Anda di halaman 1dari 44

Dasar-dasar

KEHAMILAN
Annisa Warastri., S.Psi., M.Psi.,
Psikolog
0813 1315 1412
2

Prinsip Dasar
 Kehamilan merupakan episode dramatis
terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis
dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah
mengalaminya.
 Perubahan kondisi fisik dan emosional yang
kompleks, memerlukan adaptasi terhadap
penyesuaian pola hidup dengan proses
kehamilan yang terjadi.
Hubungan Episode kehamilan
3

Dgn Reaksi Psikologis

 Trimester I ; sering terjadi fluktuasi lebar aspek


emosional sehingga periode ini mempunyai
resiko tinggi untuk terjadinya pertengkaran
atau rasa tidak nyaman
4

Trimester II ; fluktuasi
emosional sudah mulai mereda
dan perhatian wanita hamil
lebih terfokus pada berbagai
perubahan tubuh yang terjadi
selama kehamilan, kehidupan
seksual keluarga & hubungan
batiniah dgn bayi yg
dikandungnya.
5

TRIMESTER III

- Berkaitan dengan bayangan risiko kehamilan


dan proses persalinan sehingga wanita hamil
sangat emosional dalam upaya
mempersiapkan atau waspadai segala sesuatu
yang mungkin akan dihadapi.
6

MASALAH
- Aspek Psikologis dan pengaruhnya
pola kehidupan dan tahapan Trimester
- Gangguan emosional dapat
menganggu kesehatan ibu dan janin yg
dikandungnya
- Hambatan asuhan neonatal paska
persalinan
7

Penanganan Umum

• Kehamilan sendiri merupakan resiko


terhadap ibu, apabila disertai dengan
gangguan psikologi  keahlian khusus
• Rawat jalan dan dukungan keluarga
• Gali faktor – faktor yg berkaitan dgn
reaksi kejiwaan seseorang
• Hindarkan penggunaan psiko farmaka
upayakan dulu psikoterapi analitik
• Rawat inap dan isolasi  bila
membahayakan.
8

Penanganan Khusus

Pseudosyesis
 Wanita tidak hamil merasa dirinya hamil, diikuti
dgn munculnya gejala & tanda (Dugaan
kehamilan)
 Bedakan kondisi ini dgn gangguan afektif yg juga
dpt menimbulkan keyakinan adanya kehamilan
atau juga terhadap seorang istri infertil yg ingin
tetap dicintai suaminya.
9

 Lakukan anamnesis terarah yang akurat,


pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
tambahan.
 Lakukan Konseling bahwa kehamilan harus
dipastikan, akan dilakukan upaya
pemeriksaan dan pengobatan untuk
kehamilan dan dukungan psiko sosial.
10

Reaksi Cemas
 Gangguan ini ditandai dgn rasa cemas dan
ketakutan yg berlebihan, terhadap hal yg masih
tergolong wajar
 Kecemasan baru terlihat, apabila wanita
tersebut mengungkapkannya karena gejala
klinik yg ada, sangat tdk spesifik
 Timbul gejala-gejala somatik akibat
hiperaktifitas otonom
11

Tenangkan dgn psiko terapi


Hanya pada pasien dgn reaksi
cemas berat, berikan diazepam
(3 x 2 mg)/hari
Bila px tdk mampu untuk
melakukan kegiatan sehari –
hari / kekurangan asupan gizi
lakukan rawat inap
12

Reaksi panik
 Ditandai dgn rasa takut dan gelisah yg hebat,
terjadi dlm periode yg relatif singkat & tanpa
sebab yg jelas.
 Px mengeluh sesak nafas atau rasa tercekik,
jantung berdebar, dll
 Pemeriksaan fisik menunjukkan pasien gelisah
dan ketakutan
 Tenangkan secara verbal sebelum psiko terapi
atau medika mentosa
13

 Sebaiknya px di rawat untuk observasi terhadap


reaksi panik ulangan dan pemberian terapi
 Karena hanya berlangsung relatif singkat, berikan
dosis tunggal, diazepam (5 mg IV)
14

• Timbulnya perasaan, rangsangan ataupun


pikiran untuk melakukan sesuatu tanpa
obyek yg jelas diikuti dgn perbuatan yg
dilakukan secara berulang kali.
• Pengulangan perbuatan ini dpt mencelakai
• Adanya potensi gadar  rawat inap
• Psiko terapi cukup membantu
• Kasus yg berat diazepam 5 mg IV dan
observasi tepat
15

 Ditandai dgn perasaan sedih, tidak bergairahj,


menyendiri, penurunan BB, insomnia,
kelemahan, rasa tdk dihargai, ada keinginan
untuk bunuh diri.
 Penelitian ; depresi pasca persalinan 15 %
(fisiologis), 46 % (patologis)
 Sulit untuk melakukan komunikasi krn menarik
diri, tidak mampu berkonsentrasi, kurang
perhatian & sulit mengingat sesuatu
16

