahir sejak 5 jam SMRS Nadi : 82 x/menit
• Keluhan keluar darah tidak disertai nyeri Suhu : 36,5oC
perut Pernafasan : 22 x/menit
• Perdarahan berulang Nyeri (-)

PEMERIKSAAN
OBSTETRI
TFU : 27 cm PEMERIKSAAN
TBJ Klinis : (27-12) x 155 = 2325 gram LABORATORIUM
L I : kesan bokong Petanda Hepatitis: HbsAg
L II: kesan punggung di kiri, ekstremitas di kanan
reaktif
L III : kesan kepala
L IV: Bagian terbawah janin belum masuk pintu atas panggul
His : 1 x 10’,15”
DJJ : 143 x/menit
Inspekulo : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Dalam : Tidak dilakukan
41

• Perdarahan terjadi setelah usia kehamilan > 24 minggu

ANALISA
• Perdarahan terjadi tanpa disertai nyeri
• Perdarahan terjadi berulang dikarenakan terjadi pergeseran antara

KASUS
plasenta dan dinding rahim, regangan rahim dan tarikan pada serviks
berkurang, tetapi dengan majunya kehamilan regangan bertambah dan
menimbulkan perdarahan baru
• Faktor predisposisi pada ibu yaitu usia 35 tahun
• Hasil lab yang menunjukan bahwa petanda HbsAg reaktif
Penanganan yang dilakukan pada pasien ini sudah sesuai dengan
kepustakaan, dikarenakan usia kehamilan pasien berdasarkan HPHT
sudah memasuki usia kehamilan aterm, maka dapat dilakukan
terminasi kehamilan yaitu dengan cara operasi Sectio Caesarean.
Seksio sesarea bertujuan mengangkat sumber perdarahan,
memberikan kesempatan pada uterus untuk berkontraksi
menghentikan perdarahannya, dan menghindari perlukaan servik dan ANALISA
segmen bawah uterus yang rapuh apabila dilakukan persalinan
pervaginam. Selain itu, tindakan operasi SC dapat meminimalisir KASUS
terjadinya infeksi vertical Hepatitis B dari ibu ke bayi akibat
proses persalinan. Tatalaksana yang dilakukan pada bayi yang lahir
dengan Ibu HbsAg (+) yaitu dengan vaksinasi Hepatitis 0 guna
untuk mencegah infeksi dan membentuk imunitas aktif dari virus
hepatitis.
PENUTUP

KESIMPULAN
• Penegakkan diagnosis pada pasien
ini dilakukan berdasarkan SARAN
anamnesis, pemeriksaan fisik dan • Sebaiknya dokter umum dapat
pemeriksaan penunjang mengenal gejala awal pada kasus HAP
• Pasien dengan plasenta previa harus • Penanganan awal harus segera
dilakukan tindakan Sectio Caesarean dilakukan secara tepat dan jika
untuk menghindari perdarahan lanjut bertugas di fasilitas kesehatan primer
• Tindakan SC dapat meminimalisir sesegera mungkin merujuk ke fasilitas
terjadinya infeksi Hepatitis dari Ibu kesehatan yang memiliki fasilitas yang
dengan HbsAg + terhadap janin dapat menangani kasus ini.
• Diagnosis dan penatalaksanaan • Sebagai tenaga medis kita harus
plasenta previa semakin dini dapat berhati-hati dalam menangani pasien
menurunkan nilai AKI yang memiliki HbsAg + guna
meminimalisir kontak penularan
WHO. Maternal Mortality. 2015
Satrianingrum, A. P., & Atika. Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan
Terjadinya Plasenta Previa. Surabaya: Unair. 2012
Prawirohardjo, S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. 2014
Navabaksh B. Hepatitis B Virus Infection During Pregnancy : Transmission and
Prevention. Iran: Midle East Journal of Digestive Diseases; 2011. p. 92-102.
DAFTAR
Olaitan AO. Prevalence of Hepatitis B Virus and Hepatitis C Virus in ante-natal PUSTAKA
patients in Gwagwalada-Abuja, Nigeria. Nigeria: Deprtment of Biological
Sciences; 2010. p. 48-50
Fairley-Hamilton D. Lecture notes obstetrics and gynaecology. 2nd ed. USA :
Blackwell Publishing ; 2004.
Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Antepartum Haemorrhage.
Green-top Guideline No 63. 2011.

Anda mungkin juga menyukai