Anda di halaman 1dari 15

Mortalitas dan Sumber Data

Mortalitas
Kelompok 7
1. Rio Chandra Pratama (173110186)
2. Rozalina Maizara (173110187)

Dosen Pembimbing :

Hj. Murniati Mucthtar,SKM.M.Biomed


1. Pengertian Ukuran Mortilitas
Ukuran kematian merupakan angka atau
indeks, yang di pakai sebagai dasar untuk
menentukan tinggi rendahnya tingkat kematian suatu
penduduk. Ada berbagai macam ukuran kematian,
mulai dari yang paling sederhana sampai yang cukup
kompleks. Namun demukian perlu di catat bahwa
keadaan kematian suatu penduduk tidaklah dapat
diwakili oleh hanya suatu angka tunggal saja.
Biasanya berbagai macam ukuran kematian di pakai
sekaligus guna mencerminkan keadaan kematian
penduduk secara keseluruhan. Hampir semua
ukuran kematian merupakan suatu “rate” atau
“ratio”.
 Kematian (mortalitas) adalah peristiwa
hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara
permanen yang bisa terjadi tiap saat setelah
kelahiran hidup. (Budi Utomo, 1985).
Morbiditas (penyakit/kesakitan) adalah kondisi
penyimpangan dari keadaan yang normal, yang
biasanya dibatasi pada kesehatan fisik dan
mental.
Jenis kematian didalam rahim (intra uterin)
 Abortus Abortus
◦ kematian janin menjelang dan sampai umur 16 minggu.
 Immatur Immatur
 kematian janin antara umur kandungan diatas 16 minggu sampai
pada umur kandungan 28 minggu.
 Prematur Prematur
◦ kematian janin di dalam kandungan pada umur di atas 28 minggu sampai
waktu lahir.

 Jenis kematian bayi di luar rahim (extra uterin)
 Lahir mati mati (still birth)
 Kematian baru baru lahir (neo natal death) kematian bayi sebelum
berumur satu bulan tapi kurang dari setahun.
 Kematian lepas baru lahir (post neo natal death) adalah kematian
bayi setelah berumur satu bulan tetapi kurang dari setahun. .
 Kematian bayi (infant mortality) kematian setelah bayi lahir hidup
hingga berumur kurang dari satu tahun.
2. Sumber Data Kematian
 Cara mengetahui sumber data
kematian dapat diperoleh dari berbagai macam
sumber, antara lain :
1. Sistem registrasi fital
 Apabila sistem ini bekerja dengan baik
merupakan sumber data kematian yang ideal.
Di sini, kejadian kematian dilaporkan dan
dicatat segera setelah peristiwa kematian
tersebut terjadi
2. Sensus dan survei penduduk
 Sensus dan survei penduduk merupakan kegiatan sesaat yang
bertujuan untuk mengumpulkan data penduduk, termasuk pula data
kematian
Data ini diperoleh melalui sensus atau survei dapat digolongkan
menjadi dua bagian :
a. Bentuk lasungsung (Direct Mortality Data)
 Data kematian bentuk langsung diperoleh dengan menanyakan
kepada responden tentang ada tidaknya kematian selama kurun
waktu tertentu. Apabila ada tidaknya kematian tersebut dibatasi
selama satu tahun terakhir menjelang waktu sensus atau survei
dilakukan, data kematian yang diperoleh dikenal sebagai ‘Current
mortality Data’.
b. Bentuk tidak langsung (Indirect Mortalilty Data)
 Data kematian bentuk tidak langsung diperoleh melalui pertanyaan
tentang ‘Survivorship’ golonga penduduk tertentu misalnya anak, ibu,
ayah dan sebagainya. Dalam kenyatan data ini mempunyai kualitas
lebih baik dibandingkan dengan data bentuk langsung.
c. Penelitian
 Penelitian kematian penduduk biasanya
dilakukan bersamaan dengan penelitian
kelahiran yang disebut dengan penelitian
statistik vital.
d. Perkiraan (estimasi)
 Perkiraan tentang jumlah kematian dan
kelahiran ini didapatkan dari sensus penduduk
yang dilakukan.
3. Indikator Mortalitas
Bermacam-macam indikator mortalitas atau
angka kematian yang umum dipakai adalah:
a. Angka Kematian Kasar (AKK) atau Crude
Death Rate (CDR).
b. Angka Kematian Bayi (AKB)
c. Angka Kematian Balita (AKBa 0-5 tahun)
d. Angka Kematian Anak (AKA 1-5 tahun)
e. Angka Kematian IBU (AKI)
f. Angka Harapan Hidup (UHH) atau Life
Expectancy.
4. Cara Pengukuran Angka Kematian
Ada beberapa cara pengukuran angka kematian
diantaranya adalah:
1. Angka Kematian Penyebab khusus: (AKP) jumlah seluruh
kematian karena penyebab dalam satu jangka waktu
tertentu dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin
terkena penyakit tersebutdalam persen atau permil.
Rumus:
AKPK = Pt/P x k

