Anda di halaman 1dari 17

BAB 11

TEORI
PORTOFOLIO
MARKOWITZ
Konsep teori ini dikenal dengan istilah diversifikasi
investasi atau melakukan investasi yang sifatnya tidak
terpusat pada satu bidang saja, tapi lebih dari satu bidang
dan tidak dilakukan searah.
Harry Markowitz
 Harry Markowitz adalah salah seorang pakar dalam bidang manajemen investasi.
Teorinya tentang diversifikasi investasi sangat dikenal, dan hingga saat ini tetap
terus menjadi bahan diskusi di berbagai universitas di seluruh dunia. Dalam bab ini
kita akan membahas secara khusus tentang teori portofolio Markowitz. Materi
diambil dari berbagai sumber yang telah membahas teori tersebut.

 Pemikiran yang dikemukakan oleh Harry Markowitz mampu memberikan masukan


pada kita semua tentang pemilihan portofolio, dengan kata lain Markowitz telah
memberi sebuah wacana pemikiran kepada kita semua tentang bagaimana
memahami portofolio pada berbagai instrumen pendekatan yang dapat dijadikan
bahan pertimbangan.

 Keputusan investor dalam mengambil keputusan sangat dipengaruhi oleh perilaku


pasar yang terjadi serta karakteristik psikologis yang dimiliki oleh investor tersebut,
apakah ia seorang yang menyukai risiko (risk seeker), menghindari risiko (risk
adverse), atau seorang yang netral terhadap risiko (risk indifference). Sebagian
besar teori risk management menjelaskan bahwa keputusan investasi yang terbaik
adalah dengan kondisi risiko yang rendah dan keuntungan yang tinggi.
bersambung
Harry Markowitz (lanjutan)

 Dalam kasus ini Markowitz menyarankan bahwa


portofolio efisien (efficient portfolio) sangat perlu
diterapkan. Portofolio efisien yang dimaksud Markowitz
adalah melihat pada tingkat imbal hasil (return) paling
tinggi yang mampu untuk dikembalikan. Tingkat
kemampuan yang mampu dikembalikan inilah yang oleh
Markowitz disebut sebagai imbal hasil yang diharapkan
atau expected return (E(Ri)).

 Markowitz menekankan bahwa portofolio yang paling


baik adalah yang dikelola dengan cara paling optimal.
Optimalitas tersebut dapat diperoleh dengan cara
memperhitungkan dalam setiap trade off antara risiko
dasarnya
• Menurut Jogiyanto, model Markowitz menggunakan asumsi-asumsi
berikut:

1. Waktu yang digunakan hanya satu periode.


2. Tidak ada biaya transaksi.
3. Preferensi investor hanya berdasarkan pada ekspektasi imbal hasil
dan risiko dari portofolio.
4. Tidak ada pinjaman dan simpanan bebas risiko.
Diversifikasi Investasi Model
Markowitz

bersambung
Diversifikasi Investasi Model
Markowitz (lanjutan)

bersambung
Diversifikasi Investasi Model Markowitz
(lanjutan)

bersambung
Diversifikasi Investasi Model
Markowitz (lanjutan)
• Expected return (E(Ri)) atau
imbal hasil yang diharapkan
1 dari suatu sekuritas

• Varians atau suatu ukuran


penyerapan dari penyebaran
2 peluang (probability).
1. Kajian yang telah dilakukan oleh Markowitz merupakan suatu titik awal
dalam kajian pemilihan portofolio yang mempergunakan analisis ilmiah
dan modern, kemudian mulai dikembangkan oleh sejumlah peneliti
lainnya, termasuk oleh Stephen Ross (1974).

2. Markowitz memberikan suatu kemudahan dalam memahami kedekatan


hubungan antara imbal hasil yang diharapkan dan risiko portofolio, serta
tidak mengesampingkan analisis pada segi portofolio efisien. Kemudahan
ini tergambarkan dalam rumus-rumus yang dikemukakannya dan akhir-
akhir ini telah dijabarkan oleh banyak pihak.

3. Riset serta publikasi tulisan dan penjelasan lisan yang dikemukakan oleh
Markowitz telah meletakkan asas dasar bagi pengkajian teori portofolio
selanjutnya seperti CAPM, APT, risiko dan imbal hasil, serta nilai saham
dan obligasi.
1. Permasalahan klasik dari sudut pandang manajemen keuangan yang
selalu muncul, yaitu pada saat data yang digunakan dalam kajian
adalah data masa lalu. Data masa lalu tersebut tidak hanya
memberikan suatu jawaban yang sulit untuk dijadikan acuan estimasi
ke depan, tetapi juga diragukan keakuratan datanya. Bisa saja data-
data keuangan yang dihasilkan tersebut merupakan data yang telah
diubah oleh manajemen perusahan atau yang kita kenal sebagai
tindakan manajemen laba (earning management), sehingga dapat
menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

2. Studi yang dilakukan oleh Markowitz tidak menjelaskan batas waktu,


yaitu berapa lama waktu yang tepat untuk memperhitungkan
diversifikasi tersebut. Dengan demikian, analisis tersebut menjadi
tidak begitu meyakinkan.

3. Data yang diambil (pada saat dianalisis) menggunakan varians dan


berbagai alat lainnya sulit untuk dipahami dan diprediksi karena
merupakan data masa lalu.
Contoh Soal
1

Apakah konsep diversifikasi investasi yang dicetuskan oleh Harry


Markowitz tepat untuk diterapkan pada saat terjadi krisis ekonomi?

Jawaban
Konsep diversifikasi investasi diterapkan untuk memperkecil risiko dan memberi
pengaruh tetap pada perolehan keuntungan. Keputusan melakukan diversifikasi investasi
atau meletakkan sejumlah dana yang kita miliki pada aset-aset yang memiliki tingkat
risiko yang kecil membutuhkan analisis dan ketepatan yang akurat untuk mengetahui
secara persis apakah investasi tersebut jauh dari risiko. Di BEI, ada berbagai macam
sektor bisnis dan lebih dari tiga ratus perusahaan yang menjual saham. Masing-masing
perusahaan memiliki karekteristik dan kekhususannya masing-masing. Bagi seorang
investor yang akan menerapkan konsep diversifikasi dengan cara membeli berbagai
macam saham, ia perlu melakukan riset dan analisis mendalam sebelum memutuskan
saham perusahaan mana yang akan dibelinya, karena kesalahan saat ia membeli
saham (misalnya, ternyata saham perusahaan tersebut mengalami penurunan) tidak lain
adalah akibat dari kecerobohan dan ketidakhati-hatian dari keputusan yang ia buat.
Contoh Soal
2

Jawaban
Contoh Soal
3

Ada pendapat yang dikemukakan oleh pakar teori portofolio bahwa


diversifikasi menghasilkan pemerataan risiko pasar. Jelaskan maksud
pendapat tersebut!

Jawaban