Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN By.

N DENGAN DIARE
DI RUANG ASTER RSU. Dr SOEBANDI JEMBER

Oleh:
Nama : Muhammad Shulhan Azzuhri
Nim : 19 0103 1009

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2019
DEFINISI

• Gastroenteritis atau diare adalah defekasi encer lebih dari tiga


kali sehari dengan atau tanpa lendir dalam tinja. Diare akut
adalah diare yang timbul secara mendadak dan berlangsung
kurang dari 7 hari pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat.
Diare akut timbul secara mendadak dan berlangsung terus
secara beberapa hari Kehilangan cairan dan garam dalam
tubuh yang lebih besar dari normal menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi timbul bila pengeluaran cairan dan garam lebih
besar dari pada masukan. Lebih banyak tinja cair
dikeluarkan, lebih banyak cairan dan garam yang hilang.
Dehidrasi dapat diperburuk oleh muntah, yang sering
menyertai diare (Andrianto, 1995 dalam Nurmasarim 2010).
ETIOLOGI
Ditinjau dari sudut patofisiologisnya, maka penyebab gastroenteritis akut
(diare akut) ini dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
1. Diare Sekresi (secretory diarrhoea), disebabkan oleh:
a. Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen
b. Hiperperistaltik usus halus yang dapat disebabkan oleh bahan-bahan
kimia, makanan, gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa
dingin, alergi.
2. Diare Osmotik (Osmotic diarrhoea), disebabkan oleh :
a. Malabsorbsi makanan (karbohidrat, lemah, protein, vitamin dan
mineral).
b. KKP (Kekurangan Kalori Protein).
c. BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah) dan bayi baru lahir. (Suharyono
dkk.,1994 dalam Wicaksono, 2011)
Tanda dan Gejala
Diare disertai keadaan muntah-muntah dan/atau
demam, tenesmus, hematochezia, nyeri perut atau kejang perut.
Diare yang berlangsung beberapa waktu tanpa penanggulangan
medis yang adekuat dapat menyebabkan kematian karena
kekurangan cairan di badan yang mengakibatkan renjatan
hipovolemik atau karena gangguan biokimiawi berupa asidosis
metabolik yang lanjut. Karena kehilangan cairan seseorang
merasa haus, berat badan berkurang, mata menjadi cekung,
lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun serta
suara menjadi serak. Keluhan dan gejala ini disebabkan deplesi
air yang isotonik. Karena kehilangan bikarbonas, perbandingan
bikarbonas berkurang, yang mengakibatkan penurunan pH
darah. Penurunan ini akan merangsang pusat pernapasan
sehingga frekwensi nafas lebih cepat dan lebih dalam
pengakajian

• Identitas pasien
Nama : By. D
Tempat tanggal lahir : Sumber Wringin, 10 April 2017
Jenis kelamin : perempuan
Alamat : Sumber Wringin
• Penanggung jawab
Nama : Ny E
Hubungan : Ibu
Alamat : Sumber Wringin
• Keluhan utama : mengeluhkan BAB 10x/hari seddikit-sedikit

• Riwayat penyakit sekarang : : Ibu klien mengatakan klien post op


Duhamel dan tutup stoma pada tanggal 15 Desember 2019,Kemudian
klien pada tanggal 16 desember 2019 klien mengeluhkan nyeri pada
luka post op dan mengeluhkan BAB 10x/hari seddikit-sedikit

• Pemeriksaan fisik:
- BB : 9 kg
- BBL : 2500 Gram
- BBI : 12
- Status Gizi ; 75% ( kep Ringan)
-N : 132 x/menit
- Suhu : 36,90C
- RR : 28 x/menit
Analisa data
Ds : Ibu pasien mengatakan anakanya BAB Ds : Ibu klien mengatakan anaknya merasakan
10x/Hari sedikit sedikit. nyeri pada luka post op dibawah
Do : umbilikus
1. Diare 10x/hari Do :
2. BAB cair 1. P : Ibu klien mengatakan anaknya
3. Feses Berwarna kuning ke hijauan merasakan nyeri pada luka post opp
4. Ku lemah Q : Ibu klien mengatakan
5. Bising usus 31x/menit Klien merasakan nyeri seperti di tusuk-
tusuk.
Mk: Diare R : Luka post opp di bagian bawah umbilikus
S : Sekalan Nyeri 4
T : Nyeri hilang timbul pada saat mobilisasi
2. Menangis
3. Terdapat luka post opp di bawah umbilicus
4. Ttv :
N : 132X/menit
RR : 28 X/Menit
S : 36,5 C
Mk: Nyeri Akut
Ds : Ibu pasien mengatakan Ds : Ibu klien mengatakan
anakanya BAB 10x/Hari terdapat luka diaperas di sekitar
sedikit sedikit. anusnya
Do :
D0 : 1. Diaperas pada anus
1.Turgor Kulit dan membrane 2. Warna iritasi kemerahan
mukosa kering 3. Perih saat bab
2. Peningkatan Frekuwensi Nadi 4. Perih saat mobilisasi
132X/menit
3. KU Lemah Mk : Kerusakan integritas
4. Mual kulit
5. CRT <2 detik
6. Konjungtiva merah muda
7. Nafsu makan menurun
Mk: Resiko Ketidakseimbangan
Volume Cairan
DIAGNOSA :
1. Diare
2. Nyeri Akut
3. Resiko Ketidak Seimbangan Volume Cairan
4. Kerusakan Integritas Kulit
WOC DIARE

Infeksi Malabsorbsi KH, Makanan Psikologis


 Enteral Protein, lemak basi, alergi takut, cemas
 Parenteral
Makanan tdk diserap
Aktivitas tonus me 
ggn pada villi usus
Tek. osmotik cairan
usus meningkat
Absorbsi aktif Na dari lumen usus
me sekresi aktif NaCl & air dari
mukosa ke lumen usus me 
Volume usus meningkat hiperperistaltik

MK : Ggn. Pola tidur


Diare

Kehilangan
cairan dan
elektrolit
di vaskuler MK :
-Defisit volume cairan
-Resiko Pengeluaran Na+ me  Iritasi Anus
Ketidakseimbangan
volume cairan Na HCO3 plasma me
MK :
Kulit di Sal cerna terakumulasi Metabolisme anaerob Ggn. Rasa nyaman
perianal toksin
Nyeri

Lama kontak Terjadi anoreksia, Ggn. Integritas kulit


Asam laktat 
dg cairan mual, muntah
dan bakteri
MK: Asidosis
Kulit Lembab Ggn Pemenuhan nutrisi
Ggn Tumbang
Pertumbuhan Asam lambung 
bakteri
meningkat infeksi otak
MK : Ketidak
Suhu tubuh tinggi Nafsu makan me 
Seimbangan Nutrisi
Iritasi kulit
Kejang kurang dari
MK: kebutuhan Tubuh
Resiko kerusakan MK:
integritas kulit Resiko cedera
TERIMAKASIH