Anda di halaman 1dari 27

KELOMPOK ESAI

Nama Kelompok:1. Iqbal Tri Wardana/32


2. Helman Jaka Satriya/31
3. Febri Widianto/30
• Pengertian Esai
• Esai adalah suatu karangan tulisan dalam bentuk opini penulis yang
membahas tentang suatu masalah tertentu secara subjektif dan
argumentatif.
• Maksud esai secara subjektif artinya tulisannya berdasarkan
pandangan dari si penulis sendiri, sedangkan esai secara
argumentatif artinya setiap opini atau pandangan yang ia tulis itu
berdasarkan data dan fakta untuk mendukung apa yang menjadi
pandangan sipenulis dalam esainya.
• Lalu untuk apa data dan fakta tersebut ? Tujuannya yaitu untuk
meyakinkan pembacanya agar opini sipenulis dapat dipercaya dan
sipembaca mau mengikuti apa yang dikatakan penulis.
• Pembahasan Esai tidak bersifat netral dan lebih mengedepankan
opini pembahasan secara subjektif tentang apa yang menarik
menurut penulis dan setiap penulis memiliki cara pandang yang
berbeda dengan penulis lainnya sehingga akan melahirkan ciri dan
gaya bahasa yang khas.
• Sejarah Essay
• Pada dasarnya jenis teks essay telah dikenal sejak lama,
bahkan menurut beberapa catatan
sejarah, essay pertama kali dikenal sekitar pada tahun
1500-an, tepatnya dipelopori oleh seorang filsuf Perancis,
yaitu Montaigne.
• Montaigne menulis sebuah buku yang telah
mencantumkan beberapa anekdot dan juga hasil
observasinya mengenai essay. Sebenarnya banyak sekali
contoh essay yang tersebar, di Indonesia sendiri essay
pertama kali dipopulerkan oleh HB Jassin melalui beragam
tinjauan karya sastra Indonesia.
• Pengertian Esai Menurut Para Ahli

• Menurut Apriliani => Esai yaitu karangan prosa yang membahas suatu
masalah secara sepintas dan lugas dari sudut pandang penulisnya.
• Menurut Kuncoro Mudrajad => Esai yaitu komposisi prosa yang singkat
dan padat. Di dalam esai mengekspresikan opini penulis tentang
subyek tertentu yang disertai dengan data.
• Menurut Jassin dalam Pujiono => Esai yaitu suatu tulisan ilmiah yang
membicarkan bermacam ragam masalah, yang tidak tersusun
secara sistematis atau teratur.
• Menurut Fajri dalam Pujiono => Esai yaitu suatu tulisan yang
menguraikan tentang masalah secara sepintas dari sudut pandang
penulisnya sendiri.
• Menurut Sumardjo, Jakob dan Saini K.M => Esai yaitu suatu karangan
pendek tentang fakta yang kemudian dikupas menurut pandangan
pribadi penulisnya.
• Menurut Budiman, Arief dalam Djuharie :
Esai yaitu suatu karangan yang sedang panjangnya, biasanya esai
dikemukakan seperti bentuk prosa, yang mempersoalkan masalah tertentu
secara mudah dan sepintas.
• Menurut H.B Jassin :
Esai yaitu uraian tulisan yang membicarakan bermacam ragam masalah,
baik politik, sosial, hukum, pertanian dan lain sebaginya. Esai tidak tersusun
secara teratur akan tetapi ada garis besar yang dapat dipetik dari
bermacam tulisan yang diutarakan.
• Menurut Umar Muktar :
Esai yaitu karangan prosa yang mengupas secara sepintas akan tetapi
akurat, padat, dan berisi mengenai berbagai masalah, seperti politik,
kesusastraan, seni, dan budaya dari sudut pandang penulisnya.
• Menurut Soetomo :
• Esai yaitu karangan pendek mengenai suatu masalah yang yang perhatian
publik untuk diselidiki dan dibahas.
• Ciri – Ciri Esai

