Anda di halaman 1dari 29

PERAN MANAJEMEN RESIKO

DALAM KESELAMATAN
PASIEN
YUANITA ROSALINA DEWI
1

• Peluang terjadinya sesuatu yang akan


mempunyai dampak pada
pencapaian tujuan (AS/NZS
4360:2004).
Risiko : • Efek dari ketidakpastian tujuan
(ISO31000:2009).

• Budaya, proses dan struktur yang diarahkan


untuk mewujudkan peluang sambil mengelola
efek yang tidak diharapkan.(AS/NZS 4360:2004)
• Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan
Manajemen dan mengendalikan organisasi berkaitan
risiko : dengan risiko.(ISO 31000:2009)
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO

1. Cegah cedera pada Pasien, Pengunjung, Karyawan & Properti Secara


berkesinambungan

2. Proteksi Terhadap Aset Finansial RS

3. Proteksi terhadap Reputasi RS


Ruang Lingkup Manajemen Risiko di Rumah Sakit

Patient Care
Related Risks

Medical
Employee Staff
Related Related
Risks HOSPITAL Risks
RISK
Property Other
Related
Risks
Risks
“3 gelombang
perubahan dlm
pelayanan kesehatan,
dgn akar yg berbeda”
*Quality
(Vanostenberg,P) *SAFETY
*RM

Risk Mgt Quality Mgt Patient Safety

Pengelolaan ke 3 nya perlu diintegrasikan krn ada persamaan :


 Perlu dukungan Pimpinan
 Monitoring yg kontinu
 Kegiatan & Keputusan yg “data-driven”
 Implementasi perubahan yg “sustainable”
 Pendekatan proaktif utk pencegahan AE
Vanostenberg,P (Managing Director JCI): Integrating Quality, Patient Safety & Risk Mgt,
World Hospitals And Health Services, Official Journal of IHF, vol 41,no2, 2005.
7

SEJARAH – PERJALANAN “RISK


MANAGEMENT”
• Upaya untuk mengkaji dan memperbaiki pelayanan sudah
menjadi niat dan tujuan dari setiap pelaksana pelayanan
kesehatan sejak masa lalu saat pelayanan tersebut lahir.

• Upaya ini tidak terlepas dari peran pemikiran diluar bidang


kesehatan yang kemudian diimplementasikan dalam industri
pelayanan kesehatan oleh para pelaku pelayanan kesehatan.
CLINICAL RISK MANAGEMENT

Pelaporan KTD, analisis kejadian,


audit kejadian,analisis akar masalah.

Penilaian,analisis dan
manajemen risiko
dipenatalaksanaan
klinis.
Profesional development &
management

Pilar ini bertujuan untuk mendukung dan


mendokumentasikan pengembangan profesionalisme
pelayanan klinis.

Memeliharan diterapkannya standar


profesi/Inovasi klinis dimonitor dan dikendalikan.

Prosedur baru diperkenalkan melalui audit dan


penelitian.
MANFAAT MANAJEMEN RISIKO
Pengendalian timbulnya adverse event.
Meningkatkan perilaku untuk mencari peluang perbaikan
sebelum suatu masalah terjadi.
Meningkatkan perencanaan, kinerja, dan efektivitas.

Efisiensi.
Mempererat hubungan stakeholders.
Meningkatkan tersedianya informasi yang akurat untuk
pengambilan keputusan.

Memperbaiki citra.
Proteksi terhadap tuntutan.

Akuntabilitas, jaminan, dan governance.

