Anda di halaman 1dari 8

PERBEKALAN STERIL

KELOMPOK 1
•MUHAMMAD YUSRI SAHIR
•SAHRUL GUNAWAN
•ALDI RIFAI RAHMAN
•YUFELA SARCE AP
•ERNIKE KAFIAR
DEFENISI
 Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau
dimatikan dengan prosedur tertentu, digunakan untuk
merangsang pembentukan zat kekebalan tubuh, sehingga
tubuh dapat menahan serangan penyakit yang bersangkutan.
JENIS-JENIS VAKSIN
Berdasarkan Farmakope Indonesia edisi IV, jenis-jenis vaksin dibagi menjadi 3
kategori, di antaranya:
 Vaksin bakteri, yakni vaksin yang dibuat dari biakan galur bakteri yang sesuai dalam
media cair atau padat yang sesuai dan mengandung bakteri hidup atau inaktif atau
komponen imunogeniknya.
 Vaksin toksoid bakteri, yakni vaksin yang diperoleh dari toksin yang telah dikurangi
atau dihilangkan sifat toksisitasnya hingga mencapai tingkat tidak terdeteksi, tanpa
mengurangi sifat imunogenisitasnya.
 Vaksin virus dan riketsia, yakni vaksin yang berasal dari suspensi virus atau riketsia
yang ditumbuhkan dalam telur berembrio, dalam biakan sel atau dalam jaringan
yang sesuai, atau dapat berupa virus atau riketsia hidup atau inaktif atau komponen
imunogeniknya, di mana dalam vaksin virus hidup umumnya dibuat dari virus galur
khas yang virulensinya telah dilemahkan.
Jenis-jenis vaksin yang digunakan manusia saat ini juga dapat
dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu:
1. Vaksin Live-Attenuated
 Vaksin ini menggunakan strain agen infeksi yang dilemahkan
dari suatu penyakit.
2. Vaksin Inactivated
 Vaksin inactivated memanfaatkan proses inaktivasi kimia zat
patogen dengan menggunakan formalin atau く-propiolakton
atau ekstraksi menggunakan detergen nonionik seperti Triton
X-100
3.Vaksin Subunit
 Vaksin subunit secara luas digunakan untuk memberi
perlindungan terhadap sejumlah penting zat patogen. Vaksin
subunit dapat menggunakan makromolekul antigenik yang
diisolasi dari permukaan eksternal zat patogen tersebut
KOMPONEN DAN EKSIPIEN VAKSIN
1. Komponen Aktif ( Anti Gen )
2. Adjuvan digunakan untuk meningkatkan respon imun
terhadap vaksin. Contoh adjuvan adalah berbagai macam
garam aluminium seperti aluminium hidroksida, aluminium
fosfat, dan kalium aluminium fosfat (tawas).
3. Pelarut ( air steril )
4. Stabilisator merupakan komponen tambahan yang digunakan
untuk membantu menjaga efektivitas suatu vaksin dengan
menjaga antigen dan komponen vaksin lainnya tetap stabil
selama proses pembuatan dan penyimpanan. Cth, laktosa dan
sukrosa.
6. Preservatif atau pengawet digunakan untuk mencegah
terjadinya kontaminasi jamur dan / atau bakteri dalam
vaksin
7. Komponen jejak adalah sejumlah kecil sisa zat yang telah
digunakan pada tahap awal proses produksi vaksin. berupa
cairan kultur sel, protein telur, ragi, antibiotik, atau agen
penginaktif
SISTEM PEMBERIAN VAKSIN
 Metode-metode yang mungkin
termasuk liposome dan ISCOM (immune stimulating complex).
Sistem pemberian vaksin yang baru adalah pemberian melalui oral,
seperti vaksin polio (juga vaksin kolera). Dengan pemberian
melalui oral, maka tidak ada risiko mengkontaminasi darah. Vaksin
oral padatan telah terbukti lebih stabil dan tak perlu terlalu
dibekukan; kestabilan mengurangi kebutuhan pendinginan terus
menerus, yang biasanya pada rentang suhu tertentu tergantung
produsennya, yang pada akhirnya mengurangi biaya keseluruhan.
Vaksin tanpa menggunakan jarum (dengan nanopatch) juga sedang
dikembangkan olehWHO.