• Berbentuk prosa, artinya tulisan esai berbentuk komunikasi atau bahasa


tulisan biasa, sehingga dalam hal ini penulis menghindari penggunaan gaya
bahasa atau bahasa kiasan lainnya seperti majas.
• Memiliki gaya pembeda, artinya seorang penulis akan membawakan ciri
dan gaya tulisan atau bahasa yang khas tergantung dengan pendapat
dan pandangannya sehingga hal ini dapat membedakannya dengan
penulis lain.
• Selalu tidak utuh, artinya setiap isu atau topik yang akan dibahas hanya
bagian yang penting dan menariknya saja.
• Memenuhi keutuhan kriteria penulisan, artinya walau apa yang dibahas
pada suatu isu atau topik tersebut tidak utuh, namun dalam kriteria
penulisan setiap penulis harus tetap memenuhi keutuhannya seperti adanya
pendahuluan, isi atau tubuh serta kesimpulannya sehingga apa yang
dibahas terstruktur dan sesuai kronologis serta penulis memberikan
pendapat atau sentuhan kata yang melengkapi seluruh bahasan sehingga
pembaca tidak merasa tergantung dalam memahaminya.
• Jenis – Jenis Esai
• Esai memiliki 6 jenis atau tipe esai yang membedakannya dengan
jenis esai yang lain, yaitu esai deskriptif, tajuk, cukilan watak, pribadi,
reflektif dan esai kritik. Setiap isi dan pembahasannya pun berbeda
pula. Jenis atau tipe esai diantaranya,
• Esai Deskriptif
• Esai deskriptif adalah esai yang menggambarkan atau menjelaskan
tentang suatu hal atau objek seperti seseorang ataupun suatu benda
yang menarik perhatian penulis.
• Esai Tajuk
• Esai tajuk adalah esai yang berisi opini yang biasanya dimuat dalam
surat kabar yang membahas tentang isu yang sedang berkembang
dimasyarakat, baik itu isu pemerintah, politik, pendidikan, fashion
ataupun isu yang lainnya sesuai jenis surat kabar yang diterbitkan.
• Cukilan Watak
• Dalam esai jenis ini memungkinkan seorang penulis menjelaskan
cukilan atau cuplikan watak seseorang terkait isu kepada para
pembaca. Dalam esai ini tidak menulis kisah seseorang atau biografi,
hanya saja penulis mengungkapkan sepenggal watak yang ada
pada tokoh yang terkait dalam cerita atau isu dalam esai tersebut.
• Pribadi
• Hampir mirip dengan esai cukilan watak, namun dalam esai pribadi,
penulis esai bercerita tentang dirinya sendiri dalam esai tersebut.
Dengan jelas penulis mengungkapkan pendapatnya tentang isu
yang menarik perhatiannya.
• Reflektif
• Adalah esai yang ditulis untuk merenungkan suatu isu politik,
kebijakan pemerintah, dan isu penting lain yang sering kali ditulis oleh
seorang cendekiawan dalam menanggapi isu-isu yang ada.
• Esai Cukilan Watak
• Esai cukilan watak adalah esai yang menyebutkan tentang tipe atau watak
seseorang dalam suatu pembahasan atau sebuah isu kepada pembaca,
dan dalam esai ini penulis tidak membahas biografi hidupnya.
• Esai Pribadi
• Esai pribadi adalah esai yang menyebutkan tentang tipe atau watak penulis
sendiri dalam suatu pembahasan atau sebuah isu kepada pembaca. esai
ini hampir sama dengan esai cukilan watak, hanya saja esai pribadi
menceritakan watak seorang penulis sendiri.
• Esai Reflektif
• Esai reflektif adalah esai yang membahas suatu isu atau topik dengan
sungguh-sungguh dan penjelasan yang dalam yang berhubungan dengan
kehidupan seperti kebijakan pemerintahan, isu politik dan pendidikan untuk
dijadikan sebuah perenungan kepada pembaca.
• Esai Kritik
• Esai kritik adalah esai yang berisi pembahasan penulis kepada suatu uraian
seni, misalnya sebuah film maupun lukisan.
• Struktur Esai

Agar tulisan esai memenuhi keutuhan kriteria penulisannya, maka esai


harus memiliki bagian-bagian struktur pembahasan diantaranya
pendahuluan, isi dan kesimpulan secara terstruktur dan kronologis.
Berikut ini penjelasan ketiga bagian tersebut.
• Pendahuluan

