Anda di halaman 1dari 42

PENGERTIAN

 ERGONOMI : PENYESUAIAN ALAT-ALAT KERJA


DENGAN UKURAN TUBUH MANUSIA

 ERGONOMI : NORMA ATAU ATURAN- ATURAN


DALAM SISTEM KERJA
 DISEBUT JUGA SEBAGAI HUMAN ENGINEERING =
HUMAN FACTORS ENGINEERING
 BIOTEKNOLOGI
LANJUTAN
 WHY ERGONOMI? : BILA TIDAK, BISA
TERJADI :
 => TIDAK NYAMAN
 => BIAYA TINGGI
 => KECELAKAAN KERJA
 => PAK
 => KINERJA MENURUN
LANJUTAN
 WHERE IS ERGONOMIC APPLIED :
 => DIMANA SAJA : LEBIH- LEBIH DITEMPAT
KERJA

 WHEN ? : KAPAN SAJA : 24 JAM . DILAKUKAN


DENGAN , SEHAT, AMAN DAN NYAMAN

 WHO ?
 => SETIAP ORANG /MASYARAKAT
TASK WORK
DEMAND CAPASITY

PERFOR
MANCE
KONSEP DASAR ERGONOMI
 DARI SUDUT PANDANG ERGONOMI BAHWA
ANTARA TUNTUTAN TUGAS (TASK DEMANDS)
DENGAN KAPASITAS KERJA HARUS SELALU
DALAM GARIS KESEIMBANGAN SEHINGGA DAPAT
DICAPAI KINERJA ( PERFORMA NCE) YANG
TINGGI
 SUPAYA ERGONOMIS PERLU KESERASIAN
ANTARA PEKERJA DENGAN PEKERJAANNYA=>
SESUAI KEMAMPUANNYA,KEBOLEHANNYA DAN
KETERBATASANNYA
LANJUTAN
 KEMAMPUAN,KEBOLEHAN DAN KETERBATASAN
DITENTUKAN OLEH:
 => UMUR
 => JENIS KELAMIN
 => ANTROPOMETRI
 => STATUS KESEHATAN
 => KESEGARAN JASMANI
 => KEMAMPUAN KERJA FISIK: KEKUATAN
OTOT,KETAHAN OTOT,KETAHANAN
KARDIOVASKULER
APA KAITANNYA DENGAN KELUHAN
MUSKULOSKELETAL (MSDs)
 BISA TERJADI APABILA PEREGANGAN OTOT YANG
BERLEBIHAN
 AKTIFITAS BERULANG
 SIKAP KERJA TIDAK ALAMIAH
 FAKTOR SEKUNDER ( TEKANAN, GETARAN,
MIKROLIMAT)
 FAKTOR KOMBINASI
BAGAIMANA DENGAN HNP
HNP = HERNIA NUCLEUS PULPOSUS

HNP adalah luruhnya nukleus pulposus sehingga


menonjol melalui anulus fibrosus ke dalam
kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan
radiks saraf.
Pria dan wanita memiliki risiko yang sama dalam
mengalami HNP, dengan awitan paling sering
antara usia 30 dan 50 tahun. HNP merupakan
penyebab
ANATOMI
 Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang
dihubungkan menjadi satu kesatuan melalui
persendian, mulai dari daerah leher sampai tulang
ekor.
 Ruas tulang yang di atas dihubungkan dengan ruas di
bawahnya oleh sebuah bantalan yang disebut diskus
intervertebralis (persendian pada tulang belakang).
Gambar bisa dilihat di bawah ini
LANJUTAN
 Faktor Risiko:
Ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan
HNP ANTARA LAIN:
 berat badan yang berlebihan,
 gaya hidup bermalasmalasan,
 postur tubuh yang tidak diposisikan secara benar.
 Faktor lainnya adalah perubahan degeneratif yang
mengurangi kekuatan dan stabilitas tulang belakang
LANJUTAN
 pergerakan tiba-tiba dan bertenaga atau traumatik
yang memindahkan gaya dalam jumlah besar ke
tulang belakang juga berisiko besar terhadap
kemungkinan terjadinya HNP.
 PEKERJAAN YANG BERULANG MISALNYA
MENGANGKAT DAN MENGANGKUT
 MENGANGKAT DAN MENGANGKUT TIBA- TIBA(
TERGESA-GESA)
LANJUTAN
 FAKTORYANG LAINNYA :
 MEROKOK
 PERTAMBAHAN BERAT BADAN KETIKA HAMIL
 KURANG OLAH RAGA DAN OVER EXERCISE?
 POSISI TIDUR
 STRESS
 PENYAKIT 2 TERTENTU : OSTEORTIRTIS :
REUMATHOID ARTHRITIS, TERJADI DEGENARASI
PADA DISCUS VERTEBRA
LANJUTAN
 OSTOPOROSIS
 INFEKSI YG BERULANG
 TUMOR PADA TULANG BELAKANG
 KHUSUS PADA WANITA BISA TERJADI SELAMA
KEHAMILAN YANG TERJADI PADA DAERAH
SAKRAL
GEJALA-GEJALA
 nyeri sepanjang perjalanan sesuai persarafan (nervus
ischiadikus).
 Level segmen tulang belakang yang terkena akan
mempengaruhi daerah nyeri sesuai distribusi
dermatom.
 Nyeri digambarkan sebagai nyeri yang tajam,
berpangkal pada bagian bawah pinggang dan menjalar
ke lipatan bokong tepat di pertengahan garis tersebut
LANJUTAN
 Dari titik tersebut ke lipatan lutut terasa ngilu, dan
dari lipatan lutut ke maleolus eksterna terasa kurang
enak atau parestesia atau hipestesia.
 Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi defisit
motorik dan melemahnya refleks. Jika radiks yang
terkena penonjolan diskus adalah L5-S1, maka ujung
nyeri iskhialgik adalah hiperstesia atau parestesia yang
melingkari maleolus eksternus dan menuju ke jari
kaki ke-4 dan ke-5.
LANJUTAN
 Diskus yang mengalami herniasi dapat menekan
ujung saraf di kauda equina; menyebabkan sindrom
kauda equina dimana terjadi saddle anasthesia
sehingga menyebabkan nyeri kaki bilateral, hilangnya
sensasi perianal (anus), paralisis kandung kemih, dan
kelemahan sfingter ani.
 Sakit pinggang yang diderita pun akan semakin parah
jika duduk, membungkuk, mengangkat beban, batuk,
meregangkan badan, dan bergerak.
KENAPA HNP
 ANAMNESA

