Anda di halaman 1dari 23

PENJUALAN ASET TETAP

ANTARA PERUSAHAAN
SEAFILIASI
• Transaksi jual beli dari non-depreciable asset antara perusahaan afiliasi yang
menggunakan harga transfer (transfer price) tidak sama dengan nilai buku (book
value) akan menimbulkan intercompany profit. Pada dasarnya intercompnany
profit tersebut merupakan belum terealisir (unrealized)
• Arah penjualan aktiva tetap antar perusahaan, setiap keuntungan atau kerugian
penjualan arus kebawah dari induk ke anak, (downstream) pada awalnya termasuk
dalam pendapatan perusahaan induk dan harus dieliminasi 100 % tanpa melihat
penguasaan Parent Company terhadap saham mayoritas Subsidiary
• jika transaksinya jenis upstream, maka eliminasi ini hanya berlaku sebesar porsi
kepemilikan Parent Company terhadap saham yang beredar dari Subsidiary
Company
Laporan Keuangan Konsolidasi (Jual Beli Aktiva Tetap)

Bentuknya dapat dikelompokkan 3 :

1. Fixed Asset Downstream Sales (Perusahaan Induk menjual aktiva


tetap kepada perusahaan Anak).
2. Fixed Asset Upstream Sales (Perusahaan Anak menjual aktiva tetap
kepada perusahaan Induk).
3. Fixed Asset Interstream Sales (Perusahaan anak yang satu menjual
aktiva tetap kepada perusahaan anak yang lain).

Dalam penjualan Fixed Assets ini, pihak penjual mengakui laba/Rugi


yang mana laba/rugi tersebut belum direalisasi. Perbedaan tersebut
karena 2 hal :

1. Cara Realisasi
2. Jangka Waktu Realisasi
Ad.1. Cara Realisasi

1. Laba/rugi kotor sudah diakui oleh penjual tersebut akan direalisasi,


melalui penjualan kepada pihak luar.
2. Ada 2 cara untuk merealisasi penjualan Fixed Assets :

a) Dengan Depresiasi (untuk Fixed Assets yang umurnya terbatas)


b) Dengan penjualan kepada pihak luar (untuk Fixed Assets yang
umurnya terbatas dan tidak terbatas).

Ad.2. Jangka Waktu Realisasi


Jangka waktu realiasi akan tergantung pada Fixed Assets yang
bersangkutan :
1. Untuk Fixed Assets yang umurnya tidak terbatas, laba/rugi
akan direaliasi pada saat Fixed Assets dijual ke pihak lain.
2. Untuk Fixed Assets yang umurnya terbatas, akan direalisir
secara bertahap selama umur ekonomis Fixed Assets yang
bersangkutan.
 Perlakuan Akuntansinya

Pada dasarnya perlakuan akuntansi terhadap laba kotor yang timbul


karena jual belli aktiva tetap adalah sama dengan perlakuan
akuntansi yang timbul dalam jual beli barang dagangan.
Metode pencatatan investasinya, yaitu :

1. Equity method
2. Cost method

 Fixed Asset Downstream Sales (Perusahaan Induk menjual aktiva


tetap kepada perusahaan Anak).
1. Untuk Fixed Assets yang umurnya tidak terbatas.
Tiga tahap akibat penjualan fixed assets ini :

a) Pada saat jual beli terjadi.


b) Selama pemilikan fixed assets oleh anak.
c) Pada saat perusahaan anak menjual fixed assset ke pihak lain.
 Pada saat jual beli terjadi.
Induk (Penjual)
Kas xxx
Tanah xxx
Laba Penjualan Tanah xxx

Anak (Pembeli)
Tanah xxx
Kas xxx

2. Perlakuan Laba penjualan fixed assets

Equity method
Laba - perusahaan anak xxx
Investasi saham – Perusahaan anak xxx
Jurnal Eliminasinya :

Laba penjualan fixed assets xxx


Tanah xxx

Cost method
Tidak membuat ayat jurnal penyesuaian seperti metode equity.
Laba penjualan fixed assets xxx
Tanah xxx
Perlakuan Laba penjualan fixed assets

Equity method
Laba - perusahaan anak xxx
Investasi saham – Perusahaan anak xxx

Jurnal Eliminasinya :

Laba penjualan fixed assets xxx


Tanah xxx

method
Tidak membuat ayat jurnal penyesuaian seperti metode equity.
Laba penjualan fixed assets xxx
Tanah xxx
 Selama pemilikan fixed assets oleh anak.

