Anda di halaman 1dari 25

HUBUNGAN STRUKTUR

AKTIFITAS (HSA) SENYAWA


ANTIBIOTIK

Mikhania C.E., M.Si, Apt


PENDAHULUAN
Struktur senyawa

Sifat fisika kima

Aktifitas biologi

HUBUNGAN Ilmu kimia


STRUKTUR AKTIFITAS medisinal
SIFAT KIMIA FISIKA
 Memegang peranan penting dalam
pengangkutan obat untuk mencapai
reseptor
 Hanya obat dengan struktur khas yang
dapat berinteraksi dengan reseptor
biologis
 Contoh : kelarutan obat
KELARUTAN
 Kelarutan terkait dengan kelarutan senyawa
dalam media yang berbeda yaitu pelarut polar
dan non polar.

 Gugus hidrofilik  gugus yang dapat


meningkatkan kelarutan molekul dalam air.

 Gugus lipofilik  gugus yang dapat


meningkatkan kelarutan molekul dalam lemak
GUGUS HIDROFILIK &LIPOFILIK
STRUKTUR vs SIFAT FISIKA KIMIA
 Makin panjang rantai samping atom C:
- Bagian molekul yang bersifat non polar makin
meningkat.
- Terjadi perubahan sifat fisik (kenaikan titik didih,
kelarutan dalam air(-), Koefisien partisi lemak
air(+),Tegangan permukaan dan kekentalan (+).
- Aktivitas biologis meningkat sampai tercapai
aktivitas maksimum., tetapi jika
 Panjang atom C terus ditingkatkan maka:
- Kelarutan senyawa dalam air (-), kelarutan
dalam cairan luar sel (-), proses transport
senyawa ke reseptor(-), sehingga aktivitasnya
akan turun secara drastis
Pengukuran kuantitatif aktivitas
biologis
Tipe pengukuran kuantitatif efek obat terhadap
hewan coba :
1. Efek individu, dengan mengukur dosis
efektif individu thd hewan coba
2. Efek bertingkat, mengukur efek obat
terhadap tiap tiap hewan coba dalam 1
kelompok uji, dengan dosis bervariasi
3. Efek kuantal, mengukur respon “semua atau
tidak” dari suatu kelompok hewan coba,
dengan menentukan persen respon
ED50 & LD 50
ANTIBIOTIK
Antibiotika adalah senyawa kimia khas yang
dihasilkan oleh organisme hidup, termasuk
turunan senyawa dan struktur analognya
yang dibuat secara sintetik dan dalam kadar
rendah mampu menghambat proses penting
dalam kehidupan satu spesies atau lebih
mikroorganisme.
ANTIBIOTIKA -LAKTAM

 Struktur mengandung cincin -laktam


 Dibagi menjadi 3 : penisilin, sefalosporin, -
laktam non klasik
 Turunan penisilin : seny pilihan pengobatan
infeksi bakteri gram + dan cocci gram –
 Turunan sefalosporin utk infeksi yang tahan thd
penisilin terutama staphylococci yang
menghasilkan penisilinase dan tahan thd basil
gram –
 -laktam non klasik digunakn sbg penghambat
enzim -laktamase dan antibakteri gram -
1. PENISILIN
 Diisolasi pertama dari kultur jamur P. notatum, P
chrysogenum.
 Turunannya dibuat dg menambah prekursor
 Dibuat sintetik murni, misal fenoksimetilpenisilin
 Dari P. Chrysogenum diisolasi asam 6-
aminopenisilinat sbg bahan dasar sintesis sebagian
besar turunan penisilin
STABILITAS PENISILIN
Stabilitas in vitro :
 Kerusakan penisilin terjadi karena hidrolisis yang
dipengaruhi pH  biasanya pH asam
 Dengan mengontrol pH 6,0-6,8 dengan penambahan
dapar sitrat fosfat dan dengan pendinginan larutan
penisilin dalam air tahan sampai beberapa hari.
 Penisilin jg diinaktifkan oleh ion logam (Cu, Zn)
 Oksidator menginaktifkan penisilin, reduktor kecil
 Suhu mempengaruhi kecepatan peruraian
 Pemanasan jangka panjang menginaktifkan
HSA TURUNAN PENISILIN
1. Dibuat turunan penisilin yang tahan asam  karena
gugus penarik elektron, misal gugus fenoksi yang terikat
pd rantai samping amino. Gugus tersebut mencegah
penataulangan penisilin menjadi asam penilat bila
suasana asam
2. Dibuat penisilin yang tahan thd -laktamase  karena
adanya gugus meruah pada rantai samping asam amino
yg dpt mempengaruhi pengikatan -laktamase pada
cincin -laktam
3. Dibuat penisilin dengan spektrum luas  karena ada gugus hidrofil
seperti NH2 pada rantai samping sehingga penembusan membran
bakteri mjd besar
4. Dibuat penisilin yang aktif thd bakteri gram (–) dan Pseudomonas
aeruginosa  karena gugus asidik pada rantai samping spt COOH,
SO3H, -NHCO-
5. Penisilin yg bekerja sbg pra-obat, mll:
1. Membuat bentuk garam : prokain penisilin G
2. Menutupi gugus amino bebas : piperazilin, azlosilin
3. Membentuk ester pd gugus karboksil yang terikat atom C3 :
bekampisilin, pivampisilin, talampisilin
Penggolongan Turunan Penisilin Berdasar
Sifat Kimia Fisika