 PEMERIKSAAN FISIK

 PEMERIKSAAN PENUNJANG: X –RAY, CT SCAN


MRI
PENANGANANNYA
 OBAT-OBATAN : MENGURANGI RASA SAKIT
FISIOTERAPI : Sebelum diterapi perlu anamnesis dan
data pendukung seperti MRI, diketahui: dimana
penekanannya ,kemana arah penojolan diskus, arah
kelangkungan vertebra atau tulang belakang, otot-otot
yg mengalami spasme maupun yg lemah. baru setelah
itu baru bisa diBERI penanganan
 OPERASI
PENCEGAHANNYA
 BEKERJA DENGAN ERGONOMIS
 SIKAP KERJA YANG ALAMIAH
 CARA MENGANGKAT DAN MENGANGKUT YANG
BENAR
CARA MENGANGKAT DAN
MENGANGKAT
 PERLU DIPERHATIKAN :
 1. Beban yang diperkenankan, jarak angkut dan
intensitas pembebanan.
 2. Kondisi lingkungan kerja yaitu keadaan medan yang
licin, kasar, naik turun, dll.
 3. Ketrampilan bekerja.
 4. Peralatan kerja.
 5. Ukuran beban yang akan diangkut.
 6. Metode mengangkut yang benar.
LANJUTAN
 LANGKAH-LANGKAH MENGANGKAT ADA 2 (
DUA) PRINSIP :
 1. Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang
kuat dan sebanyak mungkin otot tulang yang lemah
dibebaskan dari pembebanan.
 2. Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk
mengawali gerakan
LANJUTAN
 UNTUK MENERAPKAN 2 (DUA) PRINSIP TSB
 1. Pegangan harus tepat. Memegang diusahakan
dengan tangan penuh dan memegang dengan hanya
beberapa jari yang dapat menyebabkan ketegangan
statis lokal pada jari tersebut harus dihindarkan.
 2. Lengan harus sedekat-dekatnya pada badan dan
dalam posisi lurus. Fleksi pada lengan untuk
mengangkut dan mengangkat menyebabkan
ketegangan otot statis yang melelahkan.
 3. Punggung harus diluruskan
LANJUTAN
 4. Dagu ditarik segera setelah kepala bisa ditegakkan
lagi seperti pada permulaan gerakan. Dengan posisi
kepala dan dagu yang tepat, seluruh tulang belakang
diluruskan.

 5. Posisi kaki dibuat sedemikian rupa sehingga mampu


untuk mengimbangi momentum yang terjadi dalam
posisi mengangkat. Satu kaki ditempatkan ke arah
jurusan gerakan yang dituju, kaki kedua ditempatkan
sedemikian rupa sehingga membantu mendorong
tubuh pada gerakan pertama
LANJUTAN
 6. Berat badan dimanfaatkan untuk menarik dan
mendorong, serta gaya untuk gerakan dan
perimbangan.
 7. Beban diusahakan berada sedekat mungkin
terhadap garis vertikal yang melalui pusat gravitasi
tubuh.
LANJUTAN
SELAIN ITU PERLU DIPERHATIKAN
 1. Semua barang/benda yang menghalangi pandangan
mata sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu, sebelum
pekerjaan mengangkat dan mengangkut dilakukan.

 2. Tinggi maksimum tempat pemegang dari lantai


tidak lebih dari 35 cm
LANJUTAN
 3. Jika suatu beban harus diangkut dari permukaan
lantai dianjurkan agar menggunakan agar
menggunakan alat mekanis (katrol).
 4. Beban yang akan diangkut harus berada sedekat
mungkin dengan tubuh.
 5. Punggung harus lurus agar bahaya kerusakan
terhadap diskus dapat dihindarkan.
 6. Mula-mula lutut harus bengkok dan tubuh harus
berada pada sikap dengan punggung LURUS
LANJUTAN
 LAKUKAN PEMANASAN SEBELUM BEROLAHRAGA
 OLAH RAGA YANG SESUAI UMUR
 Posisi tidur diusahakan terlentang
dgn kasur yg agak keras dan rata, BILA bangun tidur
, miring dahulu KEMUDIAN duduk di samping
TEMPAT TIDUR ,berdiri dengan pelan2, jangan
langsung bangun/ menghentak.
CONTOH SIKAP
CONTOH SIKAP
CONTOH SIKAP KERJA DUDUK
CONTOH SIKAP
CONTOH SIKAP
CONTOH SIKAP