Anda di halaman 1dari 43

HEMOPOIESIS

S1 Keperawatan
FIKES UMT

Dr. Eni Nuraeni


SISTEM KARDIOVASKULAR
• Jantung
• Pembuluh darah
• Darah
HEMOPOIESIS
Hemopoiesis
• Sel darah merah muncul dalam sirkulasi pada
minggu ketiga embrio, berkembang dengan
sangat cepat
• Pada pembuluh dari yolk sac embrio pembentuk
utama darah pada 8 minggu pertama
• Pada liver dan limpa adalah pembentuk utama
hemopiesis mulai dari bulan kedua sampai kelima
kehamilan.
• Setelah bulan kelima pembentukan sel darah
merah oleh bone marrow (sumsum tulang)
• Dewasa : Sumsum tulang
Fungsi darah
• Transportasi gas, nutrisi, hormon dan sampah metabolik
 Oksigen : paru-paru ke jaringan
 Carbondioksida : jaringan ke paru paru
 Nutrisi : absorsi dari saluran cerna ke seluruh tubuh
 Hormon : kelenjar ke sel target
 Sampah metabolisme : ke ginjal

• Pengaturan Ph dan komposisi elektrolit dari cairan interstisial


 Absorbsi dan netralisir asam : ex asam laktat
Fungsi darah ( lanjutan )
• Mencegah kehilangan cairan pada saat terjadi kerusakan
pembuluh darah atau injury
 Mengawali proses pembekuan darah

• Sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap toksin dan


patogen
 Mentransportasi antibodi untuk melawan invasi organisme
/benda asing

• Stabilisasi suhu tubuh


 Transportasi sel darah putih ke perifer untuk melawan infeksi
atau memindahkan debris
 Mengabsorbsi panas yang dihasilkan otot dan
mendistribusikan ke jaringan
Karakteristik darah

• Viskositas
– Lima kali lebih pekat dan lengket dari pada air
– Lebih sukar mengalir dari pada air : ada zat
terlarut ( protein, formed element, molekul-
molekul plasma )
• Ph : 7,35 – 7,45
• Dewasa pria : 5 – 6 liter darah
• Dewasa wanita : 4 – 5 liter darah
• Perhitungan kasar : volume darah 7 % dari berat
badan
KOMPOSISI DARAH
• Plasma
• Formed element (Komponen pembentuk
darah )adalah
1. Sel Darah Merah (eritrosit)
2. Sel Darah Putih (leukosit)
3. Platelet (trombosit), berfungsi pada pembekuan
darah
• Plasma + Sel Darah : Whole Blood
WHOLE BLOOD
• Darah arteri maupun vena
• Memiliki karakteristik yang sama
1. Temperatur rata2 380 C
2. Viskositas lima kali lebih besar dari
viskositas air.
3. PH alkali, 7.35 – 7.45
• Volume : 5-6 L (pria)., 4-5 (wanita)
PLASMA
Plasma memiliki komposisi yang mirip dengan cairan interstitial,
Perbedaan plasma (cairan intravaskular) dan cairan interstisial
adalah, plasma mengandung protein terlarut : yang tidak
dapat menembus dinding kapiler
Perbedaan yg mendasar antara keduanya:
1. Konsentrasi protein terlarut dalam plasma lebih tinggi.
2. Level pertukaran gas respirasi pada plasma lebih tinggi.

Plasma Protein tdd :


Protein Utama :
1. Albumin
2. Globulin
3. Fibrinogen
Protein Lainnya :
Hormon Peptida (PRL, TSH, FSH, LH)
Plasma ( lanjutan )

