Anda di halaman 1dari 46

Kegiatan A1

Kebijakan Program Peningkatan


Kompetensi Pembelajaran
Waktu: 2 JP

Bimbingan Teknis Narasumber/IN/GI


BIODATA NARSUM
NAMAN : NAMAN :
INSTANSI : INSTANSI :
HP : HP :
EMAIL : EMAIL :
Pengantar 5’
TUJUAN
Menjelaskan kebijakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
Berbasis Zonasi
BAHAN
• Buku Pegangan Pembekalan Instruktur Kab./Kota
• Bahan Presentasi
SKENARIO

Pengantar dan pembagian membahas bab pada buku


kelompok (5’) pedoman dan juknis (45’)

Penguatan (20’) presentasi (50’)


PEMBAGIAN KELOMPOK
Fasilitator membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, satu kelompok
terdiri dari 4 orang. Contoh dalam satu kelas terdiri dari 40 orang maka
pembagian kelompok menjadi 10 kelompok.
• Kelompok A dan F membahas tentang zona pada Program PKB melalui PKP
Berbasis Zonasi. Bahasan kelompok zona minimal memuat: pengertian
zonasi, mekanisme penetapan zona, dan pengelolaan zona.
• Kelompok B dan G membahas mekanisme pelaksanaan Program PKP yang
memuat: alur implementasi, struktur program Guru Inti, Pola Pembelajaran
termasuk pola In-On-In, tagihan, dan alokasi waktu.
LANJUTAN …
• Kelompok C dan H membahas penilaian dan sertifikat pada Program PKB
melalui PKP Berbasis Zonasi. Bahasan kelompok penilaian dan sertifikat
minimal memuat: Aspek Penilaian, Formula Penilaian, Mekanisme
Penerbitan Sertifikat.
• Kelompok D dan I membahas Standar Penyelenggaraan Program PKB
melalui PKP Berbasis Zonasi. Bahasan kelompok Standar Penyelenggaraan
minimal memuat: Pengelolaan/Pelaksanaan (jumlah peserta, fasilitator, dan
fasilitasi alat pembelajaran).
• Kelompok E dan J membahas Penjaminan Mutu. Bahasan kelompok
penjaminan mutu minimal memuat: tujuan penjaminan mutu, mekanisme,
pola pendampingan, penjaminan mutu pembelajaran di kelas, dan
instrumen penjaminan mutu.
Persentasi 50’
Penguatan 20’
KECENDERUNGAN EMPIRIK Perbandingan Kemampuan Siswa Peserta UNBK SMA 2018 vs
Standar Soal Mata Pelajaran Matematika IPA
• Terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan Siswa
Peserta UN dengan Standar Soal UN.
Secara empirik, tingkat
• Prosentase soal penalaran pada UN/USBN 2019 akan kesukaran butir mampu
ditingkatkan. memberikan informasi bagi
lebih dari 60% populasi
• Dari tahun 2000 s.d. tahun 2015, skor siswa Indonesia peserta tes.
berkisar antara 370-400, sementara skor rata-rata PISA 500.
• Soal-soal HOTS pada UN/USBN, PISA, TIMSS menuntut
siswa untuk berpikir, mengolah informasi, membaca teks
panjang.
• Kemampuan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 Kurang dari 40% siswa
(analisis SKL-KI-KD dan perumusan IPK) masih rendah. terindikasi mengalami
kesulitan
• Mind Set guru lebih fokus kepada pelaksanaan assessment Sumber : Puspendik 2018
of learning (sumatif) dibanding assessment for learning
(formatif).
Distribusi tingkat kesukaran soal
• Pelaksanaan PKB saat ini lebih cenderung membuat guru adalah: 30% soal pengetahuan, 60%
soal aplikasi, dan 10% soal penalaran
pintar daripada membuat murid pintar
TUJUAN PROGRAM PKP BERBASIS ZONASI
Meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam
merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order
Thinking Skills/HOTS).
MANFAAT PROGRAM PKP BERBASIS ZONASI
• Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaiannya
• Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat
meningkatkan kompetensinya
• Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik
• Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik dan manajerial.
TUJUAN ZONA PKP
Mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas peningkatan kompetensi pembelajaran, di mana kegiatan


dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan
volume guru yang ikut serta.

Memudahkan dalam melakukan pemetaan kompetensi, kinerja, serta aktivitas guru.

Memudahkan dalam melakukan pembinaan terhadap program peningkatan kompetensi guru sesuai
dengan hasil pemetaan yang dilakukan.

