Anda di halaman 1dari 43

Nama : Elsa Putri Molatina Eka Suci

NIM : 17111024110190
Prodi : S1 Keperawatan
Judul KTI :”Asuhan Keperawatan Pada Pasien
Ibu S Dengan Diagnosa Medis Ca
Buli-buli Di Ruang Flamboyan
RSUD Abdul Wahab Syahranie
Samarinda Tahun 2019”
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurut Purnomo (2011), di seluruh dunia Ca buli
sendiri menempati kedudukan sebesar 3% dari semua tumor
ganas.
Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2018,
insiden kanker semakin meningkat setiap tahunnya dimana
pada tahun 2018 didapati 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6
juta kematian karena kanker.
Prevalensi penyakit kanker menurut data Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi
tumor/kanker di Indonesia pada tahun 2013 adalah 1,4 per
1000 penduduk. Dan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi
1,8 per 1000 penduduk.
Rumusan Masalah

Bagaimana gambaran pelaksanaan asuhan


keperawatan pada pasien Ibu S dengan
diagnosa medis ca buli-buli di ruang
Flamboyan RSUD Abdul Wahab Syahranie
Samarinda ?
Tujuan Umum Tujuan Khusus

Memperoleh gambaran tentang


pelaksanaan asuhan keperawatan
pada pasien Ibu S dengan diagnosa
Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini medis ca buli-buli di ruang Flamboyan
bertujuan untuk mendapatkan RSUD Abdul Wahab Syahranie
gambaran pelaksanaan asuhan Samarinda diantaranya yaitu :
keperawatan pada pasien 1. Pengkajian pada pasien ca buli-buli
2. Diagnosa Keperawatan
dengan diagnose medis ca buli- 3. Perencanaan/intervensi
buli di ruang Flamboyan RSUD keperawatan yang dapat disusun
Abdul Wahab Syahranie berdasarkan masalah keperawatan
Samarinda. yang muncul pada pasien ca buli-buli
4. pelaksanaan tindakan
(implementasi yang dilaksanakan
pada pasien ca buli-buli
5. Evaluasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Menurut Daneshmand & Becker (2013), ca
buli-buli adalah suatu penyakit keganasan yang
mengenai kandung kemih dan menempati
urutan ke 4 keganasan pada laki-laki, dan
urutan ke 12 pada perempuan. Kejadian
penyakit ini lebih tinggi pada orang kulit putih
dibanding kulit hitam dan lebih sering pada laki-
laki dibandingkan perempuan,dan terbanyak
dijumpai pada usia 60-70.
Etiologi

Menurut Purnomo (2011) keganasan buli-buli


tejadi karena induksi bahan karsinogen yang
banyak terdapat di sekitar kita. Beberapa faktor
resiko yang mempermudah seseorang menderita
karsinoma buli-buli adalah:
1. Pekerjaan
2. Perokok
3. Infeksi Saluran Kemih
4. Kopi, pemanis buatan dan obat-obatan
Patofisiologi
Tumor urothelial, lebih dari 90% adalah karsinoma sel
transisional. Namun, sampai dengan 5% kanker kandung
kemih berasal dari sel skuamosa dan 2% adalah
adenokarsinoma. Nonurothelial tumor kandung kemih
primer sangat langka dan mungkin termasuk karsinoma sel
kecil, carcinosarcoma, limfoma primer dan sarkoma. Kanker
kandung kemih sering digambarkan sebagai mutasi
poliklonial yang berpotensi tinggi untuk transformasi ganas.
Namun, kanker kandung kemih juga implantasi dan imigrasi
dari kanker lain. Setelah muncul riwayat, 55-60% pasien
biasanya dirawat secara konservatif dengan reseksi
transurethral dan cytoscopy berkala. Sebanyak 40-45%
pasien biasanya diperlakukan kistektomi radikal (Muttaqin
da Sari, 2011)
Manifestasi Klinik / Tanda dan Gejala

