Anda di halaman 1dari 29

Oleh :

Wira Lestiani Alif

Preseptor :
dr. Adriswan, Sp.OG

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


BAB 1 Latar Belakang

Polip serviks merupakan :


• Pertumbuhan massa polip atau tumor bertangkai, yang
berasal dari permukaan kanal serviks.
• Secara histopatologi, sebagian besar bersifat jinak.
• Polip serviks dapat tumbuh dari lapisan permukaan luar
serviks (polip ektoserviks), sering diderita oleh wanita
yang telah memasuki periode paska-menopause, meskipun
dapat pula diderita oleh wanita usia produktif. Prevalensi
kasus polip serviks berkisar antara 2 hingga 5% wanita.
BAB 1 Latar Belakang

Pada wanita premenopause (di atas usia 20 tahun) dan telah


memiliki setidaknya satu anak, pertumbuhan polip sering
berasal dari bagian dalam serviks, atau disebut polip
endoserviks.
BAB 1 Batasan Masalah

Makalah ini membahas definisi, etiologi, gambaran klinik,


diagnosis, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan Polip
Serviks.
BAB 1 Tujuan Penelitian

Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan


pemahaman mengenai Polip Serviks.
BAB 1 Metode Penulisan

Makalah ini ditulis dengan menggunakan metode tinjauan


pustaka yang dirujuk dari berbagai literatur
BAB 1 Manfaat Penulisan

Melalui makalah ini diharapkan bermanfaat untuk


menambah ilmu dan pengetahuan mengenai Polip
Serviks.
BAB 1 Manfaat Penulisan

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 Manfaat Penulisan

•Diameter antara 2,5-3


cm dan panjang 3-5 cm

•Kanal serviks berukuran


sekitar 8 mm

•Antara endoserviks dan


kavum uteri disebut
itsmus dan merupakan
bagian dari segmen
bawah rahim
BAB 2 Manfaat Penulisan
Innervasi serviks
adalah plexus
Frankenhauser yang
merupakan bagian terminal
dari plexus presakral

Vaskularisasi utama serviks


berasal dari cabang
desendens arteri uterina dan
cabang servikal arteri
vaginalis. Aliran vena
mengikuti pembuluh darah
arteri
BAB 2 Tinjauan Pustaka
Secara anatomi mikroskopis, stroma servikal terdiri
atas campuran serabut fibrous, muskular (15%) dan jaringan
elastik. Epitel tersusun atas skuamosa di bagian ektoserviks
dan kolumnar di bagian endoserviks.

Di antara kedua area tersebut, terdapat bentuk


peralihan antara epitel di ektoserviks dan endoserviks yang
disebut squamocolumnar junction. Pada bagian distal area
ini tersusun atas epitel metaplastik squamosa yang imatur.
Trauma, iritasi kronis, dan infeksi berperan penting terjadinya
perkembangan dan maturitas epitel serviks menjadi bentuk
neoplastik
BAB 2 Tinjauan Pustaka

DEFINISI

Polip serviks adalah tumor jinak berupa


adenoma maupun adenofibroma yang tumbuh
menonjol dan bertangkai, tumbuh di
permukaan mukosa serviks ataupun pada
saluran endoserviks dan biasanya menonjol
keluar dari mulut serviks
BAB 2 Tinjauan Pustaka

FAKTOR RESIKO

• Diabetes Mellitus
• Vaginitits berulang
• Servisitis
• Usia reproduksi terutama usia 40 tahun hingga
50 tahun
• Wanita hamil
BAB 2 Tinjauan Pustaka

ETIOPATOGENESIS

Belum diketahui dengan jelas, tetapi ada teori yang


menjelaskan bahwa:
Pertumbuhan polip merupakan implikasi dari degenerasi
hiperplastik fokal di daerah serviks yang merupakan reaksi
sekunder dari inflamasi serviks lalu berikutnya akibat
stimulasi hormonal seperti estrogen, kongesti pembuluh
darah pada canalis cervicalis.

Kejadian polip sering dihubungkan dengan hiperplasia


endometrial, yang menunjukkan adanya keterlibatan faktor
estrogen yang berlebihan
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Morfologi Polip Serviks

• Lembut
• Berwarna kemerahan
• Berbentuk seperti jari
• Memiliki tangkai yang pendek, namun sebagian lainnya
dapat memiliki tangkai yang panjang hingga keluar dari
canalis cervicalis
• Epitel yang melapisinya biasanya merupakan epitel
endoserviks
• Bagian ujung polip dapat mengalami nekrosis serta
mudah berdarah
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Polip Endoserviks

• Berwarna merah
• Ujung seperti nyala api
• Fragil
• Bervariasi dalam ukuran
• Berbasis lebat
• Mengandung jaringan ikat
fibrosa
• Sering terjadi ekstravasasi
darah ke jaringan, maka
sering terjadi perdarahan
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Polip Ektoserviks

