Anda di halaman 1dari 16

DISTORSI PULSA

OLEH ANNISA INTI PERTIWI


01 Mengenal Optoelektronika
02 Gelombang Elektromagnetik
03 Pulsa Gelombang
04 Pengertian Distorsi
05 Macam-macam Distorsi

Sub Materi
Mengenal
OPTOLEKTRONIKA
Mengenal Optoelektronika
Optoelektronika merupakan kata gabungan
antara awalan opto- (optika) dan elektronika.
Secara umum optoelektronika merupakan
perpaduan antara fisika, optika dan elektronika
sehingga terbentuk suatu sarana yang lebih
efektif dan efisien untuk keperluan pengalihan
informasi, pengaturan, pengendalian,
penginderaan dan pengukuran.
Mengenal Optoelektronika
Inframerah,
frekuensinya terlalu rendah untuk dapat ditanggapi pleh syaraf penglihatan manusia.Panjang gelombang
kawasan ini mulai dari 0,7500 sampai 4000 mikron atau 7500-40.000.000 angstrom ( 1 mikron = 10-8 m)
Cahaya tampak
Yaitu cahaya yang dapat ditanggapi oleh indra penglihatan, panjang gelombang kawasan ini antara 0,3900
sampai 0,7500 mikron atau 3900 – 7500 angstrom.
Ultraviolet
Frekuensinya terlalu tinggi untuk dapat ditanggapi oleh syaraf penglihatan manusia. Panjang gelombang
kawasan ini adalah 50-3900 angstrom.
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang dapat merambat tanpa medium. Gelombang
Elektromagnetik termasuk dalam gelombang transversal, yakni gelombang yang arah rambatnya tegak lurus
dengan medium rambatnya. Cahaya sendiri termasuk dalam gelombang elektromagnetik. Contoh lain dari
gelombang elektromagnetik adalah gelombang tali
Pulsa Gelombang
Gelombang pulsa sejenis gelombang non-sinusoidal yang
mencakup gelombang kuadrat (siklus tugas 50%) dan
gelombang periodik namun asimetris yang sama (siklus
tugas selain 50%). Ini adalah istilah umum untuk
pemrograman synthesizer , dan merupakan bentuk
gelombang khas yang tersedia di banyak
synthesizer. Bentuk gelombang yang tepat ditentukan
oleh siklus tugas osilator. Dalam banyak synthesizer,
siklus tugas dapat dimodulasi (kadang-kadang disebut
modulasi lebar-pulsa) untuk timbre yang lebih dinamis.
Gelombang pulsa juga dikenal sebagai gelombang persegi
panjang.
Pengertian Distorsi

MENURUT KBBI
distorsi adalah penyimpangan atau perubahan bentuk yang tidak
diinginkan..

Dalam Komunikasi dan Informasi


Distorsi adalah perubahan bentuk gelombang dari sinyal yang
mengandung informasi.
Macam-Macam Distorsi

1. Distorsi Amplitudo
2. Distorsi Frekuensi
3. Distorsi Crossover
4. Distorsi Intermodulasi
5. Distorsi phasa
6. Distorsi pulsa
DISTORSI AMPLITUDO

Sinyal output terpotong pada bagian salah satu


puncaknya atau kedua puncaknya, seperti yang
ditunjukkan pada gambar di bawah. Distorsi ini
dapat terjadi pada saat:
• Penguat diberi input yang terlalu besar,
• Kondisi bias berubah,
• Karakteristik transistor yang tidak linier.
DISTORSI FREKUENSI

• terjadi ketika penguatan amplifier berubah secara


serentak (drastis pada frekuensi-frekuensi
tertentu).
• Distorsi ini dapat berbentuk penurunan penguatan
pada frekuensi rendah atau tinggi dapat juga
berbentuk kenaikkan penguatan pada frekuensi
rendah atau tinggi
DISTORSI CROSSOVER

Tipe distorsi ini terdapat pada output penguat push-pull


kelas B. Ini terjadi karena transistor pertama sudah off
tetapi transistor yang kedua belum on karena menunggu
sinyal input pada basis transistor harus kebih besar dari 0,6
V (untuk silikon). Bentuk gelombangnya dapat dilihat pada
gambar dibawah.
DISTORSI INTERMODULASI

Distorsi intermodulasi adalah salah satu yang paling


menarik pengukuran analisa sinyal. Sering disingkat
IMD, itu adalah metrik penting linearitas untuk
berbagai RF dan microwave komponen. Pada
dasarnya, IMD menjelaskan rasio (dalam dB) antara
kekuatan nada dasar dan produk distorsi orde
ketiga.
DISTORSI PHASA

Kenaikan frekuensi sinyal akan menimbulkan perubahan


phasa sinyal output terhadap input secara relatif.
Tipe distorsi ini menyusahkan ketika sinyal input
berbentuk gelombang kompleks, karena tersusun dari
beberapa komponen gelombang sinus yang mempunyai
frekuensi yang berbeda. Hasilnya adalah bentuk
output takkan serupa dengan bentuk input.
Distorsi pulsa adalah deformasi (perubahan bentuk)
tampilan pulsa yang ideal. Distorsi pulsa terjadi pada
sinyal output yang tidak dapat direspon system secepat
amplitude sinyal input berubah. Distorsi output pulsa
oleh suatu sisten diharapkan saat bandwidth (volume
Distorsi Pulsa informasi persatuan waktu) system tidak cukup untuk
mengakomodasi bandwidth sinyal input. Efek ini sering
terlihat saat sinyal input merupakan gelombang persegi
dengan tingkat pengulangan yang tinggi. Pulsa
gelombang persegi panjang yang terdistorsi akan
memiliki penampilan bulat seperi gambar dibawah: