Anda di halaman 1dari 32

TEORI PELUANG

Statistika & Probabilitas


Sejarah Teori Peluang
Awalnya dilakukan oleh matematikawan dan
fisikawan Itali yang bernama Girolamo Cardano
(1501-1576) awalnya dimulai dari “meja” judi.
Cardano menulis buku Liber De Ludo Aleae (Book on
Games of Chance) pada tahun 1565. Mulai di
dipublikasikan tahun 1663.
Blaise Pascal (1623-1662) meneliti masalah peluang
bersama Pierre de Fermat (1601-1665) yang
kemudian mengembangkannya menjadi teori
peluang.
Ruang Sampel, Titik Sampel
dan Kejadian
 Ruang Sampel (sample space) atau
semesta (universe) adalah
himpunan dari semua kemungkinan
yang terjadi pada suatu percobaan.
 Titik sampel (sample point)
merupakan tiap anggota atau
elemen dari ruang sampel.
 Kejadian (event) merupakan
himpunan bagian dari ruang
sampel.
Ruang Sampel, Titik Sampel
dan Kejadian
Percobaan 1
Melempar sebuah uang logam
Ruang sampel = {gambar (G), angka (A)}
G dan A masing-masing disebut titik sampel.
Kejadian dengan satu titik sempel disebut
kejadian sederhana.
Ruang Sampel, Titik Sampel
dan Kejadian
Percobaan 2
Pelemparan sebuah dadu dan mencatat angka yang
muncul.
Ruang sampel = {kejadian muncul angka genap (A),
kejadian muncul angka 5 atau lebih
(B)}
A = { 2, 4, 6 } ; B = { 5, 6 }
S = {1,2,3,4,5,6}
Ruang Sampel, Titik Sampel dan
Kejadian
Percobaan 3
Pelemparan dua buah dadu bersamaan dan mencatat
angka yang muncul.
Jawab :

A = kejadian munculnya angka yang sama pada kedua


dadu
A = {(1,1),(2,2),(3,3),(4,4),(5,5),(6,6)}
B = kejadian munculnya jumlah angka 10 atau lebih
B = {(4,6),(5,5),(5,6),(6,4),(6,5),(6,6)}

Ruang sampel (S) = {(1,1),(1,2),(1,3),……..(6,6)}

1 2 3 4 5 6
1 (1,1) (1,2) (1,3) (1,4) (1,5) (1,6)
2 (2,1) (2,2) (2,3) (2,4) (2,5) (2,6)
3 (3,1) (3,2) (3,3) (3,4) (3,5) (3,6)
4 (4,1) (4,2) (4,3) (4,4) (4,5) (4,6)
5 (5,1) (5,2) (5,3) (5,4) (5,5) (5,6)
6 (6,1) (6,2) (6,3) (6,4) (6,5) (6,6)
Pengertian Peluang
Jika diketahui suatu kejadian A dengan
ruang sampel S, maka peluang kejadian A,
ditulis P (A), adalah sebagai berikut :
Penentuan Peluang Kejadian
Penentuan Peluang Kejadian
Contoh 2
Dalam permainan dadu disepakati aturan bahwa
kita menang jika keluar angka 4 atau lebih, serta
kalah jika keluar angka kurang dari 4. Berapa
peluang kita menang dan berapa peluang kita
kalah ?
penyelesaian :
Diketahui : Misal A = menang jika angka yang
keluar 4, 5, dan 6
G = kalah jika angka yang keluar
1, 2, dan 3
Penentuan Peluang Kejadian
Peluang dari dua Kejadian

I
G A
II
G ( G, G ) ( G, A )
A (A, G ) ( A, A )
Peluang dari dua Kejadian

1 2 3 4 5 6

1 (1,1) (1,2) (1,3) (1,4) (1,5) (1,6)


2 (2,1) (2,2) (2,3) (2,4) (2,5) (2,6)
3 (3,1) (3,2) (3,3) (3,4) (3,5) (3,6)
4 (4,1) (4,2) (4,3) (4,4) (4,5) (4,6)
5 (5,1) (5,2) (5,3) (5,4) (5,5) (5,6)
6 (6,1) (6,2) (6,3) (6,4) (6,5) (6,6)
Kepastian dan kemustahilan

Kejadian yang pasti terjadi peluangnya


bernilai 1, sedangkan kejadian yang
mustahil terjadi peluangnya 0.
Frekuensi Harapan (F)
Operasi-operasi dalam Kejadian

 Irisan
 Gabungan
 Komplemen
Irisan dua kejadian
Gabungan dua kejadian
Contoh
Peluang kejadian saling lepas atau
saling terpisah
Komplemen suatu kejadian

A
Contoh
Aksioma-aksioma Probabilitas Kejadian

1 0 ≤ P(A) ≤ 1

Aksioma
Probabilitas 2 P(Φ)=0
Kejadian

3 P(S)=1
Probabilitas untuk Hasil Berkemungkinan Sama

Jika suatu percobaan dapat menghasilkan N macam hasil


yang berkemungkinan sama (equally likely) dan jika tepat
terdapat sebanyak n hasil yang berkaitan dengan kejadian
A, maka probabilitas kejadian A adalah
contoh
Probabilitas Bersyarat

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kejadian yang saling


terkait satu sama lainnya dan kejadian yang satu menjadi
syarat untuk terjadinya kejadian yang lain.

Dalam probabilitas suatu kejadian A terjadi dengan syarat


kejadian B lebih dahulu terjadi. Dikatakan sebagai kejadian
A bersyarat B yang ditulis AIB.
Probabilitas Bersyarat

Probabilitas kondisional B, karena A yang ditunjukkan oleh


P(BIA), didefinisikan dengan
Contoh

Bekerja Tidak Bekerja


Pria 460 40
Wanita 140 260
Kejadian-kejadian Saling Bebas
contoh
lanjutan
TERIMA KASIH