Meningkatkan personal health and well being.


cepat, tepat, nyaman & mudah
THE RISK MANAGEMENT PROCESS

Building Commitment

Risk Identification

Risk Analysis

Risk Intervention

Communication
Standardization
PROSES MANAJEMEN RISIKO
MEMBANGUN KONTEKS :
• Faktor yang mendukung dan
menghambat.
• Tentukan tujuan dan sasaran
• Struktur organisasi manajemen risiko

IDENTIFIKASI RISIKO
-Apa yang bisa terjadi
-Bagaimana kejadiannya
-Mengapa hal itu bisa terjadi
-Kapan hal itu bisa terjadi
-Dimana hal itu bisa terjadi
-Siapa yang bisa tertimpa kejadian tersebut

ANALISA RISIKO
-Dampak & probabilitas
- siapa yang terlibat MONITOR
-Tingkat risiko
-Kendali yang sudah ada dan yang diperlukan AUDIT
KOMUNIKASI
DAN EVALUASI RISIKO REVIEW
KONSULTASI -Bandingkan tingkat risiko dg ktriteria
-analisa untung rugi
-Risiko diterima atau tidak

Risiko
tidak Risiko diterima
diterim
a

PENGELOLAAN RISIKO
- Tetapkan alternatif / pilihan
- analisa untung rugi
- pilih tindakan yeng paling sesuai
- perencanaan tindakan & implementasi
1. Identifikasi Risiko

Proses menemukan, mengenal, 1

dan mendeskripsikan risiko


(ISO 31000:2009).

Proaktif :kegiatan identifikasi yang dilakukan dengan


cara mencari risiko yang berpotensi menghalangi
rumah sakit mencapai tujuannya, karena risikonya
belum muncul audit,inspeksi, brainstorming,
pendapat ahli, benchmark, FMEA, analisis SWOT,
survey,dll.

Reaktif : kegiatan identifikasi yang


dilakukan setelah risiko muncul
dalam bentuk insiden/gangguan
pelaporan insiden.
IDENTIFIKASI RISIKO
• Tujuan :
untuk melihat kejadian (events) yang ada dan
yang mungkin terjadi di sebuah organisasi (rumah
sakit), yang dapat menimbulkan kerugian dimasa
yang akan datang.
• Hal yang perlu diperhatikan : ketersediaan data
yang akurat, keterbukaan, kejujuran dan
proporsional.
• Diperlukan sistem yang dapat menyediakan data
dan budaya yang mengarah pada keterbukaan
dan kejujuran.
• Teknik : brainstorming, survey, wawancara, informasi
historis, ataupun kelompok kerja.
1

2. Analisis Risiko

Analisis risiko adalah proses untuk Penentuan


prioritas
memahami sifat risiko dan menentukan /peringkat risiko
peringkat risiko (ISO 31000:2009). berdasarkan

Dampak

Frekuensi

Detectibility
• Metode : “Matriks Grading Risiko”.
ANALISIS RISIKO
• Penilaian dengan matriks grading risiko adalah suatu metode analisis
kualitatif untuk menentukan derajat risiko suatu kejadian (event)
berdasarkan 2 hal yaitu : dampak dan
probabilitas (frekuensi)
• Dampak : merupakan gambaran tentang kerugian (losses) atau
akibat yang ditimbulkan pada pasien akibat adanya suatu kejadian
(events), mulai dari tidak ada cedera sampai meninggal. Dampak
juga menggambarkan konsekuensi negatif dari sebuah kejadian
(events)
• Probabilitas : menggambarkan tingkat kemungkinan kejadian atau
tingkat keseringan kejadian.
TABEL SEVERITY SCORING SCALE
1 2 3 4 5
INSIGNIFICANT MINOR MODERATE MAYOR CATASTROPHIC

Tidak ada cidera Dapat diatasi Berkurangnya Cidera luas . Kematian


dengan fungsi
Kehilangan
CIDERA pertolongan motorik/sensorik
pertama fungsi permanen.
PASIEN Setiap kasus yang
memperpanjang
perawatan
Terhenti lebih dari Terhenti lebih dari Terhenti lebih dari Terhenti lebih dari Terhenti permanen
1 jam 8 jam 1 hari 1 minggu
PELAYANAN
OPERASIONAL
Kerugian kecil Kerugian lebih dari Kerugian lebih dari Kerugian lebih Kerugian lebih dari
0,1% anggaran 0,25% anggaran dari 0,5% 1 % anggaran
BIAYA/ anggaran
KEUANGAN