Menurut Shenoy (2014), gambaran klinis dari kanker


kandung kemih, antara lain:
1. Hematuri tanpa disertai rasa nyeri biasanya terdapat
pada sebagian besar kasus ca buli.
2. Pada ulkus karsinoma akan timbul gejala menyerupai
sistitis, yaitu nyeri hebat.
3. Gejala hematuri disertai nyeri saat bak.
4. Proses berkemih yang tidak tuntas
5. Obstruksi pada ureter akan menimbulkan hidronefrosis
dengan manifestasi klinis berupa nyeri pinggang.
Pemeriksaan Penunjang

Sitologi urin Hemoglobin, ureum,


kreatinin

Intravenous
Ultrasonografi
Urografi (IVU)

Sistografi CT Scan
Komplikasi

Komplikasi karsinoma buli-buli menurut Saputra (2014) adalah:


1. Obstruksi ureter yaitu terjadi penyumbatan pada ureter
2. Fistula vesikorektal dan vesikovaginal
3. Metastasis yaitu penyebaran kanker ke beberapa jaringan
di sekitar kandung kemih atau ke saluran perkemihan
lainnya
4. Hematuria yang terus menerus dan menyebabkan
5. Terjadinya anemia pada pasien.
Masalah Keperawatan

Menurut Brunner & Suddarth (2013), diagnosa


keperawatan pada ca.buli yang kemungkinan
besar sering muncul adalah :
• Nyeri akut berhubungan dengan Infeksi
• Risiko ketidakseimbangan elektrolit d.d efek
samping prosedur (chemotherapy)
• Risiko gangguan integritas kulit ditandai dengan
perubahan nutrisi (kelebihan/kekurangan)
• Defisit pengetahuan tentang (Ca Buli-buli) d.d
penyakit kronis
BAB III
LAPORAN KASUS KELOLAAN UTAMA
PENGKAJIAN KASUS
1. Data Demografi
a. Identitas klien
Nama : Ibu S
Umur : 47 Tahun
Agma : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT (Ibu Rumah Tangga)
Jenis kelamin : Perempuan
Status Perkwainan : Menikah
Alamat : Jln. Purwodadi, Samarinda
Sumber Informasi : Klien ( Ibu S)
b. Penanggung Jawab
Nama : Bapak S
Umur : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Hubungan : Suami
c. Identitas Medis
Tanggal / Jam msuk : 25 November 2019
Bangsal / Kamar : Flamboyan / 3002
Dx Medis : CA Buli-Buli
No. Register / RM : 01.08.57
2. Riwayat Kesehatan (Penyakit)
a. Keluhan utama saat masuk RS
Buang air kecil disertai darah kurang lebih 3 hari, mual, lemas
dan muntah.
b. Keluhan utama saat pengkajian
Pasien mengatakan nyeri dibagian perut bawah, dan juga
nnyeri saat berkemih. Pasien mengatakan merasa cemas dan
takut karena akan dioperasi pasien mengatakan merasa
pusing.
c. Riwayat penyakit sekarang
• Alasan kunjungan :BAK darah selama 3 haru yang
tidak kunjung membaik dan pasien juga
mengalami mual muntah 1x
• Faktor pencetus (yang menyebabkan pasien
merasa sakit/kurang sehat) : BAK darah dan
lemas serta mual dan pusing, membuat klien
merasa sakit dan memutuskan untuk berobat.
• Lama keluhan (berapa lama klien merasa
sakit/kurang sehat): Klien mengatakan kejadian
serupa sudah dirasakan sejak 1 tahun lalu namun
klien merasa hal tersbut hanya kejadian biasa saja
dan menganggap kejadian tersebut merupakan
tanda dan gejala bahwa klien akan mengalami
menopause.
• Timbul keluhan : Bertahap
• Faktor yang memperberat (hal-hal yang
membuat sakit klien bertambah parah) : BAK
darh selama 3 hari yang tidak kunjung
membaik.
• Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
(mengatasi keluhan) :
• Klien langsung mengunjungi Rumah Sakit
setelah sakit yang dirasakan tidak kunjung
membaik.
d. Riwayat penyakit dahulu
• Penyakit yang pernah dialami : Tipes
• Riwayat alergi : Klien mengatakan tidak memiliki
alergi terhadap obat,makanan,minuman,suhu,dll
• Riwayat imunisasi : Klien mengatakan sudah tidak
lagi mengingatnya.
• Kebiasaan : Klien mengatakan memiliki kebiasaan
merokok sudah sejak muda sekitar selama 20
tahun. Klien juga mengatkan memiliki kebiasaan
minum kopi sehari 1 gelas atau 2 gelas.
• Obat-obatan yang pernah dikonsumsi : klien
mengatakan tidak pernah mengkonsumsi obat-
obatan tertentu.
Ibu S (klien) merupakan anak tuggal, dan
menikah dengan suami Bapak S yang
merupqakan anak pertama dari tiga
bersaudara. Ibu S dan Bapak S memiliki 4
orang anak. Kedua orang tua Ibu S masih
hidup namun kedua orang tua Bapak S sudah
meninggal, Kini Bapak S dan Ibu S tinggal
serumah bersama anak kedua, ketiga, dan
keempat. Karena anak pertama telah menikah
dan berkeluarga.
3. Tanda-Tanda Vital