Memudahkan dalam melakukan supervisi dan koordinasi peningkatan kompetensi pembelajaran.


MEKANISME PENETAPAN ZONA PKP
Rambu-rambu penetapan zona PKP
Penentuan sekolah
Penentuan Zona Perancangan program PKP Pemantauan
nominasi pusat zona PKP
• Pengklasifikasian setiap • Indikator skala nasional, • Karakteristik satuan • Pemberdayaan
Satuan Pendidikan yaitu Akreditasi Sekolah, pendidikan, baik jarak, PKG/KKG/MGMP/MGBK
menurut definisi/tema serta indikator kontrol akses, maupun jumlah dengan sekolah pusat
zonasi yang akan disusun. yang mencakup hasil UN, dan sebaran guru. zona sebagai basis
UKG, dan Hasil PMP. kelompok/zona.
• Dukungan sarana dan
prasarana dan dukungan
peningkatan kompetensi
guru menjadi
pertimbangan utama.
MEKANISME PENETAPAN ZONA PKP
Penentuan zona prioritas pelaksanaan Menetapkan rombongan belajar
Program PKP dilakukan berdasarkan (rombel) Program PKP berdasarkan
analisis terhadap nilai US/UN/USBN radius terdekat dengan Sekolah Inti,
pada tiga tahun terakhir dan/atau nilai yaitu sekolah yang akan dijadikan tempat
UKG/UKK/Capaian standar kompetensi kegiatan Program PKP

Menetapkan PKG, KKG, MGMP, MGBK,


Melakukan analisis jumlah guru sesuai
dan MGTIK berdasarkan jumlah
bidang tugas yang diampu di masing-
keanggotaan pada rentang 10-20 orang
masing zona rombel
per kelompok
GRAND DESIGN
IMPLEMENTASI
NAWA CITA (GNRM) KURIKULUM 2013
PENINGKATAN KOMPETENSI
STANDAR PROSES
Permendikbud No. 22 Tahun 2016 PEMBELAJARAN
(TERINTEGRASI PPK dan LITERASI)

1. UN/USBN
2. Uji Kompetensi REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Mengembangkan sikap, pengetahuan
dan keterampilan sebagai pribadi PLB
SMK INDUSTRI
Pencapaian SISWA SUKSES
Perkembangan Anak PAUD

1. Ujian Sekolah SMA PERGURUAN


2. Meningkatnya pemahaman TIMSS SD TINGGI
SMP
1. UN/USBN 1. UN/USBN
2. meningkatnya pemahaman TIMSS, PISA 2. meningkatnya pemahaman PISA
ALUR IMPLEMENTASI PROGRAM
ALUR TAHAPAN IMPLEMENTASI PROGRAM PKP
NARASUMBER NASIONAL
•Kedudukan •Kriteria •Tugas dan Fungsi

• Tim Narasumber Nasional • Widyaiswara yang memiliki • Transfer knowledge (Teori


merupakan Tim yang berada bidang keahlian relevan dan praktik) terhadap Guru
di Satker di lingkungan  Pengembang Teknologi (KS/PS) Inti pada
Ditjen GTK, seperti PPPPTK, Pendidikan yang memiliki pembelajaran berorientasi
LPPPTK, dan LPPKS. bidang keahlian relevan kepada Keterampilan
• Berada pada Wilayah binaah  Dosen yang memiliki bidang Berpikir Tingkat Tinggi.
provinsi sesuai dengan keahlian relevan • Menjamin mutu
pemetaanya. • Memperoleh predikat pembelajaran yang
minimal baik pada diberikan kepada Guru
Pembekalan NS tahun 2018. (KS/PS) Inti (baik secara
online maupun onsite
observation)
INSTRUKTUR PROV./KAB./KOTA
•Kedudukan •Kriteria •Tugas dan Fungsi

• Tim Instruktur merupakan • Widyaiswara/PTP LPMP • Transfer knowledge (Teori


Tim yang berada di Satker yang memiliki bidang dan praktik) terhadap
di lingkungan Badan keahlian relevan Guru Inti pada
Bahasa, Ditjen.  Guru dengan Skor UKG > pembelajaran berorientasi
Dikdasmen, Ditjen Paud 81 dan modul di bawah kepada Keterampilan
Dikmas, Ditjen KCM < 2 Berpikir Tingkat Tinggi.
Kebudayaan. • Memperoleh predikat • Menjamin mutu
• Berada pada Wilayah minimal Baik pada pembelajaran yang
binaah provinsi sesuai Pembekalan IN Tahun diberikan kepada Guru
dengan pemetaanya. 2018. Inti (baik secara online
maupun onsite
observation)
GURU INTI
•Kedudukan •Kriteria •Tugas dan Fungsi

