Anda di halaman 1dari 38

Dinas Kesehatan DIY

0.0000
Kesehatan Reproduksi
0.1000 0.2000 0.3000 0.4000 0.5000 0.6000 0.7000
Peringkat 2
dari 33 Propinsi

Bali 0.5901
DIY
Jateng
0.5414
0.5197
Lampung 0.5143
DKI 0.5127
Bengkulu 0.5059
Jatim 0.4931
Kepri 0.4885
Jabar 0.4879
Sumbar 0.4858
Riau 0.4789
Indonesia 0.4756
Babel 0.4747
NTB 0.4728
Sumsel 0.4639
Jambi 0.4608
Banten 0.4589
Kalbar 0.4337
Aceh 0.4327
Maluku Utara 0.3760
Sulbar 0.3760
Sulut 0.3432
Papua Barat 0.3405
Sumut 0.3322
NTT 0.3312
Maluku 0.3272
Kaltim 0.3270
Papua 0.3206
Gorontalo 0.3189
Kalsel 0.2707
Kalteng 0.2411
Sulsel 0.2216
Sultra 0.2142
Sulteng 0.2011

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 3


Kesehatan Reproduksi DIY
0.4800 0.5000 0.5200 0.5400 0.5600 0.5800 0.6000

KAB. KULON
PROGO
0.5773

KAB. BANTUL 0.5692

KOTA
YOGYAKARTA
0.5619

DIY 0.5414

KAB. GUNUNG
KIDUL
0.5184

KAB. SLEMAN 0.5137

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 4


Apa masalah kesehatan reproduksi?
IPKM Kesehatan Reproduksi : 0,5414

Prevalensi/ Cakupan
Indikator Nasional
DI Yogyakarta

Penggunaan Alat Kontrasepsi (MKJP) 21,36 11,28

Pemeriksaan Kehamilan (K4) 74,75 60,93

Kurang Energi Kronik (KEK) 23,93 20,97

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 5


Indikator 1 Kesehatan Reproduksi Nasional:
Penggunaan Alat Kontrasepsi (MKJP)
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00
Bali 26.28
Gorontalo 21.91
DIY
Jateng 15.95
21.36
Sulut 15.45
Sumbar 14.81
Bengkulu 14.74
NTT 13.41
Jatim 12.48
Sumut 12.26
NTB 12.05
Indonesia 11.28
Lampung 10.56
DKI 10.50
Jabar 10.25
Maluku Utara 9.70
Sumsel 9.65
Kepri 8.78
Jambi 8.26
Banten 7.87
Kaltim 7.79
Sulteng 7.77
Babel 7.45
Sultra 7.30
Riau 6.83
Sulbar 6.72
Maluku 6.70
Sulsel 6.17
Kalsel 5.91
Papua Barat 5.90
Kalbar 5.54
Aceh 5.03
Kalteng 4.98
Papua 3.67
Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 6
Indikator 1 Kesehatan Reproduksi DIY:
Penggunaan Alat Kontrasepsi (MKJP)

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 7


Indikator 2 Kesehatan Reproduksi Nasional:
Pemeriksaan Kehamilan (K4)
0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00
DIY
Bali 71.10
74.75
Lampung 68.81
Jateng 68.73
Kepri 66.68
Jatim 66.51
DKI 64.89
Jabar 64.31
NTB 63.45
Babel 61.65
Indonesia 60.93
Banten 60.90
Sumbar 59.13
Riau 59.02
Bengkulu 58.74
Kaltim 58.64
Aceh 57.58
Sulut 56.60
Jambi 55.99
Sumut 54.60
Kalsel 54.36
Kalbar 52.35
Sumsel 51.67
NTT 49.17
Gorontalo 47.80
Sulsel 47.78
Sultra 47.21
Kalteng 46.36
Sulbar 44.34
Sulteng 43.67
Maluku Utara 38.68
Papua Barat 38.05
Papua 36.64
Maluku 35.46
Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 8
Indikator 2 Kesehatan Reproduksi DIY:
Pemeriksaan Kehamilan (K4)

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 9


Indikator 3 Kesehatan Reproduksi Nasional:
Kurang Energi Kronik (KEK) pada WUS
Bali 13.85
DKI 14.96
Bengkulu 15.05
Riau 15.47
Sumsel 15.50
Lampung 17.56
Sumut 17.61
Jambi 18.37
Babel 18.85
Sulut 19.04
Kaltim 19.09
Gorontalo 19.25
Kalbar 19.76
Sumbar 19.95
Jabar 19.95
Jateng 20.30
Kepri 20.48
Indonesia 20.97
Kalteng 20.99
Jatim 22.07
Banten 22.18
Kalsel 23.03
Aceh 23.51
DIY
NTB
23.93
24.06
Sulsel 25.34
Maluku Utara 25.71
Sulteng 26.03
Sultra 26.51
Sulbar 27.71
Papua Barat 30.44
Maluku 32.11
Papua 32.24
NTT 46.46
0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 50.00
Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 10
Indikator 3 Kesehatan Reproduksi DIY:
Kurang Energi Kronik (KEK) pada WUS