• Pucat atau merah daging


• Lunak
• Tumbuh melingkar atau
memanjang dari pedikel
• Tumbuh di area porsio dan
jarang sekali menimbulkan
perdarahan atau
degenerasi polipoid
maligna
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Morfologi Polip Serviks

• Struktur polip memiliki vaskularisasi yang


adekuat, sehingga bila terjadi torsi atau trauma
(saat koitus) dapat terjadi perdarahan.
• Selain itu, dapat pula terjadi infeksi dan inflamasi
yang cukup berpotensi meluas ke organ-organ
sekitar.
• Karena setiap polip memiliki kemungkinan untuk
berdegenerasi maligna, maka pemeriksaan
sitologi perlu dilakukan setelah polip dieksisi
atau diekstirpasi.
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Diagnosis Polip Serviks

• Diagnosis polip serviks dibuat dengan cara


menginspeksi serviks menggunakan spekulum. Jika
terdapat perdarahan harus dilakukan pemeriksaan
untuk menyingkirkan kelainan, terutama keganasan
serviks dan endometrium.
• Gejala dari polip serviks biasanya intermenstrual
bleeding, postcoital bleeding, leukorea, hipermenorrhea
dan tidak terasa nyeri
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Diagnosis Polip Serviks

• Polip serviks tampak sebagai massa kecil,


merah, dan tampak seperti jari yang keluar
melalui kanal serviks dan biasanya berukuran
panjang 1-2 cm dan diameter 0,5-1 cm.
Umumnya, polip ini teraba lunak bila dilakukan
pemeriksaan menggunakan jari.
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Diagnosis Polip Serviks

Pemeriksaan Radiologi
• Histerosalfingografi atau sonohisterografi dengan
infus salin. Hasilnya bermakna dalam mengetahui
adanya polip atau kelainan lainnya
Pemeriksaan Laboratorium
• Sitologi vagina untuk menemukan sel-sel atipik
Pemeriksaan Khusus
• speculum endoserviks atau histeroskopi
• Pemeriksaan USG untuk menyingkirkan adanya
massa atau polip yang tumbuh dari uterus
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Diagnosis Banding Polip Serviks

• Adenokarsinoma endometrium
• Sarkoma endometrial
• Mioma geburt
• Condylomata
• submukosa myoma
• polypoid carcinoma
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Tatalaksana Polip Serviks

• Dilakukan ekstirpasi pada tangkainya


• Dilakukan curettage sehingga seluruhnya dapat
dikeluarkan
• Polip serviks yang berukuran besar biasanya dilakukan
eksisi di ruang operasi
• Bila secara klinis dan laboratoris mengarah kepada
infeksi, maka pemberian antibiotik
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Tatalaksana Polip Serviks

Kuretase pasien diberikan terapi berbagai macam obat


untuk profilaksis dan pencegahan perdarahan dan berupa
suplemen zat besi, yaitu : amoxicillin diberikan sebagai
profilaksis, asam mefenamat diberikan sebagai analgesic,
Sulfas ferrous diberikan sebagai suplemen zat besi dan
dikombinasikan dengan pemberian vitamin C untuk
membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Yang
terakhir metergin diberikan agar kontraksi uterus tetap
terjaga dan mencegah perdarahan.
BAB 2 Tinjauan Pustaka

KOMPLIKASI PROGNOSIS

• BAIK
• Polip
• Infeksi
terinfeksi
• Perdarahan
bisa menjadi
salpingitis
BAB 3 Kesimpulan

• Polip serviks merupakan tumor jinak yang tumbuh


menonjol dan bertangkai. Polip serviks biasanya
berwarna kemerahan, lembut dan memiliki tangkai.
Polip servik dapat berupa endoserviks dan ektoserviks.
Polip merupakan implikasi dari degenerasi hiperplastik
fokal di daerah serviks yang dapat disebabkan reaksi
inflamasi, hormonal, dan kongesti pembuluh darah.

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


BAB 3 Kesimpulan

• Diagnosis polip serviks ditegakkan melalui anamnesis,


pemeriksaan fisik dan penunjang. Pada anamnesis
didapatkan adanya riwayat leukokorea, perdarahan
post koital, perdarahan diluar siklus haid, atau keadaan
infertilitas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan masa
yang keluar dari kanal serviks dan bertangkai.

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


BAB 3 Kesimpulan

• Pemeriksaan penujang dapat dilakukan berupa


histerrosalpingografi, USG, dan sitologi. Tatalakasana
yang dilakukan pada polip serviks dapat berupa
ekstirpasi, kuretase dan pemeriksaan histopatologi atau
sitologi untuk menetukan terapi lebih lanjut

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


TERIMA KASIH

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Anda mungkin juga menyukai