Anda di halaman 1dari 3

Perlakuan Terhadap

Tawanan Perang Dalam


Hukum Humaniter

SELAMAT DATANG
SISWA DIKPATIH MK TA 2020
TIU
Agar Pasis mampu melaksanakan tentang perlakuan terhadap Tawanan Perang
dalam Hukum Humaniter dan Perlakuan terhadap Korban Perang.

Ruang Lingkup
Pendahuluan
Perlakuan terhadap Tawanan Perang dalam Hukum Humaniter
Perlakuan terhadap korban perang
Penutup

Referensi
Naskah Sekolah Kodiklatad Kep 106/III/2010
Tanggal 10 Maret 2010 tentang Hukum Humaniter.
Perlakuan Terhadap Tawanan Perang

Dalam sebuah pertempuran pasti dari salah satu pihak terdapat pihak yang kalah, dan pihak
musuh yang tersisa akan menjadi tawanan perang, adapun perlakuan terhadap tawanan perang
secara hukum humaniter internasional diperlakukan secara manusiawi, yaitu:
1. Tindakan Pengamanan dan Lucuti.
2. Pengamanan dan Ikat.
3. Dilarang menganiaya siksa.
4. Perlakuankan secara manusiawi.
5. Serahkan pada komanadan langsung

HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

Atas inisiatif Henry Dunant setelah ia melihat penderitaan para korban peperangan yang
mengerikan di Solferino. Lingkup orang-orang yang dilindungi oleh Hukum Humaniter Internasional
telah diperluas. Satu ciri yang muncul dari hal tersebut adalah adanya definisi terhadap kelompok
orang-orang yang dilindungi yaitu:
1. Orang-orang yang luka.
2. Orang sakit, korban karam.
3. Tawanan perang.
4. Penduduk sipil yang berada dalam kekuasaan musuh.