Dalam bagian pendahuluan, penulis akan menuliskan sedikit


gambaran untuk pengantar serta latar belakang dari isu atau topik
yang akan dibahas dalam esai tersebut. pengantar dan latar
belakang dalam hal ini berfungsi untuk menjadi gambaran agar
pembaca dapat mengetahui arah dan tujuan penulisan esai yang
akan ditulis.
• Isi / Tubuh
• Dalam bagian isi atau tubuh esai, barulah penulis menuliskan seluruh
informasi secara lebih detail dan berurutan sesuai ide yang akan
ditulis, penulis akan menjelaskan isu atau topik tersebut secara lebih
jelas dan terstruktur dengan dilengkapi pendapat, data atau fakta
agar pembaca lebih yakin dengan apa yang disampaikan penulis
dalam bagian ini.
• Kesimpulan / Penutup
• Dalam bagian penutup atau kesimpulan, penulis menyebutkan
kembali ide pokok atau ringkasan dari bagian isi esai untuk lebih
memperjelas arah dan tujuan penulisan serta dalam hal ini penulis
bisa memberikan beberapa observasi atau pendapat tentang isu
atau topik tersebut untuk lebih membentuk opini pembaca dan
meyakinkan pembaca akan hal itu.
• Langkah – Langkah Pembuatan Esai
• Untuk membuat sebuah esai, kita harus mengetahui terlebih dahulu
bagaimana langkah untuk membuatnya. Ada 7 langkah esai yang dapat
kamu praktekan diantaranya,
• Menentukan tema dari isu atau topik yang akan dibahas
• Membuat ide atau garis-garis besar dari isu atau topik tersebut
• Menuliskan pendapat kita tentang topik yang akan dibahas
• Menulis tubuh esai dengan menyajikan poin – poin penting yang akan
dibahas. lalu membuat subtema untuk memudahkan pembaca dalam
memahami gagasan atau opini kita sebagai penulis, setelah itu kita
mengembangkan subtema tersebut.
• Membuat paragraf pertama yang bersifat pendahuluan seperti latar
belakang atau alasan kita menulis esai tersebut.
• Menuliskan kesimpulan dengan memberikan pendapat pada gagasan
yang telah dibahas yang bertujuan untuk memperkuat opini pembaca agar
sesuai atau sejalan dengan apa yang kita tulis.
• Memberikan sentuhan akhir agar pembaca dapat mengambil manfaat dari
apa yang kita tulis.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCIPTAKAN
PEMUDA IDEAL

• Kehidupan Pemuda bangsa beberapa tahun terakhir ini telah berada pada titik
nadir. Kebanyakan dari pemuda lebih suka bermalas-malasan, terlalu banyak
bermain, dan enggan bekerja keras. Jikalau ada pemuda yang gemar bekerja
keras, itupun hanya untuk sekedar memenuhi tuntutan gaya hidup yang bersifat
konsumtif saja. lebih banyak lagi yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sedikit sekali
pemuda yang matang secara emosional, cerdas dalam berpikir, dan kaya dengan
keimanan. Pemuda yang hebat bukan hanya dilihat dari kesuksesan akademiknya
saja. Bukan pula dilihat dari kepopulerannya, apalagi kepandaiannya dalam
mencari uang. Semua itu adalah capaian semu bersifat pragmatis yang seolah
menjadi prestasi besar yang telah berhasil mereka raih.
• Pemuda ideal adalah pemuda yang matang dengan kecerdasannya,
kesantunannya, Ketaqwaannya, mandiri finansialnya, kuat fisiknya, jujur, dan
kedewasaannya. Semua capaian itu bukanlah mustahil untuk dilakukan. Diperlukan
adanya sistem dan formula khusus untuk mewujudkanya dalam sistem pendidikan
di sekolah. Sistem yang mampu menyatukan segala aspek karakter positif dan
mengintegrasikannya ke dalam materi pembelajaran sekolah, keteladanan, dan
lain sebagainya. Sistem pendidikan yang tengah marak dibicarakan dan populer di
kalangan praktisi pendidikan ini adalah pendidikan karakter.
• PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCIPTAKAN PEMUDA IDEAL:

• Pendidikan karakter ini memuat delapan belas nilai karakter positif


yang terintegrasi menjadi satu dalam segala aspek pendidikan di
sekolah dan di rumah. Kedelapan belas nilai karakter yang tercakup
dalam sistem pendidikan ini diharapkan mampu menjadi jembatan
bagi terciptanya pemuda yang cerdas, beriman, bertaqwa, dan
cinta negara.
• Karakteristik Esai
• Esai sebenarnya (hampir) sama saja dengan opini. Sebab, definisi dari esai
itu sendiri adalah karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang
membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi
penulisnya. Itu sebabnya, artikel di media massa itu bertaburan data-data
teknis, tapi lebih ke arah pemaparan sepintas lalu dan itu murni pendapat
pribadi penulisnya setelah membaca pendapat lain dari begitu banyak
karya yang telah dibacanya. Opini juga adalah pendapat si penulis
terhadap suatu masalah. Jadi sama saja.
• Format penulisan esai biasanya dimulai dari membeberkan fakta yang
hendak dinilai menurut pendapat kita. Itu sebabnya harus kuat di data dan
bahan yang mendukung penulisan tersebut. Kemudian menganalisis fakta
tersebut menurut pengamatan kita. Jika perlu diberikan saran, ya kita
sampaikan saran kita. Jika perlu dikritisi, sampaikan juga alasan kita. Baru
terakhir kesimpulan kita. Bisa mendukung fakta tersebut, bisa juga
menolaknya. Singkatnya demikian.
• Karakteristik Esai :

