Anda di halaman 1dari 40

SEMINAR PRAKTIK INDUSTRI

PENGAMATAN PEKERJAAN KOLOM PRECAST METODE CCP (COUPLE


COMB PLATE) PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUSUN SEWA
WILAYAH JAWA TIMUR 2 (RUSUN 17-09)

Oleh :
Dita Adelafani
14050724048

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2017
LATAR BELAKANG

Mahasiswa dituntut untuk Setiap orang berhak hidup Pengerjaan beton pracetak
memiliki wawasan luas dan sejahtera, lahir dan batin, lebih praktis dan cepat.
keterampilan yang memadai bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat.
UUD 1945 Pasal 28H ayat
(1)
TUJUAN

Tujuan Tujuan
Khusus Umum
Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan
kegiatan Praktek Industri (PI) II:

1. Mahasiswa dapat mengetahui pengawasan


pembanguan suatu proyek khususnya
pekerjaan pemasangan kolom precast
metode CCP (Couple Comb Plate).
2. Mahasiswa dapat mengetahui
perbandingan antara teori yang didapat di
perkuliahan dengan penerapan di lapangan.
3. Mahasiswa dapat meningkatkan kesiapan
dan kemampuannya dalam menghadapi
dunia kerja.
KOLOM

Kolom adalah batang tekan verikal dari rangka


struktur yang memikul beban dari balok.

Fungsi kolom sebagai pendukung beban dari


balok dan pelat untuk diterukan ke tanah
melalui pondasi
Berdasarkan bentuk
JENIS susunan tulangan

KOLOM • Kolom dengan pengikat


sengkang lateral
• Kolom dengan pengikat
spiral
• Kolom komposit
BETON
PRACETAK

Menurut Dwi Dinariana (2013), pengertian konstruksi beton pracetak atau


precast adalah suatu konstruksi bangunan yang komponen bangunannya
dipabrikasi atau dicetak terlebih dahulu di pabrik atau di lapangan, lalu disusun
di lapangan untuk membentuk satu kesatuan bangunan gedung.
Hendrawan Wahyudi dan Hery Dwi Hanggoro (2010)
BETON menjelaskan beberapa kelebihan dan kekurangan
PRACETAK beton pracetak, antara lain :

KELEBIHAN KEKURANGAN

1. Waktu pelaksanaan yang cepat. 1. Tidak ekonomis bagi produksi tipe


2. Tidak dibutuhkan lahan proyek yang elemen yang jumlahnya sedikit.
luas 2. Perlu ketelitian yang tinggi
3. Elemen pracetak melalui pengujian 3. Hanya dapat dilaksanakan didaerah
laboratorium di pabrik yang sudah tersedia peralatan
4. Kebutuhan jumlah tenaga kerja untuk handling dan erection.
dapat disesuaikan dengan
kebutuhan produksi.
METODE CCP Sistem Pracetak Couple Comb Plate (CCP)

Sistem CCP ini ditemukan oleh PT. Victory Sena Utama pada tahun
2008. Sistem ini merupakan sistem struktur rangka terbuka yang
mampu mengikuti desain arsitektural dan mempunyai keunikan pada
lokasi penyambungan komponen antar kolom dan balok.

Pada bagian bawah kolom dibuat beberapa lubang yang berfungsi


sebagai tempat stek dari poer pile cap dan kolom bawah

Komponen balok berongga pada ujung-ujung berbentuk huruf U dan


memiliki stek di kedua ujungnya.
Alamat Proyek:
Jln. Keputih Tegal Bhakti III
Pemilik Proyek:
IDENTITAS PU PERA
PROYEK Waktu Pelaksanaan:
240 Kalender
Waktu Pemeliharaan:
Nama Proyek: 180 Kalender
Pembangunan Rumah Susun Wilayah Jawa Sumber Dana:
Timur 2 (RUSUN 17-09) APBN 2017
Luas Bangunan: Konsultan Pengawas:
4.095 m2 PT. Wahanacipta Bangunwisma
No. Kontrak: Konsultan Perencana:
KU.08.09/PPK-W2/SATKER-PP/REG 17-04/07 PT. Adhikara Mitra Cipta dan PT. Sewun Indo
Tanggal Kontrak: Consultan
3 April 2017 Kontraktor Pelaksana:
PT. Brantas Abipraya (PERSERO)
Jenis Pekerjaan:
Gedung Bertingkat
PETA LOKASI
PROYEK
ORGANISASI
PROYEK
PERALATAN
YANG
DIGUNAKAN