a. Tekanan darah : 120/80 mmHg


b. Nadi : 88x/ menit
c. Suhu : 36,5 ° C
d. RR : 16 x/ menit
Analisa Data
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM
Ds : Klien mengatakan nyeri
saat berkemih , dan nyeri pada
perut bagian bawah. Klien
mengatakan minum 3 gelas
sekitar (1.500 cc).
Do: Klien terlihat lemas, urine
berwarna coklat kemerahan
klien masih bak darah, dan
distensi kandung kemih.
-Terpasang Inf Ns 0,9% 1000
cc/24 jam Disuria, distensi
1 Retensi urine
- Terpasang irigasi 0,9 kandung kemih
% Tetesan cepat
-Jumlah urine di urine bag yang
terlihat = 1.500 cc
Jumlah total intake (2.500cc) –
Output (1.500) = - 1000 cc
-TTV : TD = 120/80 mmHg
N = 88 x/ menit
RR = 16x/ menit
S = 36,5° C
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM

Ds : Klien mengatakan nyeri

saat berkemih , dan nyeri pada

perut bagian bawah.

Do : Klien terlihat mengerutkan

dahi sesekali karena nyeri yang Kondisi kronis


2 Nyeri Kronis
(Ca buli)
dirasakan.

TTV : TD = 120/80 mmHg

N = 88 x/ menit

RR = 16x/ menit

S = 36,5° C
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM

Ds : Klien mengatakan pusing dan lemas, seluruh

kegiatan dibantu termasuk makan, berpakaian,

dan lain-lain, namun klien mengatakan sesekali

dapat makan sendiri walau sedikit sulit.

Do : Klien terlihat dibantu aktivitasnya, dan klien

terlihat lemas.

3 TTV : TD = 120/80 mmHg Anemia Intoleransi Aktivitas

N = 88 x/ menit

RR = 16x/ menit

S = 36,5° C

Hasil pemeriksaan lab :

Hematokrit : 31.0

Hemaglobin : 10.1
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM

4 Ds : Klien mengatakan sulit tidur karena Krisis Ansietas

selalu terpikir mengenai operasi yang akan situasional

dilakukan, dan akhir-akhir ini klien selalu

terpikirkan mengenai penyakit kronis yang

dideritanya.

Do: Klien mengeluh cemas, dan akhir-akhir

ini sulit tidur.

TTV : TD = 120/80 mmHg

N = 88 x/ menit

RR = 16x/ menit

S = 36,5° C
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM

5 Ds : Klien mengatakan awalnya mengira Ca Buli-buli b.d Defisit

penyakit yang dideritanya saat ini adalah penyakit kronis pengetahuan

tanda dan gejala bahwa klien akan

mengalami menopause, klien juga

mengatakan sudah mengalami BAK darah

sejak 1 tahun lalu namun tidak berobat.