Gunakan anti depresan,


amitryptyline 2 x 10 mg oral
Terapi ECT digunakan apabila
psikofarmaka gagal dan reaksi
depresi membahayakan pasien.
17

Reaksi
Reaksi Mania
Mania
 Ditandai dgn rasa gembira yg berlebihan
(eforia) mudah terangsang, hiperaktif,
banyak berbicara, menganggu & rasa
percaya diri yg berlebihan.
 Angka kejadian ; 0,5 – 1,5 %
18

Reaksi mania dalam kehamilan merupakan


masalah yang cukup rumit karena obat lithium
karbonat dapat merugikan janin.
 Yg menggunakan tx lithium karbonat tdk boleh
menyusui bayinya krn diekskresi pada ASI
 Wanita hamil dg reaksi mania sebaiknya dirawat
inap.
19

 Ditandai dgn ganggungan proses berpikir,


persepsi dan realita. Pada tingkat tertentu dpt
dijumpai halusinasi, waham kebesaran dan
kejaran, gangguan bicara & hilangnya asosiasi
dgn realita.
 Klorpromazine 12,5 mg atau haloperidol 0,5 mg
tdk berpengaruh terhadap janin.
20

 Dosis anti psikotik klorpromazine 125 – 250 mg


atau haloperidol 2 mg dgn pemberian multi
dosis dapat menganggu janin
 Obat ini diekskresi melalui ASI
 Tidak dianjurkan menyusui
 Psikofarmaka tidak berhasil  ECT
21

 Dengan dukungan teknologi canggih


sekalipun mortalitas masih akan tetap terjadi.
 Rasa kehilangan merupakan adaptasi dari
kemarahan, kekecewaan dan kesedihan yg
harus dihadapi dan diatasi.
 Lakukan konseling dan minta pasangan
tersebut untuk memutuskan apa yg terbaik
bagi mereka agar proses adaptasi terhadap
kehilangan dapat berjalan baik.
22

 Perhatikan kemarahan
terhadap situasi yg terjadi
dapat dilampiaskan kepada
staf klinik dan terutama
terhadap tenaga medik atau
penolong
 Beri kesempatan paling tidak 6
bln untuk resolusi sebelum
memulai kehamilan berikutnya
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEHAMILAN

 FFAKTOR FISIK
 FFAKTOR PSIKOLOGIS
 FFAKTOR LINGK, SOS-BUD
 FAKTOR EKONOMI
FAKTOR FISIK

 Status Kesehatan/penyakit
Ada dua klasifikasi dasar yang berkaitan dg status
kesehatan/ penyakit y dialami ibu hamil :
1. Akibat langsung kehamilan
2. Tidak langsung berhubungan dengan kehamilan
 Status Gizi Lanjutan……

- status gizi  salah satu faktor yang


mempengaruhi kehamilan, banyak yg tdk
mengetetahui manfaat gizi
- kebutuhan bumil > drpd sblm
hamil & makin ber+ pd saat
menyusui.

- tanda kecukupan gizi dpt diukur


b’dsrkan
kenaikan BB selama hamil rata-
rata antara 10 kg – 16 kg
Lanjutan…….
 tabel

kebutuhan ibu hamil akan zat makanan pada saat


ibu dalam keadaan tidak hamil,hamil dan menyusui.

Kebutuhan kalori Tidak hamil Hamil Menyusui


dan
Zat makanan

Kalori 2000 kkal 2300 kkal 3000 kkal


Protein 55 g 65 g 80 g
Kalsium 0,5 g 1g 1g
Zat bezi 12 g 17 g 17 g
Vitamin A 5000 IU 6000 IU 7000 IU
Vitamin D 400 IU 600 IU 800 IU
Thiamni 0,8 mg 1 mg 1,2 mg
Roboflavin 1,2 mg 1,3 mg 1,5 mg
Niasin 13 mg 15 mg 18 mg
Vitamin C 60 mg 90 mg 90 mg
GAYA HIDUP

 Subtance abuse
 hamil diluar nikah
 kehamilan tidak diharapkan
Subtance abuse
 Adalah perilaku yg
merugikan / membahayakan
bagi ibu hamil termasuk
penyalahgunaan /
penggunaan obat atau zat-zat
tertentu yg membahayakan
ibu hamil
Konsumsi Alkohol

๑ pengguna alkohol slm kehamilan mrp penyebab dr


keterbelakangan mental & cacat lahir.
๑ rokok, alkohol dan obat bius terserap dalam darah
ibu kemudian diserap darah janin.
AKIBAT mengkonsumsi
Alkohol
๑ Abortus
๑ lahirprematur
๑ BBLR
๑ komplikasi selama masa
persiapan kelahiran, persalinan
๑ FAE (Fetal Alkohol Effect).
Lanjutan…….