Mobile Crane Waterpass Peralatan Las

Sapot Perancah Unting-unting


MATERIAL YANG
DIGUNAKAN

Portland Cement Semen Grouting Batu Screner

Besi sambungan Besi Tulangan Pasir


PELAKSANAAN
KEGIATAN

TAHAP PEKERJAAN PEMBUATAN


PERSIAPAN PEMBESIAN BEKISTING

PEMBONGKARAN PENEMPATAN
CETAKAN PENGECORAN TULANGAN

PEMASANGAN PEMASANGAN
KOLOM/ SAMBUNGAN GROUTING
ERECTION CCP
TAHAP
PERSIAPAN

Beberapa tahap-tahap pekerjan persiapan adalah sebagai berikut:

• Membaca bestek atau shop drawing pada gambar perencanaan


kolom dengan tipe pembesian juga detail diameter tulangan
yang dibutuhkan untuk tiap-tiap kolom
• Mempersiapkan peralatan dan material untuk pekerjaan
bekisting dan penulangan
Pada tahap pembesian ini dibagi menjadi tiga
PEKERJAAN tahap yaitu pemotongan besi tulangan, penekukan
PEMBESIAN tulangan, dan perakitan tulangan.
Beberapa tahap pembuatan bekisting adalah
sebagai berikut:

• Menyiapkan peralatan, material, dan


PEMBUATAN
gambar kerja.
BEKISTING
• Memotong besi hollow dan multiplek
sesuai dengan ukuran
• Merakit besi hollow dan memperkuat
dengan cara di las.
• Menempelkan papan multiplek pada
rangkaian besi hollow dan merekatkannya
dengan mur/baut.
• Memasang papan multiplek pada lantai
kerja sebagai alas dan memasang
rangkaian besi hollow yang telah dipasang
multiplek hingga membentuk sekat-sekat
panjang.
• Memperkuat cetakan dengan balok kayu
5/7 yang disanggah dan dipaku di atas dan
disamping cetakan.
Beberapa tahap penempatan tulangan adalah
sebagai berikut:

PENEMPATAN • Menyiapkan peralatan berupa sapu, kuas roll,


TULANGAN gergaji, dan palu.
• Menyiapkan material berupa balok kayu 5/7,
beton decking (2,5 cm), oli, kawat bendrat, dan
paku.
• Membersihkan cetakan dari kotoran dan sebu
menggunakan sapu.
• Mengoleskan oli pada cetakan
• Memasang beton decking pada besi yang telah
dirangkai.
• Meletakkan tulangan yang telah dirakit dengan
beton decking ke dalam cetakan.
• Memasang potongan multiplek yang digunakan
sebagai penutup ujung cetakan dan
memperkuat dengan balok kayu yang dipaku
pada ujung cetakan tersebut.
Beberapa tahap pengecoran adalah sebagai
PENGECORAN berikut:

• Menyiapkan peralatan berupa vibrator dan


sekop.
• Menyiapkan bahan adukan beton K 350
• Memasang chutes untuk menyalurkan adukan
beton dari truck mixer menuju cetakan kolom
yang siap diisi.
• Melakukan vibrating saat pengecoran dengan
tujuan agar cor merata dan cetakan terisi penuh
tanpa rongga.
• Langkah-langkah di atas diulang berkali hingga
semua cetakan terisi penuh.
• Setalah beton mengalami pengeringan selama
kurang lebih 15 menit, pipa sparing dilepaskan.
Beberapa tahap pengecoran adalah sebagai
PEMBONGKARAN berikut:
CETAKAN
• Menyiapkan peralatan berupa mobile crane,
palu, dan linggis.
• Menyiapkan material berupa balok kayu ukuran
5/10 dan ukuran 6/12.
• Membongkar balok kayu menggunakan linggis.
• Memukul cetakan dengan palu agar beton yang
menempel pada cetakan bisa terlepas.
• Mengangkat kolom dengan mobile crane untuk
kemudian dipindahkan ke stocking area
• Menumpuk kolom dan menyusunnya secara
vertikal dan memberi bantalan kayu antar
kolom yang ditumpuk.
Beberapa tahap pengecoran adalah sebagai
berikut:

PEMASANGAN • Menyiapkan peralatan berupa mobile crane,


KOLOM waterpass, dan perancah.
• Mengambil kolom yang tertumpuk pada
stocking area.
• Menurunkan kolom secara perlahan hingga
tulangan overstek masuk ke dalam lubang
kolom yang sebelumnya telah dibentuk oleh
pipa sparing.
• Mengebor sisi kolom untuk kemudian dipasang
dinabol
• Kolom yang telah terpasag dinabol disanggah
menggunakan perancah besi pada masing-
masing sisi kolom.
• Mengontrol ketegakan kolom menggunakan
waterpass
• Apabila kolom belum tegak, maka perancah
didorong atau ditarik sampai kolom benar-
benar tegak lurus.
PEMASANGAN
SAMBUNGAN
CCP
ALAT DAN
BAHAN
Semen ESTOP grouting Batu Screening

Multi kolom Plat baja Mur + Baut D16 L100

Balok model U shel Mobile Crane Alat Las


LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

1 3

Mengangkat kolom Mengangkat balok,


Menyanggah degan
Meletakkan kolom, sapot
Menyanggah
dengan perancah
LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

Meletakkan tulangan positif 2 buah di atas ring


balok (begel) nomor 1, sisa 3 begel sementara
diikat ke atas.
LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

5
Memasukkan besi U yang ujungnya sudah
disambung dengan mur baut dengan cara
dilas, panjang las 5 cm, duduk di atas ring
balok (begel) nomor 2, ikat pada stek kolom.
LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

6
Memasang plat CCP yang sudah dilubangi
bagian bawahnya pada 2 buah besi U yang
telah dipasang sebelumnya, diletakkan pada
posisi membelakangi baut.

Dua pasang plat tersebut tadi


disambung dengan sepotong
besi dan dilas pada plat atas
LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

8 Baut-baut dikencangkan, kemudian plat CCP


disambung pada kiri kanan dengan
pengelasan.
Mengembalikan posisi begel yang terbuka
diatas U-shel ke semula, kemudian pasang besi
tulangan menerus
LANGKAH-LANGKAH
INSTAL KOMPONEN

9
Memasang bekisting sekeliling joint kolom
sebelah atasnya diberi celah untuk pengecoran

Mengecor grouting + batu screening termasuk


lubang U-shel sampai penuh, tutup celah
pengecoran, terakhrir
Beberapa tahap grouting adalah sebagai berikut:
GROUTING
• Menyiapkan peralatan berupa pengaduk,
corong, dan canting.
• Menyiapkan material berupa semen grouting
mutu beton K 500.
• Menutup celah-celah beton bagian bawah
dengan adonan grouting yang telah dibuat.
• Mengisi lubang kolom yang berada di tengah
dengan adonan grouting hingga terisi penuh
Adapun faktor-faktor pendukung dan
penghambat yang terjadi selama pelaksanaan
FAKTOR kegiatan Praktik Kerja Lapangan:
PENDUKUNG DAN
PENGHAMBAT Faktor Pendukung
1. Komunikasi baik antara pimpinan dan pekerja,
maupun pimpinan dan pekerja dengan
mahasiwa .
2. Kontraktor sangat peka terhadap kebutuhan
pekerja dan alat bagi proyek sehingga pekerjaan
berjalan lancar.

