Anda di halaman 1dari 45

SUTURE PATERN TECHNIQUE

drh . Dodik Prasetyo, M.Vet


MENJAHIT

 Adalah proses mempertautkan tepi luka


dengan benar dalam ilmu bedah di sebut
aposisi.
 Baik buruknya jahitan sangat berpengaruh
pada perlekatan luka .
Kesembuhan luka tergantung dari :
 Lamanya luka.
 Macam atau tipe benang yang di pakai.
 Pola jahitan yang di gunakan.
 Penanganan dan perawatan luka..
 Pemilihan jarum operasi.
 Teknik menjahit.
Pemilihan jarum operasi berdasarkan:
 Jenis jaringan yang akan di jahit .
 Topografi luka.
 Tipe jarum operasi.
Jarum operasi yang di gunakan di
bedakan berdasarkan:
 Pangkal jarum.
 Badan jarum.
 Ujung jarum.
MACAM-MACAM JARUM OPERASI
Pola jahitan secara umum ada:
 Jahitan menerus sederhana (simple continous
suture)
 Jahitan terputus sederhana (simple
interupted suture)

Jahitan khusus → modifikasi kedua jahitan


tersebut.
Tipe Simpul

 First Tie (1)


 Square knot (1 -1 )
 Surgeon’s Knot ( 2 – 1 - 1 )
 Triple Knot ( 3 – 2 - 1 )
 Grany Knot ( 1 – 2 )
 Half hitch knot (simpul 1 (sisa) – simpul 1)
(menerus)
Dalam melaksanakan penjahitan harus
memperhatikan:
 Waktu menjahit pengambilan jaringan pada tepi
luka/insisi harus secukupnya (0,2 - 0,3 cm).
 Letak benang jahit pada jahitan bersebrangan
harus sejajar,agar pertautan kedua tepi
permukaan luka dapat sempurna.
 Jarak jahitan pada masing – masing jahitan
sebaiknya tidak terlalu dekat atau jauh kurang
lebih sejarak 0,3 – 0,5 cm, untuk menghindari
adanya tegangan jahitan.
 Simpul jangan terlalu erat karena jaringan akan
teriris oleh benang.
JAHITAN TERPUTUS (INTERUPTED
SUTURE).
 a. Jahitan terputus sederhana.
 b. Jahitan matras.
• Matras horizontal
• Matras vertikal
• Matras silang
 c. Stent and quilled.
 d. Near and far.
 e. Interrupted Lembert
a. jahitan terputus sederhana.
 Di gunakan untuk menjahit muskulus,jaringan
lemak dan kulit.
 Keuntungan:
 Lebih baik dan aman di pakai dalam menunjang
proses penyembuhan luka, karena lebih
sempurna dalam mempertautkan kedua tepi
permukaan luka.
 Apabila ada salah satu simpul jahitan yang lepas
tidak akan berpengaruh terhadap luka secara
keseluruhan.
 Kerugian:
 Waktu yang di perlukan dalam pelaksanaan
penjahitan lebih lama dan membutuhkan bahan
benang yang lebih banyak.
POLA JAHITAN SIMPLE INTERRUPTED
b. jahitan matras.

 Di gunakan untuk menjahit kulit pada


bedah kosmetik karena pembentukan
jaringan granulasi sangat minim,
khususnya pada anjing, kuda dan sapi.
b.1. matras horizontal.

 Menghasilkan pola jahitan yang sejajar


dengan garis insisi.
 Keuntungan : cepat dalam pelaksanaannya
dan membutuhkan bahan (benang) hanya
sedikit.
 Kerugian : tingkat kesulitan tinggi sehingga
butuh konsentrasi yang tinggi.
POLA JAHITAN MATRASS HORIZONTAL
b.2. matras vertikal.

 menghasilkan pola jahit yang tegak lurus


dengan garis insisi.
 keuntungan : kekuatan menahan luka lebih
bagus dari matras horizontal dan tingkat
eversinya lebih kecil.
 -kerugian : waktu yang di butuhkan untuk
proses menjahit lebih lama dan materi
(benang) yang di butuhkan lebih banyak.
POLA JAHITAN MATRASS VERTIKAL
b.3. matras silang.

 menghasilkan pola jahitan menyilang dengan


garis insisi.
 keuntungan : pola jahitan ini menghasilkan
kekuatan yang cukup bagus dan tingkat
eversinya kecil.
 biasanya di gunakan untuk menjahit ujung
ekor,lengan dan kaki (operasi amputasi ekor
dan kaki ).
POLA JAHITAN MATRASS SILANG
c. stent and quilled.