Equity method

Jurnal eliminasinya

Investasi saham – perusahaan anak xxx


Tanah xxx

Jurnal Eliminasinya

Investasi saham – perusahaan anak xxx


Akumulasi Penyusutan xxx
Aktiva Tetap xxx
Dengan adanya realisasi dan perlakuan tersebut di atas berarti :

1. Terlalu kecilnya saldo rekening investasi, akan semakin kecil


dengan jumlah yang sama, akhirnya akan habis seluruhnya
(terlalu kecilnya), saat seluruh harga pokok aktiva tetap
tersebut habis disusut, saldo rekening investasi sudah benar
(tidak terlalu kecil lagi).
2. Terlalu besarnya nilai aktiva tetap bersih, semakin kecil
dengan jumlah yang sama, akhirnya juga akan habis pada
saat seluruh harga perolehan aktiva tetap habis disusut.
Contoh : (Equity Method)

PT. ABC memiliki 80% saham PT. XYZ. Harga perolehan investasi
tersebut adalah Rp. 200.000. Pada saat investasi tersebut struktur
modal PT. XYZ adalah :
- Modal saham Rp. 200.000
- Laba Ditahan Rp. 50.000
Pada awal tahun 2003 PT. ABC menjual sebuah kendaraan seharga Rp.
30.000 kepada PT. XYZ. Nilai buku kendaraan tersebut menurut
catatan PT. ABC adalah :
- Harga perolehan Rp. 35.000.
- Akumulasi Penyusutan Rp. 15.000
- Nilai Buku Rp. 20.000
Selanjutnya PT. XYZ tersebut menyusut kendaran dengan metode
straight line dan taksiran umur ekonomis 5 tahun. Maka pengaruh
jual beli kendaraan tersebut adalah
Kendaraan Ak. Kendaraan
Thn Investasi Penyusutan Laba
(HP) Penyusutan (neto)
2003 10.000 - - 10.000 - 10.000
2004 8.000 2.000 2.000 10.000 2.000 8.000
2005 6.000 2.000 2.000 10.000 4.000 6.000
2006 4.000 2.000 2.000 10.000 6.000 4.000
2007 2.000 2.000 2.000 10.000 8.000 2.000
2008 Benar 2.000 2.000 10.000 10.000 Benar
10.000 10.000
Contoh : (Cost Method)

PT. ABC memiliki 80% saham PT. XYZ. Harga perolehan investasi
tersebut adalah Rp. 200.000. Pada saat investasi tersebut struktur
modal PT. XYZ adalah :
- Modal saham Rp. 200.000
- Laba Ditahan Rp. 50.000
Pada awal tahun 2003 PT. ABC menjual sebuah kendaraan seharga Rp.
30.000 kepada PT. XYZ. Nilai buku kendaraan tersebut menurut
catatan PT. ABC adalah :
- Harga perolehan Rp. 35.000.
- Akumulasi Penyusutan Rp. 15.000
- Nilai Buku Rp. 20.000
Laba Ditahan per Kendaraan Akumulasi Kendaraan
Thn Penyusutan Laba
31 Des (cost) Penyusutan (neto)
2003 - - - 10.000 - 10.000
2004 2.000 2.000 2.000 10.000 2.000 8.000
2005 2.000 2.000 4.000 10.000 4.000 6.000
2006 2.000 2.000 6.000 10.000 6.000 4.000
2007 2.000 2.000 8.000 10.000 8.000 2.000
2008 2.000 2.000 10.000 10.000 10.000 Benar
10.000 10.000
 Fixed Asset Upstream Sales
Dalam menjual aktiva tetap kepada perusahaan induk ini pada
umumnya perusahaan anak juga sudah mengakui laba atau
rugi. Selama aktiva tetatp tersebut masih menjadi milik
perusahaan induk, berarti la ba atau rugi yang sudah diakui
oleh perusahaan anak tersebut belum direalisir. Laba atau rugi
tersebut direalisir pada saat aktiva tetap tersebut dijual kembali
kepada perusahaan lain atau direalisir secara bertahap selama
pemakaian (untuk aktiva tetap yang disusut)

Untuk mempermudah pembahasannya, maka penjualan aktiva


tetap perusahaan anak kepada perusahaan induk ini juga
dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

1. Penjualan tanah (aktiva tetap yang tidak dapat disusut)


2. Penjualan aktiva tetap yang dapat disusut.
 Penjualan tanah (aktiva tetap yang tidak dapat
disusut)
Periode yang dipengaruhi oleh penjualan tanah oleh
perusahaan anak kepada perusahan induk ini juga dapat
dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

1. Dalam periode jual beli.


2. Selama pemilikkan
3. Dalam periode tanah dijual kembali kepada perusahaan lain.

Akibat yang terjadi dalam masing-masing periode tersebut akan


tergantung pada metode akuntansi yang dipakai oleh
perusahaan induk. Demikian pula perlakuan akuntansinya
metode cost atau equity).
Ad.1. Dalam periode jual beli.