AKPK = jumlah seluruh kematian karena penyakit


tertentu X 100%
P = Jumlah penduduk yang mungkin terkena
Pt = Penyakit tertentu pada pertengahan tahun
2. Angka Kasus Fatal: jumlah seluruh kematian
karena satu penyebab dalam jangka waktu
tertentu dibagi denganjumlah seluruh penderita
pada waktu yang sama dalam persen atau permil.
Rumus:
AKF = Pf/P x 100%
P = Jumlah seluruh kematian
Pf = Jumlah kematian karena penyakit tertentu
AKF = X 100%
3. Angka Kematian Neonatal: (AKN) adalah jumlah angka kematian bayi
usia dibawah usia 28 hari pada jangka waktu (satu tahun) dibagi jumlah
kelahiran hidup pada jangka waktu tahun yang sama dalam persen atau
permil.

4. Angka Kematian Ibu: jumlah kematian ibu karena kehamilan, persalinan,


dan nifas dalam satu tahun dibagi denganjumlah kelahiran hidup pada
tahun yang sama dengan persen atau permil.
Rumus:
AKI = Pf/P x 100

AKI = Jumlah kematian ibu karena kehamilan, kelahiran dan


nifas X100
P = Jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama
5. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate)
adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada
pertengahan tahun.
CDR = D/P x 100
Dimana :
D = jumlah kematian pada tahun X
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun x
k = konstanta 1000

6. Tingkat Kematian Menurut Umur ( Age Specific Death Rate )


adalah jumlah kematian penduduk pada tahun tertentu berdasarkan klasifikasi
umur tertentu.
Dimana :
ASDR = Di/Pmi x k
Di = Jumlah kematian pada kelompok umur (i)
Pmi = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada kelompok umur (i)
k = Angka konstan (1000)
7. Tingkat Kematian Bayi { Infant Death Rate (IDR) /Infat
Mortality Rate (IMR)
IMR = D0/B x 1000
Dimana :
Do = Jumlah kematian bayi pada tahun tertentu
B = Jumlah lahir hidup pada tahun tertentu
k = bilangan konstan (1000)

Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate


(CDR) :
a) Antara penduduk daerah pedesaan dandaerah perkotaan.
b) Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda.
c) Penduduk dengan perbedaan pendapatan.
d) Perbedaan jenis kelamin.
e) Penduduk dengan perbedaan status kawin.
5. Pengaruh Mortalitas Terhadap Kesehatan Masyarakat
Di dalam studi ilmu kependudukan terdapat sebuah
komponen yang ikut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk
di suatu wilayah yaitu kematian atau mortalitas. Peristiwa
kematian dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya
adalah kesehatan. Suatu korelasi timbal balik antara mortalitas
dengan kesehatan masyarakat ada dua macam, yaitu korelasi yang
bersifat positif atau menguntungkan maupun korelasi yang
bersifat negative atau merugikan.
Korelasi yang bersifat positif atau menguntungkan antara
mortalitas dengan kesehatan masyarakat adalah dengan adanya
mortalitas maka kelajuan pertumbuhan penduduk yang tidak
dapat terkendali dapat ditekan dan secara otomatis kepadatan
penduduk pun dapat berkurang sehingga terjadi pula perubahan
fungsi lahan yang semula untuk perumahan menjadi fungsi lain
yang lebih bermanfaat misalnya pertanian, lahan perkebunan,
sumber lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Dengan demikian
kesejahteraan penduduk akan semakin meningkat begitu pula
derajat kesehatan masyarakat
THANK YOU