Rumor - Media lokal - Media Lokal. - Media - Media Nasional


Nasional
PUBLIKASI - Waktu - Waktu lama - Lebih dari 3
singkat. -
Kurang dari hari
3 hari
Rumor Dampak kecil Dampak Dampak serius Menjadi masalah
tehadap moril bermakna tehadap tehadap moril berat bagi RS
REPUTASI karyawan dan moril karyawan karyawan dan
kepercayaan dan kepercayaan kepercayaan
masyarakat masyarakat masyarakat
PENILAIAN DAMPAK
Tingkat
Kategori Deskripsi
risiko
1 Tidak signifikan Tidak ada cidera dan kerugian
2 Minor Cidera ringan dan dapat diatasi dengan pertolongan pertama

3 Moderat Cidera sedang, berkurangnya fungsi motorik / sensorik /


psikologi atau intelektual yang bersifat reversibel dan dapat
memperpanjang perawatan
4 Mayor Cidera luas, kehilangan fungsi motorik / sensorik / psikologi
atau intelektual yang bersifat irreversibel, tidak berhubungan
dengan penyakit
5 Katastropik Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan penyakit
PENILAIAN PROBABILITAS
Tingkat
Deskripsi
risiko
1 Sangat jarang terjadi (> 5 tahun sekali)
2 Jarang terjadi ( > 2-5 tahun sekali)
3 Mungkin terjadi (1-2 tahun sekali)
4 Sering terjadi (beberapa kali dalam 1 tahun)
5 Sangat sering terjadi (tiap hari / tiap minggu /
tiap bulan)
TABEL OCCURRENCE SCALE
Rating DISKRIPSI
1
Hampir tidak mungkin terjadi
Very Low

2 Jarang tapi bukan tidak mungkin


Low terjadi

3
Mungkin terjadi/bisa terjadi
Medium

4
Sangat mungkin.
High

5 Hampir pasti terjadi


Very High
DETECTABILITY SCALE
RATING DISKRIPSI KEMUNGKINAN DIFINISI
Hampir selalu
Selalu bisa
dapat dikenali
1 dikenali 10 dari 10
dengan segera

Sering terdeteksi/
2 sering 7 dari 10 dikenali

Kadang-kadang
3 moderat 5 dari 10 terdeteksi/dikenali

Jarang
4 rendah 2 dari 10 terdeteksi/dikenali

Sangat jarang
5 Tidak pernah 0 dari 10 terdeteksi/dikenali
MATRIKS GRADING RISIKO
Proba Dampak
bilitas 1 2 3 4 5
5 Moderat Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim

4 Moderat Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim

3 Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Ekstrim

2 Rendah Rendah Moderat Tinggi Ekstrim

1 Rendah Rendah Moderat Tinggi Ekstrim


PENGELOLAAN DAN
PENGENDALIAN RISIKO
No. Tingkat Tindakan
1 Ekstrim Dilakukan root cause analysis (RCA) paling lama 45 hari,
membutuhkan tindakan segera dan perhatian sampai ke
Direktur
2 Tinggi Dilakukan root cause analysis (RCA) paling lama 45 hari,
analisis dengan detail dan memerlukan tindakan segera
serta membutuhkan perhatian top manajemen
3 Moderate Dilakukan investigasi sederhana paling lama 2 minggu.
Manajer / pimpinan klinis menilai dampak terhadap biaya
dan kelola risiko
4 Rendah Dilakukan investasi sederhana paling lama 1 minggu, yang
diselesaikan dengan prosedur rutin.
RISK REGISTER TAHUN......
No Risk catagories Dampak Frek Detec Score prioritas