Contoh :
PT. ABC memiliki 80% modal saham PT. XYZ. Dalam tahun 2003 PT.
XYZ menjual tanah kepada PT. ABC seharga Rp. 50.000. Harga
perolehan tanah tersebut bagi PT. XYZ adalah Rp. 35.000. Dengan
demikian PT. XYZ mengakui laba sebesar Rp. 15.000. Untuk tahun 2003
tersebut PT. ABC dan PT. XYZ melaporkan laba sebagai berikut :

Keterangan PT. ABC PT. XYZ


Laba Bersih Usaha 125.000 75.000
Laba Penjualan Tanah - 15.000
Apabila perusahan induk menggunakan metode ekuitas, maka PT. ABC
akan mengakui laba dari perusahaan anak sebesar 80% x Rp. 75.000 =
Rp. 60.000.
Jurnalnya :

Investasi Saham PT. XYZ xxx


Laba dari PT. XYZ xxx

Dengan demikian, maka laba kedua perusahaan tersebut untuk tahun 2003
adalah
Keterangan PT. ABC PT. XYZ
Laba Bersih Usaha 125.000 75.000
Laba Penjualan Tanah - 15.000
Laba dari PT. XYZ 60.000 -
Laba Bersih 185.000 90.000

Jurnal Eliminasinya (untuk mengeliminasi laba penjualan tanah)

Laba Penjualan Tanah 15.000


Tanah 15.000
Laporan laba rugi konsolidasi untuk tahun 2003 menunjukkan laba
sebesar :

Laba bersih operasi 200.000


Hak pemegang saham minoritas (20% x 75.000) 15.000
Laba bersih konsolidasi 185.000

Ad.2. Selama pemilikkan


Contoh :
Berdasarkan contoh soal diatas, pada tahun 2006 perusahaan induk
menjual tanah yang semula berasal dari perusahaan anak tersebut
kepada pihak lain seharga Rp. 60.000. Untuk tahun 2006 masing-
masing perusahaan memperoleh laba bersih usaha sebesar :
- PT. ABC Rp. 150.000.
- PT. XYZ Rp. 125.000.
Apabila perusahaan induk mencatat investasi dengan metode ekuitas,
maka jurnal yang dibuat oleh PT. ABC sehubungan dengan investasi
tersebut adalah :
Maka :
1. Untuk mencatat laba PT. XYZ yang menjadi haknya sebesar
80% x Rp. 125.000 = Rp. 100.000, yaitu :

Investasi Saham PT. XYZ 100.000


Laba dari PT. XYZ 100.000

2. Untuk mengakui realisasi laba penjualan tanah PT. XYZ pada


tahun 2003 yang direalisasi dan menjadi haknya sebesar
80% x Rp. 15.000 = Rp. 12.000.

Investasi Saham PT. XYZ 12.000


Laba dari PT. XYZ 12.000
Laba bersih maasing-masing untuk tahun 2006 adalah sebesar :

Keterangan PT. ABC PT. XYZ


Laba Bersih Usaha 150.000 125.000
Laba Penjualan Tanah 112.000 -
Laba dari PT. XYZ 10.000 -
Laba Bersih 272.000 125.000

Jurnal Eliminasinya (untuk mengeliminasi laba penjualan tanah tahun 2003)

Laba Ditahan 15.000


Laba Penjualan Tanah 15.000
Laporan laba rugi untuk tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Laba bersih operasi 275.000


Laba penjualan tanah 25.000
Jumlah laba bersih 300.000
Hak pemegang saham minoritas
28.000
20% x (125.000 + 15.000)
Laba bersih konsolidasi 272.000

Keterangan :
Laba penjualan tanah sebesar Rp. 25.000 tersebut berasal dari
2 kali penjualan, yaitu :
- Perusahaan anak kepada induk (2003) Rp. 15.000
- Perusahaan induk kepada pihak lain Rp. 10.000
- Jumlah laba penjualan tanah yang direalisir Rp. 25.000