Anda di halaman 1dari 39

Interpretasi AGD dan mix vein

Dr. Hisbullah, SpAn.KIC


TERMINOLOGI
1. pH : - log [H+]
2. Senyawa asam : bila dimasukkan dalam larutan menghasilkan ion
H+ (HCl, CO2)
3. Senyawa basa : bila dimasukkan dalam larutan mengurangi ion H-
(NaHCO3)
4. Larutan asam : bila [H-] > [OH-]
5. Larutan basa : bila [H-] < [OH-]
6. Larutan netral : bila [H-] = [OH-]
7. ASIDEMIA : kebanyakan ion H+ dalam darah. Proses
terjadinya asidemia: ASIDOSIS
8. ALKALEMIA : kekurangan ion H+ dalam darah. Proses terjadinya
alkalemia: ALKALOSIS
Hubungan antara [H+] & pH
pH [H+] pH [H+]
7.80 16 7.30 50
7.75 18 7.25 56
7.70 20 7.20 63
7.65 22 7.15 71
7.60 25 7.10 79
7.55 28 7.00 89
7.50 32 6.95 100
7.45 35 6.90 112
7.40 40 6.85 141
7.35 45 6.80 159
ARTI KLINIS KADAR ION H+

Kondisi Kadar H+ pH Arti klinis


Asidemia > 100 nmol < 7,0 Bisa fatal
Asidemia 50 – 80 7,1 – 7,3 Perhatikan
Normal 40 ± 2 7,4 ± 0,02 Normal
Alkalemia 20 - 36 7,44 – 7,69 Perhatikan
Alkalemia < 20 > 7,7 Bisa fatal
Analisa gas darah harus dihubungkan dgn :
 Riwayat penyakit
 Pemeriksaan fisik
 Data lab. Lain (darah rutin, elektrolit, dll)

Syarat AGD :
 Tepat dlm penafsiran (interpretasi)
 Tepat dlm pengambilan contoh darah
ASAM BASA...

[H+]

pH
Pengertian istilah
1. Asam
Senyawa yg dpt memb. Ion Hidrogen
contoh : HCl H+ + Cl-

2. Basa
Senyawa yg dpt menerima ion hidrogen
contoh : HCO- + H+ H2CO3
3. pH
pH : - Log (H+)
Makin  kons. Ion H+ makin  pH
pH normal : 7.35 - 7.45

4. Buffer
Larutan yg mempertahahankan pH konstan
Memiliki 2 unsur : - Asam
- Basa
Jika ada  asam  ion H+ ditangkap unsur basa
Jika ada  basa  diganti oleh unsur basa
Sistem buffer dalam tubuh:
 Sist. Bufffer Bikarbonat
 Sist. Buffer Posphat
 Sist. Buffer Protein
 Sist. Buffer Hemoglobin
5. Asidosis
Ion H+ dlm darah tinggi  pH 
di klinik dikenal ada 2 :
a. Asidosis Respiratorik
b. Asidosis Metabolik
6. Alkalosis
Ion H+ dlm darah rendah  pH 
a. Alkalosis Respiratorik
b. Alkalosis Metabolik
 Notasi pH diciptakan oleh seseorang ahli kimia dari Denmark
yaitu Soreh Peter Sorensen pada tahun 1909, yang berarti log
negatif dari konsentrasi ion hidrogen. Dalam bahasa Jerman
disebut Wasserstoffionenexponent (eksponen ion hidrogen) dan
diberi simbol pH yang berarti “Potenz” (power) of hidrogen.
Pengaturan asam basa
Mekanisme pengaturan asam basa
 Sistem dapar tubuh (detik)
 Dapar bikarbonat
 Dapar fosfat
 Dapar hemoglobin dan protein
 Dapar karbonat pada tulang
 Pengaturan asam basa oleh paru (menit-jam)
 Pengaturan asam basa oleh ginjal (jam-hari)
RANGKUMAN
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM
BASA