1 Akses
 Transfer tidak sesuai 3 4 1 12 2
 Keterbatasan tempat tidur 4 4 1 16 1

2 Pelayanan dan pengobatan


• Pelayanan tertunda 4 5 4 80 1
• Salah diagnosis 5 2 1 10 4
• Salah identifikasi 5 3 1 15 3
• Reaksi transfusi 5 4 2 40 2
3 Infection kontrol
• Oubreak : MRSA,ESBL
• Tertular infeksi airbone
4 Keamanan
• Pencurian
budiono@darmadji.com
PILIHAN PERLAKUAN RISIKO
Klasifikasi Jenis Pengendalian
Menghindari risiko 1 Menghentikan kegiatan
2 Tidak melakukan kegiatan
Mengurangi risiko 1 Membuat Kebijakan/SPO (pembuatan dan pembaruan
prosedur, standar dan check-list);
2 Mengganti atau membeli alat;
3 Mengembangkan sistem informasi (IT), pelatihan
penyegaran bagi personil, seminar, pembahasan kasus;
4 Melaksanakan prosedur (pengadaan, perbaikan dan
pemeliharaan bangunan dan instrumen yang sesuai
dengan persyaratan; pengadaan bahan habis pakai
sesuai dengan prosedur dan persyaratan.

Mentransfer risiko 1 Asuransi


2 Alih dayakan pekerjaan
Menerima risiko
RUMAH SAKIT …………………………
RAHASIA, TIDAK BOLEH DIFOTOCOPY, DILAPORKAN 2 x 24 JAM
LAPORAN KEJADIAN
1.Data Identitas Individu
Nama : Umur : tahun Reg/CM :
Jenis kelamin :  Laki-laki  Perempuan
Alamat :
Tanggal Masuk RS : ………………………. Jam ……………………………
1. Kronologis Kejadian

2. Tanggal dan Waktu Kejadian


Tanggal :…………………………… Waktu :……………………………
3. Tempat Kejadian
Unit kerja :…………………………… Lokasi kejadian :……………………………
4. Jenis Kejadian :
 Kejadian Nyaris Cedera (Near miss)/ KNC  Kejadian Tidak diharapkan (Adverse Event) / KTD
5. Orang Pertama Yang Melaporkan Kejadian
 Pasien  Karyawan  Pengunjung  Pedamping
6. Kejadian Menyangkut
 Pasien  Karyawan  Pengunjung  Pendamping
7. Akibat Kejadian
 Kematian  Perlu perawatan di RS  Perpanjangan perawatan  Timbul cedera  Timbul kecacatan  Lain-lain
Tindakan yang dilakukan segera setelah kejadian, dan hasilnya :
……………………………………………………………….…………………………………………………………………………
Tindakan dilakukan oleh :……………………………………………………………………………………………………………….
Penerima Laporan :………………..… Pengirim Laporan :………….………....
Tanda Tangan :………………..… Tanda Tangan :……………………..
Tanggal Menerima :………………..… Tanggal Melapor :……………………..

*Grading Risiko Kejadian : Biru Hijau Kuning  Merah


* Diisi oleh atasan Pelapor
budiono@darmadji.com
JENIS INSIDEN
1

4. Penanganan Risiko
Bentuk-bentuk
penanganan risiko
diantaranya :
• Menghindari risiko dengan
memutuskan untuk tidak memulai
atau melanjutkan aktivitas yang
menimbulkan risiko
Proses untuk • Mengambil atau meningkatkan
memodifikasi risiko risiko untuk mendapat peluang
(lebih baik, lebih
(ISO 31000:2009). menguntungkan)
• Menghilangkan sumber risiko
• Mengubah kemungkinan
• Mengubah konsekuensi;
• Berbagi risiko dengan pihak lain
(termasuk kontrak dan
pembiayaan risiko);
budiono@darmadji.com
• Mempertahankan risiko dengan
informasi pilihan
5. Pengawasan (Monitor) dan
Tinjauan (Review)
1

Alat bantu monitoring/review 


Risk register

Pusat informasi proses


manajemen resiko
Alat manajemen yang memungkinkan
suatu organisasi memahami profil resiko
secara menyeluruh.

Catatan segala jenis resiko yang mengancam


keberhasilan organisasi dalam mencapai
tujuannya dalam 1 tahun.

Dokumen hidup yang dinamis,


dikumpulkan melalui proses penilaian dan
budiono@darmadji.com evaluasi resiko organisasi