Anda di halaman 1dari 8

A C C I D E N T A N A LY S I S

T E M A : M A S YA R A K AT

M . I S K A N DA R | 0 6 1 9 0 4 0 0 6 1
A. ZAINUL A. | 0619040048
JUDUL :
2 PRIA “UNBOXING” LPG 3KG DAN TERBAKAR
BAB I
NASKAH PUBLIK
KOMPAS.com - Peristiwa pembongkaran tabung liquifued petroleum gas ( LPG) yang terjadi di Kecamatan Depok,
Kabupaten Sleman,Yogyakarta sempat viral di media sosial Twitter pada Minggu (15/9/2019). Salah satu warga setempat
mengungkapkan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh dua pria yang merupakan karyawan dari sebuah warung masakan
Padang. Dua pemuda itu melakukan tindakan pembongkaran karena merasa ditipu dengan tabung gas berisi air. Setelah
mengeluarkan isi tabung dengan selang regulator, dua pemuda itu terbakar dan dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan
Udara Dr Hardjolukito untuk penanganan lebih lanjut.
Tanggapan Pertamina
Menanggapi hal tersebut,VP Corporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa isi tabung
gas LPG 3 kg (gas melon) adalah zat cair. "Namanya saja LPG. LPG itu kan liquified memang itu isinya cair. Zat cair itu
nantinya akan berubah menjadi gas ketika ada tekanan tertentu," ujar Fajriyah saat dikonfirmasi Kompas.com pada Selasa
(17/9/2019). Tidak hanya itu, dalam video berdurasi 55 detik ini juga terdengar salah satu pria menyampaikan bahwa
tabung LPG melon dengan segel berwarna merah adalah LPG palsu. Kemudian, Fajriyah juga menjelaskan bahwa tindakan
pembongkaran dengan mengeluarkan isi tabung gas dinilai salah. "Memang tindakan yang dilakukan salah, kan namanya
LPG itu memang dasarnya dicairkan. Bukan berarti itu sesuatu hal yang palsu," ujar Fajriyah. Ia mengaku bahwa seal (segel)
memiliki bermacam-macam warna. Adapun perbedaan warna ini bergantung dari agen yang ditunjuk oleh PT Pertamina
sebagai pihak yang bertugas mengisi LPG pada tabung tersebut. Sementara itu, Fajriyah menyampaikan, adanya peredaran
tabung gas LPG palsu bukan kewenangan pihaknya. Menurutnya, untuk mendapatkan tabung gas yang asli atau benar
baiknya masyarakat mendapatkannya melalui agen-agen resmi. "Kalau gas palsu itu di luar kewenangan kami. Itu kita
provide ke masyarakat melalui agen-agen kami yang benar, kalau di luar itu kami tidak bisa memastikan isinya seperti apa,"
ujar Fajriyah.
BAB II
INTRODUCTION
Kebakaran di pemukiman umumnya terjadi akibat hubungan singkat arus listrik
(korsleting)pada kabel/alatlistrik,kebocoron pada pipa saluran tabung gas LPG,atau akibat kelalaian
manusia itu sendiri seperti lupa mematikan api kompor, api pembakaran sampah, atau api puntung
rokok. Selain oleh faktor manusia, kejadian kebakaran juga dapat disebabkan oleh alam seperti
petir, gempa bumi, letusan gunung api, kekeringan, dan lain sebagainya.

Upaya pemadaman kebakaran biasanya dilakukan secara gotong royong oleh warga
dengan peralatan seadanya, sebelum satuan pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Masalah
yang sering terjadi selama ini adalahketerlambatan kehadiran satuan pemadam kebakaran di lokasi
kebakaran. Hal ini bisa disebabkan karena tiga hal. Pertama, kurangnya kesiapsiagaan petugas.
Kedua, padatnya lalulintas di jalan menuju lokasi kejadian. Ketiga, terlambatnya informasi yang
diterima petugas(melalui nomor telepon darurat 113) dari warga yang mengalami bencana
tersebut.
BAB III
BODY OF KNOWLEDGE

• Hazard
– Bahaya Fisik (Physical hazards)
Merupakan hazard yang berasal dari segala energi yang jumlahnya lebih besar dari
kemampuan diri pekerja menerimanya. Disini bahaya api yang ditimbulkan LPG
berpotensi mengakibatkan luka bakar yang serius.
– Bahaya Kimia (Chemical hazards)
Merupakan bahaya yang berasal dari bahan-bahan kimia, baik yang berbentuk padat, cair,
maupun gas. Contohnya merkuri, alkohol dan turunannya. Potensi risiko gangguan yang
dapat muncul pada kejadian ini ialah kebakaran yang diakibatkan oleh gas LPG yang tidak
sewajarnya dikeluarkan tanpa pengawasan pihak yang berpengalaman.
• Unsafe Condition (UC) & Unsafe Action (UA)
Unsafe Condition (UC)
• Tidak mengenakan alat pelindung diri dengan standart yang sudah ditentukan
• Dilakukan di dalam ruangan

Unsafe Action (UA)


• Kecorobohan pemuda tersebut “Human Error”
• Melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan

• Resiko
Pada kejadian ini dapat mengakibatkan resiko terjadinya kebakaran, luka bakar dan yang
paling serius adalah dapat menimbulkan korban jiwa.
CONCLUSION
Dalam kejadian kali ini dapat kita jadikan pelajaran agar berhati-hati dalam melakukan tindakan
supaya tidak terjadi suatu hal yang tidak inginkan.
TERIMAKASIH