• Dibawah Dinas Pendidikan • Guru dengan Skor UKG > 75 • Bersentuhan langsung kepada
setempat dan modul di bawah KCM < 2. Guru Sasaran di Zonasi
• Sesuai Zonasi satker  Jika dalam hal khusus tidak pengelompokan Kelompok
• Guru Inti yang dipilih tersedia guru sesuai kriteria di Kerja
merupakan Guru Terbaik dan atas, maka dapat digantikan • Transfer knowledge (Teori dan
berada pada Zonasi oleh guru dengan Skor UKG praktik) terhadap Guru
pengelompokan Kelompok terbaik di zona-nya. sasaran
Kerja • Memperoleh predikat • Menjamin mutu
minimal Cukup pada pembelajaran (baik secara
Pembekalan Guru Inti Tahun online maupun onsite
2018 atau 2019. observation)
GURU SASARAN
•Kedudukan •Kriteria •Tugas dan Fungsi

• Dibawah Dinas Pendidikan • Tergabung dalam Komunitas • Mengembangkan dan


setempat Kerja Guru mengimplementasikan
• Sesuai Zonasi Sekolah pembelajaran berorientasi
• Guru sasaran yang dipilih kepada Keterampilan Berpikir
merupakan Guru (KS/PS) Tingkat Tinggi.
Terbaik dan berada pada • menjamin mutu
kelompok kerja pada suatau pembelajarannya bersama
Zonasi. kepala sekolah dan pengawas
sekolah
• Berkomunikasi dengan Guru
inti dan dapat pula ke
Narasumber Nasional (baik
secara online maupun tatap
muka)
ZONA PENINGKATAN KOMPETENSI
PEMBELAJARAN
KONSEP ZONA PADA PROGRAM PKP BERBASIS
ZONASI
• Pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan,
atau dikenal dengan istilah zonasi
• Titik-titik zonasi dapat diakses melalui laman
http://zonasi.data.kemdikbud.go.id/.
Contoh Wilayah Zonasi di Provinsi D. I. Yogyakarta
Contoh : Zonasi Lintas Kab/Kota

