Anda di halaman 1dari 35

Hitung Sel Darah

dr. Andy Bariyadi, SpPK


Departemen Laboratorium
Darah adalah
 Cairan penopang kehidupan yg bersirkulasi
melalui jantung & pembuluh darah
 Membawa oksigen, nutrisi ke jaringan &
mengangkut limbah produk metabolik untuk
dikeluarkan dari tubuh (paru-paru, hati, & ginjal)

Dibentuk
 Yolk sac, hati, limpa  janin
 Sumsum tulang  setelah lahir
Aliran darah
dalam sirkulasi
Regulasi
Pengaturan suhu,
Ph tbh

Transportasi
• Mengangkut O2 &
Fungsi Darah nutrisi
• Sampah metabolik
• Hormon

Proteksi
• Sumbat luka
• Melawan infeksi
Usia 120 hari
Usia 6-7 hari 14 hari 3 hari sirkulasi, beberapa
bulan di jaringan
Usia 6-7 hari
Hitung sel darah

1. Jumlah leukosit (WBC)


2. Hitung jenis leukosit
3. Jumlah eritrosit (RBC)
4. Hematokrit
CBC
5. Hemoglobin
6. Indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
7. Jumlah trombosit (platelet)
8. Sediaan apus darah tepi
9. RDW
CBC

 Bagian dari pemeriksaan fisik rutin


 Memberikan informasi penting tentang jenis dan
jumlah RBC, WBC, dan platelet
 Membantu :
– Mengevaluasi gejala  kelemahan, kelelahan,
memar, demam, atau penurunan berat badan
– Mendiagnosis kondisi  anemia, infeksi
– Mendiagnosis penyakit darah  leukemia
– Follow up  respons terhadap beberapa jenis obat
atau pengobatan radiasi
Pemeriksaan CBC dapat dilakukan

Metode
 Secara manual
 Hemositometer
 Hitung dari hasil CBC lainnya
(indeks RBC)

 Secara otomatis
 (hematologi analyzer)
Pemeriksaan CBC dapat dilakukan
1. Pemeriksaan jumlah WBC

 Dengan satuan sebagai konsentrasi sel per


satuan volume darah (mm3)
 Tidak ada di bedakan antara enam jenis sel
normal (n.segmen, n.batang, limfosit,
monosit, eosinofil, basofil)
 Iterpretasi:
 Meningkat  leukositosis
 Kurang  leukopenia
2. Hitung jenis WBC

 Dengan satuan sebagai persentase


dari setiap jenisnya (%) dari
jumlah leukosit
 Setiap jenis sel memainkan peran
berbeda dalam melindungi tubuh
 Jumlah setiap jenis 
memberikan informasi penting
tentang sistem kekebalan tubuh.
 Bertambah / berkurang jumlah setiap
jenis  membantu mengidentifikasi:
 infeksi (neutrofilia, limfositosis)
 Reaksi alergi atau toksik terhadap
obat tertentu (eosinofilia)
 Keganasan (leukemia)
3. Pemeriksaan jumlah RBC

 Dengan satuan sebagai konsentrasi sel


per satuan volume darah (mm3)
 Berkaitan dengan kadar hemoglobin
 Interpretasi:
 Kurang  anemia
 Meningkat polisitemia
4. Pemeriksaan Hematokrit

 Mengukur kepekatan RBC  persetasi jumlah RBC


dalam darah
 Dengan satuan sebagai persentasi RBC dalam volume
darah (%)
 Contoh:
 Ht 38% berarti bahwa 38% volume darah terdiri
dari sel darah merah.
 Interpretasi:
 hematokrit rendah: Anemia, leukemia, gangguan
perdarahan
 hematokrit tinggi: Polisitemia, dehidrasi
5. Pemeriksaan Hemoglobin

 Komponen utama RBC


 Tes hemoglobin mengukur jumlah hemoglobin dalam
darah.
 Dengan satuan g/dL
 Berfungsi sebagai kendaraan untuk pengangkutan O2
dan CO2
 Memberi sel darah itu warna merah
 Interpretasi:
 Kurang  anemia
 Meningkat  Polycytemia
6. Indeks eritrosit

 Ada 3 indeks RBC:


1. MCV (Mean Corpuscular Volume)
2. MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin)
3. MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin
Concentration)
 Nilai-nilainya ditentukan perhitungan pengukuran
CBC
Indeks eritrosit

MCV (Mean Corpuscular Volume)


 Volume rata-rata RBC
 Menunjukkan ukuran sel darah merah
 Dihitung dari hitungan Ht & RBC
 Satuan  femtoliter (fL)

Ht
MCV = -------------------------- X 10
RBC (mm3)
Indeks eritrosit

MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin)


 Dihitung dari konsentrasi Hb & jumlah RBC
 Mengindikasikan bobot hemoglobin dalam eritrosit
tanpa memperhatikan ukurannya
 Satuan  picogram (μg)

Hb
MCV = -------------------------- X 10
RBC (mm3)
Indeks eritrosit

MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin


Concentration)
 Mengindikasikan konsentrasi hemoglobin per unit
volume eritrosit.
 Dihitung dari konsentrasi Hb & jumlah RBC.
 Satuan g/dL
Hb
MCHC = ------------------------ X 100
Ht
Konfirmasi dengan SADT

Hb
Ht
RBC
Anemia
-Decrease  microcyter
MCV -Normal  normocyter
-Increase  macrocyter

-Decrease  hypochrom
MCH/C -Normal  normochrom
7. Jumlah trombosit/platelet

 Dengan satuan sebagai konsentrasi sel per


satuan volume darah (mm3)
 Interpretasi:
Kurang  trombositopenia
Meningkat  trombositosis
8. Sediaan Apus Darah Tepi

 Memberikan informasi tentang ukuran, warna,


bentuk, morfologi, & jumlah sel darah (eritrosit,
leukosit, & platelet
 2 metode:
 Manual
 Otomatis
 Pewarnaan: Romanowsky
Sediaan Apus Darah Tepi
Segmen Neutrophil Band Neutrophil Eosinophil

Basophil Lymphocyte Monocyte


platelet
Thank You