Albumin
• 60 % dari plasma adalah albumin
• Berperan penting dalam mempertahankan tekanan osmotik
plasma
• Penting dalam transport asam lemak, hormon tiroid, hormon
steroid dan substansi lain
Globulin
• 35 % dari plasma adalah globulin, terdiri dari
– Imunoglobulin ( antibodi ) : menyerang protein asing dan patogen
(agen penyebab penyakit)
– Transport globulin : mengikat ion dan hormon
Fibrinogen
 Berfungsi dalam pembekuan darah
 Menyusun 4 % dari protein plasma
Interaksi antar molekul fibrinogen menjadi besar dan
membentuk benang – benang fibrin sebagai dasar proses
pembekuan darah, jika tidak berhasil berubah menjadi serum
SEL DARAH MERAH
• Mengandung /terdiri dari Haemoglobin
• Bertanggung jawab dalam transport oksigen dan CO2
• Menyusun 99 % formed elements
• Sebagai pewarna darah menjadi merah.
• Jumlah sel/ml :
4.5-6.3 juta/ml (pria dewasa)
4.2-5.5 juta/ml (wanita dewasa)
• Hematokrit, adalah persentasi dari darah yang ditempati oleh sel darah merah
(persentase jumlah sel dalam darah)
Hematokrit. Normalnya antara :
 Laki – laki 40 - 54
 Wanita 37 – 42
• Molekul Hb terdiri dari 95% protein (globin) intraseluler dan hem, setiap
heme berikatan dengan zat besi dan oksigen
(oksihemoglobin )
• Fungsi Hb
– Mengikat oksigen ( 98,5 % )
– melepaskan oksigen saat oksigen plasma rendah
– Berikatan dengan CO 2
Struktur sel darah merah
• Setiap sel darah merah berbentuk bikonkaf dengan bagian
tengah tipis dan lebih tebal dibagian tepi.
• Bentuknya yang khusus memberikan efek penting pada
fungsi RBC yaitu :
1. Memberikan permukaan yang luas memungkinkan oksigen
terikat pada protein intrasel dan dapat dengan mudah
diabsorpsi dan di lepaskan dengan cepat pada kapiler paru
atau jaringan.
2. Memungkinkan formasi menumpuk yang disebut dengan
rouleaux
3. Memungkinkan berubah bentuk ( melipat ) sehingga dapat
mencapai kapiler
Hemoglobin /Hb
• Molekul Hb terdiri dari 95% protein (globin)
intraseluler
• Bertanggung jawab dalam transport oksigen dan CO2
• Permukaannya quarternal
• 2 rantai alpha dan 2 rantai beta polipeptida
• Terdiri dari heme (porpirin)
• Setiap heme berikatan dengan zat besi dan oksigen
( oksihemoglobin )
• Fungsi Hb
– Mengikat oksigen ( 98,5 % )
– melepaskan oksigen saat oksigen plasma rendah
– Berikatan dengan CO 2
SEL DARAH PUTIH / LEUKOSIT
• Fungsi : merupakan unit mobile dari sistem pertahanan
tubuh dari invasi patogen (masukan agen penyakit),
membuang racun dan sampah, dan sel yang rusak.
• Dibentuk di sumsum tulang
• Mempunyai nukleus dan organel, tidak mengandung Hb
• Jenis-jenis sel darah putih
1. Granular leukosit / granulosit : neutrofil, eosinofil dan
basofil
2. Agranular leukosit / agranulosit : monosit dan limfosit

Fgs Leukosit :
 Nonspesifik defence : netrofil, eosinofil dan monosit
 Spesific immunity : limfosit
Karakteristik Sirkulasi sel darah Putih
1.Gerak amoeboid
2.Dapat bermigrasi keluar dari pembuluh
darah
3.Dipengaruhi oleh stimulus kimia spesifik
(positif kemotaksis)
4.Neutrophils, eosinophils, dan monocytes
memiliki peran fagositosis
Neutrofil
• 50 – 70% dari leukosit adalah neutrofil
• Nukleus/inti selnya terdiri dari 2 – 5 lobus mirip
rangkaian manik – manik
• Disebut juga leukosit polimorfonuklear / PMN
• Bergerak cepat dan aktif, yg pertama kali tiba di tempat
injury. Vesikel mengandung enzim pencerna dan peptida yg
disebut defensins yg membunuh patogen (bakteri,
fungi,virus) dgn memperbesar chanel membran selnya.
• Saat menyerang bakteri melepaskan prostaglandin (respon
inflamasi) dan leukotriens (respon imun)