Faktor Penghambat
1. Kelalaian pekerja dalam proses erection yang
menjatuhkan beberapa kolom dan balok
sehingga kolom dan balok tersebut tidak dapat
digunakan.
2. Terdapat beberapa pekerja yang bekerja tidak
sesuai sehingga perlu dilakukan pekerjaan ulang
sehingga terjadi kemunduran waktu.
No Teori Lapangan Keterangan
1 Persiapan peralatan Terdapat lantai kerja
ANALISIS dan tempat (SNI 03- untuk tempat
2847 2002:30) penkerjaan pengecoran
PERBEDAAN kolom, balok, dan pelat Sesuai
TEORI DAN serta tersedia stocking
PRAKTIK area.
2 Bengkokan sengkang Bengkokan sengkang
untuk sudut 90º 90º diameter 10 mm,
diameter 8-16mm, diameter bengkokan 45
menggunakan mm. Sesuai
bengkokan minimum
4D
(SNI 02-1847 2013:48)
3 Cetakan harus kokoh Multiplek tidak dilapisi
dan cukup rapat untuk plastic karena
mencegah kebocoran multiplek yang Sesuai
mortar (SNI 03-2847 digunakan sudah
2013:45) dilapisi phenol film.
4 Nilai test slump untuk Rata-rata nilai tes
pelat, balok, kolom, slump kolom yang
dan dinding adalah didapat adalah 10-12 Sesuai
7,5cm – 12 cm (PBBI cm
1971 N.1-2)
No Teori Lapangan Keterangan
5 Ketentuan pengecoran Pengecoran struktur
(SNI 03-2847 2013:44) kolom menggunakan
ANALISIS mesin vibrator guna
PERBEDAAN untuk meratakan adukan
Sesuai
semen mengisi sekeliling
TEORI DAN tulangan dari seluruh
PRAKTIK celah dan masuk ke
semua sudut cetakan.
6 Selama ereksi, komponen Kolom yang diereksi
struktur dan struktur disangga menggunakan
pracetak harus ditumpu perancah jenis bressing.
dan di bresing (braced)
secara cukup untuk
memastikan kedudukan Sesuai
yang cocok dan integritas
struktur hingga
sambungan permanen
diselesaikan (SNI 03-2847
2013:153)
7 Untuk mencegah Tidak adanya perawatan
pengeringan bidang- khusuS untuk kolom.
bidang beton, selama Setelah kurang lebih 8
paling sedikit 2 minggu jam kolom yang sudah
beton harus dibasahi kering biasa langsung
Tidak Sesuai
terus menerus dengan dipasang.
menutupinya
menggunakan karung-
karung basah (PBBI 1971
N.1-2)
Simpulan yang telah didapatkan dari kegiatan
Praktik Kerja Lapangan II adalah sebagai berikut:
SIMPULAN
1. Pekerjaan kolom precast pada proyek
pembangunan rumah susun Keputih
Wilayah Jawa Timur terdiri dari beberapa
tahapan yaitu tahap pengecoran lantai kerja,
tahap persiapan. Tahap pekerjaan
pembesian, tahap pembuatan bekisting,
tahap perangkaian tulangan pada bekisting,
tahap pengecoran dan yang terakhir adalah
tahap ereksi (pemasangan) kolom pada titik
yang telah ditentukan sebelumnya.

2. Masih banyak pekerja yang melalaikan


peraturan kesehatan dan keselamatan kerja
(K3)
Beberapa saran yang dapat diambil
SARAN berdasarkan pengamatan pekerjaan kolom
precast pada proyek pembangunan rumah
susun Ketintang Wilayah Jawa Timur adalah
sebagai berikut:

• Perlunya dilakukan briefing rutin setiap pagi


antara kontraktor dan pekerja untuk
menjaga komunikasi diantara keduanya
sehingga tidak ada missed communication
atau keselahan pada pekerjaan.