Pembangunan Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menurut IPKM 2013 11


Hubungan Seksual Pra-nikah (Riskesdas 2010)

20.0
18.0
16.0
14.0
12.0
Persen

10.0
8.0
6.0
4.0
2.0
0.0

Umur (Tahun)

Laki laki Perempuan


Umur Perkawinan Pertama (Riskesdas 2010)

50.0
45.0 41.9
40.0
35.0 33.6
30.0
Persen

25.0
20.0
15.0 11.5
10.0
4.8 5.7
5.0 1.9 0.6
0.0
10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35 + Tdk menjwb
Umur Perkawinan Pertama (Tahun)
Umur pertama kali berhubungan Sexual:
Belum Menikah Laki-laki dan perempuan 10-24 tahun
30.0

27.0

24.0

21.0

18.5
16.0
18.0

14.3
12.9
15.0

12.4
11.8
10.8
10.7

10.1
12.0

8.3
8.0
9.0

7.1
6.9
6.6

6.3
5.4

6.0

4.2
4.0

4.0
3.7
3.6

2.8
2.2
1.5
1.3

1.3
3.0

1.2
1.0

0.9

0.6
0.5

0.5

0.3
0.2
0.1

0.0
8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Tdk
Jwb
Laki-laki Perempuan
Pertama Kali Berhubungan Apakah
menggunakan Alat Kontrasepsi
100.0

80.8 79.8
80.0 76.4
69.9 72.4
64.8
60.0
Ya

40.0 Tidak
31.6 Tdk Tahu
27.5 27.1
19.2 20.4
20.0
10.5 9.7
2.6 3.6 3.2
0.5
0.0
10 - 14 15 - 19 20 - 24 10 - 14 15 - 19 20 - 24
Laki-laki Perempuan
Mulai Merokok: Umur Pertama Kali

43.3
33.1
17.5

14.6
12.1
10.3

4.3

3.9
3.4

4
1.7
1.2

5-9 th 10-14 th 15-19 th 20-24 th 25-29 th ≥30 th


2007 2010

RISKESDAS 2007 & 2010


Status Merokok
100.0 98.1 97.2

80.0

60.0 55.1
52.2 Setiap Hari
Kadang2
40.0 Pernah, Stop
28.0 Tidak Pernah
22.5
20.0 15.9 14.8
6.5 4.9
0.3 0.6 1.0 0.9 0.7 1.2
0.0
15 - 19 20 - 24 15 - 19 20 - 24
Laki-laki Perempuan

Riskesdas 2010
0.0
10.0
20.0
30.0
40.0
50.0
60.0
70.0
1.4
18.3
34.0
34.8
38.5
37.4
36.4
36.9
36.8
35.3
32.4
26.7

56.7
1.9

23.4
21.5
29.7
31.4
35.2
24.5

9.9
41.0
46.3
51.3
38.3

32.3
Proporsi Merokok Saat ini Penduduk

32.1
≥10 tahun menurut Karakteristik, 2013

30.6
28.6
24.3
0.0
5.0
10.0
15.0
20.0
25.0
DIY
Jateng
NTT
Jabar
Jatim
NTB
DKI
Maluku
Bali
Lampung
INDONESIA
Banten 12.3
Malut
Gorontalo
Papbar
Papua
Sulut
Sumsel
Sulteng
Bengkulu
Sultra
Sulbar
Jambi
Sulsel
Kalbar
Sumut
Kalteng
Kep. Riau
Aceh
Rerata Jumlah Batang Rokok yang Dihisap

Kaltim
Sumabr
Riau
Kalsel
per Hari Penduduk ≥ 10 tahun menurut Provinsi, 2013

Babel
Merokok, minum
minuman beralkohol, dan
penggunaan obat terlarang
35.0
Wanita Pria 30.7
74.40 30.0

25.0
21.8

20.0
16.6
30.20 15.0

10.0
10.0
8.90
3.50
0.10 2.80 5.0 3.3 3.0
1.8
0.8 0.9
Merokok Minum Menggunakan 0.4
-
minuman obat-obatan
beralkohol terlarang
(Adolescent Reproductive Health
SDKI 2012)
Prev. Penduduk 15-24 th dgn Pengetahuan
tentang HIV/AIDS, Riskesdas 2007-2010
45
40 38.8
34.4
35
30
25
20 2007
15 13.2 12.7 2010
11.1 12.1
10 7.6 7.3
5 2.9 3
1.5 1.5
0
Laki Permp Laki Permp Laki Permp
Penularan Pencegahan Komprehensif
Kasus cedera pada anak usia sekolah
dan remaja
RISKESDAS 2013:
Kasus cedera
• usia 5-14 tahun : 9,7%
• usia 15-24 tahun : 11,7%
 mayoritas disebabkan karena jatuh (40,9%) dan transportasi
motor (40,6%), kena benda tajam/tumpul (7,3%)