Do : TTV :

TD = 120/80 mmHg

N = 88 x/ menit

RR = 16x/ menit

S = 36,5° C
Diagnosa Keperawatan Berdasarkan
Prioritas SDKI

• Retensi urine d.d Disuria, distensi kandung


kemih
• Nyeri kronis b.d kondisi kronis (ca buli)
• Intoleransi aktivitas b.d anemia
• Ansietas b.d krisis situasional
• Defisit pengetahuan tentang (ca buli-buli) b.d
penyakit kronis
Rencana
Keperawatan
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

1 Retensi urine d.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8 jam  Pemantauan cairan

Disuria, distensi diharapkan perkemihan membaik dengan kriteria hasil : 1. Monior frekuensi dan kekuatan

kandung kemih 1 : Memburuk nadi

2 : Cukup memburuk 2. Monitor frekuensi nafas

3 : Sedang 3. Monitor tekanan darah

4 : Cukup membaik 4. Monitor warna urine

5 : Membaik 5. Montor intake dan output cairan

 Eliminasi urine 6. Koloborasi pemberian obat

Distensi kandung kemih

1 2 3 4 5

Disuria

1 2 3 4 5

Karakteristik urine

1 2 3 4 5
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

2 Nyeri kronis b.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8 jam  Manajemen nyeri

kondisi kronis (ca diharapkan nyeri berkurang dengan kriteria hasil : 1. Identifikasi skala nyeri

buli) 1 : Menurun 2. Berikan teknik non farmakologis

2 : Cukup menurun untuk mengurangi rasa nyeri

3 : Sedang (teknik relaksasi nafas dalam)

4 : Cukup meningkat 3. Pastikan istirahat dan tidur

5 : Meningkat 4. Koloborasi pemberian analgetik

 Kontrol nyeri

Kemampuan menggunakan teknik non farmakologis

1 2 3 4 5

Keluhan nyeri

1 2 3 4 5

Penggunaan analgetik

1 2 3 4 5
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

3 Intoleransi Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8  Dukungan tidur

aktivitas b.d jam diharapkan klien dapat melakukan aktifitas 1. Identifikasi faktor

anemia mandiri dengan kriteria hasil : pengganggu tidur

1 : Meningkat 2. Identifikasi pola aktivitas

2 : Cukup meningkat tidur

3 : Sedang 3. Jelaskan pentingnya tidur

4 : Cukup menurun cukup selama sakit

5 : Menurun 4. Anjurkan menepati

 Tingkat keletihan kebiasaan tidur

Sakit kepala

1 2 3 4 5

Gelisah

1 2 3 4 5
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

4 Ansietas b.d Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8  Dukungan emosional

krisis jam diharapkan klien tidak lagi cemas dengan kriteria 1. Fasiliasi mengungkapkan

situasional hasil : perasaan cemas, marah,

1 : Menurun atau sedih

2 : Cukup menurun 2. Lakukan sentuhan untuk

3 : Sedang member dukungan ( missal

4 : Cukup meningkat merangkul. Dan menepuk

5 : Meningkat nepuk)

 Dukungan sosial 3. Anjurkan mengungkapkan

Dukung emosi yang disediakan oleh orang lain perasaan yang dialami

atau kerabat (mual, muntah. Sedih)

1 2 3 4 5

Kemampuan meminta bantuan pada orang lain

1 2 3 4 5
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI

5 Defist Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x8  Edukasi kesehatan

pengetahuan jam diharapkan klien dapat melakukan aktifitas 1. Ajarkan pengelolaan faktor

