Anda di halaman 1dari 13

Anggota 01 Bara Adhim M

1751700161

Kelompok 02 Diah Khusnul


1751700

03 Intan Tri L
1751700121

04 Izzah Dinik I
1751700015

03 Retno Sari
1751700120

04 Sintia Puji
1751700110
Japanese Encephalitis
Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit
radang otak disebabkan oleh virus Japanese
Encefalitis yang merupakan masalah kesehatan
masyarakat di Asia termasuk di Indonesia.
Jumlah kasus JE di Indonesia Tahun 2016 yang
dilaporkan sebanyak 326 kasus. Kasus
terbanyak dilaporkan terdapat di Provinsi Bali
dengan jumlah kasus 226 (69,3%) (Depkes,
2017)
Manusia bisa tertular virus JE bila
tergigit oleh nyamuk Culex
Tritaeniorhynchus yang terinfeksi.
Biasanya nyamuk ini lebih aktif
pada malam hari. Nyamuk
golongan Culex ini banyak
terdapat di persawahan dan area
irigasi. Kejadian penyakit JE pada
manusia biasanya meningkat
pada musim hujan.
Virus JE menular ke manusia melalui gigitan
Proses nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi
virus JE. Nyamuk jenis ini biasa ditemukan di
Penularan area persawahan, kolam, atau selokan. Virus
JE ditemukan pada hewan babi, kuda, dan
beberapa spesies burung. Virus JE tidak
menular dari manusia ke manusia. Virus JE
yang menyerang anak -anak dapat
menyebabkan demam tinggi secara mendadak.
START Selain itu dapat menyebabkan muntah –
muntah dan sakit kepala. Lebih parah lagi anak
juga akan mengalami lumpuh, kejang hingga
koma. Virus JE juga bisa merusak otak.
Tanda dan Gejala
Demam tinggi yang mendadak
Gejala yang timbul akibat virus JE hanya menimbulkan
gejala yang ringan atau bahkan sampai tidak kentara.
Biasanya gejala terinfeksi virus JE terjadi setelah 5 – Gangguan berjalan
15 hari. 01
Kejang
04
Sakit kepala

Mual dan muntah 03


Kelemahan otot
02
Gangguan bicara
05
Perubahan status mental (linglung)
Mengapa Virus JE
berbahaya ?
D
D D
D
D
JE dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.
Penderita yang bertahan hidup, biasanya mengalami gejala sisa, seperti:

Gangguan sistem motorik (kelumpuhan


1 dan gerakan abnormal)

Gangguan perilaku (agresif, emosi tidak


2 terkontrol, gangguan perhatian, dan depresi)

3 Gangguan intelektual (retardasi mental)

Gangguan fungsi neurologi (gangguan


4 ingatan, epilepsi, dan kebutaan)
Penentuan Diagnosa Virus JE
Melalui pemeriksaan
darah atau cairan
serebrospinal untuk
mendeteksi antibodi
Immunoglobulin M (IgM)
spesifik virus. Antibodi
IgM virus JE biasanya
terdeteksi 3-8 hari
setelah gigitan nyamuk
Culex tritaeniorhynchus
dan menetap di dalam
tubuh selama 30-90 hari.
Pengobatan Virus JE

Hingga saat ini tidak tersedia terapi antivirus untuk JE.


Pengobatan dilakukan untuk mengatasi gejala dan komplikasi. JE
dapat dicegah dengan vaksinasi dan menghindari gigitan nyamuk.
Yang Tidak Diperbolehkan Menerima Vaksin Je

Seseorang dengan riwayat alergi


berat terhadap vaksin JE

Wanita hamil dan menyusui

Seseorang dengan penurunan


sistem imun

Sedang menderita Sakit kepala


dan nyeri otot

Sedang dalam kondisi demam


ringan
Efek Samping
Pemberian Vaksin Je

Nyeri, bengkak atau kemerahan di lokasi


penyuntikan

Sakit kepala dan nyeri otot (umumnya pada


orang dewasa

Demam ringan (umumnya pada anak-anak)


Terimakasih