Kab. Sleman

DIY

Kab. Gunung
Kidul
Contoh Penetapan KKG SD dalam Zonasi 340023
Contoh Penetapan MGMP dalam Zonasi 340023
PENGELOLAAN KELAS
PENGELOLAAN KELAS PKP BERBASIS ZONASI
• Jumlah Peserta: 10-20 peserta, disesuaikan dengan guru yang ada di kelompok kerja guru (PKG/KKG/
MGMP/MGBK)
• Jumlah Fasilitator: 1 orang guru inti per rombel*), satu orang NS/IK pada kelas pemdampingan On line **)
• Materi Ajar: Unit/Materi Pembelajaran, Contoh RPP, Video Pembelajaran, softcopy bahan tayang
• Alat Pembelajaran: Laptop, LCD, Audio system
• Bahan pembelajaran: sesuai dengan kebutuhan dan/atau skenario yang ditetapkan
Keterangan:
*) Dalam rentang waktu yang sama, 1 orang guru inti dapat memfasilitasi paling banyak 2 kelas PKP Berbasis
Zonasi dengan waktu pelaksanaan kegiatan In yang berbeda.
**) Dalam rentang waktu yang sama, 1 orang NS/IK dapat menfasilitasi kelas pendampingan On-line paling
banyak 4 kelas
STRUKTUR PROGRAM
Pembekalan Narasumber Nasional/Instruktur
Provinsi/Kabupaten/Kota/Guru Inti Program PKP
Waktu (JP) @ 60’
No. Materi
Teori Praktik
UMUM 3 1
1. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) 2
melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking 1 1
Skills (HOTS).
POKOK 6 47
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 2 6
4. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS. 2 6
5. Penilaian Berorientasi HOTS. 1 4
6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran. - 8
7. Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching. - 15
8. Strategi Fasilitasi. 1 3
9. Pengenalan Kelas Pendampingan Online. 5
PENUNJANG 3
10. Rencana Tindak Lanjut. 1 -
11. Tes Awal dan Tes Akhir. 2 -
Jumlah 60
STRUKTUR PROGRAM GURU SASARAN
No. Materi Jumlah JP
UMUM 2
1. Kebijakan Program PKB melalui PKP Berbasis Zonasi 1
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) 1
POKOK 74
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 8
a. Unit Pembelajaran …..*)
b. Unit Pembelajaran …..*)
4. 36
Pengembangan Desain dan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berorientasi HOTS
a. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS
a. Penilaian Berorientasi HOTS
a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
5. Praktik Mengajar 20
6. Laporan Best Practice 10
PENUNJANG 6
7. Pengenalan Kelas Pendampingan Online 4
8. Tes Awal dan Tes Akhir 2
Jumlah 82
POLA PEMBELAJARAN PROGRAM PKP BERBASIS ZONASI BAGI GURU SASARAN
Waktu (JP) @ 45’ Tagihan
No. Materi
Teori Praktik Bentuk Jml
1. In-1, Pertemuan Awal 6 5
 Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi 1
Pembelajaran Berbasis Zonasi
 Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) 1
 Pengenalan Kelas Pendampingan Online 4
 Tes Awal 1
 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 4
2. In-2, Pengembangan dan Reviu Desain dan Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS unit ke-1 4 10 1
 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 4 Lembar Kerja 1
 Pengembangan dan Reviu Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS unit ke-1 6
 Pengembangan dan Reviu Penilaian Berorientasi HOTS unit ke-1 4
3. On-1, Penyusunan RPP unit ke-1 dan Desain Pembelajaran unit ke-2 - 10 2
 Penyusunan RPP unit ke-1 4 RPP unit ke-1 1
 Pengembangan Desain Pembelajaran unit ke-2 6 Lembar Kerja 1
4. In-3, Reviu RPP unit ke-1 dan Desain Pembelajaran unit ke-2 - 10 1
 Reviu RPP unit ke-1 10 Instrumen telaah RPP dan soal 1
 Reviu Desain Pembelajaran unit ke-2 unit ke-1
5. On-2, Praktik Pembelajaran unit ke-1 - 10 2
 Praktik Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS unit ke-1 (RPP unit ke-1) 10 Jurnal praktik pembelajaran unit 1
 Penyusunan RPP unit ke-2 ke-1 RPP unit ke-2 1
6. In-4, Refleksi Praktik Pembelajaran unit ke-1 dan Reviu RPP unit ke-2 - 10 2
 Refleksi Praktik Pembelajaran unit ke-1 2 Catatan Refleksi Unit ke-1 1
 Reviu RPP ke-2 6 Instrumen telaah RPP dan soal 1
 Penyusunan Laporan Best Practice 2 unit ke-2
7. On-3, Praktik Pembelajaran unit ke-2 dan Penyusunan Laporan Best Practice - 10 1
 Praktik pembelajaran unit ke-2 (RPP unit ke-2) 8 Jurnal praktik pembelajaran unit 1
 Penyusunan Laporan Best Practice 2 ke-2
8. In-5, Laporan Best Practice - 7 1
 Presentasi Laporan Best Practice 6 Laporan Best Practice 1
 Tes Akhir 1
Jumlah 82 10
DESAIN PROGRAM GURU DALAM ZONASI
Pemanfaatan waktu (Weekend) Guru untuk hari belajar guru di luar jam
pelajaran di kelas, dengan Pola In-On-In
IN (In service learning) : Dilaksanakan di
kelompok kerja dalam Zonasi, guru berkumpul
dalam komunitas pembelajarannya untuk
membahas dan meningkatakan kualitas
pembelajaran dan penilaian berorientasi HOTS.

ON (On the job learning) : Hasil pertemuan di


kelompok kerja dalam zonasi yang
diimplementasikan dalam proses pembelajaran
di kelas sesuai mata pelajarannya.

Catatan: Waktu pelaksanaan pembelajaran diatas tidak baku, artinya setiap aktivitas pembelajaran baik pelaksanaan In maupun On dapat
dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara peserta dan fasilitator sepanjang tidak mengganggu jam belajar siswa. Sebagai contoh,
pelaksanaan In-1 dan In-2 tidak harus dilakukan setiap hari sabtu, tapi dapat dilakukan 2 hari berturut-turut, yaitu sabtu dan minggu
PENILAIAN DAN SERTIFIKAT
PENILAIAN
• Penilaian Pembekalan Narasumber Nasional/Instruktur Nasional/Guru
Inti Program PKP Berbasis Zonasi

NA = [{(NS x40%)+(NK x60%)}x 70%]+[TAx 30%]