DISORDER pH PRIMER RESPON


KOMPENSASI
ASIDOSIS HCO3- pCO2
METABOLIK
ALKALOSIS HCO3- pCO2
METABOLIK
ASIDOSIS pCO2 HCO3-
RESPIRATORI
ALKALOSIS pCO2 HCO3-
RESPIRATOR
Y
PENILAIAN STATUS ASAM BASA
Langkah 1
 Lihat pH
 pH < 7.35 -- asidosis
 pH > 7.45 - alkalosis
Langkah 2
 Bandingkan mana yang sesuai dengan perubahan pH (HCO3 atau PaCO2)
 Yang mana yang sesuai dengan perubahan pH primer
 Yang tidak sesuai adalah respon kompensasi
 pH < 7,35 HCO3 PaCO2 asidosis metabolik, kompensasi
respiratorik
 pH < 7,45 HCO3 PaCO2 alkoholis respiratorik, kompensasi
metabolik
 pH < 7,45 HCO3 PaCO2 alkoholis metabolik, kompensasi
respiratorik
 pH < 7,45 HCO3 PaCO2 asidosis respiratorik kompensasi
meabolik
Langkah 3
hitung kompensasi yang diharapkan
 Gangguan primer kompensasi yang diharapkan
 Asidosis metabolik PaCO2 = 1.25 x HCO3-
 Alkalosis metabolik PaCO2 = 0.75 x HCO3-
 Asidosis respiratorik akut HCO3- = 0.1 x PaCO2
 Asidosis respiratorik kroni HCO3- = 0.4 x PaCO2
 Alkalosis respiratorik akut HCO3- = 0.4 x PaCO2
 Alkalosis respiratorik kronik HCO3- = 0.4 x PaCO2
 Bila CO2
 < rendah dari diharapkan: prmer + alkalosis resp
 > tinggi dari diharapkan: primer + asidosis resp
 Bila HCO3
 < rendah dari diharapkan: prmer + asidosis met
 > tinggi dari diharapkan: primer + alkalosis met
Hitung anion gap
 Bila AG meningkat -- ada asam lain sebagai penyebab asidosis
 Bila AG normal – HCO3 sebagai penyebab asidosis
Bandingkan perubahan AG dengan
HCO3
 Á HCO3- = 25 – HCO3- (penurunan kadar HCO3)
 ÁAG = AG hitung – AG normal (kenaikan anion gap)
 HCO3- = AG adanya asidosis metabolik beranion
 HCO3- > AG asidosis metabolik non anion gap juga
 HCO3- < AG alkalosis metabolik juga terjadi (bila > 2)
Penyebab :
1. Asidosis Respiratorik
Konsentrasi ion H+  ok asam karbonat (H2CO3)
Produksi CO2  + Eliminasi   Retensi CO2
Asidosis Respiratorik bila PCO2 > 45 mmHg
Penyebab AS :
a. Depresi pusat pernapasan
- Trauma, tumor atau infeksi SSP
- Overdosis obat, ( narkotik, dll)
- Hipoventilasi secara sentral
b. Penyakit paru
- Kegagalan pertukaran gas alveolo-kapiler
(infeksi paru berat, PPOM,ARDS, asma)
- Ggn persarafan otot napas
(polio mielitis, miatenia grafis, )
- Kelainan otot napas, deformitas dada, dll
- Obat pelumpuh otot
Efek AR : PCO2   vasodilatasi pembuluh
darah otak  TIK 
 sakit kepala, kejang, edema pupil
kesadaran menurun
Penanganan :
 Hilangkan penyebab
 Perbaiki ventilasi
 Intubasi/ventilasi mekanik
2. Asidosis Metabolik
Asidosis yang disebabkan kelebihan asam
yang bukan CO2 atau kekurangan basa
Penyebab :
- Pembentukan ion H+ yg berlebihan
- Kegagalan pengeluaran ion H+  kegagalan
fungsi ginjal
- Kehilangan anion HCO3
Penyebab :
 “gap” anion meningkat :
- Produksi asam berlebihan (Asidosis laktat, keto
asidosis, trauma berat, dll)
- Kegagalan pengeluaran ion H+ (gangguan
fungsi ginjal)
 “gap” anion normal :
- Kehilangan bikarbonat (diare, ggn fungsi
pankreas, empedu)
- Disfungsi tubulus renalis
- Pemberian asam berlebihan
Penanganan :
 Hilangkan penyebab utama
 Resusitasi
 Hati-hati dengan koreksi Natrium
Bikarbonat
Akibat asidosis berat
 Respirasi : Hiperventilasi, kelemahan otot napas, dyspnea.
 Kardiovask. : Kontraktilitas , CO , aritmia
Vasodilatasi, TD , RFB 
 Metabolik : Kebutuhan metabolik 
Resisten insulin
Hiperkalemia
 Otak : Dilatasi PD otak
TIK , koma
3. Alkalosis Respiratorik
Hiperventilasi  CO2 keluar  PCO
Penyebab alkalosis respiratorik
 Kelainan SSP ( Ensepalopati metabolik, infeksi
otak, Hipoksia, intoksikasi salisilat, dll)
 Kelainan paru : (pneumoni, asma, peny. Intersti-
tial paru)