• Untuk persiapan menulisnya, bisa menentukan tema apa yang akan


kita tulis. Lalu mengumpulkan bahan dan data untuk mendukung
tulisan kita. Proses selanjutnya bisa langsung saja menulis. Tapi tak ada
salahnya juga jika kita membuat kerangka tulisan (outline) untuk
tujuan agar tulisan kita fokus. Tidak melebar ke mana-mana. Efefktif
dan efisien sesuai keperluannya.
• PERAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENCIPTAKAN PEMUDA IDEAL:
• Kehidupan Pemuda bangsa beberapa tahun terakhir ini telah berada pada titik
nadir. Kebanyakan dari pemuda lebih suka bermalas-malasan, terlalu banyak
bermain, dan enggan bekerja keras. Jikalau ada pemuda yang gemar bekerja
keras, itupun hanya untuk sekedar memenuhi tuntutan gaya hidup yang bersifat
konsumtif saja. lebih banyak lagi yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sedikit sekali
pemuda yang matang secara emosional, cerdas dalam berpikir, dan kaya dengan
keimanan. Pemuda yang hebat bukan hanya dilihat dari kesuksesan akademiknya
saja. Bukan pula dilihat dari kepopulerannya, apalagi kepandaiannya dalam
mencari uang. Semua itu adalah capaian semu bersifat pragmatis yang seolah
menjadi prestasi besar yang telah berhasil mereka raih.
• Pemuda ideal adalah pemuda yang matang dengan kecerdasannya,
kesantunannya, Ketaqwaannya, mandiri finansialnya, kuat fisiknya, jujur, dan
kedewasaannya. Semua capaian itu bukanlah mustahil untuk dilakukan. Diperlukan
adanya sistem dan formula khusus untuk mewujudkanya dalam sistem pendidikan
di sekolah. Sistem yang mampu menyatukan segala aspek karakter positif dan
mengintegrasikannya ke dalam materi pembelajaran sekolah, keteladanan, dan
lain sebagainya. Sistem pendidikan yang tengah marak dibicarakan dan populer di
kalangan praktisi pendidikan ini adalah pendidikan karakter.
• Tujuan Penulisan Essay
• Meyakinkan Pembaca
Tujuan penulisan essay yang pertama adalah meyakinkan
pembaca untuk percaya terhadap pendapat penulis
terkait sebuah kejadian. Dengan tujuan tersebut, pendapat
yang disampaikan dalam essay hendaknya disertai dengan
data-data ataupun fakta yang menunjang supaya
pembaca yakin terhadap pendapat dari penulis.
• Menerima Pendapat Penulis
Dasar tujuan ditulisnya sebuah essay yang kedua, yakni
agar dapat membuat masyarakat menerima dan
persetujuan terhadap sudut pandang penulis mengenai
suatu masalah satu isu populer. Oleh karena itu, wajib
menyertakan adanya data atau fakta yang mendukung.
• Contoh soal
• 1. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan.
Hal itu tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan
Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di Merauke, Sabtu (26/5).
Kalimat utama dalah paragraf diatas adalah ...
• a. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke,
Papua, mencapai 95%.
• b. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan.
• c. Hal itu tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan
Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di Merauke
• d. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 85%.
• e. Hanya saja, hal itu dinilai patokan kualitas kelulusan.
• 2. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu
tidak usah dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke
Vincentius Mekiuw di Merauke, Sabtu (26/5). Menyimak pernyataan di atas
menguatkan apa yang selama ini diwacanakan, khususnya saat UN tiba, yaitu
adanya kesenjangan taraf pendidikan di Tanah Air. Di wilayah barat, pendidikan
relatif maju. Lulusan UN bisa langsung bersaing secara setara di kancah perguruan
tinggi terkenal. Sebaliknya, siswa dari Merauke, jika ingin masuk PTN terkenal, harus
matrikulasi satu tahun kalau mau setaraf dengan lulusan setingkat dari Jawa.
• Fakta dalam paragraf diatas ...
• a. Di wilayah barat, pendidikan relatif maju.
• b. Lulusan UN bisa langsung bersaing secara setara di kancah perguruan tinggi
terkenal.
• c. Sebaliknya, siswa dari Merauke, jika ingin masuk PTN terkenal, harus matrikulasi
satu tahun kalau mau setaraf dengan lulusan setingkat dari Jawa.
• d. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 95%.
• e. Menyimak pernyataan di atas menguatkan apa yang selama ini diwacanakan,