1. Penisilin yang tahan asam : penisilin V, fenetisilin,


propisilin K
2. Penisilin yang tahan thd -laktamase : azidosilin,
metisilin Na, temosilin
3. Penisilin yang tahan asam dan tahan thd -
laktamase : oksasilin Na, kloksasilin Na,
dikloksasilin Na, floksasilin Na, Nafsilin Na dan
prazosilin
2. SEFALOPSPORIN

 HASIL ISOLASI EKSTRAK JAMUR


Cephalosporium acremonium

 Turunan sefalosporin adalah antibiotika -


laktam mempunyai struktur mirip penisilin,
yaitu cincin -laktam dihidrotiazin, mgd 2
pusat atom asimetrik (C6&C7) sehingga
dapat membentuk 4 seny optis aktif
HSA
 1. Turunan sefalosporin berbeda pada gugus yang terikat di
posisi 7 / 3 cincin sefem. Modifikasi C-3 untuk mendapat
sifat fisika kimia yg dikehendaki. Modifikasi C-7 utk merubah
spektrum aktivitas
 2. Aktivitas biologis sangat tgt pd rantai samping yg terikat
pd posisi 7. Substitusi metoksi pd C7  ketahanan thd -
laktamase 
 4. Pergantian Isosterik atom S dg atom O pd cincin
dihidrotiazin (oksasefamisin/oksasefem)  spektrum
antibakteri lebih luas
ANTIBIOTIKA NON BETALAKTAM

1.Amfenikol
2.Tetrasiklin
3.Aminoglikosida
4.Makrolida
5.Polipeptida
6.Linkosamin
1.TURUNAN AMFENIKOL

HSA :
1. Modifikasi pd cincin benzen
2. Rantai samping asil penting untuk aktivitas antibakteri,
pningkatan ukuran rantai  aktiv
3. Stereokimia berperan utk aktivitas antibakteri. Isomer D-(-
)treo aktif
4. Penggantian 2 gugus hidroksil, perluasan & pemendekan
gugus CH2OH, mghilangkan aktivitas
5. Penggantian atom dikloro dg dibromo nenurunkan
aktivitas, penggantian dg CF3 meningkatkan aktivitas thd
E. Coli
HSA TUR AMFENIKOL
1. Modifikasi pd cincin benzen
2. TURUNAN TETRASIKLIN

• Dari isolasi kultur Streptomyces sp


• Tetrasiklin bersifat amfoter karena mgd gugus asam
dan basa
• Mgd gugus yg dpt membentuk ikatan hidrogen
intramolekul & dpt membentuk kompleks dg garam
Ca, Fe, Mg shg tdk diberikan bersama dg susu,
antisida & sediaan yg mgd logam tsb
TURUNAN TETRASIKLIN

Penggolongan turunan tetrasiklin brdsr waktu


paronya:
1. Masa kerja pendek (6-10jam) : tetrasiklin,
klortetra, rolitetra
2. Masa kerja sedang (12-15jam) : demeklosiklin,
metasiklin
3. Masa kerja panjang (16-19jam) : doksisiklin,
minosiklin
HSA
1. Sansiklin penting utk pembentukan kelat berperan
dalam pengangkutan ke dlm sel bakteri dan
penghambatan sintesis protein
2. Adanya ggs kromofor penting utk aktifitas
pengurangan kromofor  aktifitas
3. Ggs 4-dimetilamino penting utk pembentukan ion
zwitter, utk distribusi dalam tubuh