Anda di halaman 1dari 15

JOURNAL READING

The Effects of Anesthetics on Chronic Pain After


Breast Cancer Surgery

Dosen Pembimbing:
dr. Susana Sitaresmi K. W, Sp. An
Disusun Oleh:
Imelva Yulviani Girsang

KEPANITRAAN ILMU ANESTESI


PERIODE 11 DESEMBER 2017 – 20 JANUARI 2018
RS MARDI WALUYO METRO
LAMPUNG
2018
LATAR BELAKANG
• Insiden dan faktor-faktor prediktif untuk nyeri kronis yang dirasakan
pasien setelah operasi pembedahan kanker payudara telah banyak
diteliti. Karena rasa nyeri secara negatif dapat mempengaruhi aktifitas
harian pasien, maka penelitian untuk mengurangi rasa sakit harus
dikembangkan.

• Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan rasa nyeri pada


anestesi menggunakan propofol memiliki efek antihiperalgesik
dengan kombinasi ramfentanil dibandingkan rasa nyeri dengan
anestesi sevoflurane dengan ramifentanil.

• Pada penelitian ini, menguji hipotesis yang menyatakan bahwa


propofol dapat menurunkan tingkat keparahan nyeri kronis setelah
operasi pembedahan kanker.
METODE
• Suatu penelitian retrospektif dilakukan dengan melibatkan 175 orang
wanita (n = 86 di kelompok pasien yang diberi propofol dan m = 89 di
kelompok pasien yang diberi sevoflurane) yang berusia 20 sampai 65
tahun yang menjalani operasi bedah kanker payudara antara bulan Maret
2007 dan Desember 2008.

• Analisis mencakup tingkat insiden, tingkat keparahan, dan durasi nyeri


kronis antara kelompok pasien yang diberi propofol dengan kelompok
pasien yang diberi dengan sevoflurane, dan tingkat keparahan
dikategorisasikan kedalam nyeri tingkat ringan, tingkat sedang, dan tingkat
berat

• Durasi rasa nyeri kronis juga dibagi lagi ke dalam 3 kategori dalam interval
1 tahun. Faktor-faktor prediktif yang berkaitan dengan tingkat insiden dan
tingkat keparahan nyeri kronis setelah operasi pembedahan kanker pun
diidentifikasi.
Kriteria
Inklusi
dan
Eklusi
Hasil Tabel 1
• Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal
data klinis pasien seperti usia, tinggi badan, berat
badan, tipe operasi, konsumsi morfin post op, dll. (p
value = >0.05)

• Perbedaan paling signifikan didapatkan pada skor


VAS yang secara signifikan lebih tinggi di kelompok
pasien yang diberikan sevoflurane jika dibandingkan
dengan kelompok pasien yang diberikan propofol. (p
value = <0.05)
Hasil Tabel 2
• Tingkat insiden rasa nyeri kronis secara signifikan adalah lebih
tinggi di kelompok sevoflurane jika dibandingkan dengan di
kelompok propofol.

• Dapat dilihat bahwa terdapat lebih banyak pasien yang berkunjung


ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan rasa sakit dan
lebih cenderung mengalami disabilitas bahu pada anestesi
sevoflurane.

• Pasien yang mendapatkan anestesi sevoflurane lebih cenderung


mengalami dampak nyeri yang signifikan di dalam kehidupan
sehari-hari dibandingkan pasien yang dengan anestesi propofol.
HASIL
• Nyeri kronis setelah operasi pembedahan kanker payudara lebih
cenderung dirasakan oleh para pasien di kelompok yang diberi
sevoflurane jika dibandingkan dengan para pasien di kelompok
yang diberikan propofol.

• Usia yang lebih muda, diseksi kelenjar getah bening di ketiak,


konsumsi morfin pasca-operasi dalam 24 jam, merupakan faktor-
faktor prediktif untuk rasa nyeri kronis yang dirasakan oleh pasien.

• Konsumsi morfin pasca-operasi dalam 24 jam tingkat keparahan


nyeri kronis.
Tabel 3 memperlihatkan variabel faktor risiko
pada nyeri kronis.
KESIMPULAN
• Penelitian ini menunjukkan bahwa anestetik selama
pembedahan kanker payudara dapat mempengaruhi
perkembangan nyeri kronis.

• Usia pasien yang muda, diseksi kelenjar getah bening aksila,


dan semakin tingginya konsumsi morfin pasca-operasi dalam
24 jam dapat meningkatkan insiden nyeri kronis setelah
operasi bedah kanker payudara.
KESIMPULAN
• Penelitian ini menunjukkan bahwa anestesi propofol memiliki
kaitan dengan lebih rendahnya tingkat insiden nyeri kronis setelah
operasi pembedahan kanker payudara dibandingkan dengan
anestesi sevoflurane

• Namun, propofol tidak memiliki pengaruh yang signifikan


terhadap tingkat keparahan dan durasi rasa nyeri kronis.

• Sebagai konklusi, menurut penelitian ini propofol dapat memiliki


satu peranan yang berkontribusi di dalam penanganan preventif
peri-operasi dan penanganan analgesik multimodal, dan penelitian-
penelitian prospektif lanjutan dibutuhkan untuk mengkonfirmasi
tingkat validitas dari temuan-temuan yang provokatif ini