khususnya saat UN tiba, yaitu adanya kesenjangan taraf pendidikan di Tanah Air.
Bacalah teks editorial berikut !
• 3. Namun, satu hal yang sama-sama menjadi perhatian adalah
memajukan mutu pendidikan secara nasional.
• Kata kerja Rasional yang terdapat pada kalimat diatas ...
• a. Namun
• b. Menjadi
• c. Memajukan
• d. Yang
• e. Secara
• 4. Dua solusi yang ditawarkan dalam editorial ini adalah
pemanfaatan kemajuan teknologi melalui program palapa ring dan
belajar dengan pengalaman yang ada.
• Sinonim dari kata yang bercetak miring adalah ...
• a. Akibat
• b. Masalah
• c. Jalan keluar
• d. Pencapaian
• e. Kesimpulan
• 5. Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai
95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah
dibanggakan, ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius
Mekiuw di Merauke, Sabtu (26/5).
• Kalimat langsung dari kalimat diatas ...
• a. “Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai
95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah
dibanggakan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius
Mekiuw di Merauke
• b. “Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai
95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah
dibanggakan” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius
Mekiuw di Merauke
• c. “Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua, mencapai
95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak usah
dibanggakan.” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius
Mekiuw di Merauke
• d. menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di
Merauke “Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak
usah dibanggakan.”
• e. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke Vincentius Mekiuw di
Merauke “Kelulusan ujian nasional (UN) jenjang SMA/MA/SMK di Merauke, Papua,
mencapai 95%. Hanya saja, hal itu dinilai bukan patokan kualitas kelulusan. Hal itu tidak
usah dibanggakan,”
• Soal dari teman saya:
• 1. ciri-ciri esai adalah prosa?Bahasa yng digunakan dalam prosa adalah(KEL
5)
• Jawab: Prosa adalah jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi sebab
variasi ritme yang dipunya lebih besar, dan bahasanya yang sesuai dengan
arti leksikalnya.
• Jadi gaya Bahasa yang digunukan itu macamnya ada 4 yaitu:
• A. gaya Bahasa pengembangan
• B. gaya Bahasa perbandingan
• C.gaya Bahasa sindiran
• D. gaya bahsa penegasan
• Yang saya bahas kali iniadalah gaya Bahasa pengembangan jadi gaya
bahasa yang berusaha membuat ungkapan dengan cara
membandingkan suatu hal atau keadaan dengan hal atau keadaan yang
lain
• 2. bagaimana pengertian esai menurut para tokoh(KEL 1)
• Jawab:menurut para tokoh contohnya ada 5 yaitu:
• Menurut Apriliani => Esai yaitu karangan prosa yang membahas suatu masalah
secara sepintas dan lugas dari sudut pandang penulisnya.
• Menurut Kuncoro Mudrajad => Esai yaitu komposisi prosa yang singkat dan padat.
Di dalam esai mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu yang disertai
dengan data.
• Menurut Jassin dalam Pujiono => Esai yaitu suatu tulisan ilmiah yang membicarkan
bermacam ragam masalah, yang tidak tersusun secara sistematis atau teratur.
• Menurut Fajri dalam Pujiono => Esai yaitu suatu tulisan yang menguraikan tentang
masalah secara sepintas dari sudut pandang penulisnya sendiri.
• Menurut Sumardjo, Jakob dan Saini K.M => Esai yaitu suatu karangan pendek
tentang fakta yang kemudian dikupas menurut pandangan pribadi penulisnya.
• 3. esai apakah bisa dilakukan oleh seorang penulis handal saja?ataupun
orang lain bisa melakukannya(KEL 10)
• Jawab:tidak,menurut saya esai bisa ditulis oleh siapa saja jika tahapnya
sesuai dengan esai,jika tahapannya sesuai dan kata-kata yang digunakan
baku/bagus maka esai bisa dikerjakan.
• 4.esai apakah berlaku pada puisi?(KEL 4)
• Jawab:iya karena puisi hamper sama dengan esai Cuma tahapnya aja
yang berbeda.
• 5.esai adalah sebuah karangan sedangkan puisi adalah karangan juga,apa
perbedaan puisi dan esai(KEL 3)
• Jawab:Esai adalah sebuah karangan dari si penulis yang secara subjektif
dan argumentative dan sedangkan puisi yaitu sebuah karangan yang
memiliki tema atau judul yang dibacakan dengan nada yang diatur dan
memiliki intonasi.
• Foto kelompok essai