(Ca buli-buli) mandiri dengan kriteria hasil : risiko penyakit dan

b.d penyakit 1 : Menurun perilaku hidup bersih serta

kronis 2 : Cukup menurun sehat

3 : Sedang 2. Identifikasi kesiapan dan

4 : Cukup meningkat kemauan menerima

5 : Meningkat informasi

 Tingkat pengetahuan 3. Ajarkan perilaku hidup

Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi sehat dan bersih

1 2 3 4 5

Persepsi keliru terhadap masalah

1 2 3 4 5
Pembahasan

A. Pengkajian
Pada tanggal 2 Desember 2019 penulis melakukan
pengkajian terhadap klien Ibu S dengan diagnosa medis
ca buli-buli di ruang Flamboyan RSUD Abdul Wahab
Syahranie Samarinda. Data pengkajian yang penulis
peroleh mengarahkan penulis untuk mengangkat 5
diagnosa diantaranya yaitu, retensi urine d.d disuria
serta distensi kandung kemih, nyeri kronis b.d kondisi
kronis (ca buli), intoleransi aktivitas b.d anemia,
ansietas b.d krisis situasional, dan yang terakhir adalah
defisit pengetahuan tentang (ca buli-buli) b.d penyakit
kronis.
Berdasarkan teori Menurut Shenoy (2014),
gambaran klinis dari kanker kandung kemih
adalah hematuri disertai nyeri dan juga proses
kemih yang tidak tuntas . Pada pengkajian
yang dilakukan pada tanggal 2 Desember 2019
pada Ibu S di daptkan hasil pengkajian bahwa
klien mengalami hematuri di sertai nyeri sejak
1 tahun yang lalu , namun memarah 3 hari
sebelum dirawat di RSUD Abdul Wahab
Syahranie Samarinda.
Menurut Purnomo (2011) keganasan buli-buli
tejadi karena induksi bahan karsinogen yang
banyak terdapat di sekitar kita. Beberapa faktor
resiko yang mempermudah seseorang menderita
karsinoma buli-buli adalah pekerja pabrik kimia,
terutama pabrik cat, laboratorium, pabrik korek
api, tekstil, pabrik kulit, dan pekerja salon/
pencukur rambut sering terpapar oleh bahan
karsinogen berupa senyawa amin aromatik,
perokok 2-6 kali lebih besar dibanding dengan
bukan perokok, dan juga menkonsumsi kopi,
pemanis buatan, dan obat-obatan.
B. Diagnosa Keperawatan
Menurut Brunner & Suddarth (2013), diagnosa keperawatan pada
ca.buli yang kemungkinan besar sering muncul adalah 4 diagnosa
diantaranya yaitu Nyeri akut berhubungan dengan Infeksi, Risiko
ketidakseimbangan elektrolit d.d efek samping prosedur
(chemotherapy), Risiko gangguan integritas kulit ditandai dengan,
perubahan nutrisi (kelebihan/kekurangan), Defisit pengetahuan tentang
(Ca Buli-buli) d.d penyakit kronis
Berdasarkan penjelasan di atas ditemukan ada kesenjangan pada
diagnosa keperawatan antara teoritis dan kasus. Dari 4 diagnosa
keperawatan yang ada pada tinjauan teoritis sebanyak 2 diagnosa
keperawatan tidak ditemukan dalam kasus, yaitu risiko
ketidakseimbangan elektrolit d.d efek samping prosedur (chemotherapy)
serta risiko gangguan integritas kulit ditandai dengan perubahan nutrisi
(kelebihan/kekurangan). Dalam kasus ini ditemukan 3 tambahan kasus
yang tidak terdapat pada teoritis yaitu intoleransi aktivitas b.d anemia,
retensi urine d.d disuria, distensi kandung kemih dan ansietas b.d krisis
situasional.
C. Intervensi
Dalam intervensi keperawatan dengan diagnosa nyeri
terdapat perbedaan jenis nyeri dimana dalam teori nyeri akut
sedangkakn dalam kasus nyeri kronis, dikarenakan nyeri yang
dirasakan Ibu S sudah dialami sejak 1 tahun yang lalu namun
baru memperberat setelah Ibu S berturut-turut selama 3 hari
BAK darah. Namun tidak ada kesenjangan yang signifikan
antara teori dan kasus dimana intervensi keperawatan yang
ada pada teori juga ada dalam intervensi keperawatan yang
ada pada kasus.
Pada intervensi defisit pengetahuan tentang (ca buli-buli)
b.d penyakit kronis tidak ada kesenjangan yang signifikan
antara tinjauan teori dan tinjauan kasus dimana intervensi
keperawatan yang ada pada teori juga ada dalam intervensi
keperawatan yang ada pada kasus.
D. Implementasi
