Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 9 : 1.

Siti Nurhasanah
2. Nur Felya Datu
3. Erika Datuage
Definisi Kemoterapi
Kemoterapi adalah upaya untuk
membunuh sel-sel kanker dengan
mengganggu fungsi reproduksi sel.
Kemoterapi merupakan cara
pengobatan kanker dengan jalan
memberikan zat /obat yang
mempunyai khasiat membunuh sel
kanker.
Klasifikasi Kemoterai
* Kemoterapi Induksi
Ditujukan untuk secepat mungkin mengecilkan massa tumor
atau jumlah sel kanker,
* Kemoterapi adjuvant
Ialah kemoterapi yang diberikan sesudah operasi untuk
mengangkat organ atau bagian tubuh yang terdapat sel kanker
* Kemoterapi neo adjuvant
Ialah kemoterapi yang diberikan sebelum operasi dan radiasi.
* Kemoterapi paliatif
Diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang
dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena
nyeri atau pun sulit bernafas.
TUJUAN KEMOTERAPI
1. Mengobati (Cure)
2. Mengendalikan (Control)
3. Paliatif
4. Mencegah penyebaran kanker
5. Menyembuhkan penyakit kanker dengan
menyeluruh
6. Memperlambat pertumbuhan dari sel kanker
7. Mengurangi atau meredakan gejala karena kanker
8. Membunuh sel kanker di mana kemungkinan sel
kanker tersebut telah menyebar menuju bagian yang
lain.
MANFAAT KEMOTERAPI
1. Pengobatan
Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara
tuntas dengan satu jenis Kemoterapi
atau beberapa jenis Kemoterapi.
2. Kontrol
untuk menghambat perkembangan Kanker agar
tidak bertambah besar atau menyebar kejaringan
lain.
3. Mengurangi Gejala
seperti meringankan rasa sakit dan memberi
perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran
Kanker pada daerah yang diserang.
CARA KERJA KEMOTERAPI
1. Menyembuhkan kanker
Kemoterapi dapat menghancurkan sel kanker
secara lengkap hingga tidak dapat lagi terlihat.
2. Merawat kanker
Kemo dapat menghambat penyebaran lebih jauh
dari sel kanker dengan cara mengecilkan
pertumbuhannya.
3. Meringankan gejala kanker
digunakan secara khusus untuk menargetkan
tumor tertentu yang menyebabkan tekanan atau
nyeri pada bagian tubuh yang terkena.
Konsep Leukemia
Leukemia merupakan gangguan utama
pada sumsum tulang, yakni elemen
normal digantikan dengan sel darah
putih abnormal. Normalnya sel limfoid
tumbuh dan berkembang dan menjadi
limfosid, sel myeloid tumbuh dan
berkembang menjadi sel darah merah,
granulosit, monosit, dan trombosit.
Klasifikasi Leukemia

1.Leukemia MielogenusAkut (AML)


2.Leukemia MielogenusKronis
(CML)
3.Leukemia LimfostikAkut (ALL)
4.Leukemia LimfostikKronis (CLL)
Penatalaksanaan Kemoterapi pada Leukimia

1. Kemoterapi pada penderita LLA


* Tahap 1 (terapi induksi)
Tujuan dari tahap pertama pengobatan adalah untuk membunuh
sebagian besar sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang.
* Tahap 2 (terapi konsolidasi/ intensifikasi)
Setelah mencapai remisi komplit, segera dilakukan terapi intensifikasi
yang bertujuan untuk mengeliminasi sel leukemia residual untuk
mencegah relaps dan juga timbulnya sel yang resisten terhadap obat.
Terapi ini dilakukan setelah 6 bulan kemudian.
*Tahap 3 ( profilaksis SSP)
Profilaksis SSP diberikan untuk mencegah kekambuhan pada SSP.
Perawatan yang digunakan dalam tahap ini sering diberikan pada dosis
yang lebih rendah
* Tahap 4 (pemeliharaan jangka panjang)
Pada tahap ini dimaksudkan untuk mempertahankan masa remisi. Tahap
ini biasanya memerlukan waktu 2-3 tahun.
2. Kemoterapi pada penderita LMA
* Fase induksi
Fase induksi adalah regimen kemoterapi yang intensif,
bertujuan untuk mengeradikasi sel-sel leukemia secara
maksimal sehingga tercapai remisi komplit.
* Fase konsolidasi
Fase konsolidasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari
fase induksi. Kemoterapi konsolidasi biasanya terdiri
dari beberapa siklus kemoterapi dan menggunakan
obat dengan jenis dan dosis yang sama atau lebih
besar dari dosis yang digunakan pada fase induksi.
3. Kemoterapi pada penderita LLK
Derajat penyakit LLK harus ditetapkan karena
menetukan strategi terapi dan prognosis. Salah satu
sistem penderajatan yang dipakai ialah klasifikasi Rai:
Stadium 0 : limfositosis darah tepi dan sumsum tulang
Stadium I : limfositosis dan limfadenopati.
Stadium II : limfositosis dan splenomegali/
hepatomegali.
Stadium III : limfositosis dan anemia (Hb < 11 gr/dl).
Stadium IV : limfositosis dan trombositopenia
<100.000/mm3 dengan/tanpa gejala pembesaran hati,
limpa, kelenjar.
4. Kemoterapi pada penderita LGK/LMK
* Fase Kronik
Busulfan dan hidroksiurea merupakan obat
pilihan yag mampu menahan pasien bebas dari
gejala untuk jangka waktu yang lama. Regimen
dengan bermacam obat yang intensif merupakan
terapi pilihan fase kronis LMK yang tidak
diarahkan pada tindakan transplantasi sumsum
tulang.
* Fase Akselerasi
Sama dengan terapi leukemia akut, tetapi
respons sangat rendah.
SELESAI