Data sistem registrasi penyebab kematian (cause of death) th 2012


:
di 12 kabupaten, pada anak 13 – 15 tahun dan 16-18 tahun :
• Kematian terbanyak  akibat kecelakaan transportasi
Kasus Kematian Ibu dan Bayi di DIY
2013 2014 2015 2016
(nov)
Kematian Ibu 46 40 29 38
Kematian Neonatus (0-28 hr) 340 280 248 189
Kematian bayi (0-11 bln) 449 405 329 263
Jumlah Lahir Hidup 45.436 45.592 43.704 37.592

Sumber: laporan data rutin Dinkes kab/kota


Kasus Persalinan Remaja di DIY
2013 2014 2015 2016 (nov
sementara)
Kota Yogyakarta 186 161 92 83

Bantul 147 181 364 226

Kulonprogo 83 127 107 287

Gunungkidul 650 372 405 70

Sleman 37 89 110 54

DIY 1103 930 1078 720


Kasus Baru Kanker Servix dan Kanker Payudara
Tahun 2016
15-24 25-44 45-64 >65 th Total
th th th Kasus
Baru
Neoplasma Ganas Servix 1 2 19 5 27
Uteri

Neoplasma Ganas 52 122 16 0 191


payudara

Sumber: Sie Surveilans Dinkes DIY, data dari 5 RS sentinel (RS Panti Nugroho, RS Panti Rapih, RSUD Wno,
RS P Senopati, RSUD Wates)
3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA, SEKTOR
VISI DAN MISI PRESIDEN

TRISAKTI:
UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN

Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang

NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA


politik; Berkepribadian dlm budaya

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)


Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup
Manusia Indonesia

PROGRAM INDONESIA
PROGRAM INDONESIA PROGRAM INDONESIA KERJA
PINTAR SEHAT PROGRAM INDONESIA
SEJAHTERA
RENSTRA
2015-2019

PARADIGMA PENGUATAN
JKN
SEHAT YANKES

D
T
KELUARGA SEHAT P
K
Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup

Generasi
Dalam Bayi dan AUS dan
Penerus
Kandungan Balita Remaja
Bangsa

Untuk membentuk generasi yang berkualitas sangat pengaruhi oleh


kehidupan sejak dalam kandungan sampai lahir, bayi, balita, sampai anak usia
sekolah dan remaja
PENDEKATAN “CONTINUUM
OF CARE”
& “LIFE CYCLE”
BERKESINAMBUNGAN & THD SELURUH
TAHAPAN
SIKLUS HIDUP MANUSIA

PENDEKATAN KELUARGA
Realisasi Pelaksanaan Program 2016
dan Rencana Program Tahun 2017
Pelaksanaan Program Tahun 2016
• Pelayanan Kesehatan melalui Puskesmas PKPR
(Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) dan
Rujukan Kasus Remaja.
• Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan untuk
siswa Kelas 1 SD/MI, SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK (termasuk masalah kespro, gizi,
mental emosional, dll).
• Implementasi Buku Rapor Kesehatanku di 20
SD/MI
• Pemberian Tablet Tambah Darah untuk siswi
Pelaksanaan Program Tahun 2016... lanjutan

• Kampanye Sehat Remaja di 5 kab/kota


• Jambore Remaja Sehat Tingkat DIY
• Pemilihan Duta Remaja Sehat DIY
• Surveilans Data Penyakit Menular dan
Penyakit Tidak menular.
• Pemeriksaan IVA sebanyak 500 paket ,
dilaksanakan terbagi di 5 kabkota, pelaksana
oleh puskesmas.
Pelaksanaan Program Tahun 2016... lanjutan

• Pemeriksaan Papsmear sebanyak 500 paket di


laksanakan terbagi di 5 kabkota, pelaksana
oleh YKI.
• Pemeriksaan TORCH terhadap PUS (Pasangan
Usia Subur) sebanyak 500 paket
Rencana Program Tahun 2017
• Pelayanan Kesehatan melalui Puskesmas PKPR
(Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) dan
Rujukan Kasus Remaja.
• Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan untuk
siswa Kelas 1 SD/MI, SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK (termasuk masalah kespro, gizi,
mental emosional, dll).
• Ujicoba Implementasi Buku Rapor
Kesehatanku untuk Tingkat Lanjutan
Pelaksanaan Program Tahun 2017... lanjutan

• Pemberian Tablet Tambah Darah untuk siswi


• Surveilans Data Penyakit Menular dan
Penyakit Tidak menular
• Pemeriksaan TORCH terhadap PUS (Pasangan
Usia Subur) sebanyak 1500 paket
• Pemeriksaan IVA dan Papsmear mulai tahun
2017 sudah tidak dianggarkan melalui APBD
karena sudah terjamin BPJS.