Anda di halaman 1dari 27

HYPOTHESIS TESTING

STATISTIKA & PROBABILITAS


Statistik & Hipotesis

 Statistik tidak hanya membantu dalam


menggambarkan atau menampilkan data saja,
tapi juga untuk menguji kebenaran suatu
hipotesis
 Hipotesis adalah suatu pernyataan yang ingin
dibuktikan dalam suatu penelitian
 Umumnya, hipotesis dibuat sebelum melakukan
suatu penelitian
 Peneliti merancang penelitian berdasarkan
hipotesis, selanjutnya berusaha membuktikan
kebenaran hipotesis tersebut
Statistik & Hipotesis

• Statistik dapat membantu peneliti untuk


membuktikan kebenaran suatu hipotesis
• Contoh, seorang warga menyatakan bahwa
air sumur di desanya sudah tercemar, dan
untuk menguji pernyataan tersebut dilakukan
penelitian untuk membuktikan apakah air
sumur sudah tercemar atau belum
• Analisis statistik bekerja dengan
membandingkan probabilitas atau proporsi dari
suatu rangkaian kejadian
Hipotesis Null (H0)

• Hipotesis dasar dalam statistik adalah hipotesis null (H0)


• H0 mengasumsikan bahwa keadaan yang dibandingkan
(kelompok yang dibandingkan) adalah sama. Contoh:
- Tidak ada perbedaan antara status gizi anak desa dan
kota
- Tidak ada pengaruh antara pemberian jus pare
terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus
- Tidak ada hubungan jenis kelamin terhadap kejadian
diare
- IMT mahasiswa Gizi Kelas A tidak lebih kecil daripada IMT
mahasiswa Gizi Kelas B
Hipotesis Alternatif (H1)

• Selain hipotesis null, terdapat hipotesis lain yang disebut


dengan hipotesis alternatif (Ha/H1)
• Hipotesis alternatif dapat lebih dari satu, sehingga H1
dapat diartikam sebagai hipotesis alternatif yang kesatu
• Hipotesis alternatif berasumsi bahwa kondisi yang
dibandingkan adalah berbeda
- ada perbedaan antara status gizi anak kota dan
desa
- ada pengaruh antara pembelian jus pare terhadap
kadar gula penderita DM
- ada hubungan jenis kelamin terhadap kejadian diare
- IMT mahasiswa Gizi kelas A lebih kecil daripada IMT
mahasiswa Gizi kelas B
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis

1. Rumuskan H0 yang sesuai


2. Rumuskan hipotesis tandingan (H1) yang sesuai
3. Pilih taraf nyata pengujian (derajat kesalahan
yang ditolerir) sebesar 
4. Pilih uji statistik yang sesuai dan tentukan daerah
kritisnya
5. Hitung nilai statistik dari contoh acak berukuran n
6. Buat keputusan: tolak H0 jika statistik mempunyai
nilai dalam daerah kritis, selain itu terima H0
Critical Value

• Kapan kita menerima H0 (=menolak H1) dan kapan


kita menolak H0 (=menerima H1)
• Tergantung nilai hasil perhitungan kondisi yang
dibandingkan terhadap nilai tertentu (titik
kritis/critical value) = daerah penolakan H0
• Titik kritis adalah nilai yang berada di antara H0 dan
H1, apabila hasil perhitungan melampaui titik kritis
(nilai tabel), maka kita menolak H0 (=menerima H1)
Interprestasikan hasil pengujian

• Bila nilai statistik (hasil perhitungan) < nilai hipotesis (nilai


tabel) kita tidak menolak (“menerima”) hipotesis null
Ha ditolak
• Bila nilai statistik (hasil perhitungan) > nilai hipotesis (nilai
tabel) maka kita menolak hipotesis null Ha diterima
Atau

 Probabilitas (p) statistik > probabilitas tingkat


kepercayaan yang ditetapkan maka kita tidak menolak
hipotesis null Ha ditolak
 Probabilitas (p) statistik < probabilitas tingkat
kepercayaan yang ditetapkan maka kita menolak
hipotesis null Ha diterima
CONTOH
CONTOH
CONTOH
CONTOH
Contoh simbol untuk pengujian hipotesi

 misal kita akan menguji hipotesis yang menyatakan


bahwa berat badan rata-rata populasi adalah 50 kg
- H0 :  = 50
- H1 ada 3 kemungkinan yaitu :
H1 :   50 (pengujian dua arah),
H1 :  > 50 (pengujian satu arah)
atau
H1 :  < 50 (pengujian satu arah)
Contoh Simbol untuk pengujian hipotesis

 Apabila dari sampel diperoleh rata-


rata kadar Hb mahasiswa = 12 gr % (1)
sedangkan rata-rata kadar Hb mahasiswi
= 11 gr% (2), kita akan menguji apakah
ada perbedaan rata-rata kadar Hb dua
populasi ini ?
- H0 : 1 = 2
- H1 : 1  2 (pengujian 2 arah)
1 > 2 (pengujian satu arah)
Power Uji Hipotesis
1 TAIL or 2 TAILS

• Peneliti 1 dan 2 ingin mengetahui IMT mahasiswa


Gizi
- peneliti 1 ingin membuktikan apakah IMT
mahasiswa Gizi kelas A berbeda dengan IMT
kelas B
- peneliti 2 ingin membuktikan apakah IMT
mahasiswa Gizi kelas A lebih kecil dari kelas B
Perbedaan Metode Parametric & Non Parametric
Nonparametric Methods
Contoh untuk data Continues
Contoh untuk data kategorikal
Terima kasih