Efek AR  vasokonstriksi otak dan vaskuler


(sinkope, kejang, nausea, vomitus, spasme koroner)
Penanganan :
 Hilangkan penyakit dasarnya
 Intubasi/ventilasi mekanik
4. Alkalosis Metabolik
Penurunan ion H+ oleh penurunan konsentrasi asam selain asam
karbonat
Penyebab Alkalosis Metabolik :
 Kehilangan ion H+ melalui saluran cerna
muntah, pengisapan cairan lambung
 Kehilangan melalui ginjal
Diuretik, ggn fungsi ginjal
Penanganan :
 Hilangkan faktor penyebab
misalnya : hentikan diuretik
obati muntahnya
Analisa gas darah

Nilai normal :
PO2 : 80 – 100 mmHg
pH : 7.35 – 7.45
PCO2 : 35 – 45 mmHg
HCO3 : 22 – 26 mMol/L
B.E : -2 - + 2
Cara membaca data gas darah
1. Tentukan asidosis atau alkalosis
Baca pH  pH < 7.35 : asidosis
pH > 7.45 : alkalosis
2. Tentukan penyebab primer
Respiratorik atau Metabolik
Baca PCO2  searah pH  Respiratorik
PCO2 > 35 : Asidosis respiratorik
PCO2 < 35 : Alkalosis respiratorik
Baca HCO3  searah pH  Metabolik
HCO3 < 22 : Asidosis Metabolik
HCO3 > 26 : Alkalosis Metabolik
3. Tentukan apakah sudah ada kompensasi
Baca pCO2 atau HCO3 yang searah atau
berlawanan dengan pH.
Bila searah pH  penyebab primer
Bila berlawanan pH  ada kompensasi

pH Asidosis  < 7.35 - 7.45 >  Alkalosis


pCO2 Hiperkarbia  > 45 - 35 <  Hipokarbia
HCO3 Asidosis  < 22 - 26 >  Alkalosis
4. Pada asidosis respiratorik
Tentukan akut atau kronis
Akut : Hiperkarbia dengan pH sangat
asidemia dgn HCO3 sedikit meninggi

Kronis : pH asidemik ringan dgn


HCO3 meninggi.
5. Pada asidosis metabolik
Tentukan “gap” anion meningkat
atau normal
Rumus : [Na+] – (Cl- + HCO3-)
Normal : 8 – 12 mEq/L
Contoh kasus
 Pasien diabetes tidak terkontrol datang dengan pernafasan
Kussmaul
 Hasil AGD: pH 7,3 PaCO2 = 10 HCO3 = 5
 *Lihat pH: pH < 7,35 : asidosis
 *
Contoh kasus

A B C D E F
pH 7.27 7.25 7.52 7.53 7.26 7.48
pCO2 60 40 25 41 22 21
HCO3 20 16 22 31 10 13

BE +2 -10 -2 +8 -15 -8