Anda di halaman 1dari 11

PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG
PENYAKIT DIFTERI DAN PENCEGAHANNYA

DENKESYAH 03.04.03 CIREBON KESDAM III/SILIWANGI


TA. 2018
PENYAKIT DIFTERI
 Difteri : menyerang selaput lendir pada hidung serta
tenggorokan dan terkadang dapat mempengaruhi kulit.
Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi toksit akut
yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani.
Penyebab Difteri disebabkan oleh dua jenis bakteri yaitu :
a. Corynebacterium Diphtheriae
b. Corynebacterium Ulcerans.
 Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala
muncul) penyakit ini umumnya 1-8 hari.
 Gejala-gejala klinik bervariasi dari tanpa gejala hingga yang
berakibat fatal.
 Demam < 38◦ C (tidak tinggi)
 Nyeri menelan, Sakit tenggorokan dan suara serak
 Terbentuknya pseudo membrane abu-abu pada kulit dan
mukosa antara lain dapat menutupi tenggorokan dan
amandel
 Sulit bernafas atau nafas yang cepat
 Pembengkakan kelenjar iinfa pada leher
 Lemas dan lelah
 Hidung beringus, Awalnya cair, tapi lama kelamaan
menjadi kental dan terkadang berdarah
 Bullneck : Oedama & pembengkakan di leher pada kasus
sedang dan berat
Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan
Bisul, Bisul-bisul tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan,
tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

PENULARAN DIFTERI
Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi dengan mudah dan yang utama
melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk, Selain itu ada
beberapa metode penularan lain yang perlu diwaspadai.Antara lain :
• Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri,
misalnya mainan atau handuk.
• Sentuhan langsung pada bisul akibat Difteri di kulit penderita.
Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di
lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
• Kontak langsung dengan hewan-hewan yang sudah terinfeksi, misalnya
sapi
• Meminum susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.
• Makanan yang terbuat dari susu yang belum melalui
prosese pasteurisasi atau sterilisasi.
Bakteri Difteri akan memproduksi toksin yang akan
membunuh sel-sel dalam tenggorokan Sel-sel yang mati
tersebutlah yang akan membentuk membran abu-abu pada
tenggorokan di samping itu, toksin juga dapat menyebar
lewat darah dan menyerang jantung serta sistem saraf.

FAKTOR RESIKO DIFTERI


Telah di ketahui bahwa penyebab penyakit Difteri adalah
bakteri Corynebacterium Diphteriae.
Bakteri ini adalah kuman batang ‘gada’ gram positif, dimana kuman
ini tidak membentuk spora, tahan dalam keadaan beku dan kering
dan mati pada pemanasan 60◦ C. Akan tetapi terdapat beberapa
faktor lain yang dapat mempermudah terinfeksi penyakit Difteri,
Yaitu :
• Cakupan imunisasi kurang atau tidak mendapat imunisasi secara
lengkap bail anak/dewasa.
• Kualitas vaksin yang tidak bagus
• Faktor lingkungan tidak sehat seperti sanitasi yang buruk dan
rumah yang berdekatan yang mempermudah penyebaran Difteri
• Tingkat pengetahuan ibu rendah tentang imunisasi dan gejala
difteri/kuman
• Akses pelayanan kesehatan yang kurang
• Kontak dengan pasien difteri
DIAGNOSIS DAN LANGKAH
PENGOBATAN DIFTERI

Diagnosis awal difteri biasanya terlihat dari gejalanya, misanya,


Sakit tenggorokan yang disertai pembentukan membran abu-
abu.
Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di
tenggorokan, hidung, atau bisul untuk diperiksa di
laboratorium.
Jika seseorang diduga tertular difteri, dokter akan segera memulai
penanganan , bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan
menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di
rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengann dua jenis
obat, yaitu anti biotik dan antitoksin. Antibiotik akan membantu tubuh
untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi. Dosis penggunaan
antibiotik tergantung pada tingkat keparahan gejala dan lama pasien
menderita difteri
Segbagian besar penderita tidak akan menularkan bakteri difteri
lagi setelah meminum antibiotik selama dua hari. Tetapi penting bagi
mereka untuk tetap menyelesaikan proses pengobatan antibiotik sesuai
anjuran dokter, akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Jika bakteri
difteri masih ditemukan dalam tubuh pasien, dokter akan melanjutkan
penggunaan antibiotik selama 10 hari.
KOMPLIKASI DIFTERI
Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah
penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada
penderita anak-anak. Diperkirakan hampir satu dari lima penderita
difteri balita dan berusia diatas 40 tahun yang meninggal dunia
diakibatkan oleh komplikasi

Gambar bakteri Corynebacterium diphteriae

Segera periksalah diri ke dokter jika anda atau anak anda


menunjukkan gejala-gejala difteri. Penyakit ini harus diobati
secepatnya untuk mencegah komplikasi dan menekan penularan.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH
MATERI
LUHKES TENTANG
DIFTERI