• Masa hidupnya pendek : 10 jam, mati setelah menelan 1 – 2


lusin bakteri
Eosinofil
• Granulanya gelap oleh eosin
• 2 – 4 % dari sel darah putih
• Terdiri dari 2 lobus nukleus
• Memfagosit dan menelan bakteri,protozoa dan sel
debris
• Eksositosis racun (NO dan enzim sitotoksik) ke
permukaan targetnya
• Penting dlm pertahanan thdp parasit,meningkat jika
terjadi infeksi parasit
• Sensitif terhadap alergen, meningkat pada reaksi alergi
• Melepaskan enzim yg mengurangi respon inflamasi
Basofil
• Granulanya gelap (ungu atau biru)
• Lebih kecil dari neutrofil dan eosinofil
• Hanya 1 % dari sel darah putih
• Bermigrasi ke lokasi injuri menyebrangi endotel kapiler dan
bercampur dgn jaringan rusak, memasukan granulanya ke cairan
Interstitial
• Granula tersusun dari histamin dan heparin

Monosit
• Berbentuk bola, besar 2x eritrosit
• Nukleusnya besar berbentuk oval sprt ginjal
• 2-8% leukosit
• Bersirkulasi 24 jam sblm menjadi makrofag ( fagosit yg aktif yg
menelan zat asing yg besarnya sama atau lebih besar dgn
membentuk phagocytic giant cell.
• Melepaskan zat kimia yg menstimulasi neotrofil, monosit, dan sel
fagositik yg lain.
• Mensekresi substansi yg menarik fibroblas memproduksi jaringan
scar yg akan menutupi daerah injuri.
Limfosit
• Lebih besar dari RBC, granulanya besar
• 20 -30 % dr leukosit
• Bermigrasi ke jaringan perifer dan kembali ke aliran
darah
• Jenis-jenis limfosit
– T cell (imunitas seluler): mekanisme pertahanan thdp sel
benda asing , koordinasi respon imun.aktivasi cytootxic T
cell masuk ke jaringan dan menghancrkan sel scr fisik dan
kimia, diregulasi oleh sel T helper dan sel T supresor
– Sel B (imunitas humoral) :produksi dan distribusi antibodi
– Sel NK ( immune survailance), mendeteksi dan
menghancurkan sel abnormal.
WBC = White Blood Cell
PLATELET
• Platelet disebut juga trombosit
• Diameter 4um, tebal 1 um
• Bersirkulasi 9 – 12 hari sblm difagositosis di dlm splen
(limpa)
• Fungsi Platelet
– Transportasi zat penting dalam proses pembekuan :
enzim dan faktor lain
– Membentuk formasi tambalan temporer pada dinding
Pembuluh darah yg rusak ,atau perlindungan sementara
dari kebocoran pembuluh darah
– Kontraksi aktif setelah formasi terbentuk (terbentuknya
bekuan darah)
• Jumlah Normal : 350.000/µl
Pembentukan platelet
• Berasal dari megakariosit di dlam bone
marrow
• Diregulasi oleh :
1. Trombopetin (TPO) / thrombocyte
stimulating factor, yg diproduksi di ginjal
Berfungsi mengatur dan menstimulasi
produksi megakariosit
2. Interleukin 6 (Il 6) : hormon yg menstimulasi
pembentukan platelet
3. Multi CSF :menstimulasi produksi platelet
Hemostasis
• Mencegah kehilangan darah dari dinding
pembuluh yg rusak.
• Memperbaiki jaringan
• Merupakan rangkaian reaksi :
Fase vaskuler
Fase platelet
Fase vaskuler
• Kontraksi otot polos PD menyebabkan
spasme shg aliran darah terhenti
• Terjadi 30 menit
• Perubahan pada endotel :pelepasan ADP,
tissue faktor dan prostasiklin
Fase platelet
• Platelet masuk ke endotel membentuk serat kolagen
• Adhesi platelet :platelet menutup permukaan yg injuri
• Agregasi platelet : platelet banyak dan bertumpuk
• Proses sitoplasmik
• Pelepasan :
ADP :menyebabkan agregasi platelet dgn berikatana dgn
agregin mengaktifkan adenilat siklase dan cAMP
Tromboxan A2 : menyebabakan agregasi platelet dan
kontraksi otot polos PD
Serotonin : menstimulasi vasokontriksi lokal
Platelet faktor : prokoagulan, platelet derived growth
faktor ( perbaikan jaringan )
Pelepasan ion calsium
Regulasi platelet
• Prostasiklin :parostaglandin yg menghambat
agregasi
• Inhibitori compound yg dilepaskan WBC
• Enzim Plasma yg menghancurkan ADP
• Pembentukan bekuan darah