MEROKOK

Asap rokok dpt menyebabkan suplai O2 &


nutrisi kpd janin mll plac b’< krn pembuluh
drhnya akan mengecil.
Akibat langsung : BBLR, apneu &
kemungkinan meninggal krn SIDS (Sudden
Infant Death Sindrome)
Crib Death/kematian diranjang bayi
Lanjutan…..

Hamil diluar Nikah /


Kehamilan tidak
diharapkan

 Najman,et al (1991) menemukan


bahwa kecemasan PP & depresi > banyak
t’jd pd kehamilan yg tdk direncanakan
atau tdk diharapkan
Hasil dari hamil di luar
nikah :
a. Adanya pernikahan
b. Melakukan aborsi
c. Diadopsi orang lain
d. Menjadi single parent
e. Dirawat oleh orang tua
wanita tersebut
Kerugian dari kehamilan yang tidak diharapkan :
a. Tidak mengurus / merawat kehamilannya dg baik
b. Tidak tulus merawat bayinya, masa depan anak
bisa terlantar
c. Abortus

Tind Abortus yg tdk b’tanggung jawab


menyebabkan :
a. Kematian Ibu hamil
b. Perdarahan
c. Infeksi
d. Perasaan b’salah menghantui pelaku abortus
sepanjang hidupnya dpt mengakibatkan ggn jiwa.
e. P’buatan abortus tanpa alasan yg dpt diterima
adl p’buatan dosa besar sama dengan membunuh
mns.
FAKTOR PSIKOLOGIS
Stressor Internal dan External

Respon emosional selama kehamilan t’gantung :


 Faktor Internal :
a. Wanita yang mempunyai emosi yang labil
b. Personal relationship yang tidak adekuat
 Faktor External :
a. Trauma Psikologika
b. Sexual abuse
c. Kekecewaan yang tidak terselesaikan
d. Adanya minor disorders, misalnya rasa mual dan
konstipasi
Lanjutan…….

U/ menghilangkan cemas hrs ditanamkan


kerjasama (dokter, bidan) & diberikan
penerangan selama hamil dg tujuan :
a. menghilangkan ketidak tahuan

b. latihan-latihan fisik dan kejiwaan


c. mendidik cara-cara perawatan
bayi
d. berdiskusi tentang peristiwa
persalinan fisiologik
Lanjutan…….

 Support Keluarga
Peran keluarga bagi bumil sangatlah penting,
psikologis bumil yg cenderung > labil drpd wanita
yg tdk hamil mem’lukan banyak dukungan dr klg
t’utama suami.
Lanjutan…..

Substansi Abuse

wanita yg memakai obat2an tetap


memprioritaskan agar tetap aman 
merahasiakan, mengurangi jmlh pemakaian,
mengambil sikap agresif jika nakes dianggap
sbg penghambat

bnyk wanita yg kecanduan merasa b’salah krn


menggunaka obat2an & takut jika bayinya
akan diambil
 Partner Abuse
Lanjutan…..
 Kekerasan baik scr fisik, psikis, /sexual shg dpt t’jd rasa
nyeri & trauma
 Efek kekerasan langsung & tidak langsung
- efek langsung;trauma & kerusakan fisik pd ibu dan bayi
misal: solusio plasenta, fraktur tulang, ruptur uteri,
perdarahan
- efek tidak langsung; reaksi emosional, peningkatan
kecemasan, depresi.
 Kebanyakan wanita hamil yg mengalami kekerasan adl
krn pendidikan yg rendah, umur msh muda & hamil
diluar nikah.
FAKTOR LINGKUNGAN, SOSIAL,
BUDAYA DAN EKONOMI
 Kebiasaan adat istiadat
 Proses pembentukan janin hingga kelahiran
bayi serta pengaruhnya thd kondisi kesh ibunya
perlu dilihat dlm aspek biopsikokulturalnya sbg
s/ kesatuan bkn hanya dilihat semata dr aspek
biologis & fisiologisnya
 Adanya serangkaian upacara bagi bumil u/
mencari keselamatan, misal di Jawa; ada mitoni,
procotan & brokohan, sepasaran,dll
 Pantangan thd mkn ttn yg dianggap
membahayakan
Fasilitas Kesehatan

U/ mencapai s/ kondisi yg sehat


dip’lukan sarana & prasarana.
Mslh yg timbul krn 3 faktor
ket’lambatan :
1. dlm mengambil keputusan dlm
hal mencari pelay kesh.
2. dlm mencapai fasilitas kesh.Krn
jarak, transportasi, jln & biaya
3. dlm menerima penanganan yg
tepat. Krn kualitas tenaga kesh &
fasilitas kesh yg ada
Lanjutan…..

 Ekonomi
 Mslh t’hdp aspek finansial, misal;
- suami tdk bekerja
- b’henti bekerja
- penghslan <
- hidup di lingk kumuh  rentan thd
peny
Shg, tdk dpt mengkonsumsi mkn b’gizi & ibu
hrs bekerja  waktu istirahat b’<, biaya u/
periksa hamil & u/ b’salin
Thank You