 Jahitan operasi yang di gunakan untuk


menghilangkan space dan mengontrol
haemorhage.
 Teknik : pasang gulungan kassa di atas kulit
kemudian di jahit dengan kulit menggunakan
pola jahitan simple interrupted atau matras
horizontal.
POLA JAHITAN STENT AND QUILLED
d. Near and far.

 Merupakan modifikasi dari jahitan


matras vertikal.
 Biasanya di gunakan untuk menjahit
kulit.
POLA JAHITAN NEAR AND FAR
e. Interrupted lembert
2. JAHITAN MENERUS (CONTINOUS
SUTURE).
 Jahitan menerus sederhana.
 Jahitan ford interlocking (lock stitch).
 Continous everting mattres (matras everting
menerus), baik horizontal maupun vertikal.
 Pola jahitan menerus untuk jahitan
gastrointestinal :
• Continuous Lambert
• Cushing
• Connell
• Parker-kerr
• Halstead
Jahitan menerus sederhana
 Jahitan ini di gunakan untuk lemak dan
fasia.
 Pola ini lebih rapat.
 Hanya boleh dipakai jika sobekan tidak
lebih dari 13 cm , karena bila sembuh
akan menimbulkan kerutan.
 Keuntungan : pola jahitan ini lebih
praktis karena waktu yang di butuhkan
juga lebih sedikit.
 Kerugian :
 Penggunaannya terbatas karena pada
pola jahitan ini tepi permukaan luka
tidak dapat di pertautkan dengan baik
sehingga pembentukan jaringan
granulasi akan lebih banyak dan
membutuhkan waktu penyembuhan
lebih lama.
 Apabila terjadi lepasnya simpul maka
jahitan akan terbuka secara
keseluruhan.
Jahitan menerus sederhana
(simple continouse)
Jahitan ford interlocking (lock
stitch).
 Jahitan ini sangat stabil dan di gunakan
untuk penjahitan kulit.
 Keuntungan :
 Lebih kuat dalam mempertahankan tepi
luka.
 Waktu yang di butuhkan cukup singkat.
 Kerugian : bahan (benang) yang di
butuhkan lebih banyak.
Jahitan ford interlocking (lock stitch).
Continous everting mattres
(matras everting menerus), baik
horizontal maupun vertikal.

 Pola jahitan ini jarang di gunakan di


dunia kedokteran hewan, tapi pola ini
sangat di butuhkan karena
kemampuannya yang cukup bagus
dalam mempertautkan tepi luka,
biasanya di gunakan sebagai jahitan
sepanjang kulit.
Continous everting mattres (matras
everting menerus), baik horizontal maupun
vertikal.
Pola jahitan menerus untuk
jahitan gastrointestinal :
 Continuous Lambert.
 Cushing.
 Connell.
 Parker-kerr.
 Halstead.
Continuous Lambert
 Di gunakan untuk menjahit jaringan dari
organ viscera dan merupakan pola dasar
jahitan grastrointestinal.
 Cukup bagus untuk dalam mencegah
terjadinya kebocoran.
 Mempercepat proses kesembuhan luka
dengan inversi jaringan serosa
grastrointestinal.
 Pola jahitan ini hanya sampai menembus
lapisan muskular (seromuskular), tidak
sampai menembus mukosa .jarum di
tusukkan dengan arah tegak lurus dengan
garis insisi.
Continuous Lembert
Cushing

 Pola jahitan ini merupakan modifikasi


dari pola jahitan lambert, tapi dengan
arah jarum sejajar (paralel) dengan
garis insisi.
 Termasuk pola jahitan seromuskular,
hanya menembus lapisan muskular
tidak menembus mukosa.
Cushing
Connell

 Pola jahitan ini merupakan modifikasi


dari pola jahitan cushing, tapi jarum di
tembuskan sampai mukosa (lumen).
 Kerugian dari pola jahitan ini adalah
kenungkinan terjadinya stenosis
cukup besar.
Connell
Parker-kerr.

 Pola jahitan ini adalah modifikasi dari


pola jahitan cushing, dengan
modifikasi menggunakan bantuan
alat (clamp).
 Pola jahitan ini biasanya di gunakan
untuk menutup organ yang berbentuk
saluran (usus, uterus).
Parker-kerr.
Halstead

 Merupakan modifikasi dari pola


jahitan lambert terputus , tapi
dengan teknik terputus.
Halstead
Terimakasih