Peserta Pembekalan Narasumber Nasional/Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota/Guru Inti yang dapat


ditetapkan sebagai Narasumber Nasional/Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota/Guru Inti minimal
mendapat predikat baik, sedangkan Peserta Pembekalan Guru Inti yang dapat ditetapkan sebagai
Guru Inti mendapat predikat minimal cukup
Penilaian
Penilaian Program PKP Zonasi bagi Guru Sasaran

NA = [{(NS x40%)+(NK x60%)}x 60%]+[TAx 40%]

Peserta yang telah mengikuti Program PKP bagi guru


sasaran dinyatakan lulus jika NA > 70
PESERTA YANG DAPAT MENGIKUTI TES AKHIR
HARUS MEMENUHI PRASYARAT BERIKUT
• Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran
• Mengumpulkan semua tagihan.
SERTIFIKAT
• Peserta yang telah selesai mengikuti Pembekalan Narasumber Nasional dan mendapatkan nilai akhir > 80 akan
menerima sertifikat sedangkan yang mendapatkan nilai akhir < 80 akan menerima surat keterangan. Sertifikat dan
surat keterangan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan atau pihak yang didelegasikan.
• Peserta yang telah selesai mengikuti Pembekalan Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota dan mendapatkan nilai akhir >
80 akan menerima sertifikat sedangkan yang mendapatkan nilai akhir < 80 akan menerima surat keterangan. Sertifikat
dan surat keterangan ditandatangani oleh Kepala PPPPTK/LPPPTK-KPTK.
• Peserta yang telah selesai mengikuti Pembekalan Guru Inti dan mendapatkan nilai akhir > 70 akan menerima sertifikat
sedangkan yang mendapatkan nilai akhir < 70 akan menerima surat keterangan. Sertifikat dan surat keterangan
ditandatangani oleh Kepala PPPPTK/LPPPTK-KPTK.
• Peserta yang telah mengikuti Program PKP bagi guru sasaran dan mendapatkan nilai > 70 akan menerima sertifikat
sedangkan yang mendapatkan nilai < 70 akan menerima surat keterangan. Sertifikat dan surat keterangan
ditandatangani Kepala PPPPTK/LPPPTK-KPTK dan dicetak melalui SIMPKB. Sertifikat dan surat keteragnan dapat
diproses pencetakannya jika kelas PKP sudah ditutup oleh operator UPT di SIMPKB.
• Narasumber Nasional/Instruktur Provinsi/Kabupaten/Kota/Guru Inti yang telah selesai memberikan fasilitasi akan
mendapatkan surat keterangan.
DESAIN PENJAMINAN DAN
PENGENDALIAN MUTU
PENGENDALIAN MUTU PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
2
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN

KEGIATAN Jangka Pendek


PENDAHULUAN
UN/USBN, OSN,
2a SMPTN
Program Tahunan 1 3
Program Semester PERENCANAAN
EVALUASI KINERJA GURU
Analisis SKL-KI-KD PEMBELAJARAN
Perumusan IPK KEGIATAN
KEGIATAN INTI
PENUTUP AKSI, PISA,
2c 2b TIMSS
Jangka Panjang
SUMATIF FORMATIF
(Of Learning) (For Learning)
PENGENDALIAN MUTU PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
• Capaian Peserta Didik, Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif,
Sebagai dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar
Transfer
Knowledge • Pengendalian Mutu, Guru mampu melaksanakan proses pembelajaran
berdasarkan gradasi dimensi pengetahuan dan proses berpikir.

PENGENDALIAN • Capaian Peserta Didik, Keterampilan peserta didik yang dikerahkan dalam
MUTU Sebagai memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,
Critical and menginvestigasi, dan menyimpulkan.
PELAKSANAAN Creative • Pengendalian Mutu, Guru mampu memberikan proses pembelajaran yang
PEMBELAJARAN DI Thinking menjadikan peseserta didik kreatif dan dapat mengembangkan pemikirin kritis
KELAS peserta didik terhadap permasalahan yang dihadapkan.

• Capaian Peserta Didik, Keterampilan peserta didik yang mampu memiliki keinginan
Sebagai kuat untuk dapat memecahkan masalah muncul pada kehidupan sehari-hari.
Problem • Pengendaian Mutu, Guru mampu mengajak peserta didik untuk memecahkan
Solving permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari sesuai konteks dalam
pembelajaran yang sedang berjalan.
TERIMA KASIH