Implementasi dilakukan selama 3 hari dimulai
dari tanggal 3 Desember 2019 dimana semua
tindakan yang dilaksanakan selalu berorientasi
pada rencana yang dibuat terlebih dahulu dengan
mengantisipasi seluruh tanda-tanda yang timbul
sehingga tindakan keperawatan dapat tercapai .
Pada asuhan keperawatan yang dilakukakan
penulis sangat memegang prinsip komunikasi
teraupetik dalam membangun komunikasi yang
baik dan rasa saling percaya sehingga dapat
membantu mental klien lebih siap dalam
menghadapi masalah kesehatannya . Pada kasus
ini tidak jauh beda dengan teori-teori yang ada
dalam rencana keperawatan.
E. Evaluasi
Dalam kasus ini evaluasi keperawatan dilakukan sampai
masalah kesehatan klien dapat teratasi, yaitu sebagai berikut :
• Retensi urine d.d Disuria, distensi kandung kemih
Pada hari selasa 3 Desember 2019 (14:30) jumlah urin yang terlihat
(1.500 cc) , jumlah intake (2000 cc) – output (1.500 cc) = - 500 cc
lebih besar intake daripada output jadi Ibu S masih mengalami
distesi urine, dan disturia ( urine coklat kemerahan). Ppada hari
rabu 4 Desember 2019 (14:40) Klien mengatakan hari ini minum
hari ini 3 gelas sehari (1.500 cc) - jumlah urin yang terlihat (800 cc) ,
jumlah intake (2.500 cc) – output (800 cc) = - 1.700 cc. Lebih besar
intake daripada output jadi Ibu S masih mengalami distesi urine,
dan disturia (urine coklat kemerahan ) . Pada hari kamis tanggal 5
Desember (20:30) 2019 Klien mengatakan hari ini minum hari ini 2
gelas sehari (1.000 cc), klien mengatakan tidak lagi merasa nyeri
saat berkemih.- jumlah intake (2.000 cc) – output jumlah urine di
urine bag yang terlihat (1.800 cc) = - 200 cc. Lebih besar intake
daripada output jadi Ibu S masih mengalami distesi urine namun
sudah berkurang ( urine coklat keruh).
• Nyeri kronis b.d kondisi kronis (ca buli)
Selasa 3 Desember 2019 (14:30), klien
mengatakan nyeri berkurang jika klien
menerapkan teknik relaksasi nafas dalam. Klien
terlihat tenang (Tekanan darah: 119/80 mmHg, S:
37.8° C, RR: 18x/menit, N: 88x/menit). Pada hari
rabu 4 Desember 2019 (14:40). Klien mengatakan
nyeri berkurang ketika menggunakan teknik
relaksasi nafas dalam yang diajarkan, klien
terlihat tenng. (Tekanan darah: 162/89 mmHg, S:
38° C, RR: 22x / menit, N: 81 x /menit). Kamis 5
Desember 2019 (20:30) klien mengatakan tidak
lagi merasa nyeri (Tekanan darah: 150/80 mmHg,
S: 36,5° C, RR: 16x / menit, N: 79 x /menit).
masalah teratasi dari skala 5 ke 1.
• Intoleransi aktivitas b.d anemia
Pada hari Rabu 4 Desember (14:40) Klien
mengatakan , sulit tidur, pusing dan lemas, klien
terlihat lemas namun mampu menjelaskan
keluhannya (Tekanan darah: 162/89 mmHg, S: 38°
C, RR: 22x / menit, N: 81 x /menit). Hari kamis 5
Desember 2019 (20:30) klien mengatakan tadi
siang klien tidur siang, dan akan tidur malam mini
karena merasa sudah tidak terlalu banyak pikiran
seperti kemarin (Tekanan darah: 150/80 mmHg,
S: 36,5° C, RR: 16x / menit, N: 79 x /menit).
• Ansietas b.d krisis situasional
Pada hari Rabu 4 Desember (14:40) Klien mengatakan sudah
sedikit tenang setelah bercerita (Tekanan darah: 162/89
mmHg, S: 38° C, RR: 22x / menit, N: 81 x /menit). Hari kamis 5
Desember 2019 (20:30) klien mengatakan tidak lagi cemas
karena keluarga selalu mendampingi, dank lien terlihat tenang
(Tekanan darah: 150/80 mmHg, S: 36,5° C, RR: 16x / menit, N:
79 x /menit).
• Defisit pengetahuan tentang (ca buli-buli) b.d penyakit kronis
Hari kamis 5 Desember 2019 (20:30) klien mengatakan
paham dan akan merubah kebiasaan baru seperti merokok
dan minum kopi yang menyebab sakitnya, klien terlihat
tampak mendengarkan dan memperhatikan penjelasan.
(Tekanan darah: 150/80 mmHg, S: 36,5° C, RR: 16x / menit, N:
79 x /menit). Masalah teratasi dalam 1 hari dari skala 5 ke 2.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH